Hi readers ketemu lagi dengan aku dicerita kedua aku. Semoga kalian tidak ada kata bosan ya dan tetap setia....
Menceritakan tentang seorang Putri Tunggal seorang Mafia yg berkuasa. Di usianya yg dini ia sudah bertunangan dan akan menikah pada saat sekolahnya selesai demi mengembangkan sayap kekuasaan.
Banyaknya beban dan rintangan yg ia hadapi, menjadikan dia sosok yg dingin serta kuat. Sifatnya yg susah ditebak pun menjadikan dia tak memiliki seseorang yg dekat kecuali tunangannya yg selalu ada untuk dirinya.
Bisakah ia menyelesaikan setiap masalah kehidupan silih berganti yg menghampirinya? Mampukah ia menyelesaikan permusuhan yg Ayahnya lakukan terlebih terkait dengan masa lalu keluarganya yg juga datang untuk membalaskan dendam mereka terhadap Ayahnya.
Pilihan yg sulit untuk bertahan atau melepaskan yg bukan menjadi keinginan hati.
Kepo-in terus yuk, terlebih pada saat umur mereka 17 Tahun, dimana kekuasaan akan dialihkan kepada generasi berikutnya.
Salam Hangat Author... 🙏😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marya Juliani Jawak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekacauan
👦 : Selamat ya atas prestasi kamu. Aku bangga pada kamu ☺️
👧 : Terimakasih banyak ya. Bagaimana dengan kamu?
👦 : Seperti biasa tiga besar.
👧 : Tidak apa - apa, itu pun sudah bagus. Aku juga bangga pada kamu ☺️
👦 : Liburan kemana kamu?
👧 : Negara X. Aku ingin menenangkan diri aku dulu. Kalau kamu sendiri bagaimana?
👦 : Aku akan berlibur ke negara Y. Ada hal yg harus aku selesaikan.
👧 : Kenapa gak ke negara X coba. Kan bisa saja kita tadi ketemu. Hehehe
👦 : Hahahaha, mungkin belum waktunya kita bertemu. 6 Bulan lagi kita akan bertemu kok.
👧 : Ya udah de, aku akan tetap sabar menunggu. Semangat buat menyelesaikan tugasnya ya 💪
👦 : Ia ia makasih, kamu juga semangat buat hidup kamu. Ingat ada aku yg akan selalu mendukung kamu 😇.
👧 : 👍
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Suara musik keras dengan lampu yg berkelip - kelip pun menjadi tempat Favorite untuk kalangan di usia 17 tahun ke atas. Tempat ini sering menjadi tempat untuk bertemu atau bahkan untuk mencari kesenangan sesaat setelah rutinitas yg membuat pikiran penat.
Tian yg sudah masuk ke dalam Club' pun segera menuju ruang VIP. Dia sudah membuat perjanjian terlebih dahulu dengan pihak pemilik Bar.
Cklek... Dibukanya pintu dan ia masuk lebih dalam lagi. Ia melihat pria paruhbaya yg sudah duduk dengan di temani wanita dan miras. Ia tersenyum tak kalah melihat tamu yg sudah membayar mahal pertemuan ini adalah ada SMA.
Ia pun mencium kedua wanitanya dan segera menyuruh mereka keluar untuk menyisakan waktu berdua antara dirinya dan Tian.
Setelah mereka keluar dan menutup pintu Pria paruhbaya tersebut pun meneguk wine yg ada di gelasnya. "Duduklah!" Perintahnya pada Tian, dan Tian segera duduk di atas sofa yg berhadapan dengannya.
"Ada perluh apa kau mencari ku bocah kecil?"
Tian pun segera mengeluarkan foto Rosa dan meletakkannya di atas meja. Digesernya foto tersebut agar sang pemilik bar bisa menjangkaunya.
Pemilik bar pun mengambilnya dan melihat foto tersebut. "Wanita lama yg beruntung" Kata itu yg keluar dari mulutnya.
