NovelToon NovelToon
Menikahi CEO Muda

Menikahi CEO Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Berondong / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:41.3k
Nilai: 5
Nama Author: Andi Putri Yasmin

Elza adalah seorang gadis berumur 27 tahun yang dijodohkan dengan pria yang lebih muda 3 tahun di darinya, karena paksaan dari kedua orang tua, Elza tak dapat menolak perjodohan tersebut.

"What?! Apa dia calon suamiku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andi Putri Yasmin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melupakan Kenangan

"Mama ...!"

Suara khas seorang bocah lelaki mengalihkan pandangan seseorang wanita cantik yang langsung tersenyum lebar tak kala menatap kedatangan dua orang pria yang berbeda usia.

"Dimi, jangan berteriak nanti Mama kamu terganggu!"

Pria yang lebih dewasa menegur bocah laki-laki yang tadinya berteriak antusias. Lantas bocah itu mengerucutkan bibirnya karena tak setuju dengan ucapan pria dewasa tersebut yang tak lain adalah Aron Keysha.

"Sudahlah, tidak apa-apa. Kemari, Sayang." Panggilan itu membuat sang bocah kembali menampilkan senyum bahagia. Ia kemudian menghampiri wanita yang tadi memanggilnya.

"Mama, makasih ya udah belain Dimi dari Papa. Mama kapan sembuhnya, Dimi kangen sama Mama."

Bocah yang bernama Dimitri itu berkeluh kesah kepada wanita cantik yang sedang di rawat di rumah sakit. Selang infus masih terpasang di pergelangan tangan kanannya.

Wanita itu lantas tersenyum. Sudah hampir sebulan ia di rawat di sini karena sakit yang tiba-tiba ia derita. Dirinya juga tidak tahu pasti kapan itu dimulai. Namun, dirinya memang mengakui bahwa pernah mengalami hal seperti ini waktu usianya masih sekitar belasan tahun.

Wanita itu yang tak lain adalah Elzania Saputri Wijaya tersenyum cemerlang saat mengusap rambut putranya dengan lembut. Dirinya juga lupa kapan ia bertemu dengan calon suaminya itu, sehingga mereka dapat mempunyai seorang putra yang begitu lucu dan imut. Meskipun, pria itu mengatakan bahwa Dimitri bukan darah dagingnya. Namun, ia tetap menerima Dimitri dan menganggapnya sebagai anak sendiri.

Ketika pertunangan mereka akan dilangsungkan dirinya mengalami koma yang membuat pertunangan itu dibatalkan.

"Mama udah sehat kok, Sayang. Ya kan, Pa? Bentar lagi Mama pulang," balas Elza sembari melirik suaminya yang seketika tersenyum kecil.

Meskipun Elza sedikit aneh saat mengucapkan hal tersebut. Namun, dirinya harus membiasakan panggilan itu agar ia dapat pulih dan mendapatkan sebagian memorynya yang hilang, kenangan bersama Dimitri dan kenangan bersama calon suaminya.

"Iya, Sayang. Tunggu beberapa hari lagi untuk pemulihanmu," jawab Aron sembari mendekat ke brangkar tempat Elza dirawat.

"Mama cepat sembuh, ya. Dimi selalu doain Mama sama Tuhan biar Mama diberikan kesembuhan," ucap Dimitri lagi dengan raut wajah yang bersungguh-sungguh.

"Iya, Sayang. Terima kasih atas do'anya," balas Elza sembari mengecup pelan pipi Dimitri.

"Apakah kau sudah makan siang?" Pertanyaan itu berhasil menarik perhatian Elza yang sedang memeluk Dimitri. Bocah itu langsung naik ke tempatnya berbaring dan meminta untuk dipeluk.

"Iya." Jawaban itu terdengar dingin dan asing membuat Aron merasa tidak nyaman mendengarnya.

Dirinya berhasil membuat sebagian kenangan Elza menghilang, dan sekarang wanita itu mempercayai bahwa mereka telah menjalin sebuah hubungan. Meskipun, dirinya adalah seorang single Dady. Akan tetapi, Elza menerimanya dengan senang hati.

Dirinya juga telah mengatakan bahwa mereka akan melangsungkan pertunangan yang tertunda akibat dirinya jatuh koma sebulan yang lalu. Ia tak menyesali telah melakukan hal tersebut karena sekarang, Dimitri telah bahagia mendapatkan seorang ibu pengganti.

"Baiklah, sebentar lagi Mama akan datang menjengukmu. Saya akan pergi ke kantor sekarang."

Elza hanya mengangguk sebagai jawaban, kemudian ia kembali fokus menepuk-nepuk punggu Dimitri.

