NovelToon NovelToon
Diusir Suami Karena Hamil Anak Perempuan

Diusir Suami Karena Hamil Anak Perempuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Mengubah Takdir
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: Melisa ekprisa

Sekuel Talak di Ujung Ramadhan


Diusir saat mengandung anak perempuan, Sarah kehilangan rumah, harga diri, dan cinta yang pernah ia percaya. Dunia menamparnya tanpa ampun—hinaan, pengkhianatan, dan kesepian jadi makanan sehari-hari.

Namun saat tangisan putrinya lahir memecah sunyi, Sarah memilih bangkit. Bukan sekadar bertahan—ia ingin membalas luka dengan keberhasilan.

Ketika masa lalunya tiba-tiba kembali, membawa rahasia yang bisa menghancurkan segalanya… Sarah dihadapkan pada satu pilihan: tetap diam, atau melawan dan merebut keadilan yang selama ini direnggut darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa ekprisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 31

beberapa jam sebelumnya.

Suasana lorong rumah sakit terasa dingin dan mencekam saat Cantika, Chandra, dan Kayla melangkah terburu-buru menuju ruang rawat Sarah. Namun, langkah mereka seketika terhenti beberapa meter sebelum mencapai pintu ruangan. Di sana, seorang pria bertubuh tegap sedang berusaha merangsek masuk, mengabaikan larangan perawat.

Pria itu adalah Leo, suami Sarah.

"Minggir! Saya suaminya, saya punya hak untuk melihat istri saya!" bentak Leo dengan nada kasar, membuat beberapa orang di koridor menoleh ketakutan.

Melihat kehadiran pria itu, emosi Gema memuncak. Dokter itu langsung pasang badan di depan pintu kamar rawat Sarah, menghalangi jalan Leo dengan tatapan mata yang menyalang tajam. Amarah yang selama ini ia tahan sebagai seorang profesional kini tak lagi bisa dibendung setelah melihat kondisi mengenaskan Sarah di dalam kamar.

"Pergi dari sini! Anda tidak punya hak apa pun setelah apa yang Anda lakukan padanya!" seru Gema dengan suara bergetar menahan amarah, napasnya memburu. "Pasien menolak bertemu dengan Anda, dan sebagai dokternya, saya tidak akan membiarkan Anda menyentuh atau mendekatinya lagi!"

Leo mendengus remeh, hendak maju selangkah untuk mengintimidasi Gema. Namun, Chandra dengan cepat bergerak maju dan menaruh tangan kekarnya di bahu Leo, menghentikan gerakan pria itu. Tatapan dingin Chandra sebagai seorang pengacara langsung membuat nyali Leo sedikit menciut.

Di belakang Chandra, Cantika hanya bisa menatap Leo dengan pandangan penuh kebencian dan air mata yang mulai mengalir. Sementara Kayla mematung di tempat, hatinya mencelos melihat keangkuhan Leo yang begitu mirip dengan sosok Yudhis di masa lalu saat menindas Risma.

"Jika Anda tidak pergi sekarang, saya sendiri yang akan memastikan polisi menyeret Anda atas pasal KDRT dan penganiayaan berat berat terhadap wanita hamil," ancam Chandra dengan suara rendah namun penuh penekanan.

Sadar bahwa situasi sudah tidak berpihak kepadanya dan jumlah mereka lebih banyak, Leo mendecit kesal. Ia menyentak bahunya untuk melepaskan tangan Chandra, lalu berbalik dan pergi meninggalkan lorong rumah sakit dengan langkah angkuh.

Setelah Leo menghilang di ujung koridor, Gema mengembuskan napas panjang, berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Ia menoleh ke arah Cantika dan Chandra. "Kita harus memindahkan Sarah sekarang. Tempat ini sudah tidak aman lagi untuknya."

...******...

Kelopak mata Sarah bergerak pelan sebelum akhirnya terbuka. Pandangannya masih samar ketika menelusuri sekeliling ruangan. Langit-langit putih dengan lampu kristal menggantung di atasnya. Dinding berwarna krem dihiasi lukisan-lukisan mahal, sementara tirai tebal menutupi jendela besar di sudut kamar. Tempat itu terasa begitu asing baginya.

Sarah mengerjapkan mata beberapa kali, berusaha mengumpulkan kesadarannya yang masih berantakan. Tubuhnya terasa lemas. Ia mencoba mengingat apa yang telah terjadi sebelum akhirnya berada di tempat itu, tetapi kepalanya justru berdenyut nyeri.

"Di mana aku?" gumam Sarah dengan suara serak.

Tak jauh dari ranjang, seorang wanita paruh baya yang mengenakan daster batik spontan menoleh. Wajahnya yang semula dipenuhi kecemasan langsung berubah lega.

