Diva Zivana gadis cantik yang memutuskan untuk menikah muda. Diva mempunyai kisah perjalanan cinta yang panjang dan berliku.
Sebelum menikah, Diva selalu mendapatkan pria yang sesuai dengan tipe pria yang Diva sukai. Namun ternyata semua pria itu bukanlah yang terbaik untuk Diva.
Lantas bagaimanakah Diva bisa memutuskan untuk nikah muda?
Simak kisah Diva Zivana di novel "Maukah Denganku"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ferdiza syahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sahabat menjadi kekasih
"Fer tunggu... aku belum selesai ngomong... aku... aku tidak bisa nolak....",
tuut.... tuut... tuut....
"ya??" Ferdy ingin memastikan jawaban Diva namun Diva sudah menutup teleponnya.
Ferdy mengirim pesan chat
✉ terimakasih Diva , kamu tidak menolak denganku. mulai malam ini kita sudah merubah status kita dari sahabat menjadi kekasih.
Ferdy tersenyum-senyum dengan masih menggenggam ponselnya. Ferdy masih duduk di balkon kamar messnya memandang bintang-bintang menikmati keindahan malam yang seindah suasana hatinya malam itu. Tanpa dia sadari teman-teman satu kamarnya memperhatikannya.
"sudah jadian nih...." , celetuk Wendi yang menyusul Ferdy di balkon.
"sudah... ayo kita makan. Kamu makan apa Wen?" Ferdy melangkahkan kakinya ke luar kamar dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
"aseek.... apa ajalah... kuy kita makan gaes... Ferdy yang traktir", Wendi mengajak teman-teman satu kamar seraya mengekor Ferdy.
Di lain sisi,
Diva menutup teleponnya setelah memberikan jawaban pada Ferdy. Diva menarik selimut sampai menutupi wajahnya. Diva tersenyum-senyum malu sendiri di balik selimutnya.
cling.....
Diva merima pesan chat dari Ferdy. Diva menyibakan selimutnya dan membaca chat itu. Wajah Diva semakin memerah dengan senyum yang semakin mengembang.
Malam itu menjadi malam yang tak terlupakan untuk Diva dan Ferdy. Sepasang sahabat yang merubah statusnya menjadi sepasang kekasih.
............
Pagi menjelang,
Diva Ferdy yang masih diselimuti kebahagiaan saling berkirim pesan chat
Ferdy :✉ met pagi sayang...
Diva tersipu malu membacanya. Diva masih sungkan dengan panggilan sayang yamg dilontarkan sahabatnya yang kini telah menjadi kekasihnya itu.
Diva :✉ met pagi juga...
Ferdy:✉ udah berangkat kerja?
Diva:✉ belum ini baru siap-siap. Kamu belum kerja?
Ferdy:✉ni baru mau mulai kerja. kamu hati-hati ya berangkatnya. ❤
Diva:✉ iya.... met kerja ya.... semangat ... ❤
Ferdy tersenyum membaca chat dari Diva. Seakan timbul semangat baru dari dalam diri Ferdy. Dengan hati yang berbunga-bunga Ferdy memulai pekerjaanya.
Diva bergegas sarapan dan menyiapkan bekal untuk makan siangnya.
tiin...tiin...
suara klakson dari motor Lina mengkode Diva kalau Lina sudah sampai di depan rumah Diva. Diva segera keluar dan mengunci pintu. Lina pun membawa Diva berangkat bersama.
Sesampainya di tempat kerja, seperti biasa bos Jerry sudah menyiapkan setumpuk pekerjaan untuk para karyawannya.
Diva memulai pekerjaannya dengan semangat. Diva juga merasa ada semangat baru timbul dari dirinya. Hati yang masih berbunga-bunga membuat Diva selalu tersenyum hari itu.
"Sepertinya suasana hati Diva sedang bahagia hari ini?", celetuk Lina pada Erma yang memperhatikan Diva sejak pagi.
"iya Diva tampak ceria ya hari ini...", sahut Erma.
"eehhem..." Diva berdehem mendengar Lina dan Erma membicarakannya.
"heheh.... kamu kenapa Diva? sedang bahagia ya? kami lihat kamu banyak senyum hari ini?", sindir Lina terkekeh bersama Erma.
"apaan sih... biasa aja kok... akukan memang murah senyum. heheheh..." Diva pun ikut terkekeh.
Waktu makan siang Diva dan teman-teman kerjanya menyantap bekal masing-masing.
cling...
suara notif pesan chat diterima dari ponsel Diva.
Diva segera membuka ponselnya dan membaca chat yang ternyata dari Ferdy.
Ferdy:✉ sudah makan belum?
Diva:✉ sudah, kamu sudah makan?
