NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Pacar Sahabatku

Menikah Dengan Pacar Sahabatku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / Badboy / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Obsesi / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Miamandaaa

Bagaimana jika kita harus menikah dengan kekasih sahabat kita sendiri?

Kanezia Amanda Alfarezi Putri,

Gadis polos, manja, dan kesayangan keluarga itu harus menelan pil pahit kehidupan karena di usianya yang baru 17 tahun gadis itu dinyatakan hamil.

Ia yang selalu berharap esok lebih indah, harus berada dalam masalah yang mengharuskanya melepas semua harapan indah itu. Masalah datang saat ia harus menikah dengan sahabat kembarannya, sekaligus pacar sahabatnya sendiri.

Zidan Harsha, anggota inti geng Atlansa itu tak pernah sekalipun terpikir akan menjalani garis takdir yang seperti ini, yang mengharuskannya bertahan demi istri dan anaknya. Terdengar lucu memang, anak SMA yang memiliki tanggung jawab besar.

Keduanya adalah korban, sementara pelaku masih belum mereka ketahui.

Keluarga, persudaraan, persahabatan, perasaan mereka hancur.

Ini kisah perjalanan hidup Zidan dan Zia, Remaja yang mencoba bangkit setelah jatuh, dan mencoba memperbaiki apa yang hancur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miamandaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rezekinya Dia

Zia, Keyna, dan Sherena berjalan dengan wajah lesu ke arah mobil Keyna. Mereka gagal bertemu Ayra, kata satpam di rumah Ayra, Ayra sudah dua hari tidak pulang.

"Ayra kemana ya?" tanya Zia setelah mereka memasuki mobil.

Sherena di belakang kemudi mengedikkan bahunya, sementara Keyna yang duduk di kursi belakang sendirian hanya menggelengkan kepala.

Kemungkinan Ayra pergi hanya ke basecamp Atlansa, tapi setelah putus dari Zidan, Ayra belum pernah menginjakkan kakinya di tempat itu. Lalu kemana gadis cantik itu pergi sekarang?

Sherena memetikkan jarinya saat mendapatkan ide. "Gimana kalo kita minta Zio lacak?"

Zia mengangguk dengan semangat, tapi tidak dengan Keyna. Gadis itu terus terdiam selama perjalanan kembali ke sekolah. Sherena tau Zio masih berlatih basket untuk pertandingan minggu depan.

°°°°°

Zidan tengah sibuk mengucek pakaian di kamar mandi, sepulang sekolah ia harus memanfaatkan waktu dua jam sebelum kerja untuk mengerjakan pekerjaan Zia di rumah. Zia belum pulang dan ia memakluminya, Zia butuh waktu bersama teman-temannya. Setidaknya Zia sudah izin padanya.

Zidan menjemur pakaian di belakang rumah kemudian mencuci piring, menyapu, mengepel, dan terakhir dia akan memasak makan siang untuk Zia. Tangannya sudah memerah karena melakukan semua pekerjaan tanpa henti, apalagi saat melihat jam dan sudah waktunya ia berangkat kerja.

Zidan ingin mengeluh, dia harusnya sekarang tengah asik berlatih basket bersama teman-temannya untuk menghadapi pertandingan minggu depan. Namun, setelah mempertimbangkan banyak hal, Zidan memutuskan tidak ikut pertandingan. Zidan sebenarnya ingin seperti mereka yang bebas bermain dan menghabiskan uang, bukan dirinya yang harus banting tulang siang malam demi mendapatkan uang.

Perasaan iri kerap kali muncul. Mengingat dirinya yang masih kelas sebelas, masa emasnya SMA. Bukanya sibuk mengarah diri di sekolah, malah sibuk mencari uang untuk istri.

Ayra. Nama itu juga masih menjadi hal yang mengganggu pikirannya. Saat bersama Zia ia malah masih sering membayangkan Ayra. Zidan masih belum rela, mengapa keadaan memaksanya melepaskan Ayra. Gadis yang sudah menemaninya selama tiga tahun. Dari masa SMP sampai SMA mereka bersama, bukan hal mudah melupakannya begitu saja.

Jangan salahkan Zidan dalam situasi ini, karena pada dasarnya Zidan juga korban. Zidan memang belum memiliki perasaan apapun pada Zia, tapi ia berusaha memperlakukan Zia sebaik mungkin dengan prinsip Zia adalah istrinya.

Zidan menyergitkan alisnya saat tidak mendapati Ayra di kafe. Sudah semingguan Ayra tidak ke kafe tempatnya bekerja, hanya Adel dan kedua temannya yang rutin ke sini.

