NovelToon NovelToon
Marrie Me, Olin

Marrie Me, Olin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cintamanis
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erna Surliandari

Harap Baca Suamiku Pria Lumpuh, supaya nyambung dengan kisah mereka, ya.

Bagaimana, jika orang yang kamu cintai, adalah seorang yang telah menjadi masa lalu terburukmu. Yang telah menjadi penyebab penderitaanmu dimasa lalu. Padahal, Ia telah memberikan semuanta untukmu.

Carolina Hermawan. Gadis yatim piatu itu baru saja mengenal sebuah cinta dan bahagia, sejak bertemu dengan Reza Edwardo. Salah satu pewaris Nugraha's company.

Mereka sepakat menikah usai Olin wisuda, dan telah merancang semuanya. Tapi, rupanya keluarga Nugraha atau Papa Edward memiliki masa lalu diantara keluarga Olin.

Apa masalah itu, dan bagaimana mereka menghadapinya? Berstu, atau justru memcari jalan masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selalu cari gara-gara

"Mas, kok ngga salam?" tanya Olin, yang langsung berdiri menghampirinya.

"Kenapa pintu di tutup? Kalian cuma berdua di dalem loh?"

Olin menggandeng Reza untuk duduk di dekatnya. Ia pun memperkenalkan Doni, meski pernah bertemu di kampus kala itu.

"Maaf, Mas. Kami lagi kerjain tugas, sebentar lagi selesai." ucap Doni, berusaha ramah pada Reza.

"Bentar, ya? Ngga buru-buru kan?"

"Engga, lanjut aja." Reza meraih Hp yang ada di saku  celananya. Lalu mulai bermain dengan game yang sering Ia mainkan. Seperti biasa, Ia bertanding dengan Gibran yang berada jauh disana.

Olin agak tenang melihat Reza, dan Ia melanjutkan pekerjaannya. Tapi, ada saja tingkah Reza yang membuat keributan dengan suara-suara kerasnya.

"Gib, ayo, Gib. Shoot, Gib. Jangan lengah."

"Masss,"

"Eh iya, Maaf." Reza memelankan suara, dan Olin kembali pada sahabatnya.

Kali ini bukan suaranya, melainkan volume Hp nya yang kencang. Olin tak menengur, hanya menatapnya tajam, setajam sembilu yang menusuk ke jantung.

Reza langsung berhenti, mematikan Hp dan duduk manis tanpa sepatah katapun.

"Udah?" tanya Olin.

"Iya," angguk Reza.

Doni yang merasa tak enak hati kali ini. Ia segera melipat laptop dan memasukkannya kedalam tas.

"Tugasnya belum selesai."

"Ngga papa, nanti aku kerjain di rumah. Kalau kamu ada perlu, pergi aja ngga papa. Aku, mau pulang duluan."

"Ta-tapi, Don?" Olin berdiri ingin mengejar Doni, tapi tangannya di tarik oleh Reza.

"Puas?" lirik Olin.

"Belum," tawa Reza menyeringai.

Olin hanya mencebik bibir, tampak begitu kesal dengan kelakuan Reza kali ini. Apalagi, bukan meminta maaf malash Reza berbaring di sofanya dengan begitu santai dengan Olin di sampingnya.

"Huussst..."

"Hmmm?"

"Sini..." pinta Reza dengan meggerakkan jarinya.

"Males." jawab Olin, tanpa menoleh.

Entah kenapa Reza semakin gemas ketika Olin ngambek. Wajahnya, cemberutnya. Hidungnya pun memerah, karena menahan rasa kesalnya. Ia pun meraih lengan Olin, menarik dan membawanya jatuh tepat di atasnya.

"Eh, ngga boleh."

"Boleh, ngga ada yang lihat." Tangan Reza memeluk erat tubuh Olin yang terbaring diatasnya. Bahkan, sengaja menempelkan kepala Olin tepat di dadanya..

"Detak jantungnya, cepet banget?"

"Itu masih pelan, sudah sedikit normal dari sebelumnya."

"Dulu, secepat apa?" tanya Olin, menghadapkan wajah tepat di depan mata Reza.

"Cepat sekali, sampai sakit rasanya."

Senyum terkembang dari bibir Olin, tampak begitu manis, apalagi matanya seolah terpejam kala Ia tersenyum.

"Kita, mau kemana hari ini?"

"Bertemu Papa, kau mau?"

"Ke, Rumah sakit?"

"Ya, dimana lagi? Kau, keberatan?" tanya Reza.

Olin beranjak dari dekapan Reza. Wajahnya tampak gugup dan memerah.

"Malu, atau takut?"

"Mass, Olin ngga takut. Lagipula, kenapa harus takut. Papa kan tidak...... Eeehmm," Olin menggigit bibir bawahnya.

Reza menarik lengan Olin lagi, sedikit kuat dan kali ini tempat jatuhnya berbeda. Bibir Olin, jatuh tepat di bibir Reza.

Mata Reza terbelalak. Tak menyangka dengan apa yang terjadi, begitu juga Olin. Ingin menghindar, tapi Reza semakin erat mendekap dan mendekatkan bibir mereka.

Olin terpejam, kepalanya menggeleng tanda menolak. Tapi, Reza justru meneruskan pangutannya. Menelusupkan lidahnya dalam ke mulut Olin yang pasif dan tak membalas apapun.

"Kau tak suka?" Reza melepaskan pangutannya, lalu Olin membuka mata.

"Maaf..." jawab Olin, lirih.

Reza kemudian duduk, di iringi Olin yang sedikit menjauh darinya. Tertunduk, dan tak mampu menatap ke arah Reza yang sudah begitu berharap banyak darinya

"Jadi, pergi?"

"Bergegaslah. Ganti baju, dan aku tunggu di luar."

Reza berdiri dan melangkahkan kakinya pergi menutup pintu dengan sedikit kuat.

1
Nor shuhada Nordin
author, sye dah bertahun tunggu sambungan novel nie, please jangan bia tergantung mcm nie, salam syg dr peminat awak dr Malaysia/Heart/
Sukeh Kejora
kok gk ada lanjutannya
Ibu Sri
Luar biasa
⭐️asteri
bener2 ga di terusin ini ?
Wiwin Herlinawati
Bagus ceritanya
Alexa Juliana
Ohhhh br sadar Zaolin itu Reza - Olin...kirain nama aslinya Olin 🤭🤭
Alexa Juliana
Gpp Li pakai minyak telon krn bau nya harum dan wangi bayinya kerasa banget 😁😁
Alexa Juliana
Ya Allah..itu uang haknya Olin sbg ahli waris..Ga akan berkah Tante kamu udh makan haknya anak yatim piatu..
Alexa Juliana
Ini Olinnya Reza bukan? Olinnya Reza namanya bukannya Zaolin yah?
FS
200 jt nya kapan lanjut ni liiin olin
Ida Siswati
bagus ceritanya
Fina Safina
ahhh menyayat banget kalimatnya🥺
Inces 05
bagus cerita nya ko ga d lanjutkan?
Mr Im
lanjut lagi thor. dah ane kirimin kopi tuh
Siti Komariah
walahhh ini kmana lanjutannya,,smoga kak author sehat biar bs lanjut lagi..
Anonim
Cerita ini masih gantung hingga swkarang
Sahrisa Salsabila
lanjutannya mna
John de Joenk
iya thor rambutnya kurang kriting mie
zha syalfa
pas di kos olin sdh ditanya ttg keluarga oleh papi..
dan dijawab tinggal ditempat jauh dan butuh waktu untuk pembuktian
Susi Mardikawati
💘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!