Askana sangat benci pada sosok pria yang sudah menodainya. Sampai pria bernama Rafan itu ingin bertanggung jawab atas perbuatannya, sayangnya Askana menolak karena terlalu benci.
Mampukah Rafan mengambil hati Askana? Dan Membuatnya jatuh cinta, akan seperti apa kisah cinta mereka yang diawali sebuah kebencian?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khoirun Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31.
"Rafan!" Terdengar suara Bunda memanggilnya, Rafan terlihat sangat khawatir. Doni bisa melihat itu dari raut wajahnya.
Bunda menatap ke arah Rafan juga kepada seorang wanita yang sedang bergelayut manja di tangan Rafan.
"Hai Tante!" Kamila menyapa Bunda Aulia.
"Hai juga!" jawa Bunda singkat. Rafan bisa melihat tatapan bunda-nya yang sedikit tidak suka melihat kearah Kamila, namun bunda tidak memperlihatkannya secara jelas, ia tetap bisa memberikan senyuman manisnya kearah Kamila.
"Bukannya lo itu mau pergi ke Jepang, Mil? Ko lo masih ada disini, belum berangkat juga," ujar Doni.
"Gue tuh mau berangkatnya sekarang, dan gue maunya Rafan mengantarkan gue ke bandara!" ujar Kamila dengan manja.
"Bukannya hari ini kamu sudah janji sama Bunda, mau mengantarkan bunda pergi ke Jogja, Fan?" Timpal bunda-nya.
Rafan mengernyitkan dahinya bingung dengan perkataan bunda-nya, lalu iapun mengerti itu adalah alasan dimana bundanya tak ingin Rafan pergi dengan Kamila.
"Maaf, Kamila! Aku sudah punya janji untuk mengantarkan bunda, dan nggak bisa mengantarkanmu menuju ke bandara."
"Sayang! Kok gitu sih!" ujar Kamila manja.
Kamila mencoba untuk mendekati bunda-nya, karena ia baru pertama kali ini bertemu dengannya, walaupun terbilang hubungan Rafan dengan Kamila berlangsung agak lama tapi Rafan belum pernah mencoba untuk mengenalkan Kamila kepada bunda-nya. Dengan segera Rafan mencegahnya mengatakan kalau ia akan segera pulang, tiba-tiba saja raut wajah Kamila berubah menjadi masam karena merasa jengkel dengan penolakan Rafan untuk ia bisa mengenal bunda-nya.
Bunda Aulia tersenyum ke-arah Kamila, ia segera masuk kedalam mobil Rafan meninggalkan Kamila yang sedang berdiri mematung, Rafan pun segera masuk kedalam mobilnya.
"Good bye Kamila sayang!" ujar Doni sambil melambaikan tangannya kearah Kamila, Doni merasa puas dengan penolakan Rafan, memang seharusnya Rafan itu bersikap seperti itu segera memutuskan hubungan dengan Kamila dan memberitahunya kalau Rafan sudah mengetahui perselingkuhannya.
Kamila benar-benar marah kepada Rafan yang begitu saja meninggalkannya, apalagi dengan sikap Doni yang sok akrab kepadanya. Mobil Rafan berlalu pergi meninggalkan halaman supermarket.
"Iih, nyebelin banget sih, Rafan! Seenaknya saja dia ninggalin gue, sudahlah bodo amat! Emangnya cowok gue cuma dia saja." Ujar Kamila sambil berlalu pergi meninggalkan halaman supermarket, iapun menghubungi seseorang dan berbicara dengan orang tersebut dengan sangat mesra.
Selama dalam perjalanan Bunda Aulia hanya diam sajah, dia seperti sedang memikirkan sesuatu. Rafan merasa tidak enak karena semenjak bertemu Kamila bunda-nya hanya terdiam saja.
Rafan tiba-tiba saja menghentikan mobilnya, ia menyuruh Doni yang mengambil alih kemudi ia segera turun untuk pindah ke bangku belakang mendekati bunda-nya.
"Bun!" Panggil Rafan lembut sambil memegang jemari tangan bunda-nya.
Bunda Aulia hanya meliriknya sekilas sambil tersenyum, terlihat dari sorot matanya ada rasa kekecewaan terhadap putra-nya.
"Kamu sedang menyembunyikan rahasia dari bunda kan, Fan?"
Rafan merasa kaget dengan pertanyaan dari bunda-nya, haruskah ia mengatakan yang sejujurnya tentang masalah yang ia hadapi. Rafan jadi dilema dengan pemikiranya sendiri.
Bunda memgelus kepala Rafan dengan sangat lembut. "Katakanlah, Nak?"
Rafan menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan. Ia siap untuk mengatakan semua keluh kesah dihatinya.
"Bunda!"
"Sejujurnya gadis yang bernama Kamila tadi itu adalah mantan pacar Rafan."
Bunda Aulia merasa kaget dengan penuturan putra-nya itu. "Kalau memang mantan! Kenapa masih semesra itu, Fan?"
"Ini semua tactic Rafan untuk menghadapi Kamila, Bunda! Karena Kamila belum tahu kalau Rafan sudah mengetahui perselingkuhannya."
"Lebih baik kamu segera memutuskan hubungan-mu dengan Kamila, lebih cepat lebih baik, Fan! Bunda juga tak suka dengan cara bicaranya ataupun gaya berpakaiannya yang sangat terbuka."
"Bunda!" Panggil Rafan sambil menunduk, ia seakan tak mampuh untuk mengatakannya lagi.
"Katakanlah, Nak!" ujar bunda-nya lagi.
"Rafan sudah menodai seorang gadis, Bun!"
"Deg!".....
Bunda Aulia merasa syok, ia memegangi dada-nya yang terasa sesak, terlihat bulir bening yang menetes di pipi-nya. Tubuh-nya pun terasa sangat lemas. Rafan memegangi tangan bunda-nya sambil terus meminta maaf atas apa yang sudah ia lakukan karena sudah membuatnya kecewa atas prilakunya.