NovelToon NovelToon
Love After Marriage And Divorce

Love After Marriage And Divorce

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:178.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ruth89

Season 1 love after marriage (LAM)
Riana dan Arkan menikah karena sebuah perjanjian yang bahkan tidak mereka ketahui. Setekah menikah, Riana lebih dulu jaruh hati pada arkan.
Lambat laun, Arkan pun menyadari rasa cinta yang tumbuh untuk riana. Masalah pun muncul. Kekasih Arkan, memberitahukan tentang kehamilannya.
Mampukah Riana bertahan dalam rumah tangga yang mulai terusik dengan kehadiran orang ketiga? Ataukah ia akan mengakhiri pernikahannya?

Season 2 love after divorce (LAD)
Setelah perpisahannya, Riana kembali menempuh pendidikannya di Paris. Ia mulai membuka lembaran baru bersama sahabatnya. Tanpa ia sadari, mantan adik iparnya terus mengikutinya.
Belum lagi, sahabatnya juga menyimpan rasa untuknya. Arkan bahkan mulai kembali mengejarnya. Berada diantara tiga pria yang menanti cintanya, membuat Riana bimbang.
Siapakah yang akan Riana pilih? Sahabatnya yang jelas sudah ia kenal, Adi iparnya yang sudah menyatakan perasaannya dulu, atau mantan suami yang kini mengejar cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ruth89, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(LAM) Kucing kecil

Arkan kembali lebih cepat dari biasanya. Ia segera menemui Riana dan melihat kondisinya. Ia mengerti, bagaimana terpuruknya Riana saat ini. Riana yang terbiasa mengerjakan banyak hal, kini harus berdiam diri karena tak bisa mengerjakan apapun.

Arkan segera masuk dan naik ke atas. Ia masuk ke kamar dan tak menemukan keberadaan Riana. Namun, melihat pintu balkon terbuka membuatnya yakin, jika Riana berada di sana.

Ia berjalan mendekati balkon. Perlahan mengintip dan memperhatikan apa yang Riana lakukan. Wanita itu sedang asyik dengan dunianya. Ia sibuk mempelajari banyak hal.

Arkan tersenyum melihat semangat Riana untuk melanjutkan kuliahnya. Riana terlalu fokus pada pekerjaannya. Ia tak menyadari kehadiran Arkan.

Angin berhembus dan membawa aroma parfum milik Arkan. Riana menghentikan kegiatannya dan menoleh.

"Mas," ucap Riana terkejut.

Arkan tersenyum dan mengecup kening Riana. Riana membelalakkan matanya. Selama mereka bersama, baru kali ini Arkan mengecup keningnya. Wajah Riana memanas, bulu kuduknya meremang saat bibir Arkan menyentuh keningnya.

"Kok, mas sudah pulang? Baru jam lima loh." Riana melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Aku kangen sama kamu."

Kalimat itu sukses membuat jantung Riana melompat di dalam rongga dadanya. Senyum malu Riana terlihat menggemaskan di mata Arkan.

"Kamu imut banget kalau malu-malu begini."

Arkan semakin berani menyentuh Riana. Saat ini, ia bahkan mencubit pipi Riana gemas. Riana semakin menundukkan pandangannya malu. Ia tak menyangka, jika Arkan bisa melakukan hal kekanakan seperti itu. Selama ini, Riana berpikir jika Arkan adalah pria dewasa yang dingin. Jika pun ia jatuh cinta, tak akan mengubah sifat dinginnya.

"Aku baru tahu loh, mas bisa bersikap kekanakan begini." Arkan mengangkat kedua alisnya.

"Untuk mu, aku akan melakukan apa pun. Masa iya, sama istri sendiri aku harus bersikap seperti pada orang lain? Tentu harus di bedakan. Kamu kan teristimewa di hati ku?"

Riana terbahak mendengar gombalan receh suaminya. Arkan tersenyum melihat tawa lepas Riana. Ini kali pertama dirinya mampu membuat orang yang ada di dekatnya tertawa seperti itu. Pada Cecil saja, ia tak pernah bisa melakukan hal itu.

Arkan akui hidupnya jauh berbeda setelah memutuskan menerima Riana. Meski sebelumnya ia mengatakan pada dirinya untuk melepas Riana dan membiarkan istrinya itu bersama Rian adiknya.

