Hai Kak, folow-followan di IG yuk kk.
IG : Linieva2
Seorang wanita yang bangun dari tidur nya, dan ternyata, dia berada di tubuh orang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linieva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
“Irene, kalau Noah menyakiti atau menyinggung perasaan mu, katakan pada kami. Jangan menutupi nya. Ya?” pinta Dinda mengusap kepala Irene.
“Iya ma. Ma.. aku bisa minta sesuatu pada mama?” tanya Irene dengan senyum harap.
“Apa sayang?” tanya Dinda yang penasaran.
“Panggil aku Ren kalau mama tidak keberatan.” Pinta Irene.
Dinda mengernyitkan dahi nya.
“Baik lah…Ren.” Dinda memanggil pertama kali dengan nama Ren.
*******
“Ada apa papa memanggil ku berbicara berdua?” tanya Noah yang sudah berada di ruang kerja papa nya.
Sekarang mereka sedang duduk di sofa berwarna hitam dan empuk.
Okta, belum berbicara. Tapi masih melihat diam anak laki-laki nya itu.
“Noah, papa rasa kamu tahu apa yang papa dan mama mu pikirkan tentang isteri mu Irene.” Okta akhir nya berbicara pada inti.
“Maksud nya pa?” tanya Noah.
Okta menghela nafas.
“Papa dan mama merasa ada yang aneh dengan Irene. Semenjak kami bertemu dengan nya di acara ulangtahun papa waktu itu. dia sangat berubah.
Memang perubahan nya tidak buruk dan tidak bikin malu keluarga kita. Hanya saja tetap ada yang aneh dan membingungkan.” Okta menyandarkan tubuh nya.
“Ternyata papa dan mama juga sudah merasakan nya.” Ucap Noah di dalam hati.
“Katakan pada papa, apa yangterjadi? Apa kau menekan atau memaksakan Irene?” tanya Okta serius.
“Hhhmmm…. Tidak ada pa. Aku juga merasa heran dengan nya. Semenjak keluar dari rumah sakit…….
“Apa? Keluar dari rumah sakit? Apa dia sakit?” tanya Okta yang tidak tahu tentang kabar itu.
Noah menjadi canggung.
“Noah, kenapa dia? Apa kau menyembunyikan sesuatu?” tanya Okta penasaran.
“Beberapa minggu yang lalu dia membenturkan kepala nya ke tembok. Terus di bawa kerumah sakit, dan 3 hari tidak sadarkan diri. Setelah sadar…. Banyak perubahan pada diri nya sekarang.” Jawab Noah yang tidak bisa menyembunyikan nya lagi.
“Kenapa kau tidak memberitahukan nya pada kami? Dan apa alasan nya melakukan itu?” tanya Okta marah.
“Aku pikir itu tidak perlu. Dan alasan nya melakukan itu karena… karena dia ingin bunuh diri.” Jawab nya lagi.
“Ya ampun Noah… papa… papa sama sekali tidak tahu apa yang ada dalam pikiran mu itu. kenapa kau….
“Pa, dari awal kan aku sudah bilang kalau aku tidak mau menikah dengan nya. Tapi kalian…..
“Noah…….
Okta menjadi emosi. Dia berteriak pada Noah.
Okta menghela nafas, duduk kembali dengan menutup wajah nya. Tidak ada pembicaraan lagi. Sama-sama diam.
“Kalau tidak ada lagi yang di bicarakan, kami akan pulang.” Noah berdiri meninggalkan papa nya.
“Noah… jangan pernah berpikir untuk menceraikan nya.” Ucap Okta dengan serius.
Noah membalikkan badan nya, melihat papa nya yang duduk menatap nya serius.
Dia menggelengkan kepala dan meninggalkan orang tua laki-laki nya.
Dengan segera pergi menghampiri isteri dan mama nya.
Irene dan Dinda berada di dapur. Sedang menyiapkan makan siang.
“Kamu bisa masak juga Ren?” tanya Dinda.
“Bisa donk ma. Masakan buatan ku sangat enak loh. Mama dan papa ku saja sangat suka dengan masakan ku.” Ucap Irene tanpa sadar.
“Apa kau menyayangi mereka? Dan apa mereka juga menyayangi mu?” tanya Dinda penasaran.
“Tentu saja ma, mereka sangat menyayangi ku dan aku juga sangat menyayangi mereka.” Ucap Irene serius memotong daging.
Noah yang menangkap kalimat Irene semakin tidak mengerti.
“Kata nya saling menyayangi, tapi kenapa seperti ada permusuhan di antara dia dan keluarga nya?” tanya Noah di dalam hati.
