Plakkkk!!!
Kia menampar pipi ayahnya dengan berlinang air mata.
" Kia tidak akan pernah menuruti semua keinginan ayah, selama ini Kia sangat sabar menghadapi kelakuan ayah. Tapi sekarang?? kesabaran Kia sudah habis, ayahh, sudah habis!! "
Iya, dia adalah Kriya Anastasya, seorang gadis cantik yang akan dinikahkan dengan seorang rentenir duda beranak lima.
Ayahnya yang tega menukarnya hanya demi uang. Apakah itu bisa disebut ayah??
Tapi dengan bantuan Al sang pengusaha terkenal itu, Kia bisa lolos dari pernikahan tersebut.
Yang ternyata Al adalah orang yang pernah menyelamatkan dia dulu, orang yang sangat dingin pikirnya.
Kisah Kia masih berlanjut saat Al meminta Kia menjadi istrinya. Jika Kia menolak permintaannya itu, Al tidak segan-segan menjebloskan kakak dan ayah Kia kedalam penjara.
Tidak ada pilihan lain selain dirinya mengikuti kemauan Al.
Jadi, bagaimanakah kisahnya nanti??
Apakah keduanya bisa memberikan cinta satu samalain, atau malah sebaliknya keduanya tidak bisa mempertahankan rumah tangannya karena ego masing-masing??
Yukk simak kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadissusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TMDTM BAB#30
Sinar lampu yang terang itu membuat Kia mengerjapkan matanya berulang kali. Membuka matanya, menatap kearah jam yang ada didinding.
" 2 pagi " ucapnya.
Telinganya masih mendengar gemricik air hujan yang masih begitu kencang ditelinganya.
Bola matanya beralih kearah dua laki-laki yang ada disebelahnya sedang tidur sambil berpelukan.
Kia mengulas senyumnya, memandang wajah keduanya dengan bergantian.
Bangkit dari tidurnya. Kia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, dia mengambil air wudhu.
Setelah itu dia menata karpet, mengambil mukena dilemarinya, menaruh sajadah diatas karpet itu dan dia mulai melakukan shalat tahajud.
Assalamu ʿalaikum waraḥmatullah.
Menoleh kearah kanan.
Assalamu ʿalaikum waraḥmatullah
Menoleh kearah Kiri.
" Alhamdulillah, Ya Allah " ucapnya mengusapkan kedua telapak tangannya diwajahnya.
Setelah itu Kia berdoa.
Arkhan yang ada diatas ranjang mulai mengerjapkan matanya. Melepas pelukannya dari Arkhan. Saat sadar matanya beralih ketempat pembaringan Kia yang kosong.
Dimana dia?? tanyanya dalam hati.
Al mbalikkan badannya, matanya menemukan sosok perempuan yang dia cari tadi.
Al menatap punggung Kia yang sedang berdoa itu.
Terasa sejuk hatinya saat melihat Kia berdoa dengan khusyuk begitu.
Sudah lama sekali aku tidak melaksanakannya, ucapnya dalam hati.
Kia bangkit dari duduknya, melipat semua peralatan yang dia gunakan tadi.
Al yang melihat Kia sudah selesai langsung memejamkan matanya, berpura-pura tidur kembali.
Setelah menaruh mukenanya, Kia menatap kearah Al, melangkahkan kakinya berjalan kearah Al.
Kia membungkukkan badannya sedikit, menutupi tubuh Al menggunakan selimut.
Setelah itu Kia berputar kembali ketempat semula, ikut membaringkan tubuhnya lagi dengan posisi semula, menghadap kearah Arkhan.
Mulai memejamkan matanya lagi sampai terlelap dalam tidurnya.
Merasa sudah aman, Al membuka matanya kembali. Mengangkat sedikit kepalanya hingga terlihat jelas wajah Kia yang sedang tertidur dengan lahapnya itu.
" Maaf! " ucap Al.
Sungguh akan kaget orang yang mendengar ucapan itu dari mulut Alvarendra Pramudya.
" Ahhh, tidak! tidak. Tidak jadi maaf! " ucap Al yang sadar akan ucapannya itu.
Dia mengubah posisinya, yang tadinya dengan posisi miring kini menjadi terlentang, menaruh kedua telapak tangannya dibawah kepalanya, menatap langit-langit kamar dengan seksama.
" Papa,,,, sedang apa kah engkau disana?? " ucap Al.
" Rindu ini sungguh membuatku tidak tahan akan semua hal. Setelah ayah pergi semuanya berubah saat itu juga" ucapnya lagi.
Al mengusap wajahnya kasar, " Bisakah aku kembali seperti dulu lagi?? " tanyanya.
" Bisa! " sahut Kia masih memejamkan matanya.
Mata Al membulat sempurna mendengar sahutan dari Kia. Bangkit dari tidurnya.
" Ap-apa?? " tanya Al gelalapan, duduk disisi ranjang.
Kia tersenyum simpul, ikut bangun dari tidurnya.
" Insya Allah, bisa " ucap Kia lagi.
" Sejak kapan kamu bangun?? " tanya Al tanpa memandang Kia sedikit pun.
" Itu tidak penting " jawabnya Kia.
Setelah itu kehening yang menyelimuti, tidak ada pembicaraan antara mereka berdua.
" Kia?! " panggil Al.
" Ap-apa?? " tanya Kia gelalapan.
Apa tadi?? mas Al panggil aku Kia?? tanya Kia dalam hati.
Hati Kia terasa berbunga-bunga karena Al memanggilnya dengan sebutan Kia.
Sungguh tidak bisa dibayangkan olehku pertama kali dipanggil suami, batinnya lagi.
