NovelToon NovelToon
Istri Buta Sang Pengacara

Istri Buta Sang Pengacara

Status: tamat
Genre:Romantis / Detektif / One Night Stand / Selingkuh / Pihak Ketiga / Gadis Amnesia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: ainuncepenis

Serra gadis yang masih berusia 19 tahun mempertaruhkan kehormatannya karena hanya sakit hati atas perbuatan sang tunangan yang berselingkuh dengan sahabatnya.

kata-kata sang kekasih yang menyakitinya membuatnya berpikir pendek, tidur dengan pria yang baru dikenalnya malam itu.

Arkan yang menerima tawaran wanita yang sangat menyedihkan itu. Memenuhi permintaan wanita itu karena sebuah persyaratan. Mereka menghabiskan malam bersama tanpa mengenal satu sama lain.

Beberapa tahun kemudian takdir mempertemukan mereka dalam keadaan berbeda. Serra yang mengalami kecelakaan dan membuatnya kehilangan penglihatan.

Harus sering berurusan dengan Arkan karena sebuah kasus.

Bagaimana Arkan harus menghadapi wanita yang pernah tidur dengannya namun wanita itu tidak bisa melihat dan mengenalinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati tidak menentu.

Serra memberi jeda pada omongannya kembali menetralkan pikirannya.

" Dan aku akan memberikan hak mu sebagai suami. Kapanpun itu, Aku akan melaksanan kewajiban ku sebagai istri pada umumnya. Aku minta maaf pernah menolak mu. Aku hanya belum siap pada saat itu." ucap Serra melanjutkan kalimatnya.

Arkan tidak bisa menjawab sepatah katapun. Semua perkataan Serra justru mengecoh hatinya, Ada rasa yang tidak menentu yang tidak bisa di jelaskannya. Dia terus memandangi wajah wanita itu dengan penuh arti.

Terdapat ketulusan. Namun terlihat ketakutan yang berusaha di tutupi dengan keberanian. Berusaha tenang dan tetap santai, memang itulah senjata Serra.

" Arkan aku...".

Belum sempat Serra berbicara Arkan memiringkan kepalanya meraih bibir istrinya Arkan sungguh tidak bisa mengontrol dirinya untuk tidak menikmati bibir yang sedari tadi tidak berbicara.

Serra yang mendapat ciuman dari suaminya memejamkan matanya. Tidak ada penolakan atau pemberontakan darinya. Dia bahkan menikmati permainan Arkan di dalam mulutnya.

Serra memegang kuat baju Arkan, saat suaminya itu memberinya sensasi yang terus sama di rasakannya. Debaran jantungnya akan saling memburu, mungkin ke-2 saling bisa mendengar debaran jantung satu sama lain.

Pipi Arkan mungkin sudah basah akibat air mata Serra. Arkan tidak mengerti maksud dari perkataan Serra. Dia hanya merasa justru dia laki-laki pengecut tidak berani mengungkap siapa dirinya kepada Serra.

Rasa bersalah terus menambah di dalam dirinya. Dia merasa hanya mempermainkan wanita yang sekarang menjadi istrinya itu. Banyak ketakutan dalam diri Arkan yang tidak pernah di rasakannya sebelum menikahi Serra.

Bahkan terbesit takut kehilangan justru sudah mulai muncul, apa memang iya dia sudah jatuh cinta dengan istrinya, yang selama ini dia hanya penasaran dengan Serra. Apa rasa penasaran itu sudah berubah menjadi rasa cinta.

Serra merasakan getaran hatinya yang berbeda. Tetapi dia kembali menjaga hatinya, agar, tidak memiliki perasaan yang lebih terhadap suaminya. karena dia tidak ingin sakit hati, walau mungkin suatu saat nanti Serra akan mendapatnya.

Dia hanya mengingatkan dirinya bahwa semua yang terjadi hanya karena dia sebagai istri, jadi wajar saja jika hatinya bergetar saat melakukan hubungan yang lebih terhadap suaminya.

Setelah beberapa menit akhirnya Arkan melepas ciumanya. Ciuman itu membuat Serra merasa terengah-engah, Serra membuka perlahan matanya ketika tidak merasakan bibir suaminya berada di bibirnya.

Arkan yang dengan napas masih tidak beraturan. Arkan melihat wajah Serra yang masih menunduk, Arkan menghapus air mata di wajah Serra.