“Ma, kami akan langsung pulang.” Noah berbicara pada mama nya.
“Apa? Kenapa cepat sekali. Isteri mu sedang menyiapkan makan siang buat kita loh.” Ucap Dinda.
“Iya suami ku, kenapa cepat pulang nya? Habis makan siang saja ya.” Bujuk Irene.
“Tidak. Sekarang kita pulang. Aku ada pekerjaan yang mendadak.” Ucap Noah berbohong.
“Tapi……
“Irene..?” Noah menatap nya dengan tajam.
“Baiklah.” Irene merasa kecewa.
Setelah mencuci tangan dan di lap. Dia keluar dari dapur.
“Noah, ada apa ini sebenar nya, kenapa tiba-tiba kau mengajak nya pulang?” tanya Dinda yang juga merasa kecewa.
“Tidak ada apa-apa ma. Aku baru ingat ada pekerjaan yang mendadak. Lain kali kami akan datang lagi kesini.” Ucap Noah.
Okta yang tidak lama keluar dari ruangan nya. Dinda melihat wajah suami nya yang seperti menahan amarah.
“Ma…Pa, kami pulang dulu ya. Sampai jumpa.” Irene memberi salam pada kedua mertua nya.
“Iya Ren, hati-hati di jalan ya. Kalau mau datang, datang saja.” Pinta Dinda.
Irene segera mengejar Noah yang sudah berjalan di depan nya.
Dan mobil nya pun sudah meninggalkan rumah kediaman Okta dan Dinda.
“Seperti nya dia sedang kesal. Ada apa lagi?” tanya Irene dalam hati.
“Apa ini maksud dan tujuan mu datang kerumah orang tua ku ya?” tanya Noah dengan sinis.
“Tujuan….. apa?” tanya Irene.
“Jangan berpura-pura lagi. Aku tahu, trik mu mencari dukungan dari mereka agar bisa membatalkan rencana perceraian kita kan?” tanya Noah tanpa melihat Irene.
“Aku tidak berpura-pura atau memakai trik seperti yang kau pikirkan. Aku memang rindu dengan keluarga ku……..
“Keluarga yang bagaimana maksud mu Irene?????” teriak Noah.
Teriakan itu membuat Irene terkejut dan ketakutan.
“Kau sudah ku bawa kerumah mu dan kau bilang kau tidak menyukai mereka. Aku suruh mereka datang kerumah, kau bilang tidak usah. Kau bilang kalau mereka bukan orang tua mu. Lalu kenapa kau bilang kalau kau rindu pada orang tua ku? Apa kau mau membuat ku buruk di mata mereka Irene???” tanya Noah yang marah dan membawa mobil dengan kecepatan yang lumayan tinggi.
“Noah, pelankan mobil nya, jangan kencang.” Pinta Irene merasa khawatir.
“Kenapa? Apa kau takut mati? Lalu kemana rasa takut mu saat kau mencoba bunuh diri membenturkan kepala mu ke tembok?” tanya Noah yang menambah kecepatan.
“Aku tidak melakukan nya…..
“Jangan berbohong lagi pada ku Irene!!!!” teriak Noah.
Tubuh Irene gemetar karena takut. Dia menangis.
Di gigit bibir bawah nya agar tidak mengeluarkan suara.
“Kau membuat ku bodoh dan bersalah di depan orang tua ku dan di depan mu. Sandiwara mu sangat bagus Irene. Hebat..” puji jahat Noah.
“Tapi tenang saja, semakin lama aku semakin tahu dan yakin untuk menceraikan mu. Walaupun orang tua ku menyukai mu, aku tidak akan mengubah keputusan ku.” Ucap Noah serius.
“Aku tahu itu. aku tidak melakukan ini untuk mengubah keputusan mu. Aku hanya ingin menggunakan sisa waktu ini bersama orang tua mu. Aku…. Aku tidak bisa mengatakan apa yang terjadi pada mu.” Ucap Irene dengan
suara pelan, menundukkan wajah nya.
.
.
.
Hallo... teman-teman yang ku sayangi, mohon tinggalkan jejak like m vote ya...
terimakasih....
blm lagi karakter yg perempuan.
kalo bersikap kaya yg dia tunjukkan bukannya bikin cinta malah eneg
justru kita bersikap acuh2 tapi butuh yg malah bikin laki2 penasaran
banyak novel2 sejenis ini yg menggambarkan karakter istri yg persis dgn benar dibanding yg anda buat Hai penulis.
Yg nikah kan noah & irene
Jadi noah & renata bukan suami istri.
jd mals bca