Untung aku tidak jadi melepasnya. Jika tidak, mungkin aku akan menyesali keputusan ku itu saat ini.

Riana menghentikan tawanya dan terheran melihat Arkan tersenyum melihatnya. "Mas, kok senyum-senyum begitu?"

"Aku senang melihat mu tertawa seperti ini. Terlihat lebih cantik."

Riana tersenyum menatap Arkan. "Terimakasih. Aku juga senang, mas banyak berubah. Sekarang lebih terlihat care dan sering memujiku."

Arkan pun memeluk Riana. Dengan senang hati, Riana membalas pelukannya dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Arkan. Arkan mencium puncak kepala Riana.

*****

Veni dan teman sosialitanya baru saja usai berkumpul. Seperti layaknya perkumpulan sosialita, mereka saling memamerkan barang mahal milik mereka dan memamerkan cucu atau bahkan menantu mereka yang datang dari golongan yang sama.

"Eh, jeng Veni bukannya sudah punya menantu ya? Kenalin dong sama kita-kita. Cantik gak jeng? Dari keluarga mana?"

Rentetan pertanyaan itu membuat kepala Veni pening seketika. Ia merasa malu memiliki menantu yang biasa-biasa saja seperti Riana. Ada rasa kesal yang tiba-tiba menyelimuti hatinya.

"Ah, nanti ya. Saya pasti akan kenalkan ke kalian semua," kilahnya.

"Kalau begitu, saya duluan ya. Masih ada urusan."

Veni segera berlalu meninggalkan mereka. Sepanjang jalan, ia terus menggerutu. Saat mobilnya berhenti di lampu merah, Veni melihat ke sekeliling.

"Kayanya, ini jalan ke rumah Arkan. Apa aku ke sana saja ya?" Ia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Pak, kita ke rumah Arkan dulu ya. Mumpung masih jam lima."

"Baik, Bu," jawab supir pribadinya. Mobil pun beralih menuju kediaman Arkan dan Riana.

*****

Arkan dan Riana turun bersama ke ruang makan. Riana ingin makan malam di luar kamar. Mbak Asih sudah menyiapkan makan malam.

Arkan memilih duduk di samping Riana. Ia mendekatkan kursinya dan menyiapkan makanan untuk istrinya itu. Riana merasa tak enak hati.

"Maaf ya, mas. Seharusnya aku yang melayani mu."

"Tidak apa. Tanganmu pasti masih sakit kan?" Riana mengangguk.

"Kalau begitu, biar aku yang melayani mu."

Arkan pun mulai menyuapi Riana. Dengan senang hati, Riana menikmati perhatian suaminya itu.

"Apa-apaan ini?"

Suara itu mengalihkan pandangan keduanya. Arkan dan Riana menoleh bersamaan. Terlihat wajah Veni yang memadam. Riana menundukkan kepalanya.

Arkan berdiri dan menghadang ibunya yang langsung menghampiri mereka dan ingin menerjang Riana. Veni menatap bingung pada Arkan.

"Sejak kapan kamu jadi bela dia?" sentaknya.

"Mami bisa gak, masuk rumah Arkan itu jeruk pintu dulu atau hubungi Arkan dulu?"

"Sejak kapan mami perlu izin kamu untuk masuk kedalam rumah mu?"

Arkan terdiam dan tak menjawab ucapan Veni. Veni berbalik menatap Riana. "Kamu! Kamu pikir kamu siapa? Seenaknya membuat anak saya melayani mu. Kamu seorang istri. Sudah sepantasnya kamu melayani suami kamu. Bukan suami mu yang melayani mu."

"Mi, tangan Riana sedang terluka. Lagi pula apa salahnya, Arkan membantu istri Arkan sendiri?"

"Wah, hebat sekali!" Veni bertepuk tangan setelah mendengar ucapan putranya.

"Jadi, kamu berhasil merubah anak saya ya?"

"Kamu, Arkan. Sekarang kamu lebih memilih dia dibanding mami, iya?"

"Bukan begitu, mi. Riana benar-benar terluka. Arkan sendiri yang melihatnya."

"Terus? Apa kamu tidak punya pembantu, sampai harus kamu sendiri yang melayani dia?"