"Alhamdulillah, Non sudah sadar," serunya penuh syukur.

Wanita itu segera mendekat ke sisi ranjang, sementara Sarah menatapnya dengan kebingungan yang semakin dalam. Ia sama sekali tidak mengenal wanita tersebut maupun kamar mewah tempat dirinya berada saat itu.

Sarah tertegun di dalam dekapan hangat itu. Tubuhnya yang sempat menegang refleks akibat trauma perlahan mulai mengendur saat mencium aroma yang familier. Begitu Cantika melonggarkan pelukannya, mata Sarah berkaca-kaca menatap wajah wanita di hadapannya.

"Kak Tika..." bisik Sarah lirih, suaranya bergetar menahan tangis yang pecah.

Rasa asing dan ketakutan yang sempat menjalar seketika sirna, digantikan oleh perasaan lega yang luar biasa. Ia tidak menyangka bahwa tempat mewah yang asing ini ternyata adalah kediaman sepupunya sendiri.

Cantika menghapus air mata yang menetes di pipi Sarah, lalu menggenggam lembut tangan sepupunya itu. "Iya, Sar, ini aku. Kamu aman di sini. Jangan takut lagi, ya?" ucapnya dengan nada sangat lembut dan menenangkan.

Tidak lama kemudian, Chandra melangkah masuk ke dalam kamar, diikuti oleh Kayla di belakangnya. Sarah melirik ke arah mereka dengan pandangan bertanya-tanya, walau kini tubuhnya jauh lebih rileks karena keberadaan Cantika di sisinya. Kedua tangannya masih mendekap erat perutnya yang membuncit besar.

"Kak, mereka siapa?" tanya Sarah pelan, beralih menatap Cantika.

Cantika tersenyum, mencoba menyalurkan kekuatan. "Ini Mas Chandra, suamiku. Dan ini Ibu Kayla, mertuaku. Dokter Gema yang menghubungi kami dan meminta Mas Chandra untuk menjemputmu dari rumah sakit."

Chandra maju satu langkah lalu memberikan anggukan ramah. "Dokter Gema menceritakan semuanya kepada kami, Sarah. Dia ingin kamu mendapatkan tempat yang aman dan tenang di luar rumah sakit. Kebetulan, saya juga seorang pengacara yang akan mendampingi kamu mulai sekarang."

Mendengar penjelasan itu, Sarah menunduk. Air matanya kembali mengalir, kali ini bukan karena ketakutan, melainkan karena rasa syukur yang mendalam. Di tengah badai hidup yang menghancurkannya, Tuhan ternyata masih menyisakan orang-orang baik yang mengulurkan tangan, termasuk keluarga sepupunya sendiri.

Cantika menatap sepupunya dengan tatapan penuh kelembutan. Ia mengusap rambut Sarah yang tampak kusut, mencoba mengalirkan sisa-sisa ketenangan yang ia miliki. Walau di dalam hati Cantika masih dirundung amarah akibat papasan dengan Leo di rumah sakit tadi, ia tahu saat ini Sarah tidak boleh tertekan.

"Kamu makan dahulu, ya? Kakak sudah buatkan bubur ayam kesukaanmu," ujar Cantika dengan suara yang diatur selembut mungkin.

Sarah menggeleng pelan, matanya masih menyiratkan kewaspadaan yang tinggi. "Kak... Leo tidak tahu aku di sini, kan?" tanyanya dengan bibir gemetar. "Tadi... sebelum aku tidak sadar di rumah sakit, aku seperti mendengar suara dia membentak-bentak di luar."

Cantika sempat tertegun sejenak. Ia bertukar pandang dengan Chandra yang berdiri di dekat pintu. Chandra memberikan anggukan kecil, mengisyaratkan agar Cantika tetap jujur namun menenangkan.

"Iya, Sar. Pria itu memang sempat datang ke rumah sakit," jawab Cantika jujur, menggenggam tangan Sarah lebih erat. "Tapi kamu tidak perlu takut lagi. Di sini dia tidak akan bisa menyentuhmu. Mas Chandra dan Dokter Gema sudah mengusirnya. Tempat ini dijaga ketat, Leo tidak akan tahu kamu ada di sini."

Mendengar konfirmasi itu, air mata Sarah kembali menetes. Tubuhnya bergetar membayangkan jika saja Dokter Gema dan keluarga sepupunya tidak melindunginya tadi, ia pasti sudah diseret pulang oleh Leo untuk menerima siksaan berikutnya.

Aku takut..."bisik Sarah histeris, merapatkan kedua lutut ke dadanya demi melindungi perut buncitnya.

Melihat kepanikan Sarah, Kayla yang sejak tadi diam akhirnya melangkah mendekat. Ia duduk di sisi ranjang yang lain, lalu mengusap punggung Sarah dengan kasih sayang seorang ibu.

