NovelToon NovelToon
ICHA Is My Wife

ICHA Is My Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Astarina Sirait

Haii! Aku hadir dengan karya baru lho..

Icha Is My Wife

Dimana cerita yang berkisahkan seorang gadis yang terlahir dari keluarga broken home dan hadir sebagai bayi haram, harus bersedia dijodohkan dengan Kakak dari pria yang ia cintai sejak lama.

Baca terus ya!
Pantau sampe tamat!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Astarina Sirait, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sikap Aneh Irwan

Irwan semakin menguatkan genggaman tanganya pada Icha dan tersenyum manis menatap wajah Icha yang mulus dan dibalut make up natural diwajahnya.

Icha membalas senyuman itu dengan senyum bahagia pula, Irwan melangkahkan kakinya menuju mobil dengan mengandeng tangan Icha.

Entah mengapa sejak mengendarai mobil Irwan selalu menatap wajah Icha yang duduk dikursi sebelahnya, terkadang ia juga mengalamin kesalahan dalam membawa mobil karena pandanganya terus saja tertuju pada gadis yang ada disebelahnya. Icha yang merasa sedang dilihatin membuatnya semakin gugup dengan pandangan Irwan.

"Ka ... kamu"

"Kamu cantik" gumam Irwan.

"Kak .. itu, awas" teriak Icha menunjuk sebuah benda yang ada di arah depan, melihat mobil yang dikendarainnya mulai memasukin area jalan lain dan akan menabrak motor yang akan menyebrang dihadapanya.

Dengan kesigapaan Irwan mengotak atik setir mobilnya dan dengan cepat langsung menghindar dari motor yang berlawanan arah denganya. Icha mampu bernafas lega saat melihat ia dan orang yang mengendarai motor itu selamat kemudian, melemparkan pandanganya pada Irwan dan hanya dibalas cengiran oleh Suaminya itu.

Tak perlu waktu lama akhirnya, mobil yang dikendarai keduanya berhenti disebuah pekarangan luas dan lebar yang tak lain adalah halaman rumah Irwan, Irwan memberikan kode keluar dari dalam mobilnya pada Icha dengan memakai sebelah alisnya.

Keduanya keluar secara bersamaan dari dalam mobil dan Irwan langsung kembali mengandeng tangan Icha yang sempat terlepas dari gengamanya. Seperti tak menyangka dengan apa yang terjadi dan tak pernah dibayangkan oleh Icha sebelumnya kalau Irwan akan bersikap semanis ini padanya. Ia melirik kekanan kekiri dan seluruh sekitaranya untuk melihat ada atau tidak orang yang menyaksikanya dengan Irwan, mungkin saja Irwan lakukan ini hanya untuk mendapat pujian dari orang orang dan tidak tulus dari dalam hatinya.

Namun, sepertinya dugaan gadis ini salah tidak ada orang yang melihat perlakuan Irwan, Apa mungkin Irwan memiliki rasa padanya? tapi sejak kapan? bukankah, Irwan adalah orang tidak menginginkan perjodohan ini. Ahhh sudahlah, Icha berusaha menepis seluruh fikiran kotor yang terlintas dibenaknya.

Satu langkah, dua langkah, tiga langkah, empat langkah, lima langkah, langkah selanjutnya keduanya harus terhenti ketika suara besar mulai mengema, suara yang sangat familiar ditelinga keduanya.

Icha dan Irwan sempat saling pandang saat mendengar suara dari Ayah Irwan, dan kemudian membalikan tubuhnya menghadap belakang yang ternyata sudah terdapat Orang tua dan Mertua Irwan yang termasuk orang tua dari Icha dan disana juga sudah ada Iyem dan Afdhal.

Afdhal menatap kedua tangan yang saling mengengam erat itu, tatapan sinisnya seketika muncul dan ada rasa tidak suka pada Irwan yang mengengam tangan yang sebelumnya pernah digengamnya. Icha melihat jelas ada ketidak sukaan dibinaran mata Afdhal saat ia mengengam tangan Irwan, karena itu pula Icha melepaskan gengamanya perlahan dari Irwan.

"Kenapa kalian masih disini?" tanya Ramli yang semakin mendekati keduanya.

"Jadi, kita mau kemana Pa?" tanya Irwan pula yang dibikin binggung oleh pertanyaan yang dilontarkan oleh Ramli padanya yang dianggap aneh.

"Ya kalian buat rumah sendirilah" jawab Rosmala melipat kedua tanganya dan diletakanya diatas dadanya.

"Tapikan .. kit ... kita belum punya rumah" jawab Icha dengan suara pelan tetapi, masih terdengar oleh siapa saja yang ada disekitarnya.