"Sudahlah. Lebih baik mami pulang saja." Veni menatap Arkan bingung. Alisnya berkerut dalam.

"Kamu sudah berani mengusir mami?"

"Maaf, mi. Tapi mami sudah mengganggu privasi Arkan."

Riana berdiri dan memberi isyarat pada Arkan. Ia menggelengkan kepalanya ,agar Arkan tidak melanjutkan kata-katanya.

"Maaf, mi. Aku tidak akan mengulanginya lagi," ucap Riana.

"Kenapa kamu minta maaf sama mami? Kamu gak salah, Sayang."

Veni mengangakan mulutnya mendengar kata terakhir Arkan. "Hah, oke. Mami mengerti. Kamu pasti hanya sedang bermain dengan kucing kecil ini. Silahkan lanjutkan. Mami hanya mengingatkan jangan melewati batasan."

"Kucing?" Arkan dan Riana bertanya bersamaan.

"Iya, kamu sedang bosan dengan Cecil kan makanya bermain dengan dia?"

"Mami jangan melantur ya. Riana itu istri Arkan. Bukan mainan Arkan."

"Ya, ya terserah kamu mau bicara apa. Tapi ingat. Mami tetap tidak menyukai dia. Mami tidak akan menganggap dia menantu mami. Kau harus mencari wanita yang lebih pantas untuk mu."

"Mami!" sentak Arkan.

Riana menundukkan kepalanya dalam. Hatinya terasa sakit mendengar setiap ucapan ibu mertuanya. Benarkah Arkan hanya sedang mempermainkannya? Ilusikah ini ataukah kenyataan? Pertanyaan itulah yang kini sedang menghinggapi benaknya.

Veni tak lagi peduli. Hatinya semakin kesal. Ia pun pergi meninggalkan tempat itu. Arkan mendekati Riana dan mendekapnya.

"Jangan dengarkan ucapan mami, ya." Riana hanya mengangguk.

Melihat kondisi seperti tadi, membuat Riana menyimpan kepedihannya sendiri. Ia tak ingin menambah permasalahan antara Arkan dan ibunya.

*****

Hai genks.... sorry ya ke sorean...

promo hari ini👇👇👇

jangan lupa mampir ke karya mereka ya. Sampai jumpa di bab selanjutnya kesayangan 😘😘😘🤗🤗🤗💖💖💖

1
Melda indah
bagus menurut ku sesuai realita kehidupan sehari-hari 😊
Deo argatama Siregar
aku makin nggak suka jadi suka skip aja
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
critanya bagus & simpel
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
suka dg author yg lsg tanggap & lsg merevisi tulisan yg salah.
anti pebinor pelakor
dan pada akhir nya pemeran utama wanita dan pebinor lah yang hidup bahagia

note true
pandangan dan pemikiran WANITA SETIA = pelakor dan pebinor sama2 manusia laknat, wanita kayak gini akan risih dengan kebaikan pria lain

pandangan dan pemikiran WANITA JABLAY (butuh belaian pria lain) = pelakor adalah wanita laknat, sedangkan pebinor adalah pria sejati, wanita kayak gini akan kebaperan dengan kebaikan pria lain,
gemini_girl
sama arkan aja thor
Mira kader Mira
apa arka cma berpura pura atau tdk
Mira kader Mira
jangan mau dimakan rayuan arkan ya pergilah sejauh jauhnya dan merubah diri mu secantik mungkin
Mira kader Mira
semoga arka menyesal ya
Mira kader Mira
lebih baik riana dan riana saja
Mira kader Mira
lebih bail menghindar
Mira kader Mira
lebih bail diam dan turuti apa yg mereka katakan riana saber Japan Satu satunya utk bersabar
Lantasi Sudaryanto
awalnya illfeel dg alur ceritanya, ternyata semakin menarik
Lantasi Sudaryanto
ada wanita bodoh spt riana, sdh tahu diselingkuhi msh cari muka deketin. dimana harga dirinya?
Rossa Fery
lanjutkan
Rossa Fery
next
Rossa Fery
lanjutkan
Mustapiah
lanjutt
Mustapiah
malas banget klau harus bahas riana
Mustapiah
cinta riana plin plan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!