NovelToon NovelToon
Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Cintapertama
Popularitas:48.6k
Nilai: 5
Nama Author: iis dahlia

Ading Karja merupakan anak pertama dari keluarga yang cukup terpandang. Tapi walaupun begitu, ading karja selalu hidup sederhana.

Dan karna kesederhanaan itu, ading selalu menerima dan berusaha menerima juga mengikhlaskan apapun yang terjadi terjadi.

Karna baginya, segala sesuatu itu akan terjadi jika tuhan sudah berkehendak. Apapun itu, segala sesuatu yang ada di bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iis dahlia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 32

" apa? "

" kamu bilang KDR? " ucap Rio

" iya. soalnya, cuman itu satu satu satunya cara. ibu bilang kalau seandainya aku di sakiti secara pisik? maka di saat itu juga, aku bisa berpisah dengan suami aku dan merestui hubungan aku nantinya sama siapa aja. " ucap adi dengan sambil melihat ke arah Rio

" apa cuman itu, satu satunya cara agar hubungan kita bisa di restui sama ibu? apa dengan kamu menikah terlebih dahulu sama pilihan ibu, yang habis itu yang tidak tau akan berhasil atau tidak pernikhan kamu nantinya? " ucap Rio sambil melihat ke arah lain dengan nada bertanya

" iya. tapi kamu tenang aja, aku akan pastikan kalau pernikahan aku sama pilihan ibu tidak berjalan lama. di hati dan pikiran aku, itu cuman ada kamu yang. " ucap adi

" aku tau ini salah. tapi aku juga ngga mau kehilangan kamu. aku cuman mau nikah sama kamu dan ngga mau sama yang lain. " ucap Rio

" aku juga. tunggu aku ya, aku pasti akan berusaha buat bikin suami aku marah hingga dia bisa melukai aku secara pisik. " ucap adi dengan nada yang rendah

" sekarang boleh kan aku peluk kamu. aku kangan sama kamu " lanjut ucap adi

" iya boleh " ucap Rio sambil merentangkan ke dua tanganya

adi pun langsung memeluk Rio.

" biarkan aku memeluk kamu, biarakan aku seperti ini. aku udah ketakutan waktu kamu ngga aktif aktif saat aku menelepon kamu. aku takut kamu pergi dan ninggalin aku " ucap adi dengan suara yang rendah sambil memeluk erat tubuh Rio

" iya boleh. kamu boleh sepuasnya peluk aku. dan aku janji ngga akan ninggalin kamu. aku akan tetep bersama kamu, sampai harapan dan usaha kamu bisa menjadi nyata hingga kita bisa bersama selamanya " ucap Rio sambil mengusap ngusap rambutnya adi

" makasih ya " ucap adi sambil meneteskan air matanya karna terharu atas ucapnya Rio yang menandakan bahawa keputusannya ngga sia sia dan ngga salah

" aku anter kamu pulang ya " ucap Rio

" ngga usah. aku pulang ke rumah ibu, dan jika ibu lihat kamu nganter aku pasti ibu akan marah " ucap adi sambil melepaskan pelukanya dan melihat ke arah Rio

" lagian kan aku bawa motor sendiri, jadi aku kamu tenang aja ya. aku pasti sampai rumah dengan selamat " lanjut ucap adi

" baiklah. asal kamu nanti harus kabarin aku jika udah sampai rumah ya " ucap Rio

" ok. ya udah aku pergi duluan ya " ucap adi yang kemudian pergi dari taman itu

di perjalanan pulang, adi tampak senang karna Rio pacarnya mendukungnya dan tidak akan meninggalkannya.

adi begitu semangat, sampai senyum senyum sepanjang perjalanan hingga sampai ke rumah yang masih tersenyum.

suara motor yang masuk ke halaman rumah ibu sinta, membuat ibu sinta segera jalan ke arah luar rumah karna tau itu adalah suara motor adi.

