DILARANG BOOM LIKE,
Ling wei adalah salah satu tokoh pendukung yang harus diperankan lea. Ling wei lemah, tidak berani melawan, pendiam dan penurut.
sejak lea yang memerangkannya, dia mengubah nasib ling wei menjadi karakter utama dalam novel. Bahaya dan hambatan selalu membuat lea terjatuh, demi bisa mengubah dirinya dalam novel, lea bangit dan memulainya lagi.
kerja keras dan usaha lea tidak sia-sia. Dia berhasil menjadi tokoh utama dalam cerita.
ig: wahyuniunit2
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UNI NANNI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak percaya
Clara kembali setelah mengantar woobin di rumah sakit. Semua teman sekelasnya datang menghampirinya. Clara menjadi idola dadakan.
"Ckara, bagaimana keadaan woobin?" Tanya salah satu teman kelas.
"Kondisinya buruk, woobin belum sadarkan diri" kata clara dengan sedih.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada woobin? siapa yang berani ingin melukainya?"
"Aku tidak tau, yang jelas dia adalah musuh woobin"
"Clara, bagaimana bisa kau mengetahui woibin dalam bahaya?"
"Aku merasa tidak enak badan, aku selalu memikirkan woobin. Jadi aku mencarinya dan tidak sengaja melihatnya" kata clara menjelaskan.
Ling wei menatap clara dengan heran, mengapa clara mesti berbohong. Jelas ling wei yang menyelamatkan woobin, bukan dirinya.
"Kau yakin kau yang menyelamatkan woobin?" Tanya ling wei sambil berdiri.
Semua mata siswa di kelasnya, memandang woobin. Termasuk jian dan raniya yang berada di dekat ling wei.
"Kenapa kau bertanya? aku yang memanggil ambulans untuk datang. Aku yang pertama melihatnya" kata clara.
"Tidak mungkin, jelas aku yang mendorong woobin agar tidak terkena batu yang jatuh. Kepalanya terbentur di tembok, dan aku tidak sadarkan diri" kata ling wei tidak terima jika clara yang bersikap sebagai pahlawan.
Semua teman-temannya tertawa, termasuk clara yang tersenyum tipis.
"Ling wei, jangan menjadi pahlawan kesiangan. Jelas clara yang menolong woobin" timpah teman ling wei merendahkan.
"Kami semua tau, kau sangat dekat dengan woobin. Tetapi jangan berlebihan juga" Tambah mereka.
"Kau pasti berhalusinasi ling wei. Jangan mau menipu kami"
"Kau pikir kami percaya padamu? tidak akan"
Mereka semua bersuara membela clara, dan merendahkan ling wei. Hati ling wei sangat sakit, ling wei tidak berbohong. Yang di ucapkannya adalah sebuah kebenaran.
"Ling wei, jangan pernah menjadikan dirimu pahlawan jika bukan kamu yang menyelamatkannya" sahut teman laki-laki.
"Tidak apa-apa, ling wei berhak untuk berkata. Jika dia mempunyai bukti, kita semua bisa mempercayainya" kata clara pada teman-temannya.
Bagaimana bisa ling wei mempunyai bukti, dia tidak akan menduga kejadian yang menimpah woobin. Dia tidak tau jika dirinya akan di bawa ke taman. Tidak berguna bicara dengan mereka semua, tidak akan ada yang percaya.
Ling wei memilih keluar dari kelas, dia tidak mau melanjutkan perdebatannya. Semua teman-temannya tersenyum penuh kemenangan.
"Dia mengalah juga, dasar ling wei tidak tau diri"
"Benar, dia selalu mengakui semuanya"
"Aku jadi heran dengannya, apa dia ingin mencari muka di depan kak yanami dan woobin?"