Ada apa dengan Ayra?

"Woy!"

Zidan berjingkat kaget, saat dia menolehkan kepala ke belakang ternyata Galen yang mengagetinya. "Apa?"

"Nggapapa. Iseng ajaa," canda Galen lalu tertawa.

"Anak bos ngapain ke sini? Ngga pantes diliat yang lain," ujar Zidan saat sadar pegawai lain seperti canggung dalam setiap geraknya.

"Mau negur lo lah. Kerja woy bukannya ngelamun!" peringat Galen menyampaikan pesan dari mamanya.

"Maap maap," balas Zidan kembali melakukan tugasnya mengantarkan pesanan ke meja pelanggan.

"Nyokap nawarin kerjaan tambahan nih," kata Galen saat Zidan kembali dari mengantar pesanan.

Zidan menoleh ke Galen, "Kerja apa? Jam gue udah ngga sisa. Kalo gue kerja lagi gue ngga tidur," ucap Zidan sambil mengelap gelas dan piring.

"Tenang aja. Ini masih di jam kerja lo di sini. Nyokap mau lo gantiin penyanyi kafe yang baru aja di pecat," ucap Galen menyandarkan tubuhnya di tembok.

"Suara gue jelek."

Galen tertawa ringan. "Terus piala yang berjejer di sekolah itu dari siapa?"

"Mau ngga nih? Kalo engga, gue cari yang lain. Bayarannya lumayan loh," tawar Galen mencoba mempengaruhi Zidan.

"Mau lah. Tapi gue ngga sreg sama penyanyi ceweknya," jujur Zidan. Ia tidak menyukai gaya genit penyanyi cewek di sini, sering nempel-nempel gitu ke penyanyi cowoknya.

"Yang cewek juga dipecat. Sekarang masih belum ada gantinya," ucap Galen masih dengan posisinya sembari memperhatikan Zidan yang sibuk ke sana ke mari.

"Kalo penyanyi ceweknya ngga kegenitan kaya gitu gue mau mau aja," ucap Zidan kembali mengantarkan pesanan.

Galen menganggukkan kepala, "Oke! Tinggal nyari yang cewek. Sebenernya nih gue mau Zia aja, tapi kalo lo izinin."

Zidan tampak berpikir sejenak lalu menggelengkan kepalanya.

"Kalo jam kerjanya sama kaya gue. Gue ngga ijinin, kalo cuma sebentar gue bakal bicarain sama Zia," ucap Zidan sembari mengelap meja yang sebenarnya sudah bersih, hanya agar ia terlihat sibuk.

"Yaudah suruh Zia ke sini," perintah Galen yang hanya mendapat deheman dari Zidan.

Pada akhirnya Galen sendiri yang memerintahkan Keyna untuk membawanya kemari setelah mereka selesai bermain.

°°°°°

"Kenapa Keyna bawa Zia ke sini?" tanya Zia saat mereka memasuki kafe milik orangtua Galen. Zia malu dengan kedua tangan yang diperban.

"Galen yang minta, gue juga ngga tau kenapa," jawab Keyna dengan pandangan menyusuri kafe, saat menemukan objek yang ia cari, Keyna memegang bahu Zia menuntunnya menuju meja pojok.

"Sore, Tante," sapa Keyna pada mama Galen, Shofia. Wanita paruh baya itu tersenyum ramah khas keibuan pada Keyna.

"Duduk Key," ucap Tante Shofia mempersilahkan. Keyna terlebih dahulu menarik kursi untuk Zia, kemudian untuk dirinya sendiri.

Zidan menghampiri meja itu karena memang tugasnya menanyakan pesanan. Zidan sedikit terkejut saat melihat Zia duduk bersama Keyna, Galen, dan Tante Shofia, bosnya.

Baru akan menawarkan menu, Tante Shofia sudah menyuruhnya duduk.

"Zidan, duduk dulu!" perintah Tante Shofia yang langsung ditiruti Zidan. Galen dan Keyna memilih pindah meja agar bisa bucin sesuka mereka.

Zidan tersenyum canggung lalu duduk di sebelah Zia. Entah kebiasaan atau apa tangan yang semula di bawah meja beralih mengelus perut rata Zia. Zia sedikit terkejut kemudian keduanya saling tatap selama dua detik. Zia membiarkan tangan Zidan terus mengusap perutnya.

"Zia kan ya?" tanya tante Shofia pada gadis di samping Zidan. Zia mengangguk sembari tersenyum ramah.

