Vina Aulia mengalami nasib buruk yang menimpanya selama satu hari penuh, bertekad pindah keluar negeri demi kehidupan baru. Bertemunya dengan wanita bernama Gladi membuatnya tahu apa arti saudara, saudara tidak perlu harus memiliki hubungan darah namun dia yang baik pada kita pantas menjadi saudara.
Siapa yang tahu dirinya hamil hanya karena di tiduri satu malam oleh Rengga Cafanza. Rengga yang ingin meyakinkan bahwa wanita yang di tidurinya hamil anaknya atau tidak terus melakukan pencarian tanpa henti, hingga saat menemukan Vina dirinya menggunakan seribu cara untuk kembali mengambil anaknya.
" Jodoh Tuan Kejam "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Gladi tersenyum sambil terus memandangi Aldo, Gladi bahkan tidak menyadari minuman yang di bawakan pelayan sudah tersedia di depannya.
"Sebelum minum bolehkah aku bertanya nama mu?" tanya Aldo.
"Tentu saja boleh, nama ku Gladi" sahut Gladi sambil tersenyum.
"Bagaimana denganmu, apakah kamu tidak ingin memberitahu ku nama mu" ucap Gladi.
"Hanya nama tentu akan ku beritahu. Nama ku Aldo" sahut Aldo sambil menuang minuman ke gelasnya dan Gladi.
"Mari kita minum" ucap Aldo yang tanpa berbasa basi langsung mengajak Gladi bersulang.
"Bersulang" sahut Gladi sambil mendekatkan gelasnya ke gelas Aldo lalu meminunnya.
Aldo terus menuangkan minuman ke gelas Gladi sama banyak dengan minuman di gelasnya, tanpa sadar beberapa botol sudah habis hanya dengan waktu setengah jam.
Aldo yang melihat tidak ada tanda-tanda wanita di depannya mabuk kembali menuangkan minuman ke gelas Gladi, kali ini minuman kelas yang di tuangnya membuat Aldo merasa sangat yakin wanita di depannya pasti akan mabuk hanya dengan beberapa gelas tambahan.
"Bersulang" ucap Gladi yang terus menerus menuang minuman kelas atas di depannya.
Aldo yang sudah terbiasa minum tidak pernah minum sebanyak itu sebelumnya, kepalanya yang di rasa pusing dan mau muntah membuatnya tidak sanggup lagi melanjutkan niatnya yang ingin membuat Gladi mabuk.
"Ayolah, ini belum habis" ucap Gladi memaksa Aldo kembali minum.
"Aku sudah" sahut Aldo yang tidak melanjutkan perkataannya.
Gladi yang melihat Aldo benar-benar mabuk langsung menbawanya keluar ruangan, dua pengawalnya yang melihat bos mereka sudah mabuk berat bergegas meminta Gladi membawa Aldo ke kamarnya.
"Lurus saja, di depan pintu tertulis namanya. Kamu harus ingat apa yang di lakukan bos ku jangan melawannya" ucap pengawal Aldo yang hanya di sambut senyum oleh Gladi.
Gladi membantu Aldo berjalan sampai ke kamarnya, sampai di dalam kamar Gladi melemparkan tubuh Aldo ke kasur tepat di depannya.
"Seorang pria bahkan kalah sama wanita dasar lemah" ucap Gladi sambil duduk di samping Aldo.
Kalau begitu aku langsung saja bertanya padanya, ini kesempatan bagus" dalam hati Gladi.
"Heee,heee. Dengarkan aku, apa kamu juga terlibat dengan dunia bawah?" tanya Gladi tepat di telinga Aldo.
"Ya tentu saja, aku Aldo tidak mungkin ketinggalan" sahut Aldo yang membuka matanya setengah.
"Berapa banyak teman Rengga yang terlibat dunia bawah?" tanya Gladi lagi.
"Hanya dua, aku dan teman ku" sahut Rengga.
"Siapa teman mu?" tanya Gladi.
Ghruuuu, ghruuuuu...
Hoeeeeeek...
Aldo yang tidak kuat langsung muntah di baju Gladi, tepat setelah selesai muntah Aldo benar-benar tidak sadarkan diri.
"Pria sialan, beraninya memuntahi ku" ucap Gladi.
"Informasi yang ku dapat lumayan, hanya saja aku butuh kompensasi karena kamu sudah memuntahi ku" sambung Gladi sambil tersenyum licik.
Gladi langsung membuka baju dan celana Aldo, mengambil kompensasi dengan cara meniduri Aldo adalah yang terbaik pikir Gladi.
Cup...
Gladi meninggalkan ciuman terakhirnya di pipi Aldo sebelum pergi, bajunya yang terkena muntah membuatnya terpaksa menggunakan kemeja Aldo untuk kembali ke rumah.
"Sepertinya bos terlalu mabuk berlebihan kali ini, baju wanita itu pasti di sobek oleh bos" bisik pengawal Aldo yang melihat Gladi berjalan keluar Bar menggunakan kemeja Aldo.
