Cherly Aurora, seorang wanita yang sederhana tapi cantik yang menikahi pria misterius bertopeng. Dia dipaksa menikah oleh ayah dan ibu tirinya karna kesalahan besar yang dilakukan oleh adik tirinya. Adik tiri Cherly menabrak lari seorang wanita yang ternyata istri dari Gino Alexander, Presdir Group R.K.
Gino Alexander, seorang pria tampan yang ingin balas dendam atas kematian istrinya Selena yang sangat ia cintai. Dia terpaksa menikah hanya untuk membalas dendam, dan dia menyembunyikan wajahnya dibalik topeng tidak ingin identitasnya diketahui oleh Cherly dan keluarganya.
Kontrak pernikahan 5 tahun yang ditandatangani Cherly berdampak buruk, ia harus menuruti segala sesuatu yang diinginkan Gino.
Pernikahan mereka tanpa cinta, tapi bisakah benci berubah menjadi cinta?
Simak yuk ceritanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Aquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menusuk Hati
Cherly hanya diam disentuh dan tidak melawan, karna dia sudah tahu dia tidak berhak untuk menolak,
Gino menikmati setiap irama nafas Cherly yang tidak beraturan, ketegangan yang dirasakan Cherly karna dikecup mesrah oleh Gino membuatnya semakin tidak bisa mengendalikan diri dan mencakar halus punggung Gino.
Cherly menjadi semakin tenggelam di kenikmatan yang diberi oleh Gino, kecupan lembut Gino seolah menawarkan kebahagian bagi Cherly.
Bergitupun Gino semakin bergairah melihat ekspresi Cherly yang semakin menggoda.
"Aku lupa memberimu pil kontrasepsi saat kita melakukannya saat itu." bisik Gino di telinga Cherly dengan suara yang lembut.
Cherly yang mendengar perkataan Gino langsung angkat bicara,
"Anda takut saya akan hamil?" tanya Cherly berhenti mencakar lembut punggung Gino.
"Aku tidak menginkan anak darimu!" ucap Gino dengan nada lembut namun menusuk hati.
"Apa karna pernikahan kita hanyalah kontrak?" tanya Cherly menatap mata Gino yang tajam.
"Karna aku membencimu" ucap Gino ketus.
"Jika kau membenciku kenapa kamu ingin melakukan hal seperti ini kepadaku?" tanya Cherly menahan sedih.
"Alasan utamanya karna aku membencimu." jawab Gino dengan tenang.
Cherly hanya tersenyum sinis, seharusnya dia tidap pernah berharap bisa dicintai.
"Hanya 5 tahunkan aku selalu makan pil?" tanya Cherly berusaha untuk tenang namun di dalam hatinya sangat sakit.
"Bisakah aku meminta sesuatu kepada anda?" tanya Cherly dengan nada rendah.
"Walaupun kemungkinannya sangat kecil tapi aku masih berharap." ucap Cherly membelai lembut pipi Gino.
"Bisakah, saat kita melakukannya bersama Cintailah aku." bisik Cherly dengan lembut dan penuh harap.
"Apa kau juga memintanya ke setiap lelaki saat kalian diranjang?" tanya Gino tersenyum sinis.
"Apa anda akan percaya, kalau aku bilang aku bukanlah wanita seperti yang anda pikirkan?" tanya Cherly sedih.
"Bagiku kau tetap sama, wanita yang sudah dinodai saat masih sekolah itu berarti wanita yang murahan" celetuk Gino.
Penghinaan yang dilontarkan Gino membuat Cherly sakit hati, Cherly tenggelam dalam lamunannya sedangkan Gino masih menikmati tubuh Cherly.
Setelah semuanya selesai, Gino berjalan ke lemari untuk mengambil handuk,
"Pilnya ada di laci meja rias" ucap Gino dingin dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badan.
Cherly masih berbaring di ranjang dengan selimut yang menutupi tubuhnya, dia masih memikirkan perkataan Gino yang tidak berperasaan.
"Pil?" gumam Cherly tersenyum sinis namun sedih.
"Segitunya dia, katanya, aku harus makan pil" gumam Cherly menahan tangis.
Cherly bangun dan berjalan menuju laci yang dikatakan Gino dan mengambil pil kontrasepsi, Cherly meminumnya dengan terpaksa.
Cherly duduk di depan meja rias dengan memakai handuk menunggubgiliran untuk mandi.
"Penampilanku biasa saja, apa yang spesial dariku sehingga aku berharap Mr.A akan menyukaiku." gumam Cherly melihat dirinya dicermin.
"Kau harus ingat posisimu Cherly, pernikahan ini hanya kontrak jadi, jangan berharap berlebihan, karna semakin kau berharap semakin kau disakiti." gumam Cherly menatap dirinya di cermin.
Gino keluar kamar mandi dengan handuk putih yang menutupi bagian bawah badannya. Rambutnya basah, otot dadanya tampak seksi, membuat Cherly berdiri dari duduknya.
