NovelToon NovelToon
Pahatan Waktu | Kembali Ke Masa Kerajaan Cina

Pahatan Waktu | Kembali Ke Masa Kerajaan Cina

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Balas dendam. / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: souzouzuki

Ikuti aturan. Dibawah 21 jangan baca.

Dia hanya putra mahkota yang malang, walau wajahnya begitu tampan. Ibu tirinya mengguna-gunainya hingga ia tidak mau menikah dan tidak dapat merasakan jatuh cinta. Lebih parahnya lagi, ia jadi bodoh karena pengaruh sihir. Tapi seseorang dari masa depan datang mengambil hatinya.

Bagaimana sihir itu lenyap dan bagaimana gadis itu mengubah hidupnya?

Gadis ini bisa menyihirnya dengan sihir yang lebih hebat lagi dari kegelapan. Kebijaksanaan dan cinta adalah dua hal yang berkaitan, membentuk suatu kekuatan dan energi positif.

"Siapa kamu sebenarnya?"

"Aku bukan orang gila atau semacamnya. Aku dari masa depan, namaku Xian Zhen."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon souzouzuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 32 - Rumus Bertahan Hidup di Kerajaan

"Ehehe." tawa kemenangan Xian Zhen karena berhasil membujuk Xia Yi.

"Xiao Mei... Dimana tikus putih yang aku pesan tadi?" tanya Xian Zhen.

"Itu di bawah meja nona, dalam kurungan kecil." kata Xiao Mei.

"Ehh tikus?" tanya Xia Yi.

"Iya... Kan aku sudah bilang. Kita harus berhati-hati mulai sekarang." jelas Xian Zhen yang diikuti dengan anggukan Xia Yi yang pasrah walau tak mengerti yang Xian Zhen maksud.

"Xiao Mei! Ambilkan 2 piring bacang"

"Baik nona" jawab Xiao Mei.

Xian Zhen berbalik menghadap Xia Yi sembari menyentuh kedua pundaknya dengan manja.

"Xia Yi..." panggil Xian Zhen.

"Hmm?"

"Kau harus makan teratur demi aku ya. Aku kan masih hidup disini bersamamu. Apapun yang terjadi kau harus semangat dan berjuang hidup!" kata Xian Zhen.

Xia Yi hanya mengangguk mengiyakan sembari menatap Xian Zhen penuh arti.

"Nona, ini bacang nya." kata Xiao Mei.

"Yuk makan?" ajak Xian Zhen sembari menarik tangan Xia Yi menuju meja dekat pintu kamar yang terhubung dengan taman belakang.

"Kau jangan diam saja terus. Aku sedih." kata Xian Zhen sembari menggoyang goyangkan tangan Xia Yi.

"Iya, maaf ya pikiranku benar-benar kacau karena ibuku meninggalkanku." kata Xia Yi.

"Maaf sayang" imbuh Xia Yi sembari berdiri dari tempat duduknya mengecup kening Xian Zhen.

Cup.

"Baiklah. Sekarang kita makan." kata Xia Yi.

"Tunggu dulu... Ini, sebelum kita makan kita harus ingat untuk memberi makan tikus putih kita masing-masing." kata Xian Zhen dengan semangat sembari mengeluarkan kedua tikus putih dalam kurungan yang ia bawa.

"Oh?" Xia Yi memiringkan kepalanya bingung.

"Jika punya 2 bacang, kita harus mengambil sesendok-sesendok dari keduanya." jelas Xian Zhen seraya mengambil secuil bacang dari kedua bacang nya.

"Uhumm Rong Rong, ini makananmu!" kata Xian Zhen dengan ceria sembari memasukkan cuilan bak cang itu melalui rongga-rongga kurungan tikus itu.

Tikus itu dengan cepat melahap makanan yang Xian Zhen jatuhkan.

Xia Yi menatap gemas tikus itu sembari tersenyum senang melihat tikus terlihat lahap memakan apapun yang ada di depannya.

"Kau suka tikus?" tanya Xia Yi heran.

"Ini untuk mengetes makanan kita, kita harus berhati-hati mulai sekarang. Ini adalah cara yang aku peroleh dari drama." jelas Xian Zhen.

"Lihat? Tikusnya baik-baik saja. Jadi kita bisa makan dengan tenang." imbuh Xian Zhen.

Xia Yi mengangguk paham setelah mengamati dan mencermati penjelasan Xian Zhen. Lalu ia juga melakukan hal yang sama.

"Oh, tikusku baik-baik saja. Kalau tikusmu bernama Rong Rong, maka tikusku adalah Rang Rang. Hahaha!" tawa Xia Yi akhirnya.

Xian Zhen ikut tertawa-tawa senang untuk menciptakan suasana yang menyenangkan. Hanya dengan nama tak masuk akal saja dapat membuat suasana hati Xia Yi membaik.

"Hmm bacang itu adalah makanan favoritku di setiap acara tahun baru cina. Aku selalu berkumpul dengan keluarga dan saudaraku setahun sekali sambil menikmati makanan makanan khas cina." cerita Xian Zhen.

