Gea seorang gadis desa yang ceria mencintai Dio teman sejak kecil dengan diam-diam. Ia mengejar cita- citanya dengan melanjutkan studinya di kota. Dengan sekelumit masalahnya di sana.
Dio teman Gea yang jatuh hati pada Gea sejak sekolah. Seorang pemuda dari kalangan biasa yang menjadi tulang punggung keluarga, dan terjebak dalam perjodohan dengan Desi anak majikannya.
Jarak memisahkan mereka apakah cinta mereka dapat diperjuangkan?
Demi kemanusiaan Dio melepaskan rasa cinta yang ada pada dirinya yang telah lama. Menerima perjodohan yang datang tiba-tiba.
Dapatkah cinta mereka bersatu, atau hanya memendam rasa cintanya dalam diam.
Novel ini khusus untuk dewasa bijaklah dalam membacanya.
terimakasih
Revisi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Utiks, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fokus
Ibarat bunga yang tumbuh tanpa siraman air, begitu juga hatimu padaku.
****
Sementara di kota S, hari itu Gea sedang melamun. Ucapan Dio di telpon masih membuatnya seperti mimpi.Baru ketemu dan melepas rindu, tapi rindu itu terhempas layu.
Sudah satu minggu sejak pulang kampung hari-harinya padat dengan jadwal kuliah. Itu yang sedikit dapat melupakan Dio. Apalagi Frans dan Devan yang tanpa henti selalu menghiburnya.
Hari ini Gea di kos sendirian ,teman- temannya yang lain pulang. Teringat lagi dengan Dio yang setelah telpon itu belum. menghubunginya lagi.
Memang aku sekarang siapanya, dia sudah punya calon cantik lagi. Berasal dari keluarga kaya, mudah-mudahan bisa lanjut ke pernikahan... aamiin.
Gea tak tahu bahwa hari itu adalah pernikahan Dio dan Desi di Rumah sakit.
Tut... tut... HP nya bunyi.
" Assalamualaikum, Frans ada apa? tumben ini masih pagi udah bangun kamu? "
" Waalaikumsalam cantik, he.. he... sudah dong kangen nich sehari gak ketemu! "
" Mulai dech gombalnya "Gea merengut.
"Beneran, kapan sih aku bo ong? acara apa sekarang? Keluar yuk, be te di rumah, Devan pulang juga.. "
" Kemana, aku juga males gak ada temen pada pulang semua kakak - kakak "
" Ke mall atau kemana gitu yang penting keluar. Kamu gak ada tugas kan? Kemaren udah lembur-lembur gitu ?"
"Enggak, udah beres semua. Jemput aku ya? "
" Oke Baby...yesss " bersorak girang.
Gea bersiap merias sedikit wajahnya dan pakai baju casual yang sopan.
Beberapa saat kemudian Frans datang dan mereka pamitan pada ibu kosnya.
" Kemana nich Beb..? "
"Terserah dech, masih pagi juga. Ke pantai saja ya? "
" Oke Beby lets go... " tersenyum senang melihat Gea tak murung lagi.
Sesampainya di pantai, Frans memilih duduk di warung yang ada di sana.
" Aku yakin belum sarapan kan ?"
"Eh... kog tahu"tersenyum menatap Frans.
" Tahu lah... aku terawang dari kuku jariku, kamu lemes gak napsu makan, masih kepikiran cowok kamu itu? "
" Memang kelihatan ya Frans?Oke, aku tak mau merusak momen kita sekarang dengan ngomongin orang. Hari ini milik kita berdua ,oke!"
" Serius kamu..? "Gea menganggukkan kepalanya.
" Ya.... itu baru cewek Frans yang cantik , gemes dech... " mencubit pipi Gea lembut.
" Apa an sih.. memang dari kemaren aku gak cantik? "
" Cantik, tapi sekarang tambah cantikk buanget he.. he.. "
" Ayo udah kenyang, kita basah-basahan yukk.. ?" ajak Gea semangat.
" Ayo... siapa takut Baby! "
Mereka berjalan bergandengan tangan menuju pantai. Gea berusaha melupakan rasa cinta di hatinya, sedangkan berusaha menghapus kenangan buruk bersama orang tuanya.
Sama-sama memendam kecewa tapi beda rasa. Frans masih sebatas mengagumi diri Gea yang polos dan cantik. Untuk menghilangkan beban pikiran tentang kedua orang tuanya yang belum bisa bersatu lagi.
Berdua tertawa , berteriak melepaskan penat yang ada di pikiran masing-masing. Berkejaran seperti anak kecil punya mainan baru. Asa yang hilang bersama deburan ombak dengan riak kecilnya.
Setelah lelah dan matahari pun sudah agak condong ke barat, mereka bergegas ke tepi dan berbersih diri.
