Nama gue Zahra pindahan dari Jakarta ke Bandung, semenjak perusahaan Bokap gue bangkrut akhirnya gue dan keluarga putuskan sekolah di Bandung dan menemukan cinta sejati gue di Bandung. yang susah banget meluluhkan hati pria ini sampai gue bisa mendapatkan hatinya. cinta gue penuh rintangan yang harus kita berdua hadapi.. mau tau lanjut ceritanya mampir dulu yuk ke cerita yuli cinta cowok dingin.
happy reading ya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli sumarni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 32
"Kok bisa begitu yah? beda sama aku lah, aku kan Karena masa lalu mantan, dia apa? pacar aja enggak ada.
"Ya intinya nurun ke kamu, udah gitu." Sahut gue.
"Iya deh, iya." Sahut Bima mengalah.
"Ada apa nih? pada ngomongin aku yah?" jawab Arga yang tiba-tiba keluar kamar.
"Yah, kenapa kita jarang ke rumah Nenek, Kakek sih?" tanya Arga.
"Nanti ya Arga, Nenek, Kakek kamu itu jarang di rumah." Sahut gue.
"Emang pada kemana mereka bun?" tanya Arga penasaran.
"Ke luar negeri, mereka di Belanda." Sahut gue berbohong.
"Keren yah mereka." Jawab Arga tersenyum tipis.
Keesokan paginya Arga berangkat ke sekolah seperti biasa. Seperti biasa ia menjadi sorotan wanita-wanita yang melihatnya.
"Minggir!" sahut Arga.
"Hmm..." sahut Nila singkat.
Ngeselin banget nih cowok.
"Ga, lo udah ngerjain PR?" tanya Mahdi.
"Udah." Jawab Arga.
"Gue liat dong! no 5 susah." Minta Mahdi.
"Di, bukan gue gak mau contekin lo, kalau lo liat dan nyalin kapan bisanya? sekarang ambil buku lo! biar gue ajarin yang gak bisa. Minta Arga.
"Keburu masuk Ga." Bantah Mahdi.
"Udah cepat sini!" perintah Arga.
Tegas juga nih anak ya. Ga gue jadi salut sama lo, tapi lo susah di gapai.
"Arga, gue juga ajarin dong!" sahut Popy.
"Sssstt.... berisik!" jawab Arga sambil mengajari Mahdi.
"Ikh... sebal." Sahut Popy kesal.
"Udah ngerti kan?" tanya Arga.
"Udah Men, makasih ya." Jawab Mahdi.
"Hello, Ga gue dong!" Nila melirik sambil tersenyum malu.
"Mahdi, ajarin nih! lo udah ngerti kan?" tanya Arga sambil menyuruh Mahdi mengajari Nila.
"Lah kok gue?" Mahdi heran dengan Arga dan gregetan kenapa susah buat dekat sama cewek.
"Bagi ilmu lah." Jawab Arga sambil melirik ke Nila.
Ikh.... sebal banget sih, ngarep banget sih gue ****.
Bel pun masuk, satu per satu anak di suruh mengerjakan di papan tulis. Saat Nila maju, Nila bingung yang di ajarin Mahdi. Sampai di tertawain anak-anak.
"Siapa yang bisa bantu Nila?" tanya Bu Santi.
"Saya." Arga menunjuk.
"Coba Arga!" sahut Bu Santi.
Arga menjawab semua jawaban dengan benar, dan Bu Santi memuji Arga.
Makasih ya Ga, lo mau bantu gue. Kalau gak bisa juga, gue bakal gak bisa istirahat.
Bel istirahat pun berbunyi, anak-anak berhamburan keluar kelas.
"Arga, makasih yah!" sahut Nila. Arga hanya diam aja tanpa bicara pun. Dan langsung memakan bekal dari Bunda Zahra.
"Ga, lo kenapa sih? satu cewek pun gak ada yang lo taksir? Nila suka tuh kayanya sama lo! dia baik, cantik lagi." Sahut Mahdi.
"Gue gak butuh itu!" jawab Arga.
"Lo mau yang gimana? sempurna?" tanya Mahdi.
"Gue gak butuh yang sempurna dan cantik, karena gue gak butuh itu, cinta bakal datang dengan sendirinya, tanpa di cari, tanpa di kejar." Jawab Arga.
"Iya deh, terserah lo!" sahut Mahdi melongo.
"Masakan Bunda lo enak juga." Sahut Mahdi.
"Arga, sebagai tanda makasih, ini gue beliin es teh manis!" Nila datang membawa es untuk Arga.
"Mahdi lo mau? jangan lupa bilang makasih!" jawab Arga sambil keluar kelas.
"Sabar ya Nil, oh iya, sini esnya!" minta Mahdi.
"Yeee... bayar sini buat lo mah!" sahut Nila.
