NovelToon NovelToon
Martial Arts Online√

Martial Arts Online√

Status: tamat
Genre:Sci-Fi / Game / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.2
Nama Author: Vi'

Ch.1-107 Arc 1 : Amanat Sang Raja Racun✓
Ch.108-200 Arc 2 : Rencana Besar✓


--

Vian Matawijaksana, seorang Tuan muda dari keluarga konglomerat terpandang. Merasa bosan karena merasa telah memiliki segalanya.

Seorang pemuda yang bahkan belum berusia 18 tahun, pandai dalam hampir segala bidang.

Vian merasa dunia tempat dia tinggal saat ini sangat kecil dan membosankan.

Sampai suatu hari, pemuda itu menemukan berita tentang game Martial Art's Online yang baru saja rilis pada kala itu.

Sebuah Game yang awalnya dia anggap sebuah pelampiasan dan pelarian dari kehidupan di dunia nyata, namun perlahan, game tersebut ternyata akan merubah dirinya dan dunia nyata, ke arah yang tidak pernah terduga sama sekali.

*Memiliki unsur overpower yang berlebihan (katanya)
--

Gabungan Genre Rpg.lit x Xuanhuan

Terinspirasi dari shujinkouron

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.32 Pembalasan

Baoyu ikut menjaga jarak dari She Kun, kemudian menghampiri Ai dan yang lainnya.

Baoyu terkena sedikit racun She Kun namun karena dirinya memiliki ketahanan racun membuat racunnya tidak bekerja dengan cepat.

"Kita harus melarikan diri dari sini sekarang atau para Penjaga akan menangkap kita." Ujar Baoyu sambil memikirkan solusinya.

"Tinggalkan saja aku, aku sudah tidak berguna dan hanya akan menghambat pelarian kalian nanti." Ucap Fen Ku yang masih menahan sakit luka bakar serius.

Luka bakar yang Fen Ku alami sangat parah membuat kondisinya masih sangat buruk walaupun sudah meminum Potion.

"Apa yang Kak Fen katakan!? Kita tidak bisa meninggalkanmu disini!" Ai langsung membantah perkataan Fen Ku namun tidak dengan Ao Richa dan Baoyu.

Baoyu dan Fen Ku saling menatap cukup lama sebelum Baoyu mengangguk. "Baiklah, kita akan pergi tanpa Fen Ku. Fen Ku, tolong tahan mereka selama mungkin." Ujar Baoyu sambil menggigit bibirnya.

"Apaa!? Kita tidak bisa pergi tanpa Kak Fen! Paman kumohon jangan lakukan ini." Ai tidak percaya Baoyu yang dikenalnya memutuskan untuk meninggalkan rekannya sendiri.

Ao Richa memalingkan wajahnya dari Fen Ku tidak berani menatapnya walaupun tau mungkin ini adalah kesempatan terakhir mereka bersama.

"Jaga dirimu baik-baik Ri, dan Ai, kuharap kamu mengubah jalan hidupmu setelah ini." Ujar Fen Ku tersenyum tipis dan berbalik menghadap ke arah She Kun dan Pria sepuh lainnya.

Baoyu membuat Ai kehilangan kesadarannya dan segera membawanya pergi dari tempat itu.

Fen Ku menarik benangnya untuk menghadang jalan She Kun bersama Pria sepuh misterius agar tidak dapat mengejar Baoyu dan yang lainnya.

"Kalian tidak akan bisa melewatiku dengan mudah!" Fen Ku tersenyum lebar sudah menyiapkan banyak jebakan disekelilingnya.

She Kun tidak menanggapi perkataan Fen Ku dan malah melemparkan beberapa pisau kecil kearah Baoyu dan yang lainnya.

Pisau kecil yang dilemparkan She Kun dapat dengan mudah dihindari Baoyu namun tidak dengan Ao Richa yang sedang terluka.

Dua pisau kecil menancap di paha Ao Richa cukup dalam, dan dalam Pisau kecil itu terdapat racun pelumpuh seketika Ao Richa terjatuh tanpa bisa melakukan apapun.

"Maafkan aku Ri." Baoyu tahu Fen Ku maupun Ao Richa sudah tidak tertolong lagi, percuma berusaha menolong mereka berdua dan dari awal mereka juga sudah sepakat jika hal ini terjadi mereka harus mementingkan keselamatan anggota yang bisa selamat.

Ao Richa tentu mengerti tentang hal itu, dia tidak mau dibunuh oleh She Kun sehingga langsung menelan Pill racun yang sudah tersimpan di bawah lidahnya untuk bunuh diri.

Beberapa saat kemudian ledakan besar tercipta dari arah kedai yang mereka masuki sebelumnya.

Baoyu berusaha untuk tidak menoleh kebelakang ataupun berhenti karena hal itu hanya akan menyia-nyiakan pengorbanan rekan-rekannya.

"She Kun! Aku akan membalasmu suatu saat nanti!" Baoyu berseru lantang dengan penuh kebencian sampai suaranya bisa terdengar kesegala penjuru Kota Angin Laut.

----

Saat ini - Kota Angin Laut

Disebuah bangunan kumuh, Baoyu tengah berbaring lemah di kasur dengan wajah pucat dan bibir putih seperti tidak memiliki darah.

HP Baoyu terus berkurang seiring berjalannya waktu karena dia terkena serangan racun kuat dari She Kun saat berhadapan dengannya.

