NOVEL GENRE:
-AZTER WORLD: REINCARNATION, SWORD AND MAGIC, MECHA (?), OVERPOWER, HAREM, ROMANCE, R18 (?)
-ASLEY WORLD: MAGIC, ACADEMY, ADVENTURE
Bercerita tentang seorang tentara bayaran yang mati akibat pengkhianatan adik dan kekasihnya
Bertemu seorang Dewi dan bereinkarnasi ke dunia lain dengan kekuatan yang sangat besar
Mengelilingi dunia bersama banyak keindahan, itulah dia sang "TRUE GOD" dengan kekuatan diluar nalar namun dianggap sampah oleh orang lain
Ikuti cerita Fellix di THE STRONGEST USELESS GOD
.
.
Novel kedua, kalau ada salah penulisan mohon dimaklumi
Jadwal update: Minggu-Jum'at, Sabtu libur
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TRAZAYUYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 31
Malam hari di kerajaan Pirus, Fellix saat ini berada di taman kerajaan sedang memandang langit yang penuh bintang sambil meminum bir yang dia buat dengan skillnya
"Aku terlalu memikirkan semua hal sampai aku tidak bisa tidur, ada apa sebenarnya dengan semua ini" ucap Fellix kesal sambil meneguk birnya sampai habis dan membuat sebotol lagi
"Masalah Cecilia belum selesai muncul lagi masalah Freya lalu ada juga masalah orang dibalik kejadian yang menimpaku dan sekarang ada lagi masalah dengan 2 orang ibu dan anak itu, huuffttt semakin kupikirkan semakin pusing aku dibuatnya" ucapnya sambil menghela nafas panjang
"Kenapa anda sendirian disini tuan" tanya seseorang dibelakang Fellix
"Tidak perlu seformal itu padaku, aku tahu kau pasti sudah melihat masa depan seperti apa yang akan terjadi nantinya" ucap Fellix
"Apa kau menyesal datang ke kerajaan ini dan bertemu denganku serta putriku" tanya seseorang itu yang tidak lain adalah ratu Priscilla
"Duduklah" ucap Fellix sambil menyentuh tempat disampingnya
"Terimakasih" ucap ratu Priscilla lalu duduk disebelah Fellix
"Mau minum" tanya Fellix
"Memangnya apa yang kau minum" tanya Priscilla
"Ini bir, kau tidak boleh minum karena ini beralkohol" jawab Fellix
"Ohh baiklah, aku minta yang paling enak saja" ucap Priscilla, lalu Fellix membuat minuman bersoda untuk Priscilla dimana Priscilla terkejut saat pertama kali meminumnya namun terlihat jika dia menyukainya
"Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, aku selalu hidup sendirian dan sekarang aku memiliki 14 istri di sisiku ditambah 1 lagi entah kemana sekarang" Fellix
"Apakah aku bisa membahagiakan mereka atau tidak? apa aku sudah adil pada mereka? apakah aku sudah cukup pantas bagi mereka? itulah yang selalu menjadi pertanyaanku, aku bodoh jika soal yang namanya cinta karena itulah aku takut menyakiti mereka dengan sengaja atau tidak sengaja.."
"Dan sekarang kau muncul dan mengatakan putrimu adalah salah satu istriku sementara kau juga memiliki tanda yang sama sepertinya, bagaimana caraku mengambil keputusan yang tiba-tiba ini" lanjutnya
"Aku baik-baik saja jika kau tidak mau menerimaku tapi setidaknya bawalah Liliana bersamamu, setidaknya dia bisa menemanimu" ucap ratu Priscilla
"Apa kau yakin dengan perkataanmu" tanya Fellix
"Aku yakin" jawab ratu Priscilla
"Lalu kenapa kau menangis" tanya Fellix lagi
"Aku tidak tahu" jawab ratu Priscilla
"Wanita bodoh" ucap Fellix lalu menarik ratu Priscilla ke pelukannya
Keheningan terjadi saat ratu Priscilla ditarik ke pelukan Fellix, ratu Priscilla menangis tanpa suara sedangkan Fellix hanya diam sambil mengelus rambutnya dengan lembut
'Apa ini kutukan buatku, kenapa aku lemah sekali pada wanita' batin Fellix
"Apa kau bisa meninggalkan kerajaan ini" tanya Fellix setelah ratu Priscilla menjadi tenang
"Aku bisa, karena aku bukan ratu sesungguhnya" ratu Priscilla
"Aku hanya ratu pengganti, sementara ratu yang sebenarnya masih berada dalam pelatihan yang kuberikan" lanjutnya menjelaskan
"Kita akan pergi setelah ratu yang sebenarnya selesai berlatih" ucap Fellix
"Apa kau akan membawaku" tanya Priscilla (gk usah pake ratu karena dia bukan ratu)
"Bagaimana aku bisa meninggalkanmu yang merupakan milikku" ucap Fellix
"Siapa yang milikmu" ucap Priscilla malu dan menyembunyikan wajahnya di dada Fellix
"Bukankah kau milikku, semua yang memiliki tanda itu adalah milikku" ucap Fellix (maksudnya 20 wanita yang dibilang Priscilla)
'Aku tidak mungkin meninggalkannya setelah tahu dia memiliki tanda seperti yang lainnya, tapi apa yang harus ku jelaskan pada mereka haihh biarlah nanti saja kupikirkan' batin Fellix