"Eh? Benarkah? Jadi di masa depan orang orang masih menikmati bacang?" tanya Xia Yi penasaran.

"iyaa..." yakin Xian Zhen sembari terus mengunyah bak cang nya dengan semangat.

"Waaa..." kagum Xia Yi bangga dengan kuliner kerajaannya ini.

"Oh ya. Bagaimana kalau besok kita menikah?" tanya Xia Yi.

"Kenapa tiba-tiba terburu-buru?" tanya Xian Zhen dengan suara yang tak jelas karena masih mengunyah bacang nya.

"Sepertinya banyak yang tidak menyukaimu tadi, mungkin karena kau belum resmi menjadi permaisuri." kata Xia Yi.

Xian Zhen mengangguk-angguk mengiyakan.

"Ya, ternyata kau juga memperhatikan mereka. Oh ya, mulai sekarang kita harus hati hati dengan Perdana Menteri Yang." kata Xian Zhen.

"Kenapa?"

"Kau kaisar yang polos sekali..." celetuk Xian Zhen gemas.

"Dalam drama, menteri-menteri yang sombong dan tak suka digugat nasehatnya tak akan tinggal diam setelah mereka merasa dipermalukan." kata Xian Zhen.

"Tapi tenang saja, setan jenis ini tak akan berusaha membunuh kita. Dia hanya berusaha mempermalukan kembali kita suatu saat. Entah dengan trik apa." imbuhnya.

Xia Yi lagi lagi mengangguk-angguk mengerti seperti seorang murid yang sedang berguru dengan gurunya.

"Aku percaya pada pengalamanmu. Aku pasti hati-hati." Kata Xia Yi.

"Jika ia menyodorkan minuman padamu, atau seseorang menyodorkan minuman padamu, jangan langsung diminum. Sebaiknya kau tukar minumanmu dengan minumannya diam diam, lalu baru minum lah." tambah Xian Zhen mengerahkan segala pengetahuan drama kerajaannya.

"Eh?" Xia Yi lagi lagi ber eh ria dengan tampang tak mengerti apa-apa.

"Iya! Apa di kerajaan selama kamu masih kecil kamu tak pernah melihat anggota kerajaan yang mabuk tiba-tiba di perayaan besar?" tanya Xian Zhen.

"Ayahku pernah mabuk tiba-tiba, banyak yang mentertawakannya hari itu. Padahal ia tak sadar apa yang ia lakukan karena mabuk. Dia menari sendiri." ungkap Xia Yi.

"Nah. Itu pasti jebakan seseorang yang ingin balas dendam dengan ayahmu. Kebanyakan mereka pernah dipermalukan dengan ayahmu secara tak sengaja." jelas Xian Zhen sembari melahap potongan bacang terakhirnya.

"Begitu ya. Ternyata aku yang hidup disini saja tak tau apa-apa mengenai ini. Terimakasih sayang." ujar Xia Yi sembari melahap potongan bacang terakhirnya juga.

Setelah kenyang dan puas berbincang bincang mereka memutuskan untuk mandi dulu sebelum tidur. Melepaskan rasa lelah dan merilekskan otot dengan air hangat terlebih dahulu.

Like dan masukkan cerita ini dalam rak favorite kamu di NovelToon, dan jangan malas memberi semangat pada author lewat komentarmu~♡ Vote dari kamu juga sangat dinanti.

Kalau berkenan, baca juga novel kedua saya yang berjudul "Cinta Suci Seorang Selir", terimakasih.

Kalau berkenan, baca juga novel ketiga saya yang berjudul, "A Story Of Zhen Xi", terimakasih.

1
Wisteria
ya ampun umur 16th y
aku ngerasa ini cerita kok kocak y
Wisteria
sayang sekali wajah cantik 🧠👿
kecantikan yg mubazir
Wisteria
16 th udah nikah aja, gimana bentuknya y.
Wisteria
ya...ya...ya..... maklumlah baru SMA radak" letoi alias lebai
eza
,😂
eza
ehh ternyata
eza
matematika emang bikin mau mati,😂
fifid dwi ariani
trus sabar
fifid dwi ariani
trus bahagia
fifid dwi ariani
trus sabar
fifid dwi ariani
trus ceria
fifid dwi ariani
trus semangat
fifid dwi ariani
trus sukses
Anita
pasti nasi goreng
Anita
tenang aja.....
kaisarnya juga kan gak sadar...
lagi pula kan itu demi xian zhen....
Anita
karyamu ini bagus banget😁😁😁
dari awal bab juga udah keliatan bagusnya.
bahkan pas di bab pertama aku langsung ngasih hadiah kopi 👍👍👍

𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐧𝐮𝐥𝐢𝐬 𝐧𝐲𝐚 𝐲𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫 ♡♡♡
Anita
semangat thor....
ku kasih secangkir kopi untukmu👍👍👍
Endang Sri Wahyuni
visualnya kurang pas,maaf
Henhen Joker
seandainya charger kebawa tapi mau di chas dimana? idung ? 🤭🤭🤭
fatma
nyimak hehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!