Mencium lembut kening Serra. dan memeluknya. Arkan menenggelamkan wajah Serra di dada bidangnya. Serra mungkin bisa merasakan debaran jantung Arkan yang saling memburu.

" Jangan memikirkan apapun," ucap Arkan mengusap lembut kepala Serra.

Serra hanya mengangguk, selalu merasa nyaman dan gugup saat berada di pelukan Arkan.

Tidak menunggu waktu lama, Arkan pun menggendong tubuh Serra ala bridal style. Serra yang merasa tubuhnya terangkat. mengalungkan ke-2 tangannya keleher Arkan.

*************

Ternyata Yasmine menyaksikan semua apa yang di lakukan Arkan dan Serra, Yasmine yang ada di bawah melihat ke atas balkon bagaimana suami istri itu bermesraan bahkan berciuman.

Yasmine menatap tajam, mengepal ke-2 tangannya, tidak terima dengan apa yang barusan di lihatnya. Sangat keberatan melihat Arkan memperlakukan Serra seperti memiliki perasaan yang lebih.

" Aku tidak akan membiarkanmu, bersenang-senang dengan wanita itu, tidak semudah itu Arkan," desis Yasmine geram, menyimpan sebuah rencana.

*********

Arkan menggendong Serra menuju kamar. Arkan terus menatap wajah wanita itu, setelah memasuki kamar. Arkan menutup pintu kamar dan merebahkan tubuh Serra di atas ranjang.

Arkan kembali mencium kening Serra, pipi kanan dan kirinya. Serra yang kembali mendapat sentuhan itu hanya memejamkan matanya.

" Tidur lah," ucap Arkan lembut.

Arkan beralih dari ranjang, namun sebuah tangan menahannya. Arkan melihat tangan istrinya memegangnya seperti tidak ingin pergi darinya.

" Kamu mau kemana?" tanya Serra.

Arkan tersenyum.

" Aku, hanya kekamar mandi," jawab Arkan memegang tangan Serra.

Sera pun mengangguk dan melepas tangannya dari suaminya. Arkan beralih dari ranjang, Serra bisa merasakan langkah Arkan memang menuju kamar mandi, dia sangat hafal setiap sudut di kamarnya itu.

Serra pun memejamkan matanya, tangannya masih meraba dadanya. Masih sama perasaan itu masih sama, jantungnya masih bergetar sama. Dia akan merasa tubuhnya tersengat listrik saat suaminya menyentuhnya.

Ingatannya masih fokus pada pria yang 3 tahun lalu di temuinya. Sebenarnya dia masih penasaran dengan Arkan dan pria itu dia sangat yakin jika Arkan dan pria itu adalah orang yang sama.

Serra melepaskan napasnya, dan menggelengkan kepalanya.

" Tidak aku tidak boleh memikirkan orang lain. Arkan adalah suamiku, aku tidak bisa seperti ini terus. Sebaiknya aku melupakan laki-laki itu. Aku sudah menikah aku tidak boleh memikirkan pria lain dalam pernikahan ku. Dia tidak mungkin Arkan aku yakin itu," gerutu Serra di dalam hatinya.

Serra pun akhirnya benar-benar terlelap. Meski masih penasaran, Serra memilih untuk tidak memikirkan pria yang pertama kali di menyentuhnya 3 tahun silam.

**********

Arkan memasuki kamar mandi dan menghidupkan shower. Arkan langsung mandi di bawah guyuran air shower, Arkan mengacak rambutnya. Beberapa kali dia memejamkan matanya.

Perkataan Serra masih terlintas di pikirannya, Serra mempersiapkan dirinya untuk tidak sakit hati, bagaimana mungkin posisi ini harus di hadapi Arkan.

Setelah cukup membersihkan dirinya menenangkan hatinya Arkan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan bathrobe, Arkan melihat Serra sudah tertidur. Arkan mendekati ranjang menarik selimut dan menutupkan pada tubuh Serra.

Arkan pun menaiki ranjang mencium sekilas bibir Serra. Meletakkan tangannya di bawah leher Serra dan agar wanita itu bergeser miring dan memeluknya

Arkan mempererat pelukannya, mengusap lembut rambut Serra dan lama kelamaan Arkan pun tertidur.

Sinar matahari kembali cerah. Arkan sudah mengerjapkan matanya, saat matahari mengusik tidurnya. Arkan yang merasa tangannya ringan menoleh kesamping tempat istrinya tadi malam tidur.

Arkan tidak menemukan Serra di ranjangnya, Arkan, bangkit perlahan dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.

