NovelToon NovelToon
Wanita Miskin Pengganti Nyonya Mahesa

Wanita Miskin Pengganti Nyonya Mahesa

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Duda
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Nadira, gadis miskin dari desa, datang ke kota demi biaya pengobatan ibunya. Hidupnya berubah ketika ia menemukan seorang wanita tewas di pinggir jalan dan tanpa sengaja menjadi tersangka pembunuhan karena DNA-nya ditemukan di tubuh korban.

Korban itu adalah Nayla Adiprana, istri Mahesa Adiprana, pengusaha kaya yang dipenuhi duka dan amarah. Sebagai hukuman, Mahesa memaksa Nadira menikah dengannya dan hidup menderita di rumahnya.

Namun seiring waktu, Mahesa mulai melihat ketulusan Nadira yang merawat putranya dengan penuh kasih. Saat benih cinta tumbuh, kebenaran mengejutkan terungkap.

Akankah Nadira memaafkannya atau justru Nadira akan menjauh darinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31

Di kediaman Adiprana, Nadira yang sedang membersihkan kamar Keano merasa heran saat melihat seorang pria yang ia kenal datang. Nadira ingat jika pria itu adalah orang kepercayaan Mahesa.

" Nadira, perkenalkan saya Dion. Saya adalah asisten tuan Mahesa. Saya datang untuk menjemput anda." ujar Dion menjelaskan kedatangannya tanpa memberikan rasa penasaran yang lebih lama pada Nadira dengan kedatangannya yang tiba tiba.

Nadira menghentikan aktivitasnya, ia kemudian berjalan mendekati Dion yang saat itu berada di luar kamar.

" Menjemput saya? Untuk apa?." tanya Nadira penasaran dengan ucapan Dion.

" Nanti anda akan tahu sendiri Nadira. Bersiaplah waktu nya sudah tidak banyak." ucap Dion.

Nadira masih tidak mengerti, tapi mendengar desakan dari Dion membuatnya menyegerakan bersiap siap.

Dion meminta bi Siti untuk menjaga Keano saat Nadira pergi bersamanya.

Beberapa saat kemudian Nadira sudah siap, ia dan Dion langsung keluar dari rumah.

Sepanjang jalan Nadira terus kepikiran, entah kemana tujuan mereka sebenarnya Nadira juga tidak tahu. Dion tak mengatakan apapun. Yang jelas Nadira juga sangat penasaran.

Namun tak berselang lama mereka tiba di sebuah bangunan yang bertuliskan V-Kosmetik. Bangunan itu di hiasi berbagai benner yang mencetak wajah wajah cantik para model dan beberapa brand make up. Nadira tidak mengerti mengapa Dion membawanya ke tempat seperti itu.

Nadira yang masih melamun dikejutkan dengan pintu mobil yang terbuka. Dion memintanya untuk turun.

Nadira melangkah masuk mengikuti Dion dari belakang. Sesampainya di dalam toko itu, Nadira langsung di suguhkan dengan pemandangan yang begitu berwarna warni. Pakaian, tas, perlengkapan make up, helss, dan lain sebagainya yang belum pernah Nadira lihat di desa. Nadira yang belum pernah melihat benda benda berkilau seperti itu membuatnya sejenak terdiam. Meskipun ia tidak pernah menemukan benda benda cantik itu di desa tapi Nadira menyukai benda benda itu.

Di saat yang bersamaan, seorang wanita dengan tubuh ideal dan penampilan modis datang. Meskipun raut wajahnya terlihat cuek, tapi dia menyambut Dion dan Nadira dengan baik.

" Selamat datang tuan Dion. Apa dia wanita yang dimaksud tuan Mahesa?." tanya Inez langsung ke inti. Ia mengamati penampilan Nadira dari bawah sampai atas. Ada sedikit tatapan meremehkan di sana.

Nadira yang menyadari penampilannya sedang di nilai terlihat salah tingkah dan gugup.

Dion mengangguk pelan, " Iya, dia adalah Nadira. Dandani dia sesuai permintaan tuan Mahesa. Jangan melakukan hal yang di luar perintah Inez." ujar Dion.

Inez melipat kedua tangannya di dada. " Apa istimewanya dia? Bahkan dia terlihat seperti wanita dari desa. Aku sangat terkesan karena kebohongan mu Dion! Kamu bilang kalau aku yang akan mendampingi..."

Ucapan Inez yang setengah berbisik terpotong saat Dion menariknya menjauh dari Nadira.

" Inez, awalnya kamu memang wanita yang akan mendampingi tuan Mahesa. Tapi aku tidak tahu jika tuan Mahesa menginginkan Nadira untuk menemaninya. Sebaiknya lakukan saja pekerjaan mu tanpa protes!."