Aron perlahan meninggalkan ruang inap Elza. Ia menutupnya secara perlahan. Ia tak pernah menyesali tindakannya, buktinya suami dari Elza belum juga datang menjemput wanitanya. Jadi, jangan salahkan dirinya jika berkeinginan untuk mendapatkan Elza.

Setelah kepergian Aron, Elza mengambil ponselnya karena sudah lama rasanya ia tak membuka ponselnya tersebut. Ia bingung kenapa tidak ada seorang teman pun yang datang berkunjung saat dirinya sakit apakah memang dirinya tak mempunyai teman di masa lalu.

Dirinya pun tak mengingat apakah ia mempunyai orang tua atau tidak. Ia melupakan segalanya, ia hanya ingat bahwa ia pernah mengalami koma waktu berumur belasan tahun waktu itu mungkin dia masih berusia 19 tahun.

Tidak pesan yang berada di ponselnya. Hanya ada satu nomer yang tak bernama dengan kode negara +62 dirinya tahu bahwa ini kode negara Indonesia. Akan tetapi, mengapa nomer asing berada di ponselnya? Apakah itu nomer penting.

"Apa mungkin nomer ini punya kerabatku yang ada di Indonesia? Tapi, jika memang benar pasti ada namanya? Em, apa sebaiknya aku mengiriminya pesan?"

Ceklek ...!

Tiba-tiba pintu ruang inap Elza dibuka dari luar. Muncullah, wanita paruh baya dengan senyum lembut di wajahnya. Kedatangannya, membuat Elza melupakan sesaat tentang nomer tersebut. Ia membalas senyuman wanita paruh baya itu.

"Ini Mama, Sayang. Calon Mama mertua kamu." Pernyataan itu membuat Elza mengangguk paham kemudian mempersilahkan calon ibu mertuanya untuk duduk.

"Bagaimana kabar kamu, Sayang?" tanya wanita itu lembut.

"Elza baik, Ma." Elza menjawab sembari tersenyum manis.

"Dimi, sedang tidur, ya?" Elza mengangguk sebagai jawaban kemudian penepuk punggung Dimitri secara perlahan.

"Aish, cucu Nenek, kenapa ganggu Mama yang lagi istirahat." Wanita paruh baya itu yang tak lain adalah Mama Aron–Amira–menepuk jidatnya pelan seakan lelah akan perbuatan sang cucu.

"Tidak apa, Ma. Mungkin Dimi lagi kangen sama aku," balas Elza lembut. Dirinya tahu bahwa Dimitri sangat merindukannya.

"Baiklah, kalau begitu kamu istirahat saja ya, Sayang. Jangan banyak berpikir agar dirimu cepat sembuh dan pulang bersama kami," tutur Amira sembari mengusap puncak kepala Elza yang dibalas senyum hangat oleh wanita cantik itu.

Elza tersenyum seakan tak terjadi apa-apa. Namun, dirinya berpikir apa memang ia tak mempunyai keluarga satu pun itu?  Dirinya juga bingung kenapa ia mau menikah dengan pria yang berbeda agama dengannya, segitu cintanya kah dia kepada pria itu? Elza memang mengakui bahwa Aron memang tampan bahkan mungkin semua wanita siap menjadi wanita dari pria itu tanpa adanya suatu ikatan.

Elza kemudian menutup kelopak matanya untuk mengistirahatkan pikirannya. Dia mencoba mengingat-ngingat sesuatu yang mungkin ia lupakan.

...

Sementara itu, di Indonesia. Devan sangat marah mendengar tuduhan yang dilontarkan oleh Laras. Wanita kejam itu membuat pria imut tersebut kembali terguncang. Andai saja malam itu, ia segera mengambil penerbangan menuju ke San Francisco tanpa menunda lagi. Mungkin Elzanya tak akan seperti ini.

"Sabar ya, Van. Gue yakin Elza baik-baik aja. Mungkin dia di sana dijebak sehingga rumor itu langsung ke luar."  Dinda sahabat Elza mengeluarkan suara yang membuat Devan mengangkat pandangannyanya ke arah wanita cantik itu yang sedang duduk bersama dengan Riko–asistennya.

"Ya, gue tahu Din. Elza gak mungkin ninggalin gue demi cowo lain. Sebenarnya, mertua gue tahu kalau Elza ada di kediaman Kriss Keysha. Katanya Elza aman di rumah sahabatnya, tapi mereka juga gak nyangka kenapa tiba-tiba keluar rumor kalau Elza dan putra dari Kris Keysha telah melangsungkan pertunangan. Gue harus ke sana bagaimana pun caranya. Sialan! Jika, memang dia ngelakuin sesuatu sama Elza gue gak akan tinggal diam." Devan sangat frustasi dengan ini semua.

