Namanya Cecilia.
seorang gadis muda cantik yang kehidupannya di suguhi oleh kerasnya hidup.
Ayahnya seorang pengangguran dan pemabuk berat setelah bisnisnya gagal lalu meninggalkan banyak hutang, sedangkan Ibunya hanya bekerja di salon sebagai tukang cuci handuk.
Cecilia sama seperti gadis lain di usianya yang masih membutuhkan cinta dari orang tua, ingin punya banyak teman, nongkrong di tempat-tempat hits.
namun.....
Itu semua hanya dalam lamunan Cecilia,karna dia harus menopang perekonomian keluarganya dengan bekerja.
Sampai suatu hari dia bertemu dengan seorang Presiden Direktur sebuah perusahaan besar yang akan menyelamatkan kehidupan Cecilia dan merubah takdirnya.
Yuk ikuti kisah Cecilia.
selamat membaca ❣️
Author sediakan gambar untuk membantu kalian menghayati ceritanya ❣️
jangan lupa dukung author dengan
like,rate,vote dan komentar nya ya
❣️❣️❣️❣️❣️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rherhe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
Tit... Tit.... Tit... Tinunit
( suara sandi pintu Niko)
"Aaarggghhh"
Teriak Cecilia kaget ketika baru saja membuka pintu rumah Niko dan melihat dia berdiri tegak mematung tepat di depan pintu.
"Terlambat tiga puluh menit"
Kata Niko bertolak pinggang dan mengangkat satu alisnya.
"Terlambat tiga puluh menit kau sudah seperti ingin membunuhku???kalau aku kehilangan jantung ku gimana???"
Kata Cecilia dengan nada tinggi dan melotot pada Niko.
"Bagaimana kalau aku kehilangan lambungku karna terlalu lapar??"
Kata Niko berteriak lagi di wajah Cecilia.
Cecilia tidak menanggapi Niko dan melewati Niko yang berdiri tepat di hadapannya lalu menuju kedapur.
" Udah...awas...awas ....minggir...!! aku mau masak"
"Darimana aja jam segini baru datang???aku sudah terlalu lapar. Liat nih....nih...cacing perut aku nih..nih...pada marah marah nih..."
Tanya Niko menyodor nyodorkan perutnya pada Cecilia dan melembutkan sedikit suaranya karna takut Cecilia menjadi marah.
"Hih ...Apaan sih ( Cecilia menepuk perut Niko) Tadi aku keluar sama temen-temen kerja aku, ini untuk pertama kali semenjak aku bekerja disana dan menerima gaji pertamaku di tempat itu ( Cecilia berbohong padahal dia sudah pernah menraktir temannya burger waktu itu )"
Cecilia menjelaskan sambil mengeluarkan sayuran dari kulkas dan menyiapkan bahan-bahan yang akan ia masak.
"Oh...apa yang kalian bicarakan??"
Niko mulai kepo.
"Kenapa kau ingin tau??“
" Cuma pengen tau aja apa yang dibicarakan wanita kalau lagi ngumpul "
"Hmmm...gak perlu tau!! Untuk apa juga harus tau!!"
"Mulai besok pulang kerja aku yang akan menjemputmu pulang"
"Haaa??? kenapa harus di jemput?? aku bisa pulang sendiri"
"TIDAK BISAAAA!!!!"
Kata Niko tiba-tiba berdiri dari duduknya dan marah menguatkan suaranya menepuk meja makan dengan kedua telapak tangannya dengan begitu keras.
"Kemasukan setan apa sih?? perasaan mulai dari aku datang tingkahmu kayak orang yang kesurupan. Marah-marah tanpa sebab!!! Kalau aku ada salah kan tinggal bilang!!! gak usah kayak gini gak jelas tau!!!"
Cecilia langsung menatap sinis kearah Niko dengan kedua tomat di tangannya yang siap siap melayang ke wajah Niko.
"Bu...bu...bukan gitu..cuma aku baca di artikel berita ada seorang psikopat yang lagi berkeliaran dan mencelakai orang lain terutama wanita"
Niko ngeles.
"Aku gak ada dengar soal berita itu"
Sahut Cecilia .
"Ahhhh..mungkin belum begitu viral tapi aku sudah membacanya dari kemaren sore. Ya....Bukan mau gimana-gimana kalau kau mati hutang mu gimana???"
Kata Niko lagi meyakinkan Cecilia.
"Hmmm..jangan coba-coba datang menjemputku di tempat kerja..Nanti orang orang yang melihatmu bisa salah paham!! lagipun gak ada psikopat manapun yang bakal nyelakai aku!! dengar???"
Kata Cecilia sambil menyusun hidangan makan malam di meja makan.
"Temani aku makan!!"
Kata Niko pada Cecilia yang terlihat mulai membereskan barangnya.
"Aku kenyang,tadi udah makan sama temen aku"
"Tapi aku gak bisa makan sendiri. Jangan pulang dulu"
Kata Niko memohon.
