happy reading ☺️
Cerita ini menceritakan tentang seorang gadis yang bernama Nadira Winta gadis yang baru saja lulus dari SMAnya. Nadira dan teman-temannya pun merayakan hari kelulusan nya dengan berlibur. Tak di sangka waktu perjalanan pulang mereka kendaraan yang mereka tumpangi rusak, akhirnya Mereka memutuskan kan untuk mencari bantuan tapi nihil tidak ada seorang pun yang lewat di jalan sepi itu. Kevin yang merupakan kakak Nadira Winata mengingat bahwa di dekat situ ada rumah tuannya tanpa ragu-ragu Kevin pun memberikan Kunci rumah itu Dengan syarat jangan memasuki kamar tuan saya jelas Kevin pada Bu ladi guru Nadira.
Tapi Nadira yang terlena akan keindahan ruangan itu Mulai melangkah kan kakinya masuk ke kamar itu akibat kecerobohan nya Nadira malah terjebak dengan pria pemilik ruangan itu.
Akankah Nadira bisa terlepas dari jebakan pria itu?
Dan siapa sebenarnya pria itu.
Buat yang penasaran baca langsung ya cerita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devii💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sengaja
Happy reading 😊
Rossa merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. lamunannya melayang ketika ia mengingat perilaku Alex kepada dirinya.dihirupnya ada bau menyengat khas dari kamar itu karena jarang digunakan.
sudah dua hari ini ia tidur sendiri tanpa Alex di sampingnya Rossa terperanjat dari kasurnya saat mendengar mobil suaminya.
Ditariknya gorden itu sedikit menatap suaminya dari kejauhan. hatinya seperti teriris melihat suaminya itu bergandengan mesra dengan wanita lain. tetapi ia hanya pasrah dengan kasar ia menutup gorden itu kembali lalu berlari ke atas ranjang buliran kristal mulai mengalir membasahi pipinya.
Gelak tawa keduanya semakin terdengar Alex benar-benar gila membawa wanita itu ke kamar mereka dulu.
Rossa merasa sesak di dadanya 3 tahun terakhir ini baru ini ia mendengar suaminya itu tertawa lepas dengan orang lain ada rasa iri di hatinya. iya berusaha memejamkan mata agar ia tak mendengar kalimat-kalimat manis yang keluar dari mulut suaminya saat menggoda wanita itu.
Rossa berniat keluar kamar ingin mengusir wanita yang dibawa suaminya tetapi ia tidak punya keberanian ia hanya bisa menangis. batinnya seperti di cabik saat mulai terdengar ******* dari sebelah kamar suaminya yang berapa hari lalu menjadi kamarnya.
Suara erangan keduanya menikmati permainan dimalam itu
"Kau keterlaluan mas! " suara Rossa gemetar air matanya kian habis menangis semalaman. kamar yang dulu tempatnya dan suaminya bercanda tawa kini kamar itu menjadi saksi bisu pemuas nafsu suaminya.
Pagi ini Rossa memutuskan kembali ke rumah orang tuanya ia tak peduli Alex marah atau semacamnya hatinya terlalu sakit melihat Alex tak menghargainya sebagai istrinya.
Alex meneguk segelas air putih di meja
"Rossa mana? apa dia belum bangun? "
"Nyonya pagi tadi pergi tuan"
"Pergi kemana?"
"Kurang tahu tuan tapi nyonya pergi membawa koper dan matanya bengkak sepertinya habis menangis" jelas bik Sumi
Satu hari yang lalu di kantor Dio menatap sahabatnya itu sekilas ada rasa khawatir di hatinya semakin hari Alex terlihat murung dan lebih kurusan.
Awalnya ia menolak untuk peduli tapi iya tidak tahan melihatnya Alex mengurutkan dahinya hari ini ia sangat sibuk karena ia sedang mengurus cabang perusahaan yang sedang ia bangun.
Dio datang dengan segelas kopi di tangannya meletakkannya di atas meja dia tahu persis sahabatnya itu tak menyukai kopi tapi sesekali tidak apa-apa batinnya.
"Minumlah kau terlihat sangat lelah ini kopi bagus untuk menyegarkan mata " pintanya
"Tidak perlu! aku tidak suka kopi kau tahu kan?"
"Ayolah kali ini saja "
Alex mengangkat alisnya sebelah menatap Dio dingin
"Aku tahu kau sedang punya masalah cerita saja telingaku masih siap mendengar keluh kesah mu , kekehnya. rasanya tidak asik melihatmu diam seperti itu aku lebih memilih kena maki ketimbang kau diam saja rasanya sangat tidak enak"
Alex menggeleng heran ia tersenyum mendengarnya
"Aku tidak papa hanya malas bicara saja"
"Tidak mungkin kau malas bicara sampai selama ini?, bagaimana kabar Rossa? "
"Sangat baik"
"Kalian kan sudah lama menikah kenapa belum punya anak juga? Apa kau tak menyentuhnya lagi perkara kau tau di tak perawan?" tersenyum
Alex menatap Dio tajam " urus saja hidupmu kau juga belum menikah tahu apa kau? timpalnya marah
"Iya tapi aku penasaran saja apa Rossa tidak subur makanya tidak hamil juga?"
"Tutup mulutmu! jangan sampai kopi ini terbuang ke tempat yang salah. Jangan sesekali kau menghina wanitaku atau kau akan tahu akibatnya " ancamannya
Kenapa dia sensitif kali tentang anak pasti ada masalah batin Dio
"ya sudah jika kau tak ingin cerita aku akan cari tahu sendiri" ucap Dio bergegas pergi
Alex melempar kopi di depannya amarahnya bergejolak saat mengingat ucapan Dio yang memanas di dalam hatinya
Sementara Dio prihatin "persetan dengannya lihat saja aku akan cari tahu sendiri."
Sepulang kantor dia mengikuti Alex dia bingung melihat sahabatnya itu ke tempat klub malam matanya nyaris tak percaya melihatnya. 10 menit berlalu terlihat Alex
menggandeng seorang wanita nyaris menampakan lekuk tubuhnya ditambah belahan dadanya sedikit terbuka tampak benda kenyal itu ingin menyembul keluar akibat pakaian wanita itu terlalu ketat.
Membuat milik Dio menegang seketika Ah.. sial kau memang brengsek Alex kau mengkhianati Rossa makinya meninggalkan mereka.
Sebenarnya malam itu Alex tidak melakukan apa-apa dengan wanita itu. ia sengaja memutar adegan dewasa untuk menyakiti perasaan istrinya.
ia membiarkan wanita itu tidur di ranjang sementara dirinya tidur di sofa ada rasa kecewa dibenak wanita itu saat dia hanya disuruh numpang tidur saja tanpa melakukan apa-apa.
Rasa kecewanya memudar saat melihat pria berparas tampan itu merogoh kantong sakunya memberikannya uang puluhan juta. sebenarnya ia tak mengerti perbuatan lelaki di depannya padahal ia sudah berpakaian seksi di tambah putaran adegan dewasa di depan mereka tapi sedikit pun ia tak tertarik padaku batin wanita itu kesal.
di tunggu up selanjutnya