“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”
Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.
Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.
Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara yang sebelumnya mengejarnya karena tak terima diputuskan malah berbalik pergi setelah kecelakaan itu.
Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.
Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?
Dan apakah Ryu akan melepaskannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Cemburu yang Disangkal
Ryu menyandarkan punggungnya di kursi. Matanya jatuh pada berkas-berkas di meja, tapi pikirannya tidak di sana.
"Aku ingin tahu semua hal tentang istriku selama kami tidak bersama." Ryu terdiam sejenak sebelum akhirnya melanjutkan. "Termasuk siapa saja pria yang dekat dengan dia atau berada di sekelilingnya."
Bukannya menjawab atau menanggapi, Jordi malah tertawa kecil.
Ryu menoleh dengan satu alis terangkat. "Apa yang kau tertawakan?"
Jordi menggeleng pelan, lalu duduk di kursi di depan Ryu.
"Bos," panggilnya santai. "Bos sadar gak kalau Bos itu sedang jatuh cinta sekaligus cemburu? Aku gak tahu ini karena ikatan batin sebagai suami-istri yang gak pernah putus, atau memang cinta pertama sulit dilupakan."
"Apa maksudmu?" tanya Ryu datar.
"Menurut cerita Nyonya besar dan Bu Dhe, Bos sampai nangis-nangis karena pengen nikah sama kakak ipar. Kata mereka, kakak ipar adalah cinta pertama, Bos."
Ryu terdiam. Karena hingga detik ini ia belum bisa mengingat masa lalunya saat masih kecil.
"Lalu," lanjut Jordi. "setelah hilang ingatan dan berpisah selama belasan tahun kalian ketemu lagi."
Ia mencondongkan tubuhnya ke depan. "Dan anehnya, meski baru sehari, bahkan kalian belum sempat berbincang, Bos sudah menunjukkan kalau Bos cemburu saat ada pria yang menyukai kakak ipar."
"Aku gak cemburu," sangkal Ryu.
"Percaya deh. Bos gak cemburu, cuma kebakaran jenggot," ledek Jordi.
"Jordiii..." geram Ryu. "Jangan bicara sembarangan."
"Iya... Iya, Bos," sahut Jordi masih dengan gaya santainya. "Gengsi digedein," gerutunya lirih.
"Aku seorang suami." Ryu mengangkat dagunya. "Mana mungkin aku memberi kesempatan pada pria lain untuk mendekati istriku."
"Cih," decak Jordi. "Jangan menyangkal perasaan sendiri, Bos. Kalian sudah lama berpisah, tapi begitu bertemu rasa memilik dan cemburu Bos itu muncul kayak bisul yang tiba-tiba nongol."
"Aku hanya menjaga harga diriku sebagai suami," tegas Ryu. Ia kembali duduk dengan punggung tegak.
Ia tetap menyangkal kalau ia cemburu. Tidak mau mengakui bahwa ikatan batin mereka sebagai suami istri begitu kuat. Hingga baru dua hari mereka bersama, tapi ia tidak sadar telah menunjukkan sifat aslinya. Dan itu adalah hal yang hanya akan ditunjukkan seseorang pada orang terdekatnya saja.
"Iya... Iya..." sahut Jordi. "Harga diri seorang suami. Intinya tetap sama. Bos gak mau ada yang deketin kakak ipar.Kalau gak cemburu, apa coba?"
"Kau--"
"Akan kuselidiki," potong Jordi cepat, lalu berbalik pergi. Tak ingin berdebat lagi dengan Ryu.
"Jangan kebakaran jenggot kalau Bos tahu berapa banyak dan seberapa kuat para pria yang mengelilingi kakak ipar," selorohnya tanpa beban.
Ryu mengepalkan tangannya di atas meja, menatap punggung Jordi yang menghilang di balik pintu. Ia terdiam mengingat perkataan pemuda itu.
"Cemburu?" ulang Ryu, lalu tertawa pendek tanpa humor. "Itu gak masuk akal. Kami bahkan belum genap tiga hari bersama."
Ia kembali bersandar di kursinya. "Lalu kenapa aku begitu peduli pada para pria di sekitarnya?"
Ryu mengusap wajahnya kasar. "Kenapa?"
Ia tak bisa menjawab pertanyaannya sendiri. Atau mungkin enggan mengakui bahwa apa yang dikatakan Jordi adalah benar adanya.
Dia cemburu.
