NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak

Nikah Kontrak

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: shy. ineng

Perjodohan adalah hal keramat yang paling tidak aku sukai. Menurutku di jaman serba modern seperti sekarang ini tidak perlu yang namanya jodoh menjodoh.

Hal yang tidak aku suka malah menghampiriku, orangtuaku menjodohkanku dengan anak sahabat mereka.


Bagaimana kisah mereka?
Novel ini merupakan kelanjutan MBA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shy. ineng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

the wedding

Kehebohan terjadi sejak pagi buta di kediamanan Kenzo. Semua orang sibuk mempersiapkan diri menghadiri akad nikah Varel dan Nasya di akan di laksanakan pukul 10.00 di hotel WW.

Nasya telah siap sejak tadi, dia telah mandi dan berganti pakaian.

"Kak udah mandi?" Tanya Naura mendekati Nasya yang duduk di depan meja rias.

"Udah," menatap dirinya di pantulan cermin

"Kalau udah, kita berangkat sekarang ke hotel, kakak akan di rias di sana." Menatap binggung pada Nasya yang diam mematung di depan cermin.

"Naura, kakak gugup banget." Mengenggam tangan Naura yang berdiri di sampingnya.

"Wajarlah kalau kakak gugup. semangat, hari ini akan segera berlalu. percaya deh semua pengantin pasti akan gugup di hari pernikahannya. Kegugupan kakak adalah hal yang wajar.

"Kenapa kalian lama sekali, Nasya udah siap? Kita harus bergegas ke hotel." Omel Nancy menyusul Naura yang disuruhnya memanggil Nasya.

"Udah mi, kita berangkat sekarang?" Tanya Naura.

"Iya, kalau kalian udah siap."

"Ayo, Naura membimbing tangan sang kakak menasuki mobil dan mereka melaju menuju Hotel WW. Hotel dimana acara ijab kabul dan resepsi pernikahan Varel dan Nasya.

Tiba di loby hotel, Naura membimbing Nasya masuk ke kamar VVIP yang telah disiapkan sebagai kamar pengantin.

Memasuki kamar tersebut, Nasya terkesima dengan dekorasi kamar yang terlihat begitu romantis.

"Bagus ya kak kamarnya." Puji Naura setelah mereka memasuki kamar tersebut.

"Bagus banget," Nasya menebarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan tersebut.

"Mana penata riasnya? Belum datang? Ucap Nasya Merasa kesal, mengingat mereka diomel sang Mami tadi di rumah.

"Sabar kak, mungkin mereka masih di jalan." Ucap Naura menenangkan Nasya.

Tok.. tok... Ketukan di pintu kamar.

"Aku bukain, mungkin itu penata riasnya. Naura berdiri mendekati pintu dan membukanya. Berdiri di hadapannya beberapa orang yang diyakininya sebagai penata rias. Kemudian dia mempersilahkan mereka untuk masuk.

"Terima kasih," Ucap salah satu angota penata rias.

"Kita mulai sekarang ya." Ucap penata rias dan memulai merias Nasya.

"Kak aku keluar sebentar ya." Bisik Nasya pergi dari kamar tersebut.

****

Di kediaman Vino, keluarga tersebut tak kalah hebohnya dengan keluarga Kenzo. Mereka dari subuh terlihat sibuk mempersiapkan diri.

Varel tampak pucat, terlihat jelas dia sangat gugup saat ini. Dia gelisah sejak tadi, Berdiri didepan cermin dia menatap dirinya yang terlihat tampan mengenakan jas berwarna hitam, celana bahan warna senada dan tak lupa peci yang menghiasi kepalanya.

"Udah siap belum calon pengantin nih." Suara Edho, menghampiri Varel yang lagi berdiri di depan cermin. "Udah cakep kok, jangan di liatin terus nanti cakepnya hilang, goda Edho pada Varel yang terlihat tegang.

"Sumpah Edho, gue gugup banget nih."

"Santai bro, yakin lo pasti bisa." Edho menyemangati Varel.

"Kalau udah siap kita meluncur nih,"

"Udah, Ayo berangkat.

Merekapun meluncur ke lokasi acara pernikahan Varel dan Nasya.

Tiba di Hotel, rombongan Varel dan keluarganya langsung menuju Aula hotel, tempat ijab kabul akan di laksanakan. Disana sudah terlihat sebagian besar anggota keluarga Kenzo dan beberapa teman dekat mereka.

Melihat kerumunan banyak orang tersebut, membuat Varel bertambah gugup. Dia menebarkan pandangan keseluruh ruangan berharap mendapati keberadaan Nasya.

"Kak Nasya masih di rias." Ucap Zoan, paham dengan gelagat Varel.

"Di rias di mana?" Tanya Varel antusias.

"Di kamar pengantin kalian." Jawab Zoan singkat.

"Oke, thanks." Varel beranjak dari tempatnya hendak menemui Nasya.

"Lo mau kemana?" Tanya Edho menahan tangan Varel.

"Gue mau ketemu Nasya, sebelum acara di mulai." Menarik tangannya yang di tahan Edho.

"Mana boleh lo ketemu dia sekarang, sabar sebentar lagi dia akan datang kok." Bisik Edho pelan untuk menenangkan Varel.

"Ya sudah, tangan gue dilepas." Varel kembali ke posisinya semula.

