Tiara nama panggilan yang cantik, secantik orang yang menyandangnya
Namun siapa sangkah ada terselip kisah kelam dibalik nama cantiknya.Kehilangan orang tua, suami dan adik nya membuatnya menjadi wanita tangguh demi sang anak dan keluarga barunya
Bram ayodya seorang pembisnis kenamaan yang menyamar jadi seorang pengajar disebuah sanggar seni.
Karna hoby nya melukis Dia bisa menghabiskan waktunya berlama-lama didepan kanvas
Dion mantan suami Tiara.
pemuda baik yang hanya menjadi korban kelicikan orang-orang terdekatnya. Kehilangan cinta sejatinya hanya karna sebuah kebohongan.
Willi dokter tampan nan rupawan. Dokter ternama yang tidak pernah sepi pasien.
Elisya seorang publick figure yang sedang naik daun.
Bertemu tanpa sengaja dan menjalin persahabatan dengan Tiara, namun siapa sangkah ada kisah dibalik ketenaran Elisya
Penasaran dengan kisah mereka?
Ikuti kisah mereka dalam kisah Tiara yang Serra buat, selamat menikmati dan semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serra R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sepenggal Kisah
Flasback off
" Setelah kejadian itu kami sepakat untuk melindungi perempuan yang masih belia itu. Perlu waktu untuk bisa membuatnya ceria, paling tidak membuat dia mau berinteraksi dengan orang lain." Bram mengusap wajahnya
Kenangan dimana dia menyelamatkan Nara dan memberikan pendampingan saat Nara harus berhadapan dengan psikolog, kembali menari dalam ingatannya. Baginya, Nara sudah dia anggap sebagai adiknya saat itu. Melihat Nara yang bisa kembali tersenyum membuatnya lega.
Dalam masa pemulihan bahkan hingga saat ini Bram masih kesulitan menemukan jati diri Nara secara lengkap. Bahkan Nara sendiri pun seolah menutup diri untuk membuka cerita tentang dirinya.
" Hanya sedikit informasi yang kami dapat tentangnya Om, kami hanya tau kalau ternyata dia hidup dengan keluarga angkatnya. Dia diculik dan kedua orang tua angkatnya dibunuh, entah apa masalahnya sampai sekarang pun kami belum tau pasti" Bram kembali membuka suaranya.
" Tuan, maaf" Mark datang membawa sebuah kotak
" Makasih Mark" Andrew mengambil kotak tersebut dan membukanya.
" Sebaiknya kamu tetap disini Mark" Seru Andrew yang melihat Mark akan beranjak pergi
" Baik tuan" Mark mengurungkan niatnya. Padahal dalam benaknya sudah tersusun rencana epik buat mendekati Nara, kini harus hancur lagi karena perintah tuannya.
" Apakah kalian semua tidak akan beristirahat?" Kepala Tiara melongok dari pintu.
Bram segera bangkit mendekati istrinya, sedikit memberi waktu pada yang lain untuk menyembunyikan semua dari Tiara. Belum saatnya, wanitanya itu mengetahui semua. Masih banyak yang harus diselidiki dan sebelum semua lebih jelas Bram tidak mau memberi beban atau harapan palsu kepada sang istri.
" Sayang, kenapa kamu belum tidur?" Bram mengecup puncak kepala Tiara lembut
" Kalian belum selesai ngobrolnya, ini sudah larut malam. Sebaiknya kalian lanjutkan saja besok" Tiara mengedarkan pandangan pada semua yang sedang duduk santai diteras samping.
" Kami belum mengantuk Nak, sebaiknya kamu beristirahat dahulu. Nanti kalau kami juga mengantuk pasti bubar. Jarang-jarang kami bisa berkumpul seperti ini kan Nak" Andrew mencoba memberi penjelasan pada Tiara agar mau beristirahat terlebih dahulu.
Bagaimanapun, malam ini mereka tidak akan bisa tertidur lelap sebelum semua cerita usai.
" Benar sayang, kami hanya mengobrol saja. Kamu sebaiknya segera tidur ya, besok kita akan keliling tempat ini." Bram kembali mencoba membujuk
" Baiklah, kalau begitu aku duluan ya. Ayah jangan begadang terlalu malam, istirahatlah jika sudah mengantuk."
" Ayo aku antar" Bram merangkul pundak Tiara, membimbingnya berjalan menuju kamar mereka. Hanya sebentar demi memastikan Tiara masuk kamar dan tidur.
...🌹🌹🌹🌹...
" Nara, kamu dimana? hari ini aku tidak melihatmu di toko? apa kamu baik-baik saja?"
Nara tersenyum samar membaca pesan dari Doni, sudah beberapa waktu ini mereka semakin dekat dan saling menanyakan kabar. Entah siapa yang memulai namun semuanya berjalan sangat istimewa bagi keduanya.
Pertengkaran dan debat kecil sering terjadi, namun mereka sangat menikmati moment kebersamaan tersebut.