Inez memutar bola matanya malas, " Iya akan aku lakukan. Aku tidak akan mempercayai ucapanmu lagi lain kali." Inez meninggalkan Dion dan berjalan kembali ke arah Nadira. Meskipun kesal, Inez tetap profesional.

Nadira yang bingung dengan apa yang terjadi antara Dion dan model cantik itu hanya berdiri mematung di tempatnya.

Namun kedatangan Inez kembali membuatnya gugup.

" Ikut aku!." pinta Inez pada Nadira.

Nadira hanya diam, ia masih tidak mengerti. Tapi Nadira memilih ikut dan mengekor wanita itu dari belakang.

Sesampainya di dalam sebuah ruangan, Nadira di suruh duduk di depan sebuah cermin besar. Ruangan itu sangat wangi hingga mampu menenangkan hati dan pikiran Nadira.

Tak berselang lama seorang wanita yang berbeda datang, wanita itu tampak tersenyum ke arah Nadira.

" Melihat wajahmu pertama kali aku tahu kamu wanita yang sangat cantik. Aku akan berusaha mendandanimu agar kecantikan mu yang tersembunyi bisa terpancar keluar." ujar wanita itu.

Sementara Inez yang sedang membaca majalah di sofa yang tak jauh dari mereka terlihat memutar bola matanya malas. " Salsa, jangan banyak bicara! Lakukan pekerjaan mu buat dia terlihat cantik sebisamu!." ucap Inez dengan cuek.

" Iya Inez, bawel deh!." jawab Salsa dengan kesal.

Sementara itu Inez terlihat tidak perduli, ia kembali melanjutkan membaca majalah.

Nadira yang dari tadi hanya diam tak tahu harus melakukan apa. Ia kebingungan. Kenapa ia harus ada di tempat ini, dan kenapa ia akan di dandani.

" Nona, apa saya boleh tahu kenapa saya akan di dandani?." tanya Nadira penasaran.

" Saya kurang tahu juga Nadira, tapi yang saya tahu saya akan mendandanimu jadi santai saja ya dan nikmati prosesnya." ujar Salsa dengan ramah.

Nadira tak bertanya lagi, ia hanya mengangguk pelan meski banyak pertanyaan masih tersimpan di benaknya.

Sesaat kemudian Salsa mulai membersihkan rambut Nadira, setelah itu ia menatanya menjadi bergelombang. Nadira terlihat begitu cantik dengan rambut bergelombang nya. Setelah rambutnya di tata, lanjut pada bagian make up. Wajah Nadira di poles dengan make up tipis natural, dengan eye shadow warna pink dan lipgloss warna pink juga. Pipi Nadira merona karena blush on tipis yang di oleskan di sana.

Nadira melihat perubahan wajahnya di kaca sedikit demi sedikit, saat semuanya selesai Nadira terkesima. Ia melihat orang lain di cermin, tanpa sadar senyum tipis terukir di bibir Nadira.

" Wah, luar biasa. Kamu sangat cantik Nadira. Benar benar cantik! Tuhan sangat luar biasa. Aku bahkan jatuh cinta padamu Nadira!." terlihat Salsa kegirangan melihat Nadira yang sudah berubah menjadi jauh lebih cantik.

" Terimakasih, ini semua berkatmu!." Nadira menyentuh tangan Salsa.

" Walaupun sudah sempurna, tapi ini masih belum lengkap. Kita harus mengganti bajumu, sepatu dan juga beberapa perhiasan harus kita tempelkan di beberapa bagian!."

Beberapa saat kemudian satu buah dress berwarna pink soft datang lengkap dengan helss rendah dan tas kecil dengan warna senada.

Nadira di suruh ganti baju, ia kemudian memasuki ruang ganti.

Tak berselang lama Nadira selesai, ia keluar dengan anggun.

Terlihat Salsa mematung dengan ekspresi kagum saat melihat Nadira keluar dari ruang ganti, gadis yang sebelumnya datang dengan pakaian sederhana, rambut yang di ikat asal dan wajah tanpa polesan make up itu kini terlihat seperti seorang Dewi. Nadira begitu cantik hingga mata Salsa tak teralihkan darinya. Begitupun dengan Inez, wanita itu juga ikut kagum dan menghentikan aktivitasnya saat melihat perubahan Nadira.

" Bajunya sangat bagus, aku merasa tidak pantas mengenakannya. Apa ini mahal?." tanya Nadira yang khawatir dengan harga baju dan perlengkapan lainnya yang sedang ia pakai.