***
Ryu keluar dari ruang meeting di sebuah hotel mewah. Langkahnya mantap, wajahnya tetap datar seperti biasa.
Namun pikirannya tidak.
Satu nama yang bahkan baru beberapa hari ia kenal itu tetap membuat hatinya resah.
"Bos," panggil Jordi yang berjalan satu langkah di belakang Ryu. Ia menatap seorang pria muda yang sedang bicara dengan seorang pria paruh baya.
"Yang bicara dengan Pak Bima di dekat meja resepsionis itu bukannya Evan ya? Teman kakak ipar yang ketemu di restoran kemarin," bisik Jordi.
Ryu ikut menatap ke arah yang ditunjukkan Jordi. Dan benar saja, yang sedang bicara dengan Pak Bima adalah pria muda di restoran kemarin. Yang mengedipkan mata genit pada istrinya.
Tak lama kemudian, Evan akhirnya berbalik pergi meninggalkan pria paruh baya itu.
"Bos, ayo kita cari info," ajak Jordi.
Tanpa menunggu jawaban Ryu, ia sudah melangkah mendekati pria paruh baya yang di tinggalkan Evan.
"Pak Bima, saya tidak menyangka bertemu Anda di sini," sapa Jordi dengan senyum ramah.
Sikapnya berubah drastis menjadi sopan dan profesional. Sangat berbeda dengan interaksinya bersama Ryu.
Pria yang sedang menatap layar ponselnya itu akhirnya mengangkat wajahnya.
"Eh, Pak Jordi. Anda juga di sini?" sahut Bima, lalu ia melihat Ryu yang mendekat. "Eh, ada Pak Ryu juga."
"Kami baru saja selesai meeting dengan klien di sini," ujar Ryu tenang.
"Oh, begitu," sahut Pak Bima, pria yang berprofesi sebagai banker.
“Oh ya Pak," kata Jordi. "sebenarnya kami ingin membahas peluang kerja sama event antara perusahaan kami dan bank Bapak.”
Ryu melirik Jordi, asistennya ini memang otaknya encer. Dia selalu bisa membuka pembicaraan yang terlihat natural sebelum bertanya soal lain agar tidak mencurigakan.
Ryu tak tahu bagaimana Jordi akan mencari info dari pria paruh baya ini, tapi ia mengikuti permainan Jordi.
“Perusahaan kami ada rencana mengadakan event," sambung Ryu. "dan kami melihat bank Bapak bisa jadi partner strategis di sana.”
“Wah, idenya menarik sekali." Bibir Pak Bima melengkung ke atas. "Saya rasa ini bisa jadi kesempatan bagus juga buat bank kami untuk lebih dekat dengan nasabah korporat."
"Kami rasa juga begitu," sahut Jordi.
"Kalau begitu, silakan kirimkan dulu rundown dan perkiraan kebutuhan sponsorship-nya, nanti saya bantu bawa ke internal dan kita jadwalkan meeting khusus.”
"Terima kasih, Pak," ucap Ryu. "Asisten saya akan mengirimkannya secepatnya."
"Baik, saya tunggu," sahut Pak Bima antusias.
"Oh ya, Pak," kata Jordi. Ia mulai mengorek informasi. "Orang yang bicara dengan Bapak tadi siapa ya? Wajahnya terasa familiar."
...🔸🔸🔸...
...“Perasaan paling sulit diakui adalah perasaan yang datang terlalu cepat.”...
...“Semakin keras seseorang menyangkal perasaannya, semakin jelas perasaan itu terlihat.”...
...“Ada rasa memiliki yang muncul bahkan sebelum hati sempat mengakuinya.”...
...“Cemburu adalah perasaan yang paling sering disangkal, padahal paling jelas terlihat.”...
..."Nana 17 Oktober "...
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
apa para karyawan udah tau Ryu boss mereka sudah menikah?? atau sudah ada di jelaskan di Bab sebelum nya??
selamat ya Ryu dan Seroja akhirnya jadi suami istri sesungguhnya
Jordi jodohnya yg waktu itu meluk n kejar2 Jordi di desa Seroja.... wkwkkkwkk
jgn lupakan nnti smpe kantor tuh kemeja msh terbuka dn terekspos gegara abz unboxing.....🤭😄
slmt eaaa dh pecah telorrr....
Semangat Ksk Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Sukses unboxing mantan perawan dan mantan perjaka tulen 🤭🤭