Ferdy:✉sudah, aku sudah mau kerja lagi
Diva:✉ ya sudah met kerja ya... ❤
Ferdy:✉ iya kamu juga yang semangat ya... nanti malam aku telepon kamu lagi ya ❤
Mata Diva berbinar ketika membacanya membuat Lina dan Erma semakin penasaran.
"Chat dari siapa Div?", Lina memberanikan diri bertanya.
"dari Ferdy", jawab Diva singkat sambil senyum-senyum malu.
"Ferdy teman deket kamu itu? eh kemarin belum kamu jawab pertanyaanku siapa sebenarnya Ferdy? pacarmu atau temanmu?", karena semakin penasarannya Lina mencecar tanya pada Diva.
"iya Ferdy yang itu, temen deket aku sekarang...", Diva belum selesai menjawabnya Lina sudah menyahutnya
"kata pak Jon yang mengangkat teleponnya waktu itu pacarmu. Katamu Ferdy sahabatmu yang mengangkatnya. Yang benar yang mana? aku jadi bingung?", Lina menggaruk pelipisnya.
Diva hanya menghela nafas bingung darimana Diva menjelaskannya.
"aah... sudahlah ayo cepat kita bereskan. Masih banyak yang harus kita kerjakan hari ini", sahut Erma sambil mengemasi tempat bekalnya.
"iya aku juga sudah selesai makan. Ayo Lin jangan bengong aja cepat bereskan sebelum pak Bos Jerry datang mengecek barang gudang", Diva menepuk bahu Lina yang masih kelihatan linglung memikirkan hubungan Diva dengan Ferdy.
Pekerjaan Diva hari ini selesai tepat pada waktunya. Diva bersiap untuk pulang bersama Lina.
Sesampainya di rumah, Diva sudah mendapati ibunya yang memasak di dapur.
"masak apa bu?", tanya Diva dengan menghampiri ibunya di dapur.
Ibunya tersentak mendengar suara Diva.
"iissh.... kamu bikin ibu kaget Div... salam dulu gitu kenapa?!"
"heheehhe.... iya bu maaf... Tadi Diva mencium aroma masakan ibu dari luar makanya Diva langsung masuk aja. Jadi laper..."
"mandi dulu sana, bu keringat tuh", kata ibu sambil menutup hidungnya.
"emang bau banget ya?" Diva bergumam sambil mengendus bahunya kanan dan kiri.
"eh iya bau asem... heheheh", Diva terkekeh sendiri sambil mengambil handuk yang tersampir di jemuran belakang rumah.
Selesai mandi Diva dan ibunya menyantap makan malamnya yang sudah di siapkan ibu di meja makan.
"sudah tanya Ferdy kapan pulang lagi?", tanya ibu di sela-sela makannya.
Diva menelan makanannya dan minum dulu sebelum menjawab pertanyaan ibunya.
"enam bulan lagi katanya bu, nunggu dapat cuti lagi", jawab Diva sambil menyendok makanannya lagi.
Ibu manggut-manggut sambil mengunyah makanannya.
Setelah selesai makan malam, Diva dan ibunya membereskan meja makan dan mencuci piringnya. Setelah itu, ibunya bersantai di depan tv. Diva menemani ibunya menyaksikan acara tv sembari menunggu telepon dari Ferdy.
Berkali-kali Diva melihat layar ponselnya. Ibunya tersenyum kecil memperhatikan Diva.
"kamu nunggu telepon dari siapa Div?", tanya ibu sambil melirik Diva
"eh... enggak bu... siapa yang nungguin telepon?" jawab Diva menyangkal.
Tak lama ponsel Diva pun berdering nyaring. Diva segera berlari ke kamar dan menerima telepon itu.
Ibu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.
"Halo..."
"Hai Diva, lagi ngapain?"
"lagi nungguin telepon kamu", bisik hati Diva.
"lagi nggak ngapa-ngapain habis nonton tv tadi sama ibu", jawab Diva sambil tersenyum sendiri.
"kamu lagi ngapain?" Diva balik nanya
"lagi telepon kamu hehehe... " Ferdy tertawa kecil.
"kenapa jadi malu-malu gini ngomong sama Diva", gumam hati Ferdy.
mereka terdiam sejenak.
"Div..."
"Fer..."
"eh... heheh.... kamu dulu aja Div yang ngomong", suara Ferdy terdengar gugup.
"kamu dulu aja Fer", ucap Diva yang tak kalah gugup.
"aduuh... jadi canggung gini mau ngomong sama Ferdy", gumam hati Diva.
bersambung.... 😅
-----------------------
terima kasih yang sudah mampir 🙏🙏🙏
semoga suka dengan ceritanya 😊😊😊
jangan lupa like, komen, vote, dan kasih hadiahnya 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
🙏🙏🙏🙏
dah lama banget ga up
pdhal aku dah nungguin lma banget loh