"Hmmm...yaudah aku temenin. Jangan di Lama-lamain makannya"
Kata Cecilia.
"Hmmmm"
Jawab Niko singkat.
"Tau gak Nik!! tadi waktu kami makan di warung tenda, ada cowok yang besender di tenda kayak lagi mata-matain seseorang gitu. Sampe rubuh tuh warung..huhhh pada kaget dibuatnya"
"Uhukkkkkkk....uhukkkkkk...."
Niko tiba-tiba keselak.
"Kenapa Nik???"
Cecilia segera berdiri dan menepuk-nepuk pundak Niko.
"Gak papa ..,udah...gak papa cuma keselak..Jadi gimana???ada yang ngenalin wajah cowok itu gak??"
"Enggak sih..dia pake topi sama masker gitu, langsung pergi lari ntah kemana. jangan jangan itu Psikopat yang kamu ceritain barusan??atau seorang penguntit???"
"Hmmmm....jangan sembarang nuduh..belum tentu!! Syukurlah kalo gitu!!"
"Kok syukurlah??“
" Emmmm iyaaa maksudnya syukurlah kalian gak kenapa napa"
Padahal dalam hati Niko (Syukurlah gak ada yang mengenali dia karna itu sangat memalukan)
"Ohhhh...Kirain!!"
Ucap Cecilia mengangguk-angguk mengangkat sebelah bahunya.
Tak berapa lama akhirnya Niko selesai menikmati makan malamnya, Cecilia segera membersihkan semua piring kotor yang ada di meja makan dan bergegas untuk kembali ke rumahsakit karna hari semakin larut.
"Niko aku pulang dulu ya.. Aku langsung kerumah sakit"
Kata Cecilia mengambil tasnya dan berjalan ke arah pintu.
"Iya Ce hati-hati, jangan kemana-mana lagi ya!! langsung pulang!!!ingat ada Psikopat!! besok sarapan ku jangan sampai terlambat seperti malam ini. Hmmm...atau mau dianter ???"
Kata Niko dengan nada manja seperti anak yang di tinggal pergi orangtuanya.
"Halaaahhh...gak usah!! udah tidur sana!! dari sini juga dekat, diluar juga masih pada rame kok! sana...sana..Besok aku gak bakal telat kok datangnya."
Cecilia mengibas ngibas tangannya menyuruh Niko kembali kedalam dan Cecilia pun menarik pintu untuk menutupnya.
"Kau janji takkan Kemanapun???"
Tanya Niko lagi membuka pintu apartemennya dan mengeluarkan kepalanya dari pintu.
"Iyaaaa!!!!"
Sahut Cecilia dan Niko kembali masuk kedalam.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Di Rumah Sakit
Cecilia membuka pintu perlahan dan melihat kalau ibunya sudah tertidur diatas sofa. Cecilia melihat ibunya tidur meringkuk seperti sedang merasa kedinginan, dia lalu menarik selimut yang ada di bawah kaki ibunya dan menyelimutinya. Cecilia pun lalu segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai mandi, Cecilia duduk di dekat jendela dan melihat kearah langit yang gelap dan penuh bintang itu sambil menunggu rambutnya kering.
"Hmmmm...langit itu terlihat begitu gelap, tetapi dia punya banyak bintang untuk menemani dan menerangi dia disaat malam. Yaaa...walaupun setiap harinya tidak selalu begitu. Terkadang ada hari dimana dia sangat gelap tanpa ada yang menemaninya diatas sana. Tapi itu tidak akan berlangsung lama karna akan ada matahari yang akan menggantikan kegelapan itu esok hari. Apakah mungkin hidup juga begitu??? Aku selalu merasa hari hari ku sangat gelap seperti langit malam ini . Tapi aku berbeda, Tidak ada bintang bintang dalam hidupku dan gelapku berlangsung begitu lama karna tidak ada hari cerah yang menggantikannya. Kadang aku ingin membuat drama hidup ini berakhir begini saja tanpa ada cerita lain di dalamnya, tetapi tetap saja aku tidak bisa pergi begitu saja karna masih ada Ayah dan Ibu yang harus aku lihat sampai rambutnya memutih. Hmmmm....meskipun sekarang aku tidak melihat hal yang baik ada di Ayahku setidaknya dia jadi begini semua ada sebabnya..Kali ini aku Bersyukur setidaknya satu per satu Tuhan memberi bintang pada langit malamku oleh beberapa sahabat yang mulai mengerti keadaanku."
Batin Cecilia merasa terenyuh merenungkan kembali tentang kehidupan yang harus ia jalani. Pribadi Cecilia begitu banyak di tempah oleh keadaan, keadaan yang membuat dia menjadi gadis yang kuat dan mandiri sampai saat ini. Cecilia pun tertidur lelap.
salam kenal..
ceritanya sangat menarik..
lanjuttt....
alu seperti ikut merasakannya...😔😔😔