"Wah... dia keren sekali, aku baru memperhatikannya baik-baik" batin Cherly megang dadanya karna jantungya berdetak kencang.
"Ada apa? apa ada yang salah? sehingga kau melihatku seperti itu" ucap Gino dingin sembari mengacak lembut rambutnya membuatnya semakin tampan memakai topeng dan menggoda.
"Ehhh... tidak... aku hanya... hanya... ingin masuk kamar mandi" ucap Cherly gugup berusaha mencari alasan.
Cherly berjalan menuju kamar mandi dengan langkah yang lambat. Tiba-tiba Gino menghalanginya.
"Apa kamu tertarik dengan bentuk tubuhku yang indah?" tanya Gino menyentuh lembut dagu Cherly yang sedang menunduk malu.
Cherly hanya diam dengan pipi yang memerah karna malu.
Gino mendekat dan memeluk Cherly dengan lembut, detak jantung Cherly sangat terasa di pelukan Gino.
"Apa kamu sudah meminum pilnya?" bisik Gino di telinga Cherly.
Cherly mengangguk lembut.
"Jadilah penurut, maka aku akan berusaha tidak kasar kepadamu" bisik Gino lembut kemudian mencium pipi Cherly.
Gino melepaskan pelukannya dan menyuruh Cherly mandi, Cherly hanya mengiyakan dan berjalan menuju kamar mandi.
"Kenapa aku tiba-tiba sangat lembut padanya?" batin Gino bertanya-tanya.
***
Setelah mereka berdua melakukan aktivitas masing-masing. Gino dan Cherly berjalan berdampingan menuruni tangga. Dengan elegannya Cherly memakai dress bermotif simpel warna coklat susu dan memakai aksesoris rambut yang super elegan. Sedangkan Gino memakai setelan Jas yang begitu menarik perhatian bagi kaum hawa yang melihatnya.
"Penampilanmu terlihat natural" ucap Gino menoleh ke arah Cherly.
"Apa aku harus ganti baju?" tanya Cherly menoleh Gino.
"Tidak, aku suka kau yang natural dari pada memakai make up tebal" lanjut Gino.
"Iyakah?" tanya Cherly tersenyum manis.
"Apa kau tahu? Perkataan seperti ini yang tidak aku inginkan, kau membuatku terbang dan lupa bahwa semua ini hanya angan yang tidak bisa digapai" gumam Cherly melihat ke arah sosok bertopeng.
"Apa kau akan ke kantor?" tanya Cherly tersenyum.
"Sepertinya begitu" jawab Gino dengan nada rendah.
Sesampainya mereka di ruang makan, Cherly menyajikan makanan untuk Gino,
"Apa kamu akan lama di kantor?" tanya Cherly terbata-bata.
"Aku akan pulang malam! emangnya kenapa?" tanya Gino memakan makanan yang disajikan Cherly.
"Apa aku boleh menemui sahabatku?" tanya Cherly sedikit gugup.
"Tidak" singkat Gino.
"Bukankah aku sudah membelikanmu handphone" ucap Gino melihat ke arah Cherly.
"Iya, tapi..."
"Jangan membuat suasana hatiku jadi buruk" ucap Gino memberi peringatan.
Cherly menunduk merasa sangat kecewa, padahal dia sangat merindukan cantika. Cantika bahkan belum tahu kalau Cherly sudah menikah.
Selang beberapa menit Gino berangkat ke kantor untuk mengecek keadaan Stev yang mengatasi rapat.
******
Keluarga Firman
"Ayah, aku ingin makan di restoran makanan disini nggak enak" teriak Diana berdiri dan memukul meja makan.
"Udah tahu keadaan lagi susah malah mau makan di restoran. Emang kamu punya uang?" bentak Firman memarahi Diana.
"Kamu tidak seharuanya marah sama Diana, dia nggak terbiasa makan makanan seperti ini" bentak Liliana kepada suaminya Firman.
"Ini semua gara-gara anak pembawa sial itu" ucap Liliana dengan nadah meninggi karna marah.
"Kau menyalahkan Cherly? seharusnya kau menyalahkan Diana yang menabrak lari istri Presdir group R.K, Cherly hanya korban dari perilaku bodoh Diana" teriak Firman menceramahi Liliana.
Mereka adu mulut karna kesalahan yang dilakukan oleh Diana. Sejak kecil Diana terlalu dimanja, oleh karna itu dia sama sekali tidak peduli kepada orang lain yang dia pedulikan adalah dirinya sendiri. Apalagi Diana mewarisi sifat utama dari ibumya Liliana.
"Cukup!" teriak Diana memekakkan telinga.
Dengan marah Diana meninggalkan rumah kecil yang ditempatinya. Dia kesal dengan Cherly.
"Ini semua gara-gara Cherly" umpat Diana kesal.
*~BERSAMBUNG~*
dah lah kita pembaca hanya bisa baca doang jangan banyak komentar,
tancep terus goyang, 🤣🤣🤣
di tunggu ya
Saling mendukung yuk.. Dengan komen di episode baru.. Punya mu sudah ku masukan ke daftar favorite..