"Gini Zia, tante baru aja pecat penyanyi di kafe ini. Terus Galen bilang suara kamu bagus, jadi tante mau nawarin kamu buat kerja di sini," ucap Tante Shofia to the point.

Zia sedikit terkejut mendengar tawaran tante Shofia, ia menatap Zidan seperti meminta pendapat.

"Gini tante. Maaf banget bukannya ngelunjak atau gimana, tapi Zia ngga boleh terlalu capek, kalaupun boleh Zia jangan terlalu lama kerjanya," ucap Zidan pelan dan berhati-hati.

Tante Shofia tersenyum ramah, ia paham maksud dari Zidan. Ia juga tau bahwa gadis dihadapannya ini tengah hamil dari saat Zidan mendaftar menjadi pegawainya.

"Zia nya gimana? Mau ngga kerja sama tante?" Zia bingung menjawabnya, ia ingin meringankan beban Zidan, tapi ia takut Zidan malah marah saat dia menyetujui pekerjaan ini.

"Zia tergantung Zidan aja Tante," kata Zia menyerahkan keputusan pada Zidan.

Tante Shofia menatap Zidan meminta jawaban. Sedangkan Zidan tampak berpikir kemudian menganggukkan kepalanya.

"Boleh, asal tadi yang saya minta, Zia ngga boleh terlalu lama berdiri, dan jam kerjanya ngga se lama jam kerja saya, Tante," jawab Zidan.

"Bisa di atur. Yang penting saat pelanggan minta Zia yang nyanyi dia harus mau. Mulai kerjanya hari ini bisa?" Zia dan Zidan mengangguk bersamaan.

Zia tersenyum senang karena bisa membantu Zidan, ia akan meminta Zidan berhenti bekerja di pasar setelah ini.

"Rezekinya dia," bisik Zidan.

1
Bunga Liyam
sudah ditahap melihat vian dan vina tunangan nih 😍
Neng Nova
kak request cerita zio sama sherena dong🤭🤭
Nadia Putri
pls lanjut sampe Zavian dewasa, suka bgt berulang ulang kali baca ini
Rizkibian
Thor lanjut lagi dong Thor cerita ini aku gak bisa move on dari awal ada cerita ini🤭 sampe harus ganti akun gara² akun dulu aku gak bisa di buka . tapi tiap buka apk ini pasti yg di cari cerita ini saking sukanya 😍
Isni Naziyatul
sukaaa semua novel kak miaaa
Desi Eka
Pasti Ayra,, sebenci²nya Ayra pada Zia pasti ditolongin juga
Desi Eka
Luar biasa bagus
Nadia Putri
BIKIN S 2 PLISSS, SUKAA BNGT
Revi Revi
bagussssssss
Revi Revi
terus pengen liat interaksi zavian sama ayah dimas song perasaan disini gak pernah keliatan seberapa deket ayah dimas sama cucu nya malah di cerita ayra di kasih liat pas ayah dimas gendong si kembar juga disini kebanyakan bunda dian aja ayah dimas gapernah
Revi Revi
bikin cerita zidan zia lagi dong kak kangen
Qie_qieqy
ngomong ngomong wali kelas
aku jaman SMA kls 11 pernah dapet wali kelas yg nyebelin. beliau nih bakal kasih nilai baik ke siswa yg les di rumah beliau dan beliin beliau hadiah di ultah beliau. sampe pernah ada yg beliin hadiah tas harga 2jt an, eh langsung deh peringkatnya naik jd peringkat 6 pdhl aslinya peringkat 26 wkwk
LANGSUNG DEMO BESAR BESARAN. alhasil selama 4 bulan terakhir jd kls 11, kelasku gak punya wali kelas wkwk.
Nadia Putri
Suka banget sama ceritanya zidan dan zia, baca dr 2021 ga pernah bosen
Nadia Putri: ehhh salah, 2023
total 1 replies
Vanesa Fidelika
suka banget cerita zidan zia. paling top.
lanjut dong kak..

adel langit juga suka, tapi lebih suka zidan zia. hehe
Revi Revi
lagiii aku kangen banget zia zidan maaf aku lebih suka cerita zia zidan sama langit adel
Prabowo Subianto
aplikasi apa itu kk?
Chelfii HR.
next kk
Jumi Saddah
apa nda bikin cerita baru,,,anak2 mereka gitu
Ika Sigit: Lanjut dong
total 1 replies
Qiara Denova
sumpah aku lagi masak sampe aku matiin kompornya buat baca bab ini.
VANILLA 😸😼
upin ipin dong pasti🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!