"Maksudnya?" Tanya Tian yg tidak mengerti kemana arah pembicaraan pria tersebut.
"Dia adalah gadis malang, yg harus bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Naasnya keluarganya sudah tiada lagi dan ia di jual oleh rentenir penagih utang keluarganya. Hari pertama dia bekerja, dia langsung bertemu dengan pelanggan terkaya kami dan di jadikan istri simpanannya." Jelasnya apa yg di ingatnya.
"Siapa?" Tanya Tian memancing
"Kamu tidak perluh tau bocil, dia orang yg berkuasa. Kamu tidak akan bisa menyentuhnya." Ucapnya menganggap remeh Tian.
"Jika aku tidak bisa menyentuhnya, kenapa aku dengan mudah menyentuh dirimu juga? Kamu juga orang yg berkuasa di bar ini." Jelasnya
Ha ha ha ha
"Kamu lucu apa pura - pura bodoh? Ya jelas saja berbeda. Aku ini hanya pemilik bar yg butuh uang. Sedangkan dia tidak."
"Baiklah jika begitu, anggap saja dia orang beruntung yg tidak bisa aku gapai. Lalu bagaimana hubungannya dengan perempuan ini?" Sebuah foto diberikan kembali kepada pemilik bar.
Pemilik bar pun mengambilnya, dan terkejut dengan foto yg di berikan Tian. "Bagaimana? Dilihat dari expresi terkejut kamu, sepertinya kamu mengetahuinya?" Senyum kepuasan terlukis di wajah manis Tian.
"Pergilah jika tidak ingin mati!" Peringat Pemilik Bar
"Aku tau aku akan mati, tapi tidak karena dia. Dia yg akan mati di tanganku" Yakin Tian pada kemampuannya.
Ehm....
"Punya nyali sebesar apa kamu bocil, pulanglah dan belajarlah yg rajin" Pemilik tersebut pun pergi melangkah keluar.
"Tidak apa - apa jika kamu tidak memberitahu, tapi jangan salahkan aku jika bar ini besok tinggal nama saja." Ancam Tian
Mendengar ancaman Tian, pria tersebut pun berhenti dan berbalik badan "Siapa kamu sebenarnya, kamu pikir kamu berhadapan dengan siapa?" Suaranya sudah meninggi
"Kamu tidak perluh tau siapa aku, yg jelas aku hanya ingin tau ada hubungan apa antara Rosa dan Calista? Hanya itu saja, simpel kan"
"Dasar cecengguk bedebah" Teriaknya dan ia pun segera menyerang Tian. Dengan senang hati, Tian pun meladeninya dan membuat keributan dari dalam ruangan tersebut hingga keluar ruangan di saat anak buah nya datang menyelamatkan sang pemilik bos mereka.
"Aku akan memberi kamu kesempatan hidup, kamu tau kenapa? Karena aku akan menjadikan kamu umpan untuk memberitahukan Lucas. Aku sudah tau semuanya, hanya saja aku ingin tau kepastiannya bangsat...." Ucap Tian dan segera pergi bersama rekan - rekannya.
Setelah kekacauan selesai dan Pria tersebut sudah pulih dari masa sakitnya, seperti dugaan Tian ia memang menghubungi Lucas. Ia melapor bahwa ada seorang bocah yg membuat keributan di tempatnya karena tidak mendapatkan data tentang hubungan Rosa dan Calista. Mendengar itu Lucas pun merasa marah dan segera menyuruh anak buahnya untuk mencari tau siapa bocah yg di maksud oleh Pria tersebut.
"Siapa pun kamu, aku pastikan kamu akan mati di tangan ku." Ucap Lucas setelah sambungan telepon di matikan.
******
Elang yg saat ini fokus pada Sherlyn dan Tian yg fokus pada Rosa membuat King mau tidak mau fokus pada Mafia mereka. Sinar matahari yg ingin berganti menjadi sinar rembulan pun sudah menghiasi langit dengan warna orangnya yg begitu indah dan menyejukkan mata.
