NovelToon NovelToon
Dendam Anisa

Dendam Anisa

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Kutukan
Popularitas:69.6k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Anisa adalah gadis yang gendut dan juga pendek, beda jauh dengan sang adik yang bertubuh langsing serta berkulit putih.

siapa yang tidak tertarik bila melihat Arumi, bahkan mulut para tetangga juga tak segan mencemooh Anisa yang beda jauh dengan sang adik.

Hingga suatu hari Anisa di temukan tewas tergantung di dalam kamar, membuat seluruh keluarga menjadi berduka, namun mereka menutupi kematian Anisa yang gantung diri itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Pertanyaan tetangga

"Berani sekali lagi kamu cari masalah dengan mayat Anisa maka aku tidak akan pernah tinggal diam." Ningsih memberi peringatan kepada sang suami.

"Tolong sadarlah bahwa anak kita menderita di dalam freezer ini." Hardi berusaha memohon kepada sang istri.

"Tidak, dia tidak menderita dan Ini semua adalah konsekuensi atas perbuatan dia sendiri." Ningsih menjawab dengan sangat tegas.

Hardi terdiam karena tidak tahu lagi harus bagaimana untuk membujuk Ningsih agar dia mau menguburkan mayat Annisa seperti mayat yang lain juga, sungguh hati Hardi begitu hancur karena dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa sang anak telah meninggal dunia dan malah diletakkan di dalam freezer seperti ini.

Ningsih sama sekali tidak peduli dengan ucapan yang keluar dari mulut sang suami karena menurut dia apa yang telah dia lakukan ini adalah hal yang benar, terserah orang lain mau berkata apa saja karena dia sama sekali tidak peduli tentang hal itu dan justru merasa nyaman dengan keputusan yang sudah dia ambil.

Padahal apa yang dia lakukan itu adalah sebuah kesalahan besar dan tidak mungkin ada seorang Ibu yang tega melakukan itu semua, entah apa yang telah merasuki pikiran Ningsih ini sehingga dia tega melakukan hal itu terhadap Anisa yang tidak lain adalah darah daging dia sendiri.

Entah karena selama ini dia juga sudah memendam kekesalan atau karena masalah yang lain, tapi yang jelas memang Ningsih sama sekali tidak menyimpan rasa iba dan dia sama sekali tidak keberatan walau Anisa terus berada di dalam freezer rumah mereka saat ini, hanya Hardi dan juga Arumi yang merasa tidak nyaman dengan mayat Anisa.

Tentu saja siapapun pasti akan merasa tidak nyaman bila tetap tinggal dalam satu atap dengan seorang mayat, selain rasa takut yang timbul di dalam hati maka ada rasa kasihan juga di dalam diri mereka, membayangkan betapa kedinginan dan juga menyedihkan sekali mayat Anisa di dalam freezer itu sendirian.

"Ayah benar bahwa kita harus menguburkan mayat kak Anisa." Arumi juga bersuara tentang hal itu.

"Bila kalian tidak setuju dengan apa yang aku lakukan saat ini maka silahkan angkat kaki." Ningsih malah mengusir mereka berdua.

"Ibu?!" Arumi tidak percaya setelah mendengar ucapan dari Ningsih itu.

"Ini rumah ku, aku memiliki kuasa dalam rumah ini dan semua orang harus mendengar apa yang aku katakan." Ningsih menatap mereka dengan pandangan yang begitu egois.

"Bu, ini bukan masalah rumah Ibu atau rumah Ayah! tapi setidaknya kita kasihan karena melihat kak Anisa di dalam freezer itu." Arumi juga mulai menangis karena takut dan iba.

"Tidak, aku tidak kasihan dan memang ini adalah pilihan yang terbaik untuk Anisa." Ningsih menggeleng dengan sangat yakin.

"Kalau kau memang tidak mau menguburkan dia maka aku tidak keberatan untuk menguburkan Anisa sendirian." Hardi masih berusaha untuk membujuk.