Cukup lama acara tak kunjung dimulai, Varel mulai gelisah, mukanya terlihat pucat. Dia meremas tangannya tanpa henti, keringat membasahi keningnya, padahal ruangan ini berAC.

"Anakmu kelihatannya gugup banget tuh," bisik Kenzo pada Vino yang duduk di sampingnya.

"Wajarlah, kita juga dulu begitu ketika berada di posisi dia." Balas Vino.

Kenzo hanya tersenyum, membayangkan bagaimana gugupnya dia ketika menikah dengan Nancy.

"Gue toilet dulu," Bisik Edho beranjak dari duduknya.

"Cepat jangan lama-lama."

Melangkah cepat Edho berjalan menuju toilet. Sebelum tiba di toilet di melihat sosok wanita yang terlihat familiar di matanya. Wanita itu berjalan mendahuluinya.

Kenapa mirip banget dengan Naura ya. Batin Edho terus berjalan.

Sebelum Edho sempat menghampiri wanita mencurigakan itu, wanita tersebut menghilang masuk kedalam salah satu kamar hotel.

Apa itu Naura, mirip sih dari belakang. ah ngak mungkin juga dia ada disini, diakan lagi di negara K. Batin Edho berkecamuk.Edho melanjutkan tujuanya menuju toilet.

"Wow Kak Nasya Cantik banget, pangling aku lihatnya." Ucap Nasya terkesima dengan keanggunan Nasya yang tengah berdiri di depan cermin. Dia berjalan mendekati Nasya, serta memeluk erat Nasya dalam pelukannya. "Selamat ya kak, sebentar lagi kakak akan menjadi Nyonya Varel." Ucap Naura. Entah kenapa setelah berucap demikian hati Naura terasa sakit banget, sakit bagai di tusuk jarum. Walaupun dia berusaha mengiklaskan Varel bersama Nasya, hatinya tetap terluka menyaksikan mereka menikah hari ini. Dia tak kuasa menahan air mata yang jatuh membasahi pipinya.

"Hey, kenapa nanggis?" Panik Nasya menyadari Naura sedang menanggis dalam pelukannya.

"Aku menanggis bahagia kak.." Dusta Naura berusaha tersenyum memperlihatkan gigi putihnya pada Nasya.

"Jangan menanggis di hari bahagia kakak ini dong, kalau bahagia, tersenyum dan tertawa lepaslah. Jangan menanggis begini kakak ngak suka melihatnya." Melepaskan pelukannya pada Naura dan menatap mata Naura lekat.

Ada apa,Naura? Mengapa kau terlihat sedih? Batin Nasya.

"Maaf kak," Naura menundukan kepalanya.

"Kalian udah siap?" Suara Nancy, berdiri mematung di depan pintu. Dia terpesona dengan kecantikan sang putri yang begitu anggun di balut kebaya putih di padukan dengan rok warna coklat gelap dengan corak batik.

"Anak mami cantik banget hari ini." Nancy menghampiri putrinya yang tengah berdiri di depan cermin.

"Anak mami ini loh selalu cantik." Berlegak-legok di depan cermin.

"Hehe, tawa mereka bersamaan.

"Ayo, Penghulunya sudah tiba. Acara nya sebentar lagi di mulai." Nancy membimbing tangan Nasya mengikutinya.

"Uhemmm, Nasya menarik Nafas dalam, sebelum keluar kamar. Berjalan beriringan dengan Naura dan Maminya dia berjalan menuju aula hotel.

Edho yang baru saja keluar dari toilet, menatap tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Bukan karena Kecantikan Nasya yang membuatnya terkejut. Tetapi sosok yang berjalan di samping Nasyalah yang membuatnya spot jantung. Dia mengucek-ucek matanya, berharap dia salah liat saat ini. Tetapi apa daya, Sosok yang dilihatnya saat ini benar-benar Naura dan dia bukan lagi bermimpi.

.

.

.

.

.🕊🕊🕊

1
Marhaban ya Nur17
drama ikan terbang 😃
Marhaban ya Nur17
pantes aja darah varel cocok ama vera 🤔 eh anaknya wkwkwwkk
Marhaban ya Nur17
laahhh kirain varel ama naura biasa aja g kumful gtu
Marhaban ya Nur17
apa itu
Marhaban ya Nur17
penasaran neh
Marhaban ya Nur17
kenayakan suara hati
Marhaban ya Nur17
eh jangan di tanyain kli bang edho pst g jujur tuh
Marhaban ya Nur17
waduh ada udang di balik bakwan neh se naura 🤔
Marhaban ya Nur17
sukurin
Marhaban ya Nur17
sinetron" g kelar"
Marhaban ya Nur17
yo ws naura ama edho aja
Marhaban ya Nur17
sabodo teuing lah nasya
Marhaban ya Nur17
naura ama nasya bulshit semua om do 😠,sok"an males gw wkwkwkw
Marhaban ya Nur17
bodo amit ama otak lu nasya 😡 sok"an se lu
Marhaban ya Nur17
gw paling males deh klo ada yg karakternya kaya naura 😞 munafik wkwkwk
Marhaban ya Nur17
oon tuh se nasya 😃
Marhaban ya Nur17
sabar bang 😬 emang ujian pernikahan besar y wkwk
Marhaban ya Nur17
kebanyakan gaya neh nasya,,, udh jelas" varelnya jg suka eh malah sok"an nolak lagi
Marhaban ya Nur17
semangat varel
Marhaban ya Nur17
good neh sikap varel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!