Ia pun berniat untuk keluar sekedar jalan - jalan menghirup udara sore. Langkah demi langkah ia jalani sehingga tiba di tepi danau. Dia duduk dan segera menikmati hangatnya Capuccino yg sempat ia beli ketika berjalan tadi.
Setelah merasa cukup puas, ia pun hendak beranjak untuk pulang. Jam sudah menunjukkan pukul 19.30.
Bugh....
"Maaf... maaf... maafkan aku" Ucap seorang perempuan itu sambil menangis dengan tangan yg dirapatkan di depan dada memohon ampun. Terlihat dari raut wajahnya yg begitu ketakutan. King yg merasa kesel pun urung marah karena perempuan tersebut sudah menangis duluan. Ia paling tidak suka dengan perempuan yg menangis.
"Hei.... cepat bangun...." Teriak King menahan kesal.
Bukannya bangun perempuan tersebut pun semakin menangis dan menunduk. King menjadi bingung di buatnya. Di usapnya wajahnya kasar "Kamu yg salah kenapa kamu yg menangis" Tanya nya kembali dan itu membuat wajah perempuan tersebut terangkat sedikit.
"Pasti dia ada disini, cari dia sampai ketemu" Samar - samar suara yg dapat di dengar oleh mereka berdua. Tak lama kemudian seorang dua orang pria sudah berada di belakang perempuan tersebut.
"Ternyata kamu disini manis" Ucap nya seraya mendekat kepadanya.
Perempuan tersebut pun segera berdiri dan berlari ke belakang King. Dipegangnya jacket King dengan erat menandakan ia sedang ketakutan. "To... Tolong aku...." Hikz... hikz.... isaknya dalam tangisnya.
"Jangan ikut campur urusan kami bung. Lepaskan dia dan pulang lah jika masih mau hidup." Ucapnya dan sekawananya tadi pun sudah datang sehingga mereka sudah lengkap 5 orang.
"Kalian mau dia?" Tanya King dan segera menangkap tangan perempuan tersebut hingga tangan perempuan tersebut berada di genggamannya.
"Bagus, terrnyata kamu masih sayang nyawa juga. Come here baby." Ucap pria tersebut mendekat ingin membawa nya segera pulang.
Perempuan tersebut pun melihat King dengan sorot mata penuh permohonan. Ia menggelengkan kepalanya untuk tidak diberikan kepada pria tersebut.
Pria tersebut pun sudah memegang tangan perempuan tersebut dan menariknya. "Gak..... aku gak mau, ku mohon..." Berontaknya tidak mau ikut.
King pun tersenyum dan Bugh.... satu tendangan mengenai perut pria tersebut hingga tangannya terlepas dari perempuan tersebut. King pun segera meletakkan tangan kanannya di pinggang perempuan tersebut dan menariknya dalam dekapannya. Perempuan tersebut pun memeluk erat King dan menangis di dalam pelukannya.
"Dasar tidak tau di untung kamu, bersiap lah karena aku akan mengirim kamu ke neraka." Ucap pria yg di tendang King tadi dan segera menyerang King. King pun membalas serangan demi serangan mereka semua. Terkadang ia harus mengendong perempuan tersebut untuk menghindari serangan mereka ataupun untuk menyerang balik jika ada kesempatan.
Di saat ia terpojok, ia pun melepaskan perempuan tersebut dan mengajar mereka semua secara brutal tanpa tersisa. Sedangkan perempuan tadi sudah berjongkok dengan mata tertutup. Kedua tangannya berada ditelinganya untuk menutupi telinganya.
Happy Reading Guys.
Jangan Lupa Rate (⭐), Favorite (❤️), Like (👍), Komentar (💬) serta Votenya ya reader....
Salam hangat dari Author. Semoga kalian suka.... Terimakasih
mampir juga tempat ane../Coffee//Coffee//Coffee/
dapat salam dari arlen dan alexa, dlm ceritaku yg berjudul queen n king ceo 😁🥰🥰🥰🙏🙏🙏🙏
Ditunggu novel terbarunya y thor