21+ Harap Bijak yaaa
Kalau kalian mencari perempuan yang lemah dan menangis nangis mengemis cinta bukan disini tempatnya ya..
Tentang Seorang perempuan bernama nana.. dikhianati oleh pacar sekaligus sahabatnya tepat di hari pernikahannya.
Bagaimana kelanjutan kisah cinta nana?
Lalu dicky hadir setelah dengan bodohnya dion menyinyiakan nana. Bagaimana cara nana menyelesaikan para pengganggu ke depan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itsmebet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yogyakarta
"Hoam.." rasa pegal selama 9 jam di perjalanan rasanya terbayar dengsn empuknya kasur penginapan Vip saat ini.
Kak dicky dan nana sampai di Yogyakarta pada dini hari, dari stasiun langsung menuju Hotel yangbsudsng di booking kak dicky. Kamar mereka bersebelahan, terang saja mereka adalah pasangan kekasih bukan suami istri. Tahan tahan..
Kak dicky langsung merebahkan dirinya di atas kasur setelah membersihkan diri terlebih dahulu. Tadi setelah kak dicky mengantarkan nana ke pintu kamarnya, mereka tidak banyak bicara. Rasa ngantuk yang sudah sangat ketara dari mata dan juga pinggang dan punggung yang berontak minta di rebahkan segera.
Tidak beda jauh dengan kak dicky, walaupun nana tidur cukup nyenyak selama di perjalanan, tapi tetap saja perjalanan mereka ini sangat melelahkan.
Nana meletakkan koper bawaannya dan memilih membersihkan diri, hingga akhirnya telentang dan terlelap di kasur mahal itu.
"Astagaaa" gumam nana saat dirinya terbangun, lalu mengecek jam di nakas. Dia bangun jam 11 siang?
"apa kak dicky sudah bangun?" batinnya
Nana berjalan ke kamar mandi, menyelesaikan tuntutannya pagi eh siang ini.
Nana memilih memakai pakaian kasualnya, dia tampak cantik dan cocok dengan baju yang di kenakannya. Tak lupa make up tipis di wajahnya, bibir tipisnya terlihat lebih pink dari biasanya, setara dengan kulit putihnya.
Tok tok tok
"Kak.. kakak! " panggil nana di depan pintu kak dicky
Saat nana tidak mendengarkan jawaban, nana merogoh ponselnya. Dia menghubungi nomor dengan nama 'Kak dicky♥️'
"Hmmm.." hanya gumaman yang terdengar di seberang sana
"Kak.. kakak udah bangun? nana lapar" ucap nana manja membuat kak dicky seketika tersadar dari rasa kantuknya.
"Sayang, kakak mandi dulu sebentar. Nanti kakak akan menjeputmu ke kamarmu kalau sudah selesai" jawab kak dicky setelah duduk dan mengumpulkan kesadaran.
"Iya kak.. " jawab nana lalu beralih ke kamarnya ssmbil menunggu kak dicky.
***
Saat mereka sarapan di lantai dasar hotel, nana meikmati semua menu mahal yang terhidang di meja. Sesekali kak dicky menyuapi nana dan nana sudah terbiasa, sepertinya hal manis yang selalu dilakukan kak dicky membust nana makin kesini makin kehilangan sikap pemalunya pelan pelan.
"Kak.. apa agenda kakak hari ini?" tanya nana sambil mengunyah suapan terkahir makan siang mereka.
"Hm.. kakak hari ini tidak ada agenda. Apa ada tempat yang ingin kamu kunjungi?" pancing kak dicky. Kak dicky hsnya ingin mengikuti kemauan gadisnya.
"Benarkah? bolehkah kita ke kampusku kak berkeliling? nana rindu suasana kampus" ucap nana dengan mata berbinar
"Baiklah, nanti kakak pesan mobil untuk kita gunakan selama disini" jawab kak dicky dengan senyum
"Tapi kak.." potong nana merasa tidak enak,
"Kenapa sayang?" tanya kak dicky melihat raut wajah nana seakan menahan sesuatu.
"Nana pengen naik motor berdua sama kakak" ucap nana pelan, tapi masih bisa di dengar kak dicky.
"Tapi kalau kakak gak suka motoran gapapa, kita naik mobil aja" jawab nana tersenyum.. Dia menahan keinginannya, lagian pasti kak dicky sangat jarang motoran dan panas panasan begitu.
"Kakak akan ikutin kamu aja sayang, tapi Apkah sangat menyenangkan naik motor?" tanya kak dicky menatap nana hangat. Hal sederhana seperti ini tidak ada apa apanya bagi kal dicky.
"Iyaa.. biarpun panas kak, tapi setidaknya kita bisa menghindari macet. Lagian menikmati jogja lebih terasa kalau naik motor kak" ujar nana bahagia.. Dan diangguki oleh kak dicky.