"Lalu bagaimana dengan Liliana" tanya Priscilla
"Aku akan membawanya juga karena dia memiliki tanda yang sama denganku" jawab Fellix
"Tapi apa kau yakin akan membawa wanita tua ini" tanya Priscilla ragu
"Kenapa memangnya, apa kau tidak mau ikut denganku" ucap Fellix
"Bukan begitu tapi aku sudah tua dan memiliki seorang putri" ucap Priscilla
"Jangan berbohong soal putrimu karena aku tahu kau masih suci dan aku tidak merasakan kemiripan aura dari kalian berdua yang berarti dia bukan putrimu, dan soal kau tua atau tidak memangnya aku peduli karena sekali milikku pada akhirnya akan tetap milikku meskipun itu cacat sekalipun" ucap Fellix serius
"Maaf" ucap Priscilla pelan dipelukan Fellix
"Sudahlah jangan dipikirkan, aku juga tidak peduli dengan itu" ucap Fellix
"Bolehkah aku bertanya" tanya Priscilla
"Ada apa" ucap Fellix
"Kenapa kau seperti memikirkan sesuatu, meskipun aku tahu masa depan tapi aku tidak melihat sesuatu yang buruk terjadi" tanya Priscilla
Lalu Fellix menjelaskan masalah apa yang dia alami sekarang, mulai dari masalah Cecilia lalu Freya dan dia yang dikendalikan oleh sosok itu
"Begitulah ceritanya, dan alasan kenapa kau tidak bisa melihat masa depan buruk yang akan terjadi karena ada seseorang atau sesuatu yang menghalanginya dan aku juga tidak bisa melihat masa depan dengan skill milikku" ucap Fellix
"Maka ajaklah aku menanggung beban milikmu, jangan menanggung semuanya sendirian karena aku yakin para saudariku juga akan mengatakan itu jika mereka disini sekarang" ucap Priscilla
"Aku hanya tidak mau membuat kalian terluka karena masalah yang kubuat, aku lebih baik melakukannya sendiri daripada melihat kalian terluka karena ku" ucap Fellix
"Dan apa kau pikir kami mau melihatmu terluka" ucap Priscilla
"Entahlah" ucap Fellix
"Bodoh" ucap Priscilla sambil mencubit perut Fellix
"Aw aw hei apa yang kau lakukan" tanya Fellix
"Entahlah" jawab Priscilla sambil menyembunyikan wajahnya
"Oh benar aku lupa" ucap Fellix lalu membuka storagenya
"Berikan tangan kirimu" ucapnya
Priscilla tidak tahu apa yang diinginkan Fellix tapi dia tetap menuruti permintaan Fellix dan memberikan tangan kirinya pada Fellix, dan apa yang dilakukan oleh Fellix selanjutnya membuatnya mengeluarkan air mata lagi namun kali ini adalah air mata kebahagiaan karena Fellix memasangkan sebuah cincin di jari manisnya
"Terimakasih" ucap Priscilla dengan air mata yang mengalir
"Tidak ada kata terimakasih di dalam keluarga" ucap Fellix
"Baiklah, aku tidak akan berterima kasih tapi..." ucap Priscilla dengan cepat melepas topeng Fellix dan...
Cupp..
Sebuah bibir lembut menyentuh bibir Fellix, Fellix awalnya terkejut dengan apa yang dilakukan Priscilla karena dia tidak menyangka Priscilla yang terlihat berwibawa akan melakukan ini padanya
Priscilla tidak hanya menciumnya namun juga bermain-main dengan lidahnya dimana Fellix hanya menikmati dan sesekali membalas ciuman Priscilla
"Aku tidak tahu kalau rasanya sangat manis, dan minuman yang kau minum juga sangat enak" ucap Priscilla sambil menjilati bibirnya
"Kau sama saja seperti saudarimu" ucap Fellix
"Hehe, karena itu terasa enak" ucap Priscilla yang wajahnya memerah
'Apa dia mabuk karena ciuman, hadeh' batin Fellix
"Kembalikan topengku sebelum terjadi masalah karena wajahku" ucap Fellix meminta topengnya
"Tidak mau" ucap Priscilla yang menyembunyikan topeng Fellix dibelakang tubuhnya
"Hei jangan bercanda, kembalikan itu" ucap Fellix sambil berusaha merebut kembali topengnya namun entah sudah direncanakan atau tidak Fellix malah menindih tubuh Priscilla
"Kau nakal juga ya menindih ku seperti ini padahal ini masih di sekitar istana" ucap Priscilla tersenyum menggoda
"Kau sengaja membuatku menindih mu, aku akan berdiri dulu" ucap Fellix namun saat akan berdiri dia malah ditarik oleh Priscilla dan tiba-tiba menciumnya lalu terjadilah pertempuran lidah antara Fellix dan Priscilla yang disaksikan oleh langit berbintang serta sepasang mata yang memperhatikan mereka dari kegelapan
'Ibunda kau curang, kenapa kau melakukannya duluan sebelum aku' batin putri Liliana kesal
'Tapi apa dia mau denganku yang terlihat buruk dan sangat lemah ini' lanjutnya sambil menyentuh wajahnya dari balik kain penutupnya
Sedangkan Fellix saat ini masih menikmati ciumannya dengan Priscilla tanpa tahu bahwa ada yang mengawasi mereka sedari awal
tsundere