NovelToon NovelToon
Asisten Tak Terduga

Asisten Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Romansa
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Abil_

"Menjadi asisten pribadi seorang CEO paling dingin di ibu kota bukanlah rencana awal hidupku."

Bagi Kenzo, perfeksionisme adalah segalanya. Baginya, asisten bukan sekadar pembantu, tapi mesin yang harus bekerja 24/7 tanpa celah. Namun, kedatangan asisten barunya yang "tak terduga" mulai mengacaukan ritme hidupnya yang kaku.

Ia tidak menyangka bahwa di balik kopi yang selalu pas suhunya dan jadwal yang tertata rapi, asistennya menyimpan rahasia besar yang bisa menjungkirbalikkan dunia bisnisnya. Setiap babak baru dalam hubungan mereka hanyalah awal dari lapisan misteri dan percikan rasa yang lebih dalam.

Akankah hubungan profesional ini tetap pada jalurnya, atau justru terjebak dalam permainan perasaan yang tak berujung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemilik Baru Hati dan Saham

Malam itu, Jakarta diguyur hujan gerimis, tapi suasana di dalam kamar VIP rumah sakit tempat Nabila istirahat kerasa anget banget. Kenzo bener-bener nggak beranjak dari samping Nabila. Dia bahkan minta Surya buat bawain laptop dan tumpukan berkas kantor ke sana. CEO paling sibuk se-Indonesia itu mendadak jadi "satpam" pribadi buat asistennya sendiri.

"Kenzo, mending kamu balik ke apartemen deh. Kamu belum mandi, belum tidur bener, muka kamu udah kayak kertas kusut," kata Nabila sambil nyuap bubur rumah sakit yang rasanya hambar banget.

Kenzo nggak nengok dari layar laptopnya. "Gue mandi di sini juga bisa. Kalau gue balik, terus ada ular lain yang dateng ke sini gimana? Gue nggak mau ambil risiko, Bil."

Nabila cuma bisa geleng-geleng kepala. "Tapi besok kamu harus ketemu investor X-Corp itu, kan? Kamu harus tampil maksimal. Jangan sampai mereka mikir CEO Aditama Group lagi kurang gizi."

Kenzo akhirnya nutup laptopnya kasar. Dia jalan mendekat ke kasur Nabila, terus duduk di pinggirannya. Dia ngambil mangkok bubur dari tangan Nabila. "Sini gue suapin. Lo cerewet banget kalau lagi sakit."

"Eh, bisa sendiri kali!" protes Nabila, tapi tetep aja mulutnya kebuka pas Kenzo nyodorin sendok.

"Gue bakal ketemu 'A' itu besok pagi. Surya udah nyiapin tim legal. Siapa pun dia, dia nggak bakal bisa ambil alih Aditama segampang itu," ucap Kenzo, matanya kelihatan tajem lagi. Tapi pas dia natap Nabila, tatapannya langsung melembut. "Tapi yang lebih penting sekarang itu lo. Gue udah nyiapin rumah baru buat Ayah lo setelah dia keluar dari sini. Keamanannya level satu. Nggak bakal ada yang bisa nyentuh dia lagi."

Nabila tertegun. "Rumah baru? Kenzo, itu pasti mahal banget. Aku nggak bisa..."

"Nggak ada penolakan, Nabila. Anggap aja itu cicilan mahar," potong Kenzo santai.

Pipi Nabila langsung merah lagi. "Mahar apaan, dilamar aja belum beneran!"

Kenzo tiba-tiba diem. Dia naro mangkok bubur di meja, terus ngerogoh saku celananya. Dia ngeluarin sebuah kotak beludru kecil warna biru tua. Pas dibuka, isinya cincin berlian yang simpel tapi kelihatan mewah banget. Bukan cincin mainan, ini beneran berlian yang kilaunya bikin mata silau.

Nabila melongo. "Ini... apa?"

"Cincin. Masa donat," canda Kenzo garing, tapi tangannya sebenernya sedikit gemeteran. "Tadi gue minta Surya mampir ke butik perhiasan pas dia ambil berkas. Gue nggak pinter ngerangkai kata-kata puitis kayak di novel yang sering lo baca, Bil. Tapi yang jelas, gue mau cincin ini ada di jari lo sekarang. Biar semua orang tahu, termasuk investor misterius besok, kalau lo itu milik Kenzo Aditama."