"Nak, tatap Ibu," ucap Kayla lembut namun penuh penekanan.

Sarah menoleh lemah ke arah wanita paruh baya itu.

"Saya berjanji, dia tidak akan bisa merebut bayimu," kata Kayla, menatap lurus ke dalam netra Sarah yang basah. "Dulu, saya menangani wanita yang berada di posisimu. Dia disiksa, diancam, dan dibuat merasa tidak berdaya. Namun, ketakutan tidak akan menyelesaikan apa pun, Nak. Kamu harus kuat, demi anak yang ada di dalam kandunganmu."

Sarah tertegun. Genggaman tangan Kayla yang hangat dan gemetar—namun terasa begitu kokoh—perlahan menyalurkan kekuatan baru ke dalam hatinya. Isak tangisnya yang semula histeris berangsur-angsur mereda menjadi sedu-sedan kecil.

Cantika segera mengambil kesempatan itu untuk merangkul pundak sepupunya. "Benar apa kata Ibu, Sar. Mulai sekarang, kamu tidak lagi sendirian menghadapi Leo. Ada Kakak, Mas Chandra, dan Ibu yang akan menjaga kamu di sini."

Chandra yang sejak tadi menyimak dari dekat pintu akhirnya ikut melangkah mendekat. Ia mengeluarkan sebuah catatan kecil dari saku kemejanya. Aura tegas seorang hukum terpancar dari pembawaannya, namun suaranya tetap dijaga agar tidak mengintimidasi Sarah.

"Sarah," panggil Chandra lembut.

"Sebagai pengacara, saya bisa menjamin hak-hakmu dan bayimu secara hukum. Kita bisa menjebloskan Leo ke penjara atas apa yang sudah dia perbuat. Tapi, saya butuh bantuanmu. Jika kamu sudah merasa siap dan tenang, ceritakan kepada kami apa saja yang sudah dia lakukan."

Sarah menunduk, menatap jemarinya yang saling bertautan di atas perut buncitnya. Bayangan kekejaman Leo melintas bergantian di benaknya, namun melihat tiga pasang mata yang menatapnya dengan penuh harap dan perlindungan, Sarah tahu ini saatnya ia harus berani bersuara.

Terimakasih ya Allah, engkau kirimkan malaikat seperti mereka.

1
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
seharusnya dulu Sarah lebih pentingkan pendidikan daripada pernikahan /Bye-Bye/rugi kan sekarang
Aii Flow🌷
Fitnah ihhh, dia yang jahat Sarah yang dipojokin
Teteh Lia
mau bilang "sabar, Gema." tapi gw juga ikut esmosi.
Teteh Lia
jadi pengen makan martabak. masalah na harus nunggu malem. baru nongol kang martabak na
Apriyanti
lanjut thor 🙏
mama Al: lanjut ke bab selanjutnya
total 1 replies
Miu.Nuha
apa ibu berniat mencelakai pemuda itu 🙄
dosa bu dosaaa...
Miu.Nuha
gampang bngt 😭
bahkan uang ny Sarah bakal ditilep sama ibu matre ini jangan2...
Myz Pena
agak curiga dengan suaminya ni.. jangan sampai dia selengki /CoolGuy/
Myz Pena
boleh nggak sihh bilang ini mertua jahat.. asli kesellll /Angry/
THE GIRL COOL😑
ya allah sedihhhhhh ayahhhhhhh gue yg di tinggal ayah sejak berusia 5 tahun aja rindu *tapi bohong!🤣 jujur gue gak kangen karena gue benci sama ayah gue
THE GIRL COOL😑
semangat leo!!! kamu tau gak kamu sama kaya aku dan hidup aku😭
Apriyanti
kamu gema yg harus bertgg jawab🤣
mama Al: Tanggung jawab apa nih?
total 1 replies
Aii Flow🌷
Enak aja, dia yang ngabisin duit, Sarah yang harus nanggung bayarannya
Melissa McCarthy
hih paling gamau hidup sama mertua apalagi kaya gitu
Renarenn
yey yey greenflag aseeek😍
Renarenn
Yaaaa! marah aja dok maaaraaaahh!💪
Renarenn
Mau nanya dong, sebelum cerita ini ada cerita lain ya Thor? kayak masing berkaitan gitu🙏
mama Al: tapi batas nya ga sampai gema besar. cuma pas balita aja
total 3 replies
Renarenn
Alhamdulillah...😣
Renarenn
gema marah plis aku sukaaaa pembalasan dendam hahahahahha🤣💪
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
Kitty seperti namanya yang sus ternyata adalah seorang penggoda /Joyful/ lagian author kok kepikiran bikin namanya Kitty sih😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!