"Lalu bagaimana dengan omongan orang lain ketika kau menguburkan mayat Anisa?" Ningsih bertanya sambil bersidekap tangan.

Hardi terdiam karena dia juga tidak tahu mau menjawab apa tentang hal itu, yang sedang Ningsih cemaskan adalah bagaimana bila para warga mengetahui bahwa Anisa ini sudah meninggal dunia dan bahkan dia meninggal dengan cara yang begitu mengerikan sekali, jelas para warga akan sangat ketakutan dan juga merasa begitu kaget.

...****************...

"Aduh aku mau minta sereh lah di rumah nya Bu Ningsih." Yurnita buru-buru mendatangi rumah Ningsih.

"Mau masak malah tadi lupa beli daun sereh pula, tapi dia banyak kok jadi bisa mintalah ke rumah dia." Yurnita berkata pelan dan memang mereka sudah berteman sejak dulu.

Terlebih lagi selama ini Ningsih tidak pernah menjual daun sereh itu karena dia telah memiliki banyak uang dan tidak mungkin hanya daun saja akan dia jual, jadi selama ini memang banyak para tetangga yang meminta serai tersebut bila sedang kepepet ingin memasak dan mereka tidak mempunyai batang sereh tersebut.

"Ningsih, aku minta sereh kau ya." Yurnita agak berteriak karena takut Ningsih tidak mendengar.

"Oh sepertinya dia lagi masak juga ini, harum sekali masakan dia." Yurnita mengendus aroma yang begitu wangi dari dalam rumah Ningsih.

"Nanti aku lihatlah Dia sedang masak apa di dalam sana." Yurnita bergegas mengambil sereh dan segera mendatangi dapur Ningsih.

Sreeeeng.

Sreeeeng.

Terdengar suara spatula beradu dengan kuali sehingga Yurnita semakin yakin bahwa Ningsih memang sedang memasak sesuatu, jadi dia segera datang karena biasanya juga dirinya sering bermain ke rumah Ningsih bila sedang tidak ada pekerjaan dan mereka akan mengobrol panjang lebar satu sama lain.

"Ning, masak apa to?" tegur Yurnita yang muncul di ambang pintu.

"Astaga!" Ningsih menoleh dengan kaget karena dia tidak mendengar suara teman dia yang datang tadi.

"Hahahaaa kaget ya kau." Yurnita malah tertawa dan dia segera masuk ke dalam dapur.

"Kebiasaan kalau datang tidak menimbulkan suara kau ini seperti setan." rutuk Ningsih.

Yurnita tertawa kecil dan dia segera duduk di kursi tempat Ningsih sedang memasak itu, padahal tadi dia juga ingin memasak namun ketika melihat teman sedang masak seperti ini maka timbul jiwa gosip dan ingin membahas dulu tentang beberapa hal yang menurut mereka tentu saja itu sangat penting sekali.

"Kok sepi rumah mu, Ning?" tanya Yurnita sambil menatap sekitar dapur yang terlihat begitu mewah dan juga bersih.

"Iya, Mas Hadi pergi ke kebun dan Arumi seperti biasa sudah berangkat kerja." jawab Ningsih sembari mengambil minuman untuk Yurnita.

"Oh sudah ada kesibukan masing-masing kok ya, lalu Anisa ke mana?" Yurnita bertanya enteng karena dia juga tidak tahu apa yang sudah terjadi.

Ningsih tampak gugup dan dia menelan ludah dengan susah payah ketika akan menjawab pertanyaan dari teman dia sendiri, kalau sudah seperti ini maka dia harus mengarang cerita dengan sangat tepat agar tidak ada orang yang mencurigai tentang kematian Anisa itu. walau kepada teman maka Ningsih juga tidak akan berbicara jujur tentang apa yang telah terjadi kepada Anisa.

"Dia kan sudah beberapa hari ini pergi ke kota." dusta Ningsih sambil tersenyum.