Arkan melihat ponselnya sudah jam 9. Arkan memijat kepalanya, tidak menyangka dia bangun sesiang ini.

" Hmmm... untung saja ini hari Minggu," gumamnya.

Arkan menoleh ke arah pintu kamar mandi, seperti tidak ada kegiatan di sana.

" Kemana dia?" ucapnya sambil menguap.

Sebenarnya dia masih sangat mengantuk. Terlalu banyak berpikir sehingga membuatnya sulit tidur sehingga dia juga bangun kesiangan dan masih mengantuk.

Dengan mengumpulkan nyawa, Arkan bangkit dari ranjang dan menuju kamar mandi, Dia tidak mencari Serra. Karena ini rumah Serra, Arkan yakin Serra tidak mungkin kesasar di rumahnya sendiri.

Setelah hampir 30 menit di kamar mandi. Arkan pun keluar dari kamar mandi, Arkan sudah melihat Serra, duduk di atas ranjang. Wanita itu sudah cantik dengan dress toska, yang di bagian pinggangnya terdapat belt putih.

Polesan makeup natural di wajahnya, membuatnya sangat cantik. Terukir senyum lebar di wajah Arkan saat melihat istrinya yang cantik duduk manis di atas ranjang.

...Hay para readers jangan lupa....

...😄Follow...

...😄Coment...

...😄Like...

...😄Vote...

...🌹jadiin favorite kalian ya....

...🌹ditunggu komentarnya, kasih saran yang 🌹banyak ya....

...🌹Aku akan up yang banyak kalau kalian terus dukung karya ku🌹...

1
Gintania nia
menarik sampai bab terakhir
Gintania nia
bukan mengendus Thor tapi mendengus
What's My Name
Thorr, eropa tuh benua loh. Di benua Eropa itu ada byk negara. jd kl kalimat " jalan2 menikmati indahnya kota Eropa" tuh jd aneh, kota apa? di negara mana? Salah satu negara di benua Eropa itu ada Itali. jd kalimat " org tua arkan ada di itali dan akan ke eropa" jg aneh/salah. Eropa itu bukan nama kota atau negara. Semangat lbh baik othorr......
Dyah Oktina
jangan2 kamu d manfaatin sm leo.. 🤭
Dyah Oktina
lagian kla kamu sembunyikan lama2.. nnt serra tahu dari orang lain ...marah lagi... dah kasih tahu aja loh arkan...
Dyah Oktina
lah ..mungkin dia membalas kamu yasmin...saat kamu merayu arkan sebelum ketahuan..kan suroto punya fotomu sm arkan
Dyah Oktina
wih sadis yg ngaku papa.. kejam sekali kamu
Dyah Oktina
kok arkan ...jd adrian sih thor.. masih galau dgn novel yg d kerjain ya.. 🤭
Dyah Oktina
bapak sadis... demi menjaga nama baik mu... anak sendiri d perlakukan secara sadis...kejam..
Dyah Oktina
seat belt..bukan shift belt ✌️
Dyah Oktina
bukan hotel bintang sih ya..makanya ngak ada hairdryer 🤭
🌹Mariana 🌹
Luar biasa
🌹Mariana 🌹
Lumayan
Yeni Saud
Bagus👍👍👍
panjul man09
visual yg asal comot gak ada yg cocok
Niar Zahniar
semangat berkarya
Helen Nirawan
maka ny kan mang dr awal tuh cowo ny payah , lemah , lembek , lu ma itu kucing garong gk bs tegas gmn seh , lu kan pengacara , hrs ny yg nama ny pengacara itu tegas , kuat , wibawa , ini mah boro2 , minus tau , lu cowo kalah ma cewe lampu merah , heran , klo gt terus ampe kiamat jg lu gk akan bahagia ma bini lu , lu ny payah
Helen Nirawan
lu dah tau buta , org diajak pergi kok mau , itu org sapa aj lu gk tau , itu org bisu gk mau ngomong , bego ny over dosis , ampun d , org buta biasa ny bs lbh peka , ini boro2 , dah gt di mrh arkan , pelayan ny sekarat semua , ada org dtg gk tau , heran 😠😠😠😵😵😨😨😨
Helen Nirawan
laki.lembek , payah , cowo kok gt , mana lu pengacara , gk ada strong ny jg , 😨😨
Helen Nirawan
jd cowo kok.lemah seh , ma ulet bulu gk tau malu gt kok kalah , preett gk mutu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!