"Van, lo gak mau ajuin kasus Laras yang nyulik Elza ke polisi?" Pertanyaan itu jatuh yang membuat suasana tiba-tiba hening.

"Lo pasti tahu apa yang lo harus lakuin." Riko lantas mengangguk sebagai jawaban.

Dirinya sudah sangat lama ingin mengajukan kasus ini kepada polisi. Namun, ia paham bahwa Devan masih melihat Elza sebagai temannya sehingga tak melakukan tindakan tersebut.

"Gue balik dulu, ada hal yang gue mau urus. Rik, gue serahin urusan perusahaan sama lo," ujar Devan pelan. Kemudian mengambil jas dan kunci mobilnya.

Riko hanya mengangguk kemudian mengantarkan Devan sampai pintu kantornya. Setelahnya dia pun mengajak sang kekasih ke ruangannya untuk kembali mengerjakan file-file yang telah Devan kirim lewat email.

"Sayang, kita sebaiknya ke ruanganku saja," ajak Riko sembari menarik tangan sang kekasih. Dinda pun tak menolak ajakan Riko.

"Ok, em ... aku harap Devan bisa nyelesaiin semuanya dan Elza bisa balik lagi sama-sama kita," tutur Dinda di sela-sela acara berjalan mereka.

"Iya, semoga saja."

......................

"Maaf, apakah saya mengenal Anda Tuan?" Pertanyaan itu sukses membuat hati pemuda yang berwajah imut itu mencelos.

'Apakah aku mempunyai kesalahan di masa lalu ya Tuhan. Hingga orang yang aku cintai melupakanku? Sangat sakit rasanya saat dia mengatakan tak mengenalku.'

"Em, saya adik sepupu Kakak dari Indonesia."

1
Vitri Aditya
kedewasaan memang gak bisa diukur dengan usianya. kelihatan disini devan yg lebih muda tp lebih dewasa. dan Elza yg lebih dewasa malah kekanakan
Ade Bunda86
kayaknya si Amel suka sama Devan deh,.ihhhh
Ade Bunda86
mulai berani y
Ade Bunda86
seru bgt nih ceritanya ....lanjut Thor....
𝘑𝘶𝘯𝘨 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘺𝘪: siap" Terima kasih udah baca ya😭☺
total 1 replies
Ayu Kartika II
gk jelas ngkunya istri tpi ma suami songong giliran ada cewe deket" suaminya cemburu,,aneh nih orang critanya yg jelas thorr,,,
𝘑𝘶𝘯𝘨 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘺𝘪: hrap sabar ya☺🙏
total 1 replies
Ade Bunda86
walau LBH tua tp masih ori y bang Dev...heheheh
𝘑𝘶𝘯𝘨 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘺𝘪: hehe😌🤫
total 1 replies
Dida Sa'diah
knp Elza selalu berpikiran gitu sih,kan aku jadi kesel sendiri dengan sikap Elza😡
Dida Sa'diah: 😊😊 ya kakak
total 2 replies
Dida Sa'diah
Elza yang lebih dewasa tapi yang manja nya Elza,,tapi gak papa sama suami sendiri,jadi lucu sendiri baca nya
Ayu Kartika II
elza koq kyk anak kecil masa iya pikirannys sampe sejauh itu apa coba motifnya devan mau bunuh kmu gk masuk akal dehh
bisa gk sih torr critnya agk sdikit dipersingkt gtu gk diulang" jdi kurang seru gitu thorr critanya itu biar ringkas padat dan berisi gtu lho,,😊🙏
faula Ana
lanjut donk
😘 sweet baby😘
haduuhhh.... makin rumit aja thor 😏😏
Sri Wigati
lanjut
Fha Fisha
cepat satu kan Elza lagi tor
Imer Merlin
geram pengen ku jambak2 tuch si setan Laras yg GX tw diri😤😤😤😤😤😤
𝘑𝘶𝘯𝘨 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘺𝘪: sabar, zheyeng. tapi auhtor salut sama Laras dia rela lakuin apa pun demi mendapatkan seorang yg dicintai
total 1 replies
Egik
moga Elsa cepat di temukan devan
😘 sweet baby😘
up lg donk thor.. pinisirin akuh 👍
Imer Merlin
jangan lma2 misahin Elza sama Devan Thor, kasian tw😞😞😞😞😞😞
Imer Merlin
keren Elza, ngadepin pelakor emang harus cerdik,, jangan oke emosi👍👍👍👍👍
Egik
moga devan bisa secepatnya menemukan Elsa
Fha Fisha
next

cepet temukan Elza dan Devan kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!