"Ya jelas. Semua orang terpesona dengan ketampanan woobin. Hanya saja ada yang sadar diri dan ada yang tidak. Seperti ling wei yang tidak sadar diri di mana posisinya"
Hujatan selalu datang dari mulut teman-temannya. Mereka selalu memandang ling wei dengan sebelah mata. Mereka terpukau kemarin karena ling wei berhasil membuat mulut fui man bungkam. Dan sekarang, mereka melupakannya.
Semua orang mudah untuk melupakan kebaikan, tetapi sulit untuk melupakan keburukan. Begitulah manusia, selalu memandang sebelah mata. Bagi mereka, ling wei hanya pemeran pendukung tetapi berani melawan fui man yang menjadi pemeran utama. Jelas ling wei akan kalah, menurut pendapat mereka.
"Kak ling wei kenapa bisa bicara seperti itu?" Tanya raniya yang diam-diam mengikuti ling wei keluar dari kelas.
"Aku tidak bohong raniya, jelas aku yang menolong woobin"
"Tetapi kak ling wei, aku menemukan kakak sendirian tanpa woobin di sana. Kakak terbaring sendirian di taman"
"Aku tidak mengerti raniya, aku berada di lorong bersama woobin dan tidak sadarkan diri di sana. Tetapi aku malah berada di taman. Aku yakin seseorang memindahkanku ke taman"
"Kak ling wei masih sakit. Belum sembuh total, makanya ingatan kak ling wei masih kacau" jata raniya yang tidak mempercayai ling wei.
"Kau juga tidak percaya padaku?"
"Bukan seperti itu. Sangat sulit untuk mempercayai kak ling wei. Aku melihat sendiri dengan mata kepalaku, kak ling wei berada di taman terbaring sendirian. Tidak ada woobin"
Apa yang di katakan raniya masuk akal. Sulit mempercayai seseorang jika kita sendiri emlihatnya dengan mata kepala kita. Tetapi yang di katakan ling wei juga benar. Ling wei terpaksa pasrah menerima keadaan, tidak ada seorang pun yang mempercayainya termasuk raniya.
Ling wei tidak bisa berbuat apa, dia tidak mempunyai bukti yang kuat.
"Kak ling wei baik-baik saja?" Tanya raniya yang merendahkan suaranya.
"Aku tau kau tidak mempercayaiku. Sulit untuk mempercayaiku" kata ling wei yang suaranya hampir tidak bisa di dengar raniya.
"Aku percaya dengan ucapan kak ling wei. Aku sarankan kak ling wei tidak mengatakannya pada orang lain, mereka tidak akan percaya walau kak ling wei berusaha menjelaskan"
"Raniya, kau tidak perlu memaksa dirimu mempercayaiku jika kau saja masih ragu. Aku mau sendiri, merenung sendiri tanpa ada yang mengangguku"
"Kak ling wei tidak marah denganku?"
"Tidak raniya. Untuk apa aku marah padamu" kata ling wei memaksakan senyumannya.
Wakau hatinya sakit, ling wei tidak bisa memaksa raniya percaya dengannya. Kebenaran akan terungkap dengan sendirinya.
"Terima kasih banyak kak ling wei" kata raniya sambil memeluk tubuh ling wei.
Ling wei tersenyum. Dia masih bisa merasakan kehangatan dari tubuh raniya. Rasa persaudaraan yang tidak pernah ling wei dapatkan sebelumnya. Sejak menjadi lea, dia tidak mempunyai kakaknya. Lea tidak bisa mersakan kasih sayang seorang kakak. Tetapi dia masih mempunyai bunda yang selalu setia dan ada ketika di butuhkan.
Sementara ayah lea, sudah meninggal sejak lea masih kecil. Lea bahkan tidak mengenali wajah ayahnya.
udah dibuat penasaran 😕
Authornya gemar banget buat pembacanya penasaran 😂😂😂
Auto ngebut 😈😈
Panggung, tokoh pendukung, dan lain-lain! Yang kutangkep, So-hee ini udah sadar ya?
My Ice girl saranghae mampir ksih dkungan..
semangat ya..
klo smpat mampir jg..