" Kita beli baju di sana, masak pulang basah gini? Nanti kamu sakit! " ucap Frans merangkul bahu Gea.
" Oke, kita ke sana sekalian sholat ya? "memandang Frans yang dari tadi memperhatikan tubuhnya.
" Kenapa kog lihat terus, jangan mesum ya lihat aku? " Gea melangkah mendahului.
Aku cuma mesum sama kamu sekarang Gea gak ada lagi yang lain, he.. he...
Setelah sore mereka kembali jalan-jalan ke mall. Seharian memang sudah berniat untuk bersenang-senang. Kali ini nonton di bioskop dan memesan tiket 4 kursi berderet biar tidak ada yang ganggu.
Film nya romantis, Gea jadi sering menutup matanya malu. Di sisinya Frans selalu meliriknya dan tersenyum mengejek.
" Hai, he.. he.. memang kamu gak pernah berciuman ya sampai segitunya ditutup mukanya,sini ayo buka! " mencoba membuka tangan Gea agar bisa lihat wajahnya y as ng malu-malu.
" Haisss.. jangan Frans malu ihh... tuh kenapa adegannya mesum gitu? "
" Sini ku cium biar gak malu " berkata menggoda memajukan wajahnya mendekat pada Gea.
Kedua tangan Gea menangkupkan diri ke wajah Frans, tapi kemudian diraih dan di cium Frans. Panas dingin hatinya menghadapi cowok satu ini. Benar-benar nekat.
Mereka terus berdebat sampai film habis. Keluar ruangan dengan posisi bergandeng tangan.
" Gimana? mau lanjut ke mana kita? " tanya Frans.
"Pulang saja capek, besuk kuliah "
" Materi kuliah kan dah abis kita bisa santai Beb, gak usah serius lah! "
" Iya tapi tetap aja masuk mungkin ada yang perlu perbaikan "
" Oke sudah ikhlas nih pulang? beneran? "
" Ikhlas lah.... "
"Baby, aku kog pengen terus di dekatmu yah, gak pengen jauh tuh! Seneng aja dekat kamu. Rasanya semua bebanku hilang "
" Duh, mulai lagi deh kamu, gak bosan-bosan nya ya? Udah ayo pulsng keburu setan lewat nanti" menarik tangan Frans menuju parkiran.
Frans mengantar pulang Gea sudah jam 10 malam dan pulang ke rumahnya. Di sana ada Papanya yang baru saja datang.
Ferdi sekarang bergantian dengan Wina menjaga di rumah, sejak kejadian dulu. Kalau wina sibuk kerja Ferdi yang harus menginap. Sayang mereka belum mau rujuk karena Wina masih belum bisa menerima Ferdi seperti dulu.
" Dari mana kamu? Kata bibi seharian gak di rumah? "ucap Ferdi.
" Jalan-jalan dengan Gea" berlalu langsung masuk kamar.
Ferdi menyusul Frans ke kamar dan membuka pintu yang tidak di kunci.
" Kamu serius suka sama Gea? "tanya Ferdi.
" Mungkin.. " jawab Frans singkat.
Ferdi mendekat dan memegang tangan anaknya.
" Jangan permainkan anak orang, kalau serius pinang saja !"
" Belum terpikir "
" Apa perlu bantuan Papa dan Mama ?"
" Bisa sendiri "
" Baiklah kalau ada apa - apa bertahu Papa pasti bantu, kamu anak Papa, satu-satunya .
Pergi keluar kamar anak nya dan menelpon seseorang.
"Cari tahu gadis bernama Gea yang satu kampus dengan Frans, aku ingin besuk pagi ada di mejaku"
Keesokan harinya Ferdi berangkat ke kantor segera ingin mengetahui identitas gadis yang di sukai putranya.
" Benar ini identitasnya? Sederhana sekali pilihan putraku. Tapi ini lebih baik dari Bianca yang dulu selalu bersamanya, hanya ingin morotin uang anakku saja "
Ferdi tak habis pikir, gadis yang di cintai anaknya seorang gadis desa yang polos. Yang belum mau diajak menjalin hubungan. Padahal tahu Frans penuda tajir, apapun yang diinginkan selalu ada tersedia. Kalau cewek lain sudah pasti tak menunggu di pinang sudah mendekat nyerahin diri.
****
Sementara Gea pagi itu lebih segar. Mutuskan fokus pada kuliahnya yang sudah jalan satu semester.Tak ingin mengecewakan ibu dan kakaknya yang berkorban untuk biaya kuliah yang tidak sedikit. Bertekat melupakan Dio yang sedang berbahagia dengan kekasih barunya.
****😄😄
🌸🌸🌸🌸🌸
semangaat 🆙😍
semangaat🆙😍
semangat 🆙😍