NovelToon NovelToon
Inilah Aku!

Inilah Aku!

Status: tamat
Genre:Teen / Contest / Chicklit / Tamat
Popularitas:648k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anggrek

JANGAN DIBACA!!!
ASLI, BUKAN TIME TRAVEL, YA!
HANYA KISAH ASAL PENUH PERKETYPOAN!
KALAU UDAH BACA, YA JANGAN NYESEL! BISA MENYEBABKAN MUAL DADAKAN, GANGGUAN SUSAH TIDUR, DIABETES BERLEBIHAN, DAN BUCIN DADAKAN.

(Gejala di atas berdasarkan survey dari zaman kuno hingga saat ini).

Bagai bulan yang tertutup awan, aku harus membuang semua hal tentangku, semua jati diriku, dan melanjutkan hidup sebagai kembaranku sendiri.

Terasa susah. Namun, itulah yang harus kulakukan. Hanya karena paksaan sang ayah dan juga kesalahan yang sepenuhnya bukan milikku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggrek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesimpulan.

Rafael yang mengurung diri di kamarnya, membuat daftar kecurigaannya pada teman lamanya yang baru saja kembali. Rasa heran bercampur dengan bingung menguasai remaja labil itu.

Rian yang dulunya ceria dan sedikit-sedikit membicarakan soal adiknya, kini berubah menjadi pendiam dan hanya berbicara jika diperlukan saja. Untuk yang satu ini Rafael masih tak masalah, siapa yang akan bersikap sama jika dihadapkan dengan kejadian yang tak diinginkan. Adik Rian satu-satunya yang paling dia sayang, menghembuskan napas terakhirnya di tangan penculik.

Rian yang dulu dia kenal bisa makan apa saja tanpa ada masalah, tapi sekarang Rian malah terkena alergi. Yah, Rafael juga belum tahu apa yang menyebabkan itu terjadi, tapi itu sedikit aneh untuk pemuda satu ini.

Temannya yang dulunya selalu memaksa dia untuk mampir dan bermain bersama di rumahnya, kini malah menyuruh dia segera pulang. Terkesan mengusir dan enggan menerima dirinya di rumah yang dulunya sering dia datangi.

"Sebenarnya Ian kenapa, ya selama dia ngilang?" gumam Rafael berpikir keras. Di setiap pesan yang mereka lakukan dulu, sahabatnya itu tak membahas apapun soal hal aneh yang terjadi pada sahabatnya itu. Yah, meski dia sudah sedikit curiga saat pertama kali bertukar pesan dengan Rian, sahabatnya itu lebih memilih membalas dengan aku-kamu. Padahal biasanya lo-gue terus seperti dirinya.

Rafael menggelengkan kepalanya, membuyarkan pikiran aneh-aneh yang hampir singgah ke otaknya. Dia malas berpikir negatif dalam menghadapi hal apapun. "Ian pasti mengalami kesulitan, trus untuk mengatasinya dia mungkin harus mengikuti terapi atau apalah itu namanya.Dan, sobat karib gue itu pasti lupa karena dampak dari pengobatan atau terapi yang sudah dilewatinya itu!" ucapnya yakin dengan spekulasi yang paling masuk akal menurut dirinya.

...ೋ❀❀ೋ═══ • ═══ೋ❀❀ೋ...

Desita membawakan obat minum sekaligus salep untuk mengobati alergi anaknya. Seorang pelayan membantu dirinya mengaplikasikan salep tersebut ke wajah Rian. Pelayan yang dipilih oleh Desita tentu saja merasa senang, kapan lagi memiliki kesempatan untuk menyentuh wajah tampan sekaligus cantik milik anak majikannya itu. Wajah yang menurut para pelayan wanita di rumah Ferdinan adalah maha karya sang pencipta, setiap lekukan dan pahatan wajah tuan muda mereka itu pasti dibuat dengan sungguh-sungguh.

"Sepertinya kamu sudah lebih baik daripada tadi, sayang," ucap Desita memperhatikan raut wajah anaknya.

"Berkat mommy yang merawat Rian," balas Rian dengan manis membuat Desita menarik segaris senyum tipis di bibirnya.

"Setelah minum obat, istirahatlah lagi!" kata Desita, matanya sibuk memperhatikan pelayan yang ada di depannya, seorang pelayan yang dia suruh membantu mengoles salep untuk anaknya.

"Oles yang betul dan jangan terlalu tebal! Lakukan dengan baik!" tegur Desita tiba-tiba.

"Ba–ba–baik, nyonya!" kata si pelayan gugup karena ditegur majikannya. Begitu selesai membantu tuan mudanya mengoles salep seperti yang diperintahkan oleh nyonya majikannya, sang pelayan tadi memilih undur diri. Tentunya setelah dia pamit dengan sopan pada majikan perempuannya itu alias Desita, ratu dari keluarga Ferdinan saat ini.

"Tidurlah! Apa besok kamu mau mommy mintakan izin, sayang?" tanya Desita. Masalah perizinan akan mereka dapatkan dengan mudah.

"Rian kuat, kok mom! Tapi, makasih atas tawaran liburnya mom!" ucap Rian kembali tersenyum manis untuk sang ibu.

Desita balas tersenyum sambil menganggukkan kepala. "Baiklah kalau begitu, selamat istirahat, sayang!" Desita meninggalkan kamar Rian. Dia menutup pintu dengan pelan agar tak menimbulkan bunyi sekecil apapun. Desita kembali ke kamarnya dan menunggu makan malam disiapkan beberapa jam kemudian.

Di dapur, area kekuasaan tempat sebagian besar para pelayan memilih berkumpul. sambil memasak. Pelayan yang tadi mengikuti Desita untuk membantu Rian bergabung di sana, di dapur maksudnya. Kedatangan pelayan tersebut, membuat pelayan yang lain mendekat dan mulai bertanya ini dan itu.