"Bukannya sudah biasa bos seperti itu" sahut pengawal Aldo lainnya.
Gladi yang menyetir mobil memperhatikan jam di tangannya, jam yang sudah menunjukan pukul 04:00 membuatnya tersenyum sendiri.
"Cih, sepertinya aku terlalu berlebihan meminta kompensasinya" ucap Gladi.
Sampai di rumah Gladi yang tidak ingin membangunkan Vina bergegas ke kamarnya, Gladi tidak ingin Vina mengetahui dirinya pulang menggunakan kemeja pria.
"Haaaah, untung saja Vina tidur. Malam ini sungguh memuskan" ucap Gladi sambil berbaring di kasurnya.
Aldo yang akhirnya tebangun tiba-tiba merasakan sakit di seluruh tubuhnya, Aldo melihat ke lantai tempat di mana celana dan baju Gladi berhamburan di bawah.
Sebenarnya apa yang terjadi" dalam hati Aldo.
"Ahh aku mengingatnya sedikit, wanita itu bertanya tentang dunia bawah lalu setelah itu aku muntah dan tidak sadarkan diri" ucap Aldo.
"Hemmmmm, kalau begitu wanita itu pasti mengambil keuntungan dari ku semalam, hingga membuat tubuhku terasa sangat sakit" sambung Aldo yang terlihat sangat kesal.
"Wanita sialan, aku tidak akan mengampuni mu yang sudah menodai tubuh ku" ucap Aldo sambil mengepalkan tangannya.
Arrrrrrrrkkkkkhhhhh...
Teriakan Aldo membuat pengawalnya yang berjaga bergegas mendobrak pintu kamarnya.
"Ada apa bos?" tanya salah satu pengawal Aldo.
"Jam berapa wanita itu pergi?" tanya Aldo balik.
"Jam 4, memangnya kenapa bos" sahut pengawal Aldo.
"Apa jam 4!" Aldo yang mendengar perkataan pengawalnya merasa sangat terkejut.
Aldo masih mengingat jelas saat dirinya ingin membuat Gladi mabuk jam masih menunjukan pukul 11, setidaknya hingga dirinya mabuk jam baru menunjukan pukul 12. Berarti selama 4 jam dirinya di jadikan mainan oleh wanita yang baru saja di kenalnya hingga membuat tubuhnya terasa sakit semua.
"Wanita sialan, tunggu saja. Kalian kenapa masih di sini cepat keluar" teriak Aldo.
"Aneh bos kenapa" tanya salah satu pengawal Aldo.
"Sudah diam saja, mungkin bos masih kurang puas semalam" sahut pengawal Aldo lainnya sambil berjalan pergi.
Di rumah Vina menatap jam yang sudah menunjukan pukul 11 siang, Vina yang tidak melihat Gladi dari pagi bisa menebak Gladi pasti baru pulang pagi tadi, walau begitu dirinya harus tetap membangunkan Gladi untuk sarapan yang sudah mendekati makan siang.
Tok tok tok...
"Gladi" panggil Vina yang berdiri di depan pintu kamar Gladi.
"Ini aneh, coba aku buka" ucap Vina sambil membuka pintu Gladi yang ternyata tidak di kunci.
Vina yang berada di kamar Gladi hanya menggelengkan kepalanya, bagaimana tidak posisi tidur Gladi yang terlentang tanpa memakai celana membuat Vina tidak habis pikir melihatnya.
"Sepertinya dia bersenang-senang semalam, hingga mengambil baju yang salah" ucap Vina.
"Bangun bangun, sudah siang" ucap Vina sambil menepuk paha Gladi sedikit keras.
"Aduh, sakit" sahut Gladi yang langsung terduduk sambil memegangi pahanya.
"Sudah jam sebelas makan dulu sana" ucap Vina.
"Heeeem iya, aku mandi dulu" sahut Gladi sambil berdiri.
"Mandi yang bersih, jangan lupa pakai sabun keringat semalam jangan sampai masih menempel" ucap Vina yang langsung berjalan keluar.
"Vina tidak mungkin menyadari kalau aku. Ahhhhh bodohnya kenapa aku tidak ganti baju dulu sebelum tidur" Gladi menepuk kepalanya sendiri.
Di Tempat berbeda, Aldo bersiap melaporkan Gladi ke Rengga. Aldo mendatangi kantor Rengga tepat pas jam makan siang, suasana kantor yang lumayan sepi membuatnya sedikit leluasa.
"Aldo" panggil Andreas.
"Eh kamu" sahut Aldo sambil menatap Andreas.
"Masuk saja paman ada di dalam" ucap Andreas sambil berjalan pergi meninggalkan Aldo.
Sejak kapan anak itu bekerja di sini?" dalam hati Aldo sambil membuka pintu ruangan Rengga.
opo aq kurang seksi mas