Terbiasa merasakan ketidak adilan dari kecil membuat stevany atau yang sering di panggil vani /vany itu menjadi pribadi yang tertutup,hingga suatu ketika dia di pertemukan dengan wanita yang sangat baik dan memberikan sebuah kehangatan keluarga.sialnya itu tidak bertahan lama ,karena dia tiba tiba di minta untuk menikah dengan seorang pria yang menyebalkan dan bahkan sangat kejam.Tetapi pernikahannya justru mempertemukan dia dengan orang di masa lalu dan keluarganya sendiri ,bahkan membawa sebuah keberuntungan untuk nya dan keluarganya
Hingga di hari saat dia mengetahui dirinya hamil,saat itu suaminya memberikan surat cerai karna dia telah menggahamili mantan tunangannya
Bagaimana nasib rumah tangganya?mampukah vani menpertahankan suaminya?atau justru memilih pergi meninggalkan semua yang menyakitkan,dan memulai hidup yang baru?
Ikuti terus kisahnya dan jangan lupa untuk komen,like dan vote.karna itu sangat berguna untuk semangatvsang author🙏🙏😄
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Darniaty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Clarissa dan Alvin 2
Seminggu setelah kejadian itu,Alvin da Risa sering mengurung diri di kamar,mereka tidak pernah lagi keluar kamar untuk bermain.bahkan makanan mereka sering di bawa ke kamar karna mereka tidak mau makan di luar
"kak Alex,Ayo bujuk kak Alvin biar mau main lagi sama kita" rengek Intan
"Intan kamu aja ga bisa apalagi kak Alex?' Geram Roy.Sebernarnya Roy juga merasa kesepian.karena biasa mereka akan bermain ber empat.dan Roy selalu kompak dengan Risa untuk mengerjai Intan Dan Alvin
Intan mengikuti pelayan ke kamar Clarissa yang hendak membawa Minum.saat dia masuk ke kamar clarissa dia melihat clarissa menangis di balik selimut.dia pun naik ke tempat tidur
"Kak Risa jangan menangis ya,Intan janji ga akan pelit lagi sama kaka, Intan mau kok kasih boneka pinky Intan buat kaka,tapi kaka jangan nangis lagi ya" kata Intan sambil mengelus kepala Clarissa.karna kalau dia menangis Alvin dan yang lainnya akan mengelus kepalanya.
Clarissa yang mendengar Intan membujuknya hatinya sedikit tenang dan terharu.Intan tidak pernah mau melepas Alvin atau Boneka kesayangannya ,tapi demi dia tidak sedih intan merelakan Bonekanya.Timbul ide jahil Clarissa untuk mengerjai Intan.karna jujur seminggu ini dia kangen mendengar suara Intan menangis
"kaka ga mau boneka Pinky mu,kalau kamu mau kaka berhenti menangis dan ga sedih kamu kasih Alvin aja buat kaka.kaka janji ga akan menangis" Intan yang mendengar kata kata Risa langsung menangis menjerit
"hua....mama....papa.....kak Risa jahat..hwa....dia mau ngambil ka Alvin..."dia berlari dari kamar clarissa.Clarissa yang melihat itu langsung tertawa terbahak bahak.dia ikut berlari melihat Intan
Pak damar dan Istrinya kaget mendengar suara Intan yang menagis
"sayang ada apa?kenapa kamu menagis hm?katakan sama papa?" kata pak Damar sambil memangku Intan
"pa..hiks..hiks. kak Risa jahat .pa..dia mau ngambil ka Alvin..huaaaaa.ka Alvin punya Intan..."Intan malah tambah menagis karna dia melihat clarissa mengikutinya
"hahahahhahahah......katanya mau kak Risa ga nangis,ya udah kasih Kak Alvinnya aja buat kak Risa ,kaka janji ga akan nagis lagi ko" kata Clarissa
"benar itu kak.Roy setuju,kak Risa sama kak Alvin aja.jadi Intan sama Kak Alex deh" goda Roy memanas manasi Intan.Roy juga merindukan suara intan yang melengking karnamenangis.
"papa....Mama...tolong Intan pah...intan ga mau mereka ambil kak Alvin...hua......." pak Damar dan Bu Asti bukannya mendukung Intan malah tertawa.karna seminggu ini mereka tidak mendengar teriakan yang seperti ini
Intan yang melihat papa dan mamanya malah tertawa tambah menangis
"hua....papa. mama. jahat..hwa.. .kak Alvin ...mereka semua jahat..."teriak Intan sambil berlari ke kamar Alvin.mereka yang di tinggal Intan malah tertawa terbahak bahak.karna puas mengerjai Intan
Alvin yang mendengar Intan menangis langsung keluar dan membuka pintu.saat dia membuka pintu dia kaget Intan sudah berlari dan memeluknya
"Kak...Alvin mereka jahat sama Intan...mereka mau ambil kak alvin dari intan hua.....Intan ga mau ."Intan menangis dan mengeratkan pelukannya.
"katanya Kaka sama kak ,Risa Intan sama Kak Alex,intan ga mau.Intan maunya sama kak Alvin.hiks..hikss."dia mengadu kepada Alvin sambil menangis
Alvin yang mendengar Intan mau di ambil Alex tidak terima.