" assalamualaikum " ucap adi sambil membukana pintu yang kebetulan itu sinta berada di dekat pintu karna mau ke luar rumah

" ibu mau kemana? " ucap adi dengan santai

" ibu mau melihat kakak, karna kakak telat pulang kerjanya. nak ading aja udah pulang, tapi kakak belum? padahal kan kalian satu kantor. kakak ngga melakukan hal yang buruk kan? " ucap ibu santa dengan nada bertanya

" aku ngga maungkin bilang, kalau aku habis ketemu Rio. kalau ibu tau, ibu pasti marah. maapin aku ya bu, aku ngga bisa jujur " ucap suara hati adi

" ngga bu. aku hanya bertemu teman bu. ibu ngga usah khawatir ya. ya udah adi masuk kamar dulu " ucap adi yang kemudian masuk ke kamar untuk menghindari pertanyaan ibu sinta yang lainya.

setelah adi masuk kamar, ibu sinta kembali menyiapkan makanan buat makan malam.

ading yang kebetulan baru melaksanakan solat magrib dan sedang merapihkan sejadah tidak bertanya dan hanya diam. walaupun hatinya rasanya ingin bertanya. begitupun dengan adi yang langsung mandi.

tibalah makan malam. ading dan yang lainya makan dengan santai. setelah selesai makan, ading berbicara terkait besok yang mau pergi ke rumah pak karja dan bunda alda.

" bu. ading berencana besok buat pergi ke rumah ayah? ading harapan ibu dan ade bisa ikut untuk mengantarkan adi " uacp ading dengan suara yang rendah

" apa? besok? " ucap adi yang kaget mendengar ucapanya ading

" besok kak! asik! " ucap sadriana dengan suara yang aga tinggi

" kita bisa lihat rumah kak ading " ucap aji dengan ekspresi wajah yang bahagia

" bisa nak. " ucap ibu sinta dengan wajah yang santai

" bu " ucap adi dengan nada yang tinggi

" apa sih kak, aku aja bahagia. harusnya kakak itu bahagia karna bisa tinggal di rumah om karja " ucap sadriana dengan sedikit nge gas

" iya kakak. coba deh kakak bayangain! bisa tinggal di rumah bos tempat kerja kak, pasti kakak belum kebayang ya, gimana enaknya tinggal di sana? " ucap aji dengan santai

" iya kak bener " ucap ina

" bagai mana ini, aku ngga tau ini bagus atau ngga buat aku untuk menjalankan rencana aku " ucap suara hati adi

" udah lah kak. sekarang kita istirahat biar besok kita bisa bangun pagi dan bisa cepat pergi ke rumah om karja " ucap sadriana

" ayo " lanjut ucap sadriana sambil beranjak dari kursi meja dan berjalan ke arah kamar yang di ikuti ina dan aji

" udah nak, sekarang kalian istirahat. besok kita pergi " ucap ibu sinta yang kemudian pergi jalan ke arah kamarnya

setelah ibu sinta pergi adi dan adingpun masuk ke kamar.

ading bersiap untuk ke masjid solat isa, dan pergi ke masjid.

begitu pun adi. setelah ading pergi, adi langsung solat isa.

setelah solat isa, adi menulis di kertas jika adi udah solat yang di simpan di kasur di sebelah kiri adi tidur.

ading yang habis solat isa dari masjid, tertawa membaca surat yang di tulis adi. begitu pun adi yang udah tidur. karna adi udah tidur adingpun ikut tidur.

×××××

Jam 03.00 pagi ading bangun tidur seperti biasa. ading melakukan rutunitas nya seperti biasa di awal pagi.

setelah solat subuh ading membersekan beberapa pakaianya ke lemari yang ada di kamar, dan sebagainya ading di masukin ke koper untuk di bawa pulang.

begitu pun dengan adi, yang hanya membawa beberapa baju dan di masukin ke dalam koper nya ading.

setelah sarapan, ading dan adi juga yang lainya pergi ke rumah pak karja.

ading naik motor bersama adi, ibu santa sadriana aji dan ina naik mobil greb.

di sepanjang perjalanan adi tampak menjaga jarak dengan ading, adi berusaha tidak memegang ading saat perjalanan. hingga membuat ading sedikit pelan mengendarai motornya.

ading berusaha untuk tidak berpikir buruk terhadap adi, walaupun rasanya ading meras ada jarak di antar ading dan adi walaupun udah bersama terikat hubungan pernikahan.

setelah sampai di rumah pak karja, ading merasa bersalah. karna kedatangan di saat ngga tepat. yang hanya di sambut sama bi yanti dan pak andar.