"Buat sementara kalian tinggal dirumah kami setelah, kalian memiliki tabungan sendiri maka wajib bagi kalian meninggalkan rumah pemberian kami dan membeli rumah untuk kalian sendiri" jelas Rita dengan sinis.

"Kenapa kita tidak tinggal serumah sama Mama aja?" tanya Icha.

"Biar kalian belajar mandiri sekalian biar bisa menyelesaikan masalah kalian sendiri" jawab Ady.

"Sudahlah, Ayo masuk!" sewot Afdhal yang langsung menerobos Irwan dan Icha dan langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah besarnya.

"Afdhal kok gitu ya" fikiran Icha kembali melayang saat melihat tingkah Afdhal yang tidak seperti biasanya, biasanya Afdhal selalu bersikap sopan dengan siapa saja dan dimana pun itu tapi, kenapa kali ini sikapnya beda seperti orang yang tidak memiliki tata krama, ada apa dengannya?.

"Yasudah, ayo masuk!" ajak Ramli.

Seketika lamunan Icha buyar saat mendengar suara Mertuanya. Ia langsung mengalihkan pandangannya dari Afdhal yang masih berada didaun pintu dan menutupi semua pertanyaan yang masih terlintas diotaknya.

Semua anggota keluarga mulai mendudukan bokongnya dikursi yang ada diruang tamu keluarga Ramli ditemanin secangkir kopi setiap orang yang sudah disediakan oleh pembantu rumah tangga dirumahnya.

Afdhal menatap Icha dengan mata yang berkaca kaca, rasanya baru kemarin dia bermain lari lari, bercanda bareng, tertawa renyah dan menikmati indahnya senja disore hari. Seperti belum bisa menerima kenyataan dan belum mampu berdamai dengan keadaan kalau gadis yang dicintai telah menjadi Kakak Iparnya, tak lain adalah Istri dari Abangnya.

Kenapa perasaan yang bertahun tahun dipendamnya sedikit pun tidak memberi celah baginya untuk memiliki Icha sepenuhnya. Kesalahan ini terjadi bukan hanya karena Icha tetapi juga karena Afdhal yang sampai saat ini tidak pernah mengungkapkan isi hati dan perasaanya pada Icha sampai ia menjadi Istri orang pun, Afdhal belum pernah menyatakan kalau dia memiliki rasa yang berbeda pada Icha selain rasa teman.

"Ma, Aku kekamar dulu ya" izin Irwan bangkit dari kursi yang didudukinya dan ikut membangkitkan Icha.

"Yasudah"

1
Anisatul Azizah
awalnya tertarik, trs sampai di part.. ayah kandungnya sendiri bilang "Kamu anak haram", ini apaa???? anak haram? ada ya?
Baya Azka
lanjut up thor💪
QQ
Irwan belum tau aja si Suli ma Doni ada main di belakangnya klo udah tau mewek deh lho😭😭😭
QQ
Maaf ya kak bisa ngga kata "masukin resto" dirubah aja menjadi "memasuki resto" pas ngebaca ngedengernya aneh. Maaf ya sekali lg🙏🙏🙏
QQ
Semangat Icha semoga kebahagiaan akan segera kau raih👍👍👍
QQ
Wah klo cwo itu yg mau dijodohkan bakal ada Tom n Jerry terus dirumah😂😂😂
QQ
Pilihan yg rumit klo nikah muda takutnya pikiran msh labil tp klo tetap dirumah tiap hr dada terasa sesak melihat pertengkaran ortu.
QQ
Awal yg menyesakkan semoga Happy Ending ya kak👍👍👍
Aliyatul Mark Zein
lanjut thor cerita nya bagus bangat.

jangan lupa nya thor mampir di novel ku. vamfire plower
Anisatul Azizah
ortu Irwan nih kenapa ngebet bgt jodohin dia sama Icha sih, padahal mestinya tau ya kl Icha deketnya sm adeknya Irwan
Anisatul Azizah
ada gak sih laki yg bener2 bodoh kek Irwan gini di dunia? yg dibutakan cinta smp nuruuuut aja diporotin..
Anisatul Azizah
lah mau ketemu calon suami bibiknya pakai kebaya🤣🤣
Anisatul Azizah
pasti pria itu yg bakal dijodohin sama kamu Cha
Anisatul Azizah
hadir kakak
Mintarsih
lanjuuut thor..
Mintarsih
lanjuut thor..
Mintarsih
lanjuut....makin asyiik nih ceritanya...
Mintarsih
lanjuut thoor..m
syafridawati
lanjut saling dukung ya
syafridawati
semangat jejakku like dan rate5 hadir falbak balik ya makasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!