"Gimana tuan muda?"

"Tuan muda sakit apa?"

"Tuan muda mau makan apa untuk nanti malam?"

"Apa tuan muda kita yang baik hati seperti malaikat akhirnya jatuh sakit juga? Seberapa parah malaikat kita itu sakitnya?

Masih banyak pertanyaan lainnya yang berdengung, pertanyaan yang mewakili rasa penasaran mereka.

"Tuan muda yang malang, tuan muda kita yang baik hati dan rupawan terkena alergi. Wajahnya yang biasa dipenuhi senyum indah, kini terlihat lesu dengan banyak bintik merah. Saya dengan hati-hati mengoleskan obat, di setiap olesannya, saya berdo'a dengan sungguh-sungguh semoga wajah tuan muda kita segera kembali seperti semula!" jelas pelayan yang ditanyai tadi.

Reaksi dari para pelayan yang mendengar penjelasan tersebut sangat beragam, ada yang menutup mulutnya sambil menarik napas panjang. Ada yang memegang pipinya dan memasang tampang iba. Ada juga yang menangkup kedua tangannya, ikut meminta kesembuhan sang tuan muda.

Di kamarnya, Rian menggaruk telinganya pelan. "Seperti ada yang membicarakan aku. Aneh sekali tiba-tiba telingaku gatal!" gumam Rian dengan mata terpejam.

Kembali ke dapur, para pelayan mengeluarkan tenaga ekstra untuk membuat menu makanan hari ini. "Kita buatkan sesuatu yang bagus untuk tuan muda!" kata salah satu pelayan bersemangat.

"Benar, sekalian yang bagus buat membantu mempercepat menghilangkan alergi kulit kalau bisa!" timpal pelayan lain dengan semangat membara.

Mereka semua mulai memasak makanan yang menurut mereka bagus untuk Rian, tuan muda mereka. Rian sendiri tak sadar, dia begitu disenangi oleh banyak pelayan di rumah ini karena keramahannya. Rian yang balas menyapa, mau membantu, tersenyum, dan baik hati, serta jarang marah menjadi alasan pelayan-pelayan di sini tak bisa mencegah untuk tidak jatuh pada pesona anak majikannya itu. Mereka semua suka mendapatkan majikan yang ramah dan ingin melayani anak majikannya itu dengan sungguh-sungguh.

Waktu berlalu, sekarang sudah jam makan malam. Makanan Rian sengaja diantar ke kamar, Desita yang memerintahkan seperti itu. Hermansyah yang sudah dikabari alergi anaknya kambuh, menemani Desita makan di meja makan. Katanya dia akan melihat keadaan Rian nanti, setelah makan malam usai.

"Bagaimana keadaanmu, Rian?" tanya Herman, dia ditemani satu pelayan yang membawa nampan berisi buah potong.

"Makanlah, daddy sengaja minta dilupakan buah segar kemudian dipotong-potong agar memudahkan kamu memakannya!"

"Makasih, dad!" ucap Rian mengambil sepotong buah dengan garpu kecil yang memang sudah disediakan.

"Kamu boleh pergi, Ira!" tegur Herman pada pelayan yang diam saja setelah meletakkan nampan ke atas meja.

"Eh, oh! Umm, baik tuan!" katanya terkejut.

"Saya permisi dulu tuan dan tuan muda!" lanjutnya pamit undur diri.

"Terimakasih, ya Mbak Ira. Saya akan menghabiskan buahnya!" Rian menunjukkan senyum simpul, membuat pelayan di depannya menganggukkan kepala dengan cepat dan terlihat senang.

"Sepertinya tuan muda sudah baikan! Senangnya, tuan muda sudah bisa tersenyum hangat lagi!" katanya dengan ekspresi girang tak terkira setelah keluar dari kamar Rian.

1
Mearly Early Mey
👍👍👍💯💯
HNF G
karma krn udah menzolimi anak kandung sendiri 😏
HNF G
huaaa.... bs lgsg naik darah nih ana😄😄😄😄😄😄😄
ayang bebeb disuruh jd tukang parkir 😝😝😝😝
HNF G
apa lagi tambah ale sm anwar😂😂😂
HNF G
ihh.... dasar gilak😄😄😄
HNF G
waahh... parah nih... gak bpk gak emak, dua2nya gak ngenalin anak kandung sendiri 😅😅😅🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
HNF G
hahahaha.... mati kutu si herman
HNF G
Herman aneh ya, masa gak ngenalin anaknya sendiri sih🙄🤔🤦‍♀️
HNF G
calon mantumu pak😄😄😄
HNF G
gara2 liat postingan Diego pst el protes keras gegara cemburu 😂😂😂😂😂
HNF G
cerita dr awal mula km diculik dan rian yg asli meninggal.
HNF G
bener tuh...... goblok koq diborong sendiri, udah gitu gak ngenalin anaknya pula😅😅😅😅🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
HNF G
hahahaha..... dasar orang aneh gak kenal sm anak sendiri 😂😂😂🤦‍♀️
HNF G
koq gak ada yg curiga kl wajahnya mirip rian ya???
HNF G
jgn2 ntar dikira oplas ganti kelamin 🤭🤭🤭
HNF G
kasihan..... dia merasa belok🤭🤭🤭
HNF G
semoga ktm ana/rian versi ciwi🤭
HNF G
ngaca lo...... harusnya elo yg masuk RSJ😡😡😡
HNF G
dasar gila tuh orang 😡😡😡
HNF G
hayoh loooo.... mulai deh benih2 cinta tumbuh dan bersemi🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!