Seorang wanita yang menolong bayi umur satu bulan, yang ternyata anak dari CEO yang paling populer di kalangan wanita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rasta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rafa demam
El kembali melihat Rafa yang memeluknya dengan manja tak biasanya Rafa bertingkah seperti ini, El memperhatikan wajaj Rafa yang agak pucat dan langsung mengecek suhu badan anak itu.
El membelalakkan matanya ternyata Rafa demam. El segera meneluk anak itu dengan rasa sayang seorang ibu kepada anaknya.
"Rey, kamu panggil dokter kesini cepetan gak pakai lama" kata El
"untuk apa El, apa pundak kamu sakit lagi" tanya Rey
"Bukan aku tapi Rafa" kata El
"Rafa kenapa" kata Rey sambil menghampiri Rafa yang ada dalam pelukan El
"Rafa demam, panas banget cepat panggil dokter" kata El khawatir yang melihat wajah pucat bayi mungil itu
Rey keluar dari ruang rawat El dan mencari dokter untuk Rafa. Tak berapa lama Rey pun tiba dengan dokter yang akan memeriksa Rafa. El yang ingin menaruh Rafa di sampingnya tapi Rafa meregek tidak mau melepaskan pelukan dari El. Akhirnya El pun membaringkan tubuhnya dan menaruh Rafa di sampingnya. Pemeriksaan Rafa berjalan lancar, panyebab Rafa demam yaitu kurangnya asupan makanan dan kebanyakan menangis.
"Dok, apakah Rafa bisa pulang" kata El
"iya bisa bu, karena demam yang Rafa alami sekarang cuma demam biasa" kata Dokter
"Dok, kapan saya bisa pulang dok" tanya El
"kondisi anda telah membaik tapi anda masih membutukan waktu dua hari untuk memulihkan diri anda di rumah sakit" kata sang dokter
"Pak jaga istri dan anak bapak, kalau begitu saya pamit yah" kata dokter kepada Rey
"Eh... iya dok" kata Rey dengan senyum kikuk
apa... istri, sebentar lagi omongan dokter itu akan jadi kenyataan "kata hati Rey
...----------------...
Di tempat lain tepatnya di ruangan bawa tanah keenam penyarang yang telah menyerang Rey dan El di sekap dan di siksa. Keenam penyerang itu diikat di sebuah kursi yang berbeda dan di depan keenam orang itu terdapat orang yang siap menyiksanya apabila pertanyaan yang diajukan tak mendapatkan jawaban yang memuaskan.
"Siapa yang menyuruh kalian menyerang tuan saya" kata Samir anak buah kepercayaan Rey. Keenam orang itu saling memandang satu sama lain tanpa ada yang membuka suara. Samir dan semua anak buahnya yang ada di depan keenam orang itu mengambil cambuk yang terbuat dari kulit.
Cuakkk.....
Suara cambuk yang mengenai kulit, siapa yang mendengar pasti merasa ngilu.
Aaaa...... suara teriakan dari ke enam orang itu yang di cambuk. Salah satu dari orang itu berkata "walau pun kalian mencambuk kami sampai mati kami tak akan membuka suara" kata orang itu
Samir yang mendengar itu menyuruh anak buahnya untuk berhenti mencambuk mereka dan menggantinya dengan pisau kecil tapi tajam. Samir mengode anak buah dan anak buah atau maksud dari kode di berikan Samir.
Dengan serentak Samir dan anak buahnya mengarahkan pisau itu ke ******** keenam orang itu. Keenam orang itu mengarahkan pandangan ke arah yang di tuju oleh pisau itu, keenamnya tersentak karena pisau itu mengarah ke masa depan mereka. Salah satu dari mereka yang tidak kuat lagi dengan ancaman itu mulai angkat bicara.
"Tunggu aaaku aakan memberi jawaban yang ingin kalian dengar" kata salah satu pria itu
Siapakah dalang dari penyerangan itu?
...****************...
jangan lupa dukunganya melalui vote😊untuk menyemangati Author untuk up setiap hari😊
Halo semuanya Ini cerita pertama aku semoga kalian suka dengan ceritanya😊 jika kalian suka ceritanya jangan lupa like untuk menyemangati author
Makasih yang udah mau mampir baca novel pertama yang aku buat😊😊😊
ceritanya bagus Thor tapi lembab kerana tidak terlalu peka dengan keadaan sekelilingnya