Penyesalan yang selalu datang terlambat! Carla Magnolia Haines, menyesal meninggalkan suaminya demi pria yang ia pikir mencintainya, ternyata hanya menginginkan warisannya.
Saat ia mati ditangan pria yang ia pikir tulus mencintainya, barulah ia tahu suami kejam dan yang ia anggap terlalu kasar padanya, ternyata pria yang sangat tulus mencintainya.
Apakah waktu bisa diulang? ia ingin mengulang waktu bersama dengan suami kejamnya, dan mendengarkan suami kejamnya itu, dan bahkan akan membiasakan dirinya menerima sikap posesif suaminya padanya.
Aku ingin kembali! bhatin Carla penuh harap saat ia menutup matanya.
Akankah Carla dapat kembali lagi bersama suaminya, untuk mengulang waktu kebersamaan mereka, yang telah terbuang diantara mereka berdua, karena ulah orang ketiga menghancurkan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31.
"Nyonya!!!" teriak Butler memanggil Carla dengan panik.
Gordon yang melihat Carla berlari dengan panik membawa pistol pemberian Alexander, membuatnya pun seketika mengingat sesuatu.
"Morris! Nicholas! Theo! cepat! Ayo, bergerak!!!" suara lantangnya membuat aba-aba pada rekannya yang lain.
"Kenapa, Gordon? apa yang terjadi? kenapa Nyonya berlari dengan panik?!" tanya Butler merasa bingung.
"Beberapa hari ini, di sekitar jalanan dekat Mansion, beberapa mata-mata disebarkan dari mereka, yang ingin mencari cara untuk membalas dendam pada Tuan Alexander!!" jawab Gordon.
"Hah?! kalau begitu, cepat! pergilah susul Tuan Alexander! dia hanya sendirian! musuhnya pasti tidak akan membiarkan Tuan Alexander lolos!!" Butler pun menjadi panik mendengar jawaban Gordon.
Empat mobil bergegas bergerak meninggalkan pekarangan Mansion Alford, menyusul Alexander, dan Carla yang telah pergi lebih dahulu menyusul Alexander.
Sementara itu Alexander, yang sedang mengemudikan mobilnya memandang tajam ke depan, dengan wajah yang terlihat begitu dingin.
"Carla Magnolia! selamanya kamu hanyalah milikku! tidak akan pernah kubiarkan kamu lepas dalam hidupku ini! apa pun rencana yang ada di kepalamu, tidak akan kubiarkan berhasil!!" gumam Alexander penuh rasa geram dan amarah.
Mata Alexander tanpa sengaja melirik kaca spion, dan instingnya menyadari, kalau ia sedari tadi diikuti seseorang setelah melewati lampu merah.
Kakinya menginjak pedal gas.
Malam ini ia sedang tidak ingin berurusan dengan lawannya, karena ia sedang dikejar waktu untuk mendapatkan kembali istrinya.
Ternyata mobil yang mengikutinya melakukan hal yang sama sepertinya, mempercepat laju mobil mereka mengejarnya.
Alexander yang sedang marah, merasa kesal melihat mobil yang terus mengejarnya.
Mobil itu sepertinya tidak ingin melepaskannya.
Sementara itu di dalam mobil yang sedang mengejar Alexander.
"Tuan, sepertinya didalam mobil itu hanya si sombong itu saja seorang diri!"
Pria yang dipanggil 'Tuan' duduk di bangku belakang, melihat lurus ke depan, di mana mobil Alexander semakin cepat melaju di jalan raya.
Pria itu tersenyum senang, "Bagus! akhirnya berhasil juga mendapatkannya, setelah menunggu berhari-hari untuk membalasnya! malam ini kita harus menghabisinya!!"
"Baik, Tuan!!"
Mobil itu pun semakin cepat mengejar mobil Alexander.
Alexander di dalam mobilnya, mengambil jalan pintas untuk mengecoh mobil yang mengejarnya, karena ia tidak ingin terlambat menjemput Carla kembali pulang ke kediaman Alford.
Tapi, tiba-tiba dari arah depan, mobil musuhnya yang lain ternyata mengambil jalan memotong menghadang mobilnya.
Lampu mobil membuat pandangan mata Alexander silau, dan kakinya reflek menekan pedal rem dengan kuat.
Alexander pun tidak dapat bergerak mundur atau pun maju, ia terpaksa harus meladeni musuhnya itu.
Dengan tenang ia mematikan mesin mobilnya, lalu membuka pintu mobil, dan kemudian keluar dari dalam mobilnya.
Sekumpulan anak buah musuhnya bergegas keluar dari dalam mobil mereka, dan sekumpulan lainnya keluar dari gang sepi, di antara gedung apartemen.
Dengan tenang Alexander bersandar di badan mobilnya, lalu melemparkan pandangan matanya ke arah sebelah kiri dan kanannya.
Dua gerombolan anak buah musuhnya dengan cepat mengelilingi sekitar mobilnya.
Mereka bersiaga dengan alat pemukul ditangan mereka masing-masing.
Pria dengan tubuh sedikit tambun, dan perut sedikit buncit, turun dari dalam mobil yang mengikuti mobil Alexander.
Ia melangkah maju ke depan sembari tersenyum menyeringai, memandang Alexander yang menggelung satu persatu lengan kemejanya sampai siku tangannya.
"Aku tidak sengaja melihat mobil yang ku kenal, berjalan lambat di depan mobilku! aku pun berpikir-pikir siapa yang berada di dalam mobil itu? ternyata teman kita yang legendaris, yang tanpa belas kasihan membabat habis, siapa saja yang menghalangi bisnisnya, dan yang menyinggungnya!!"
Alexander tetap terlihat tenang mendengar nada menyindir pria tersebut.
"Suatu kehormatan bisa dapat bertemu muka secara pribadi, tanpa adanya pengawal mu, Alexander Alford!!"
Sudut bibir Alexander menyunggingkan senyuman tipis, dengan sikapnya yang masih terlihat begitu tenang.
Bersambung........
tapi Clara nya tak ngeh dari awal🤣🤣🤣🤣🤣
napa terlalu lama nungul ya???