"Paman, cobalah makan Pill ini." Ai Rui datang membawakan Spatial Ring cukup bagus yang berisi banyak Pill penyembuh.

Seketika kondisi Baoyu menjadi membaik dan HPnya sudah berhenti menurun walaupun Baoyu masih terbaring lemah.

Saat Ai Rui ingin menghela nafas lega tiba-tiba pintu ruangan terbuka dengan keras.

Dua sosok Pemuda yang baru saja dia temui muncul dari balik pintu.

"Jadi disini tempat persembunyian kalian." Ucap Wu Ming tersenyum lebar.

Ekspresi Ai Rui memburuk sekaligus tidak percaya kedua Pemuda dihadapan nya dapat melacak keberadaannya.

"Bagaimana kalian bisa kesini!?" Ai Rui cukup yakin bahwa dia tidak meninggalkan jejak apapun yang menunjukan dirinya berada disini.

Wu Ming menunjuk ke arah Ai Rui dan seketika seekor kumbang terbang dari dalam jubah Ai Rui ke telunjuk Wu Ming.

"Kerja bagus." Ucap Wu Ming sambil mengelus Ku Chi, Kumbang beracun yang dinamai oleh Linlin, sejak saat Linlin kembali ke sektenya, Wu Ming menganggap Ku Chi sebagai pengganti Linlin bahkan menganggap tingkahnya cukup lucu seperti Linlin akhir-akhir ini.

"Sekarang kalian memiliki kata-kata terakhir? Dimana dua rekan kalian lainnya?" Tanya Shu.

Baoyu berusaha bangkit untuk memberikan ruang kabur pada Ai namun tubuhnya masih terlalu lemah sedangkan Ai sudah tidak memiliki semangat hidup lagi.

Melihat tingkah aneh Assasin Gadis kecil membuat Shu dan Wu Ming heran.

"Katakan dimana rekan kalian yang lain! Terutama Pria ahli jebakan itu, aku harus membunuhnya karena telah berani melukai temanku." Seru Wu Ming dengan geram.

"Kak Fen dan Kak Ri sudah mati dua hari yang lalu, kalian bisa memastikannya di Guild Pendekar. Sekarang aku tidak punya apapun, silahkan bunuh aku tapi kumohon ampuni Paman Baoyu." Ai Rui berkata penuh memohon sampai bersujud dihadapan Shu dan Wu Ming.

Wu Ming melihat ekspresi Baoyu juga sudah pasrah dengan nasibnya sedangkan Gadis kecil dihadapannya memang tidak terluka sama sekali namun dia sendiri sudah memohon pada keduanya untuk mengampuni Pria sepuh yang sedang berbaring lemah di kasur.

Melihat keduanya membuat Wu Ming menjadi bingung tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang.

Shu menepuk pundak Wu Ming sambil berkata. "Mari kita dengarkan mereka Ming."

Wu Ming mengangguk setuju sebelum menghela nafas panjang dan meminta semua senjata Ai Rui untuk berjaga-jaga.

"Jadi apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Wu Ming.

Ai Rui menggelengkan kepalanya. "Ini tidak ada hubungannya dengan kalian, jika kalian ingin membalaskan perbuatan kami sebelumnya cepat selesaikan sekarang padaku."

Wu Ming mengambil Katana Shu dan mengeluarkannya dari sarung. "Baiklah, aku akan membalas perbuatan kalian sebelumnya. Pertama-tama aku akan membunuh orang ini di hadapanmu, Shu, tahan dia."

"Tidak! Apa yang kau lakukan!? Lakukan saja padaku dan bebaskan Paman!" Ai langsung memberontak dan berusaha melepaskan diri dari Shu namun kekuatan Shu beberapa hari yang lalu berbeda jauh dengan sekarang membuat Ai kebingungan sekaligus kesal.

Wu Ming tersenyum lebar sambil menancapkan pedang Shu di kasur, dekat dengan tubuh Baoyu.

"Ceritakan semuanya atau aku tidak akan bersabar lagi."

1
Dah lah
Huhu kangenn
Hypoo Syeh
skip ada beban
Gusti Rahmat
mantap karya mu bang
Uranium 234
kecewa berat
Silver Puma
Kagak perlu makan 1 bulan dong
Lord Of Domains
Thor Shu itu laki² atau wanita


pliss dijawab/Frown/
Asneti
saya jg penggemar kk Ron, saya baca novel ini karena ada bacaan terinspirasi dari shujikauron
Hamtaro Dasha: baca novel Dasha juga Kakak, judulnya Immortal Reversed. Kali aja bisa nambah daftar bacaan, hehe (*´ლ`*)
total 1 replies
Sikilman
Hiatus ini yaaa?????
hmmmm... 😩😩😩😩😩😩😩
Sikilman
sudah bagus lalu lanjutkan imajinasi karyamu Thor.
Sikilman
indahnya kebersamaan yg tanpa batasan apapun.
Sikilman
indahnya kebersamaan yg tanpa batasan apapun.
Kampung Pekerja
bdh kelamaan ambil keputusan tholol
Edi Porwanto
cerita bagus mz brow
Iz
.
Citing Leo
menugu. kelajutanya
Egaega
Dalam Peperangan Semua hal dapat terjadi, Pemimpin yang tidak becus tidak layak menjadi pemimpin
Egaega
Gahahah Hal Klise yang aku suka
Egaega
Mereka ini NPC atau Player?
Egaega
Mwehehehe tanda tanda Hidden Quest
Egaega
kita Saudara 🤝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!