NovelToon NovelToon
CINTA DI ATAS PENGKHIANATAN

CINTA DI ATAS PENGKHIANATAN

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Dark Romance / Pengkhianatan / Tamat
Popularitas:136.3k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Liora merasa dunianya runtuh dalam semalam. Baginya, Raka adalah pelabuhan terakhir, dan Salsa adalah rumah tempatnya bercerita. Namun kini, kenyataan pahit menghantamnya tanpa ampun; dua orang yang paling ia percayai justru menusuknya dari belakang dengan cara yang paling hina. Kepercayaan yang ia jaga setinggi langit, kini hancur berkeping-keping di bawah kaki tunangan dan sahabatnya sendiri.
Liora tidak pernah menyangka bahwa prinsip yang ia pegang teguh untuk menjaga kehormatan di depan Raka, justru menjadi celah bagi Salsa untuk masuk dan mengambil alih segalanya. Bagai sebuah ironi, Liora memberikan kasih sayang yang tulus, namun dibalas dengan perselingkuhan yang dilakukan tepat di belakang punggungnya.
Apakah Liora akan tetap diam dan pura-pura tidak tau atau ia akan membalaskan dendamnya kepada kedua manusia yang telah mengkhianatinya...
Penasaran ayok ikuti kisah selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 PUBLIK

Kini Lucas bangkit dari tempat duduknya dan menarik tangan Liora untuk mengikutinya.

"Ikut Abang, tidak baik ada di sini." kata Lucas yang semakin tidak nyaman melihat tatapan Kevandra terhadap Liora.

Namun sebelum kakinya melangkah, suara dingin dan datar milik Kevandra menghentikan langkah Lucas dan Liora.

"Terima kasih." kata Kevandra dingin.

Lucas dan Liora mengerutkan kening tidak mengerti, untuk apa kata terima kasih itu.

Liora berbalik menghadap Kevandra. "Untuk hal apa?"

"Karena kamu sudah pernah menolong Ibuku." balas Kevandra.

Liora mengerti dan hanya memberi anggukan kecil sebagai jawaban, lalu Lucas menarik tangannya kembali dan melangkah keluar dari ruangan VIP itu.

Setibanya di koridor Lucas tidak berhenti menggerutu.

"Ingat Lio, aku tidak menyukainya jangan sampai kamu dekat dengannya." ucap Lucas dengan sikap protektifnya.

Ia menarik napas dalam-dalam dan berbalik menatap adiknya.

"Aku tahu tatapan ibunya, dan aku nggak mau kamu sampai disakiti siapapun untuk kedua kalinya."

Liora yang mendapatkan perhatian dari Lucas sangat tersentuh, ia memegang kedua tangan Lucas dan menatap mata kembarannya dengan pandangan teduh.

"Abang." panggil Liora dengan lembut.

"Aku tahu kamu khawatir, tapi nggak perlu berlebihan seperti itu. Aku akan baik-baik saja, bukankah kamu selalu menjagaku." lanjut Liora dengan tersenyum manis.

Melihat adiknya tersenyum manis perlahan kekesalannya mereda. Lucas menarik Liora dan memeluknya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sementara di tempat lain. Kini Salsa sedang berada di kamar pribadinya setelah sarapan dengan keluarganya yang penuh dengan kepura-puraan.

Ia mulai melepaskan bajunya dan melangkah ke arah nakas, ia menatap cermin dan melihat luka-luka yang diakibatkan ayahnya. Salsa menatap luka itu dengan kilatan mata yang memerah.

Ia mengambil obat di laci dan mengobati lukanya sendiri. "Sssttss, rasa sakit ini pengingatku bahwa kehidupan sahabatku harus sama denganku, jika aku hancur maka dia tidak boleh bahagia." gumam Salsa di tengah ringisannya.

Tiba-tiba getaran ponsel mengalihkan perhatiannya, bahwa ada panggilan masuk, di layar ponsel itu menampilkan nama laki-laki yang dia cintai yaitu: Raka.

"Hallo sayang." sapa Salsa dengan riang, seketika rasa sakit yang baru saja ia rasakan menguap begitu saja.

"Kamu di mana?" suara Raka di seberang sana, yang terdengar dingin dan berbeda dari biasanya.

"Aku di rumah, memang ada apa?" tanya Salsa.

"Masalah media."

"Sayang, kamu tenang aja dan nggak perlu khawatir, Mama sudah mengurus semuanya, kita hanya perlu melakukan konferensi pers untuk membungkam media." jelas Salsa dengan nada tenang.

Namun, saat ia mengucapkan panggilan untuk Siska dengan menyebut 'mama' membuatnya muak. Ia hanya bisa memendamnya sendiri.

"Datanglah ke hotel saat kejadian itu, aku akan menunggumu di sana."

Setelah mendapatkan jawaban dari Raka di seberang sana, ia langsung memutus sambungan panggilan tersebut.

Setelah mengobati lukanya ia bergegas bersiap untuk bertemu dengan Raka dan para media. Ia menatap penampilannya sekali lagi di depan cermin. Ia memakai cardigan untuk menutupi lukanya dan merias wajahnya dengan sangat menyedihkan.

"Aku harus terlihat hancur." gumam Salsa.