Kenzo narik tangan kanan Nabila, terus pelan-pelan masukin cincin itu ke jari manisnya. Pas banget.

"Kenzo... ini serius?" Nabila ngerasa matanya berkaca-kaca.

"Gue nggak pernah seserius ini seumur hidup gue," bisik Kenzo. Dia ngecup punggung tangan Nabila lama banget. "Makasih udah bertahan bareng gue di pabrik itu. Makasih udah nyimpen bukti itu selama sepuluh tahun. Sekarang, giliran gue yang jaga lo."

Momen romantis itu bikin Nabila ngerasa kayak mimpi. Tapi tetep aja, bayangan inisial 'A' itu masih ganggu pikirannya. Siapa orang yang punya duit segitu banyak buat borong saham Aditama dalam waktu semalam?

Keesokan paginya, suasana di kantor pusat Aditama Group tegang banget. Semua karyawan bisik-bisik soal rapat pemegang saham luar biasa hari ini. Kenzo dateng pakai setelan jas warna navy yang dipress rapi, rambutnya disisir klimis, auranya bener-bener berwibawa. Di sampingnya, Nabila ikut dampingin, meskipun sebenernya dia masih disuruh istirahat sama Kenzo.

"Siap?" tanya Kenzo pas mereka udah di depan pintu ruang rapat besar.

Nabila ngangguk mantap. "Siap."

Pintu dibuka. Di dalem ruangan, cuma ada satu orang yang duduk membelakangi mereka di kursi kebesaran direktur utama. Orang itu pakai setelan jas warna abu-abu terang. Begitu denger pintu kebuka, kursi itu muter pelan.

Kenzo sama Nabila langsung kaku di tempat. Nabila bahkan hampir jatuh kalau nggak dipegangin sama Kenzo.

Pria yang duduk di sana adalah seorang pria paruh baya yang mukanya mirip banget sama Nabila, tapi versi lebih rapi, sehat, dan berwibawa. Nggak ada lagi kesan lusuh kayak di gudang bawah tanah kemarin.

"Ayah?!" teriak Nabila kaget banget.

Pria itu senyum manis. "Pagi, Nabila. Pagi, calon menantu. Kenalkan, saya pemilik X-Corp. Nama saya Ardiansyah. Inisial 'A' yang kalian cari."

Kenzo ngerutin dahi, otaknya muter cepet banget. "Ayah... maksud saya, Om Ardi? Bagaimana bisa? Om kan selama ini disekap?"

Ardiansyah ketawa kecil, dia berdiri dan nyamperin mereka. "Paman Bram itu bodoh. Dia pikir dia nyekap saya tanpa pengawasan. Selama sepuluh tahun ini, saya diem-diem ngebangun jaringan bisnis dari balik layar pakai sisa modal yang saya selametin dulu. Saya nunggu momen yang pas buat balik dan ngehancurin Sofia dari dalem. Dan momen itu adalah saat dia lengah gara-gara kalian."

Nabila meluk ayahnya kenceng banget. "Ayah jahat! Kenapa nggak kasih tahu Nabila dari dulu?"

"Maafin Ayah, sayang. Semua ini demi keamanan kamu," Ardi natap Kenzo dengan bangga. "Kenzo, saya borong saham kamu bukan buat jatuhin kamu. Tapi buat mastiin nggak ada orang luar yang bisa ganggu perusahaan kalian lagi. Aditama Group dan X-Corp sekarang jadi satu. Dan itu semua... hadiah pernikahan buat kalian."

Kenzo narik napas lega yang panjang banget. Dia ngerangkul Nabila. Ternyata, selama ini dia nggak sendirian ngelawan badai.

Tapi, pas mereka lagi seneng-senengnya, Surya masuk dengan muka pucat lagi. "Pak Kenzo... gawat! Ibu Sofia kabur dari rumah sakit saat pemindahan ke penjara! Dan dia bawa kabur dokumen rahasia soal proyek nuklir pemerintah yang lagi kita kerjain!"

Muka Kenzo langsung berubah sangar lagi. "Perempuan itu bener-bener nggak tahu cara buat nyerah."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!