" Kia, apakah aku boleh ikut melaksanakan ibadah lagi setelah lama aku meninggalkannya?? " tanya Al.
Kia tercengang kaget mendengar pertanyaan dari Al, tapi dia berusaha menyembunyikan kagetnya itu.
Kia tersenyum simpul, " Kata siapa tidak boleh?? " Kia balik bertanya.
" Lalu aku harus mulai dari mana?? " tanya Al.
Dia sekarang tidak memperdulikan harga dirinya lagi. Entah mengapa yang ada dipikirannya sekarang hanyalah tekat ingin ikut ibadah seperti yang dilakukan Kia tadi.
" Apa mas yakin?? " tanya Kia memastikan.
Al mengangguk menanggapinya.
" Baiklah. Rumus 3 M laksanakan saja! " perintah Kia.
" Apa?? 3 M?? "
" Iya, 3 M. 1 Mulai Dari Diri Sendiri, 2 Mulai Dari Yang Kecil, dan 3 Mulai Dari Sekarang. " Kia berucap sambil menunjukkan jari-jari tangannya menghitung.
Al mengangguk.
" Mas, apa yang membuatmu ingin mulai lagi?" tanya Kia.
" Entahlah, aku juga tidak tau. Hatiku merasa sejuk saat melihat kamu tadi, dan entah mengapa juga hati ini ingin ikut seperti itu" jelas Al panjang lebar.
" Mas?? " ucap Kia kaget.
" Apa?? " tanya Al balik.
" Mas Al bisa ngomong panjang juga?? " tanya Kia tidak percaya.
Al diam tidak lagi menyahuti ucapan Kia, lalu,,
" Ya " jawabnya singkat.
Sungguh Allah Maha Membolak-balikan Hati Seorang Manusia Dengan Begitu Cepatnya, ucap Kia dalam hati.
" Baiklah. Besok kita akan beli perlengkapan yang akan gunakan nantinya" kata Kia.
Al hanya mengangguk, tidak mau banyak bicara. Mulai sekarang dia akan menurut dengan apa yang diucapkan oleh Kia.
" Sekarang tidurlah!! " perintah Al.
" Iya " jawab Kia.
Mereka berdua membaringkan tubuhnya masing-masing, mengambil posisi yang sangat nyaman yaitu dengan menghadap kearah Arkhan.
Pandangan mereka berdua saling bertemu. Dengan cepat Kia memalingkan mukanya, begitipun sebaliknya.
Hujan, disaat ini juga kaulah yang menjadi saksi dimana Mas Al menginginkan dirinya lebih dekat dengan Allah SWT. sungguh keajaiban yang sangat luar biasa.
Ucap Kia dalam hati sebelum dia memejamkan matanya kembali tidur.
Berikanlah jalan Mu untukku. Al juga berucap sebelum dia ikut memejamkan matanya.
.......................
Tolong!!!
Tolong!!!
Tolong!!!!
Triak seorang wanita meminta tolong sambil berlari cepat menerobos hujan yang begitu lebat.
" Heyyy! jangan lari lagi! " triak seseorang preman sambil mengejar gadis itu.
" Dasar perempuan bodoh!! " triak salah satu preman lagi.
" Tol-tolong! aku mohon, tolongg!! " Wanita itu berusaha berlari dengan sekuat tenaga yang tersisa.
Dughh!!
Bughhh!!
" Auwwww " pekiknya kesakitan.
" Hahahahaaaaa."
Tawa renyah kedua preman itu saat sudah berada didepan wanita itu.
" Mbak cantik, nggak usah sok jual mahal sama kita, " ucap preman itu sekuat tenaga agar bisa didengar oleh wanita yang ada dihadapannya itu.
" Tid-tidak! tidakk! jangan sentuh aku!! " Triak wanita itu saat salah satu preman memegang lengannya.
Kedua preman itu duduk dihadapan wanita itu.
" Mari kita menikmati keindahan dunia " ucap preman 1. Mencengkram kuat lengannya.
" Auwwww, " pekiknya lagi , " Aku mohon jangan lakukan apapun terhadap aku, aku mohonn!! hiks hiks hiks. " Wanita itu berusaha melepas cengkraman sambil menangis ditemani gemricik air hujan yang deras itu.
" Hahahahahahaha. " Tawa kedua preman itu lagi.
" Tidak usah sok suci!! " bentak preman 2.
" Jadilah wanita malam untuk kita, malam ini juga! " ucap preman 2 lagi.
" Ak-aku mohon! jangan lakukan ap-papun kep-padaku " ucapnya dengan sisa tenaganya.
Mungkin karena terlalu lama berada ditengah hujan yang lebat itu membuat sekujur tubuhnya merasa menggigil, ditambah lagi dengan waktu dini hari yang menambah dinginnya udara.
Tidak mau berlama-lama lagi preman itu menarik lengan wanita itu sampai berdiri, menyeret wanita itu.
" Ya Allah " ucap wanita itu.
Sakit yang dia rasakan sekarang, dengan tubuh yang sudah sangat tidak berdaya itu, wanita itu hanya bisa menahan sakit sekujur tubuhnya yang diseret dijalan raya.
" Beri-kanlah perto-longan Mu, Ya Allah " ucapnya terakhir. Lalu dia memejamkan matanya, sudah tidak ada rasa sakit yang dirasakan sekarang.
" Haha, dia pingsan! " ucap preman 2 saat menyadari betapa lemasnya tubuh wanita itu.
" Asupan malam, ahahahahaha! " ucap preman 1.
.
.
.
.
Bersambung.
.
.
.
Hayo,,,,,, siapa yang bisa nebak wanita yang diseret preman itu?!
Kalau bisa nebak tulis saja dikolom komentar yak!
Trimakasih.