***
Di atas motor, kak dicky sama sekali tidak menyesal telah mengizinkan debu meniup wajahnya. Kak dicky saat ini membawa motor sewaan mereka sambil tersenyum. Hal sederhana yang dilakukannya dengan nana selalu membuatnya bahagia.
Dengan helm yang melekat di kepala mereka berdua. Nana memeluk mesra pinggang kak dicky, kepalanya sesekali meniti jalanan yang mereka lalui dan mengingat memori perkuliahannya dulu.
Tepat di lampu merah, mereka tampak jadi sorotan para pengendara. Mereka sanagt serasi menyilaukan mata siapa saja yang melihatnya.
Kak dicky menopang motor dengan ke dua kakinya. Menunggu lampu merah berubah menjadi hijau, kak dicky masih saja tersenyum.
Kak dicky memegang tangan nana yang melingkar di pinggangnya. Hal itu membuat nana mencondongkan tubuhnya kedepan hingga kepalanya berana di bahu kanan kak dicky.
Kak dicky tidak bicara, hanya tersenyum hangat sambil mengelus tangan kecil di perutnya. Dan akhirnya melaju ke tempat yang ingin nana kunjungi.
Setelah memarkirkan motor, nana dan kak dicky mengitari kampus dan fakultas nana berjalan kaki. Tautan tangan mereka tidak pernah lepas..
Tak jarang mereka mengabadikan momen dengan selfi berdua, hingga lelah dan memilih mencari tempat berteduh di kursi yang di sediakan tepat di bawah pohon rindang.
"Makasih kak.." ucap nana lagi. Rasanya nana selalu bahagia saat hal hal yang dilakukan kak dicky selalu mengejutkannya dan membuatnya merasa lebih baik.
Nana duduk di sebelah kak dicky, tangannya bergelayut manja di lengan kekasihnya. Menikmati suasana kampus bersama orang istimewa ternyata memiliki sensasi yang berbeda.
Kak dicky tersenyum melihat raut wajah puas yang diperlihatkan oleh nana..
Tangannya terulur, menghapus keringat di dahi dan pelipis nana.. Gadisnya sangat cantik dan..
Cup
Kak dicky tidak tahan untuk tidak mencium kening mulus di depannya. rasanya menenangkan.
"Nana cinta kakak" ucap nana pelan
"Eh?" sahut kak dicky menatap mata nana. Selama mereka resmi berpacaran, nana tidks peenah mengucapkan kata cinta. Tidak pernah sekalipun.. beberapa kali nana mengungkapkan kalau dia sayang pada kak dicky, tapi mencintai?? ini pertama kalinya kata itu sampai pada telinga dicky
"Coba ulangi sayang.." pinta kak dicky menangkup wajah nana
"nana cintaaaaa banget sama kak Dicky" ucap nana lebih keras dari yang tadi, tapi kemudian memilih menenggelamkan kepalanya di pelukan kak dicky supaya wajah meronanya tidak kelihatan.
Kak dicky senang dan terkekeh dengan ungkapan cinta nana.
"Kakak juga cintaaaaa banget sama kamu sayang" bisik kak dicky mengikuti gaya bicara nana.
Mereka berdua tertawa bersama, rasa lega dan rasa puas hari ini. Lelah yang menggerogoti tulang terbayar sudah.
"Kak.. nanti kita makan ayam geprek ya, itu enak. Dulu nana waktu kuliah suka makan itu sama teman teman" ujar nana
"Kak.. disana juga ada tempat nongkrong yang enak.. kakak pasti suka" katanya lagi tidak sabaran
"Tapi kak, kalau ke jogja tapi tidak ke pantai rasanya sangat sia sia" tambahnya lagi menjelaskan hal menarik apa saja yang akan dia tawarkan pada dicky.
"Kak.. tapi kakak tidak bekerja?" tanya nana memastikan. Kak dicky berangkat sendiri tanpa sekretaris atau asisten, dan tak ada laptop atau laporan yang terlihat nana sejauh ini.
kening nana mengkerut, dia penasaran juga kebingungan. membuat kak dicky gemas.
"Kakak murni hanya ingin liburan bersama pacar kakak kesini"
"Kakak ingin mencoba semua yang kau sebutkan tadi sayang, jadi 2 hari kedepan, ajaklah kakak kemana saja" jawab kak dicky.
"Oiyaa? apakah CEO tidak sibuk kak?" tanya nana polos,
Cup
"Kakak..!" pekik nana karna kakd icky menciumnya di area kampus.
"Apa sayang" jawab kak dicky tanpa rasa bersalah
"Ini di kampus.." cicit nana, dia takut melakukan hal hal diluar kendali. ini yogyakarta kota yang menjunjung tinggi sopan santun. Bagaimana kalau ada yang melihat mereka barusan?
"Tidak ada yang melihat sayang" ujar kak dicky menenangkan.
Nana hanya pasrah, dan kembali mengajak kak dicky ke beberapa tempat favoritnya dulu saat masih di jogja.
BERSAMBUNG...
smg konfliknya g berat ya🤭