Belum banyak yang tau kedekatan mereka, mungkin karena tugas mereka yang sama ketika harus menjaga Tiara agar tetap aman. Membuat orang lain yang melihat mereka mengira itu adalah demi pekerjaan.
Nara yang selalu cuek sama lawan jenis mulai bersikap lunak, bukan tanpa alasan Nara bersikap demikian. Trauma mendalam yang dialaminya dimasa lalu pada makhluk yang bernama laki-laki membuatnya keras. Nara membangun tembok yang kokoh untuk melindungi dirinya.
Semua berubah sejak kehadiran Doni. Doni bisa mencairkan karang es dalam hati Nara. Membuatnya tersenyum dan kembali ceria.
" Aku baik-baik saja Don, sekarang lagi liburan di pinggir kota bersama boss." Balas Nara sambil tersenyum
" Pantas saja aku tidak melihatmu dimanapun hari ini, berapa lama kalian disana?"
" Belum tau Don, kemungkinan sebentar saja."
" Aku harap demikian Nara, karena aku jadi rindu kalau tidak melihatmu"
" Kamu jangan ngegombal Don, disana masih ada Lena dan Sita yang bisa menemanimu bercerita. Kamu bisa bantu mereka di toko"
" Beda Nara, semua tak sama. Hanya sama kamu semua rasanya beda."
" Berbeda bagaimana? bukankah aku tidak bisa bersikap lemah lembut seperti mereka semua."
" Justru itu kelebihanmu dan aku suka"
Deg deg deg
Jantung Nara berdetak lebih cepat dari biasanya, entahlah dia tidak mengerti. Beberapa waktu ini juga kalau tidak ada pesan dari Doni untuknya Nara selalu merasa seakan ada yang kurang.
" Kamu sudah makan?"
Nara memukul pelan keningnya sendiri, bego sekali kenapa pertanyaan itu yang dia tulis. Jelas-jelas jam sudah menunjukkan angka sepuluh malam, sudah bisa dipastikan jika Doni sudah makan.
" Belum, entah mengapa aku malas makan hari ini. Rasanya kurang berselera"
Eh kok !!
" Kenapa begitu? makan sana nanti kamu sakit lo" Nara tidak tau lagi harus bagaimana berucap
" Nanti saja, kalau lapar aku pasti makan."
Mereka berdua saling terdiam dengan hanphone yang masih menyala. Entah, mungkin mereka bingung mau bicara tentang apa lagi.
...🌹🌹🌹🌹...
Bram kembali melangkah ke teras samping, dimana semua orang masih berada disana menunggunya.
" Bagaimana Bram, apa Tiara sudah tidur?" Andrew bertanya ketika Bram meletakkan bokongnya kembali ke sofa tempatnya tadi terduduk.
" Sudah Om" Bram menjedah ucapannya melihat sekeliling dan kembali berbicara
" Bagaimana Om, bisa kita teruskan obrolan ini?"
" Tentu, ini Om juga sudah menyuruh Mark membawa semua ini kemari sebagai bahan pertimbangan."
Andrew mengeluarkan sebuah kotak yang tadi sempat dia sembunyikan ketika Tiara datang. Kotak yang berisikan berbagai kenangan mendiang sang istri .Melan
" Ini adalah foto tantemu Melan, dalam foto ini ada terlihat liontin yang dulu Om kasih kepadanya sebagai hadiah. Dan liontin yang berada dalam gambar itu adalah liontin yang kamu temukan Bram." Andrew menggenggam liontin yang Bram tunjukkan tadi, dia ingat betuk semua ukiran dalam liontin tersebut.
Melan yang menginginkan bentuk ikan dholpin karena dia sangat menyukai itu. Begitupun dengan liontin yang telah dipersiapkan untuk anak mereka dan juga Tiara kecil waktu itu.
" Jadi itu liontin tante? lalu liontin yang berada ditangan Om saat ini?"
" Untuk anak kami, meskipun kami tidak tau jenis kelamin anak kami nanti. Tapi kami menyiapkan semuanya kembar agar mereka tidak pernah lagi iri satu sama lain."
" Jadi Nara adalah anak Om? adik Tiara?" Pertanyaan yang keluar dari mulut Bram membuat kaget semuanya termasuk Mark.
Pasalnya Mark adalah orang terakhir yang bergabung dengan mereka, bahkan dia tidak tau cerita awal apa yang sedang dibicarakan.
" Kita perlu membuktikannya lagi, supaya lebih akurat saja. Kita tidak bisa langsung memutuskannya. Bukan karena curiga atau tidak percaya, namun hal ini penting agar tidak ada masalah dikemudian hari nanti." Willi yang sedari awal hanya diam mendengarkan akhirnya mengeluarkan pendapat.
Ehh semua bahagia pokoknya 😚😁
Mark siap2 puasa nih kata Abang, tak apa ya Mark puasa juga demi istri tercinta dan si twins buah hati kalian 😁😚
Nah, papah Bram jangan bicara sembarangan didepan Qee dia pasti keppo apa yang papahnya ucapkan😁
Semangat berkarya dan sukses selalu Thor 💪😚