semangat sadriana dan ina juga aji meras bahagia karna bisa merasakan dan masuk ke rumah yang begitu megah.

ading menunjukkan kamarnya dan membiarkan ibu sinta juga ina dan aji menemani adi duduk di kamarnya.

sebelum pulang, ading menunjukan berapa tempat kepada aji ina dan sadriana.

setelah cukup lama di rumah pak karja, ibu sinta sadriana ina dan aji pulang.

sebelum pulang, adi memeluk ibu sinta sambil menetaska air matanya dan juga berpelukan bersama ke tiga adiknya.

adi begitu sedih harus berpisah sama ibu dan ketiga adiknya itu. terlebih lagi, adi ngga tau akan seperti apa kehidupan di rumah mertanya itu.

ibu sinta hanya tersenyum sambil mengusap pundaknya adi seraya berkata semuanya akan baik baik aja.

tak luap, ading bersalaman sama ibu sinta juga ke tiga adiknya adi.

Setelah ibu sinta dan ketiga adiknya pulang. ading mengajak adi untuk pergi ke kamarnya alexsandra untuk memberi kejutan kepada alexsandra karna udah pulang ke rumah.

setelah di kamar, adi melihat kamarnya alexsandra yang sama besarnya kaya kamar ading.

tapi walaupun adi udah melihat kemewahan rumah ayah mertua nya itu, adi tetap masih tidak menginginkan nya. di hatinya tetap masih ada Rio dan masih mengharapkan ya.

ading yang mendengar suara mobil masuk garasi yang tau kalau itu mobil yang jemputana alexsandra langsung berdiri di depan pintu bersam adi.

saat alexsandra yang ngga tau ading udah pulang begitu kaget dan bahagia saat membuka kan pintu kamarnya yang langsung Melihat ading.

" kakak " ucap alexsandra yang langsung memeluk ading tanpa melihat ke arah adi

" ade kangen tau ngga sih sama kakak " lanjut ucap alexsandra

" kakak juga. " ucap ading dengan suara yang rendah

" sama kakak ipar juga " ucap alexsandra sambil melepaskan Pelukanya ading dan melihat ke arah adi

" boleh ngga ade peluk kakak ipar " lanjut ucap alesandra

" boleh. " ucap adi dengan santai

alexsandra langsung memeluk adi.

" makasih ya " ucap alexsandra

" makasih? untuk apa? " ucap adi

" ngga papah. ade hanya mau bilang makasih ke kakak ipar " ucap alexsandra

" karna sekarang ade punya kakak cewe. kakak ipar santai aja, anggap aja ini rumah kakak ipar sendiri . ok " lanjut ucap alexsandra

" tentu. " ucap ading sambil tersenyum

" ayo sini kakak duduk. masih banyak hal yang perlu ade ceritakan " ucap alexsandra sambil jalan ke arah sopa yang kemudian duduk.

" duduk lah " ucap ading dengan suara yang rendah dan jalan ke arah sopa

.........

1
Fenti
maaf ya baru mampir lagi🙏
Fenti
anding tulus membantu
Fenti
aku mampir kak
Fenti
aku mampir kak😁
Fenti
apa gak takut tuu
Ig : Author_fanie.liem
semangat thor...
jgn lpa mampir d karyaku jg
Fenti
maaf yaa baru mampir lagi 🙏
Fenti
aku mampir thor dan membawa setangkai bunga
Fenti
mampir lagi, masih nyicil kak 🙏
Fenti
hhhmmm Alexsandra berlebihan berpikirnya 🤦
Fenti
mau nyicil dulu yaa kak 😊
Iis Sahlia
makasih kak. udah mampir baca.
anna
semangat kakak.... Salam semangat berkarya dari One-side Love (cinta sepihak)
Fenti
sampai disini dulu yaa, nanti mampir lagi
Fenti
waduh ading ada sainganmu Erik tuu
Fenti
waduh, dijodohkan memang membuat tidak tenang ya lusi
Fenti
Mentari mampir lagi😁
Fenti
semangat thor, mampir membawa dukungan 😁🌹
Fenti
pertama 🤗🤗
Fenti
mentari mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!