"Kan lo ngasih buat Arga, Arga gak mau dia bilang buat gue, kalau bayar mah gak usah deh, mending beli sendiri masih fresh." Sahut Mahdi.
"Ya udah, ini bawa!" sahut Nila.
Bel pun masuk, semua yang beristirahat masuk ke kelas semua. Dan Bu Santi membawa murid baru cewek, tapi cupu. Namanya Lita, dia sering di bulih sama anak-anak. Tapi Arga selalu menolongnya. Meskipun Arga dingin dan pendiam, dia selalu menolong orang yang lemah.
Saat bel pulang, anak baru si cupu yang bernama Lita sedang di ledekin anak-anak, kacamata Lita di lempar sana lempar sini. Membuat Arga geram dan marah.
"WOY BERHENTI! KALIAN SEMUA INI KAYA BOCAH TK TAHU GAK, KALIAN TUH UDAH TUA MALU HARUSNYA, SINI! KALIAN TAHU KACAMATA INI SANGAT BERHARGA UNTUKNYA, JIKA KALIAN DI POSISI LITA GIMANA? KACAMATA INI KALAU PECAH GIMANA? APA MAU TANGGUNG JAWAB? KALAU SEKALI LAGI GUE LIHAT LO GANGGU LITA, GUE BAKAL LAPORIN KE BK.
Arga berhasil membantu Lita. Setelah Lita mau ucapin terima kasih, Arga pergi gitu aja dan memberi kacamatanya ke Lita.
Kok pergi sih? gue kan mau ucapin makasih.
Arga pulang seperti biasa dengan motornya. Saat Arga melewati Danau, ada Salma sedang duduk dan menangis. Arga menghampirinya.
Arga memberhentikan motornya, dan tiba-tiba mengeluarkan kata-kata bijaknya.
"Setiap orang punya masalah masing-masing, tapi, gak semua masalah bisa di ceritakan, karena belum tentu orang yang mendengarkan masalah kita, bisa peduli dan mengerti." Sahut Arga.
"Lo tuh kaya jalangkung tahu gak, datang tiba-tiba, pergi pun tiba-tiba."
"Untung gue, kalau jalangkung benaran gimana? suara tangis lo ke ganggu tahu gak." Ucap Arga
"Garing lo, gak lucu." Salma langsung pergi meninggalkan Arga.
"Sebenarnya jalangkung itu, gue apa lo ya? tiba-tiba muncul, eh pergi gitu aja." Sahut Arga. Salma langsung berbalik arah lagi ke Arga.
"Gue pusing tahu, hidup gue kaya gak tentu arah, pacar udah ninggalin, bokap ngusir gue gara-gara gue waktu itu kabur." Gue hidup sendiri sekarang.
"Mangkanya jadi wanita tuh tegas, kenapa pacar begitu percaya aja, pacaran berapa tahun lo rela ninggalin orang tua demi pacar lo itu?" tanya Arga.
"Cuma dua minggu." Jawab Salma.
"Dua minggu? astaga! baru dua minggu lo udah percaya, benar-benar lo salah." Jawab Arga.
"Tolongin gue dong! gue harus gimana?" tanya Salma.
"Ya lo pulang, minta maaf sama orang tua lo!" sahut Arga.
"Kalau pulang, gue bakal di marahin, lo mau tolong gue gak?" minta Salma.
"Ikh... gak mau! gue gak mau terbawa-bawa sama urusan lo! itu resiko lo!" sahut Arga melangkah pergi meninggalkan Salma.
"Hiks...hiks...hiks..." Salma menangis kembali.
"Heh, berhenti deh nangisnya! kaya di apain aja. Malu sama orang!" mintaArga.
"Please, tolong gue!" minta Salma.
"Ya udah, gue bantu!" sahut Arga.
"Makasih yah! nama lo siapa? gue Salma." Sahut Salma sambil melambaikan tangannya ke Arga.
"Arga." Arga tidak membalas salam tangannya Salma dan langsung pergi meninggalkan Salma.
"Eh, tangan gue gak kotor kok, nomor handphone lo berapa?" Salma berteriak tapi Arga sudah pergi.
Aneh tuh cowok di ajak salaman gak mau? emang kotor apa? dia baik, meski agak judes.
Arga pun sampai di rumah, ternyata Bima sedang libur bekerja. Meskipun Arga sudah besar tapi Bima selalu mesra dengan gue.
"Anak Bunda, sudah pulang." Sahut gue ke Arga.
"Iya Bun, Ayah libur? kayanya capek banget, Bunda sama Ayah abis mesra-mesraan ya?" Arga meledek gue dan Bima yang sedang tidur lelap.
"Sssst... udah kamu makan dulu yah!" sahut gue malu-malu.
*BERSAMBUNG*
tetap semangat ya neng💪💪