"Ayo ikut kak Alvin.kita kasih tau papa dan mama biar mereka di hukum" kata Alvin marah
"pa...Alvin ga mau sama kak risa ,Alvin maunya sama Intan"teriak Alvin saat mereka sudah sampai di ruang keluarga.Alvin menggenggam tangan Intan sangat Erat
"intan juga.hiks..hiks...in..tan..maunya ..sama ...kak Alvin"intan ikutan nuntut sambil menangis.pak Damar yang melihat Intan sesenggukan sambil menagis merasa kasihan.dia akhirnya menjewer telinga Roy dan Clarissa bersamaan
"Kalian berdua selalu membuat adik kalian menangis ya..kalian akan papa hukum" kata pak Damar sambil mengedipkan matanya kepada Clarissa dan Roy.supaya mereka berdua acting kesakitan.clarissa dan Roy mengikuti petunjuk pak Damar
"iya pah...janji ga nakal lagi..sakit pa" aduh mereka berdua pura pura merasa sakit
"pa...pa. the best hiks.."
"papa the best" sahut mereka berdua bersamaan,tapi intan masih terisak..
"uh..Anak gadis mama,sini sayang sama mama.kaka kaka nya bandal ya,nanti kita makan eskrim jangan kita kasih merka ya.cup..cup.cup" kata mama Asti menenangkan Intan.sementara pak Damar menggendong Alvin.dia merasa senang Alvin dan Clarissa sudah mau keluar kamar dan suasana Rumahnya sudah hangat kembali
"kasih sama kak Alvin juga ya mah eskrimnya" tambah intan
"iya sayang, Kak Alvin juga dapat.kak Alex dan kak Risa nya tidak dapat"
"yey...wle..bandal sih"kata intan kepada Alex dan clarissa sambil menjulurkan lidahnya
Mereka pun tertawa semua.Asti dan Damar sangat bahagia.karna anak anak mereka kembali ceria.keluarga mereka selalu kompak,dan sesikit demi sedikit Clarissa dan Alvin sudah mulai bisa menerima kepergian kedua orang tua mereka.Itu semua tidak luput dari kasih sayang pak Damar dan istrinya yang merawat mereka seperti anak sendiri tanpa membeda bedakan mereka.hingga sampai sebuah tragedi menimpa keluarga mereka.sampai hari ini tidak ada lagi senyuman dan tawa di keluarga itu.sampai akhirnya clarissa memasuki Sma dia pamit kepada pak damar untuk pindah ke kost kost an dan mulai mandiri dan membiayai dirinya sendiri
walaupun dari jauh pak Damar selalu mengawasinya.Saat dia kost juga tidak jarang pak Damar selalu bekunjung dan membawa makanan,bahkan biaya sekolahnya pak Damar ikut ambil bagian.hingga kuliah pak Damar selalu membayar kebutuhan Clarissa.
"paman aku janji kalau suatu hari nanti paman butuh clarissa Aku akan membantu paman.Aku akan membalas semua kebaikan paman padaku dan keluargaku" kata clarissa waktu itu ketika dia hendak pamit dari kediaman pak selalu lebih dulu membayar sebelum Risa.
"Nak bagi paman kamu hidup bahagia itu udah termasuk kamu membayar kebaikan paman.Tapi nanti kalau paman bmmembutuhkan bantuanmu paman akan mendatangimu nak,jaga dirimu baik baikya.jangan lupa sering sering lah mampir,paman pasti akan merindukan mu."kata pak damar sambil menagis memeluk Clarissa.dia tidak menyangka anak yang dia rawat dari kecil dan hidup dengannya,hari ini akan pergi dari Rumahnya.Dia tau alasannya pergi bukan karna dia mau mandiri.tapi dia tau clarissa hanya kecewa,marah dan sedih.
#Flashback End#
"suatu saat kamu pasti akan tau ceritanya kenapa sekarang kelaurga paman Damar jadi seperti ini.Dulu sangat hangat tapi setelah kejadian itu semua kehangatan,canda dan tawa semuanya hilang.bahkan hanya tersisa penyesalan,dan kebencian.tapi kaka tidak bisa menceritakannya padamu,suatu saat kamu juga akan tau tapi biarlah kamu mendengarnya dari mereka" kata Risa sambil menghapus air matanya.jujur dia sangat sedih jika mengingat kehangatan keluarganya yang dulu.
"semoga kamu juga ngerti posisi kaka van.Kaka juga tidak mau mengorbankan kamu,tapi kaka juga ga bisa menyakiti hati paman,dia sudah seperti ayahku.bahkan aku lebih lama hidup dengannya dari pada dengan ayahku" isak Vani
"kak.vani ga papa ko,justru mendengar cerita kaka ,vani jadi semakin yakin untuk menerima perjodohan ini.vani tau Bibi Asti dan Paman Damar orang yang sangat baik dan Tulus.mereka juga pasti akan menerimaku dengan Tulus"jawab vani
"Jadi katakan saja kak sama paman Damar kalau vani menerima perjodohan ini"
"Terima kasih dek,kamu sudah mau mengorbankan perasaan mu demi kaka"mereka berdua pun berpelukan
sukses....semangat
mksh