"Loh iya ta? aku sama sekali tidak tahu kalau Anisa pergi ke kota." Yurnita terlihat memang kaget.

"Dia bilang kalau ingin merantau dulu ke kota dan ingin meninggalkan desa ini untuk sementara, aku ya terserah saja demi kebahagiaan dia." ujar Ningsih.

Yurnita mengangguk tanpa ada rasa curiga di dalam hati karena dia juga sudah lama mengenal Ningsih, terlebih siapa juga yang mendadak akan kepikiran bahwa Anisa sudah meninggal dunia dan saat ini ada di dalam freezer yang terkunci rapat karena Ningsih sengaja mengunci freezer tersebut.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.

1
Apriyanti
lanjut thor 🙏
neni nuraeni
waduh s Anisa jht juga ya,,,, kasian Zora udah lah dia baru jdi member purnma,, mlh lngsung metong
Eli Rahma
wah zora musnah yach
Eli Rahma
tenanglah Ki...mak othor udah nyiapin jodoh buat dirimu..tapiii masih diumpetin..🤣

aayooo thor..kita tunggu loh jodohnya Kiara. harus yg sakti melebihi Kiara ...biar gak dianggap remeh sama kiara nya..yang ganteng ..yang gagah..pokoke laki² yg sempurna yg cuma ada didunia novel../Facepalm/
Iis Dawina
lha br juga gabung dah musnah LG tuh Zora kasihan
Nurr Tika
baru masuk agensi purnama udah musnah
tse
kasihna sekali Zora harus musnah da. arwahnya malah jadi makanan iblis jahat yang merasuki tubuhnya anisa...
siapa sebenernya iblis jahat itu...
apa motif drai rencannya bu ningsih ya... kenapa dia membangkitkan anisa dengan mengisi tubuh anisa dengan arwah jahat....
iblis ini sungguh licik karna bisa menghilahkan jejaknya sehingga para member kesulitan menemukan dan menangkapnya...
ayo Purnama mulailah melakukan penyelidika. karna anisa sudah hidup kembali....
Raffaza Direzky87
buktinya zidan yg gak bisa bela diri, masih pantas bersanding sama ratu ular alias purnama...
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Nengsih Irawati
Y ampun kasihan banget sih km Digo🥺
yanti ikhsan
mungkin Digo bukan jodohnya Kiara,,klo Digo gak ahli beladiri setidaknya pandai ilmu agama seperti Zidan..
Apakah ada tokoh baru untuk jodoh Kiara,,,Digo kurang pas lah ..tapi semua ada di tangan othor sih 🤭🤭
Nurr Tika
jangan putus semangat go blm tentu apa yg dikatakan koswara benar
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
bhahaahaaa Digo di roasting member baru nya purnama 🤣🤣...tau sendiri member purnama pedes2 bacot nya 🤣
Nikmatul Ngainiah
Menghilang dulu Digo,biar Kiara merasa kehilangan,biar tidak digantung perasaan anak orang.
Marsiyah Minardi
Dihh masa gitu aja dah patah hati Digo
ya berjuang lebih keras lagi memantaskan diri
Sekelas Kiara tentu butuh pendamping yang tangguh mental baja
K & T K & T
pagi jg Bess..
jangan sedih go,ucapan dua setan bodoh itu harusnya jadi motifasi kamu buat tambah kekuatan dgn cara trs berlatih biar tambah kuat💪👍
Siti Sarifah
selamat pagi author....Digo tambah sedih, kasihan sekali
Eli Rahma
pagiiiii...
Digo dibuat sedih atas ucapan zora dan koswara...
Aditya hp/ bunda Lia
kalo sampe Kiara tahu atau purnama tau digo dihina sama Koswara dan Zora gimana yaaah ... terus apa Digo bakalan mundur yah dan bilang putus sama Kiara 🤔
Raffaza Direzky87
koswara kenapa gak ngmong aja, klo dapat tugas dari purnama untuk jaga kmpung juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!