Salsa tersadar dari kekagumannya, ia menghampiri Nadira dengan girang. " Jangan pikirkan harga, sekarang lihat dirimu di cermin!." ajak Salsa.

Nadira berjalan mengikuti Salsa ke sebuah cermin besar, Nadira melihat dirinya di dalam cermin itu. Lagi lagi penampilannya membuat nya seperti orang yang berbeda.

" Apakah... Ini aku?." tanya Nadira tak percaya.

" Iya, ini kamu Nadira!." Salsa kegirangan.

Nadira tak mengerti dengan perasaannya, melihat dirinya yang sekarang membuatnya terharu, tapi di sisi lain ia masih menyimpan ketakutan yang luar biasa.

" Lalu, sekarang apa? Untuk apa semua ini?." tanya Nadira.

" Kamu akan pergi menemani tuan Mahesa besok!."

Tiba tiba saja Inez datang dan ucapannya membuat Nadira terdiam. Ia di dandani untuk menemani Mahesa pergi. Nadira merasa tidak percaya, bagaimana bisa Mahesa membawanya pergi bersamanya sementara Mahesa sangat membencinya?.

" Maksudnya?." tanya Nadira meminta kejelasan.

" Besok tuan Mahesa akan melakukan perjalanan bisnis dan kamu akan ikut bersamanya. Apa kamu sudah mengerti? Aku tidak akan menjawab pertanyaan mu untuk kedua kalinya, kalau kamu penasaran tanyakan langsung pada tuan Mahesa!." Inez berlalu pergi dari ruangan itu.

Nadira mematung, ia menatap pantulan dirinya di cermin. " Menemani tuan Mahesa dalam perjalanan bisnis?." gumamnya dalam hati.

" Aku merasa sangat takut dan gugup!." Nadira menyentuh dadanya yang berdebar. Ia tak mengerti, tapi satu hal yang ia tahu ia begitu gugup sekarang bahkan detak jantungnya bisa terdengar.

Sementara itu di sisi lain, tepatnya di dalam bangunan yang sama Mahesa baru saja tiba. Mahesa ingin memastikan semuanya berjalan dengan lancar.

Mahesa duduk di ruang tunggu bersama Dion, ia menanyakan bagaimana kelancaran semuanya. Dion mengatakan jika Nadira sedang di ruang rias.

" Tuan, sebentar lagi Nadira akan keluar, apa anda ingin melihat hasilnya terlebih dulu?." tanya Dion yang mengetahui jika Mahesa akan segera pergi.

" Tidak Dion, aku hanya ingin memastikan semuanya lancar. Aku datang ke sini bukan untuk melihatnya dan aku tidak perduli!." tegas Mahesa yang sudah berdiri.

Tepat di saat yang bersamaan, Nadira juga keluar dari ruang rias bersama Salsa. Nadira belum menyadari jika Mahesa ada di ruang tunggu. Nadira masih gugup dan jantungnya berdegup kencang.

Di sisi lain, Mahesa yang tanpa sengaja melihat Nadira seketika mematung di tempatnya, ia menatap Nadira dengan manik berbinar penuh kekaguman. Bahkan Mahesa tak beranjak sedikitpun dari tempatnya padahal ia sudah bersiap siap untuk pergi.

Nadira menyadari keberadaan Mahesa, ia langsung menunduk tak berani menatap pria itu. " Tuan, apa maksud semua ini?." tanya Nadira takut takut.

*****

Visual Nadira

Sebelum di dandani:

Sesudah di dandani

1
Haura Az Zahra
👍
Emi Sudiarni
ad yg jatuh cinta ni..
Quin: hehehe iya ni lagi cemburu2 gemas 🤭
total 1 replies
Emi Sudiarni
lanjut kak
Quin: mohon maaf ya teman teman untuk beberapa hari ini saya tidak bisa upload dulu karena sedang ada urusan penting 🙏 mohon dimaklumi ya teman teman, 🩷🩷🩷 saya berjanji akan kembali melanjutkan ceritanya 🥰🥰 love you all 🩷
total 1 replies
Emi Sudiarni
kren kak, di tungu kelanjutannya
Emi Sudiarni
lanjut kak...
Quin: ciapp👍🤭
total 1 replies
Emi Sudiarni
entar lo jatuh cinta ama nadira.
Emi Sudiarni
kamu tu mahesa yg peluk anindira🤣🤣
NN
lanjut
Quin: okeyy best👍😍
total 1 replies
Ma Em
Semoga kebenarannya segera terungkap agar Nadira bisa cepat bebas dari siksaan Mahesa , dan bisa pulang kerumah ibunya .
Quin: terimakasih 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!