Ia memoles lipstik berwarna nude untuk memperjelas warna pucat pada bibirnya.

Setelah bersiap ia mulai melangkahkan kakinya menuju ruang tamu, namun saat melewati koridor ia harus berpapasan dengan ibu tirinya.

Siska menghampiri Salsa dan melihat penampilannya dari ujung kepala sampai ujung kaki.

"Bagus, ternyata hukuman dari Ayahmu semakin membuat penampilanmu sempurna saat di depan awak media nanti." kata Siska dengan nada mencibir.

"Iya, Ma, semua ini berkat Mama dan aku ucapkan terima kasih banyak." balas Salsa dengan nada sindiran dan penuh penekanan di setiap kalimatnya.

Siska yang mendengar setiap kata yang Salsa ucapkan hanya tersenyum miring, ia bukan tidak tahu apa arti dari kalimat itu.

Salsa diam-diam meremas cardigannya di samping tubuhnya.

"Baiklah, saat ini aku akan mengalah dulu." batin Salsa yang kini sedang menahan amarahnya.

"Mari, Sayang kita berangkat sekarang." kata Siska dengan nada manis, saat ia melihat bayangan Bisma mendekat.

Ia merangkul tangan Salsa dengan sayang dan memasang mimik wajahnya menjadi sendu.

Bisma yang melihat kedekatan Siska dan Salsa merasa bahagia, karena Siska menjadi ibu pengganti yang baik dan penuh kasih sayang.

Ia melangkah mendekat ke arah Salsa dan Siska.

"Bagaimana, apa kalian sudah siap?" tanya Bisma, lalu matanya menatap ke arah Salsa dengan pandangan penuh peringatan.

"Ingat, lakukan yang terbaik di depan awak media nanti buat mereka merasa iba terhadapmu, bukan sebaliknya menyerangmu." kata Bisma dengan dingin dan tegas.

Salsa hanya mengangguk pelan sebagai jawaban, setelah itu mereka melangkah menuju halaman rumah di mana mobilnya sudah terparkir.

Sesampainya di depan rumah, mereka langsung bergegas masuk ke dalam mobil, sementara Siska sudah menghubungi orang-orangnya agar semua berjalan sesuai rencananya.

Kini Bisma mengendarai mobilnya menuju tempat konferensi pers yang akan dilangsungkan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di sisi lain, Raka sudah berada di tempat yang sudah dijanjikan Salsa sebelumnya, kini ia berada di ruangan yang jauh dari para wartawan dan juga awak media lainnya. Hingga beberapa menit kemudian akhirnya Salsa tiba.

Raka melihat Salsa turun dari dalam mobil dan menyembunyikan wajahnya dari kamera dan para wartawan, ia menundukan kepalanya dalam-dalam seolah-olah dia sedang ketakutan.

Sementara para wartawan yang sudah berada di tempat, seketika melihat sang tokoh utama datang dan langsung bergegas menyerbu Salsa mereka berbondong-bondong menghampiri Salsa.

"Nona, Salsa. Bagaimana anda bisa berada di tempat tidur bersama dengan tunangan sahabat anda sendiri?" tanya salah satu dari mereka.

"Lalu bagaimana tanggapan suami anda Nona?"

"Apakah Tuan Kevandra benar-benar sudah menjatuhkan talak untuk Anda?"

Berbagai pertanyaan datang untuknya, sementara ia masih menunduk di samping ayahnya.

"Sebaiknya kita masuk ke dalam saja, semua pertanyaan itu akan terjawab. Biarkan putri saya tenang dulu jangan buat dia ketakutan dengan pertanyaan yang menyudutkannya." sahut Siska dengan nada ramah yang dibuat-buat.

Seketika para wartawan itu memberi Salsa, Siska dan Bisma jalan untuk menuju panggung konferensi pers itu.

Di kejauhan Raka tersenyum miring ternyata keluarga Salsa bergerak dengan cepat, sehingga ia bisa bergerak bebas kembali setelah pernyataan ini.

Kini Salsa, Siska dan juga Bisma duduk di kursi yang sudah disediakan untuk melakukan peryataan akan terjadinya isu perselingkuhannya.

Salsa menundukan bokongnya di kursi bagian tengah di sisi kiri ada Bisma ayahnya dan di sisi kanan ada Siska ibu tirinya.

Seketika Salsa mengangkat wajahnya, terlihat mimik wajah sendu, sedih, terluka dan takut semua bercampur menjadi satu dan kini ia terlihat menyedihkan di mata mereka semua.

Dengan mata hitam pandanya akibat hukuman dari Bisma, yang membuatnya tidak tidur semakin menambah ekspresi di wajahnya.

Salsa meneteskan air mata palsunya dengan terisak sambil menjawab berbagai pertanyaan dari para wartawan.

"Sa-ya... hiks... akan menjelaskan kronologi yang terjadi." kata Salsa sambil terbata-bata di tengah isak tangisnya.

1
Dewi 1234
2 manusia biadap gk.punya malu...
Tulisan__mawar
punya calon yang menjaga Marwah malah pilih cewek jadi-jadian kayak salsa. orang lain mah Bangga punya calon yang bisa jaga diri, puji selingkuhan secara terang-terangan. kata-kata buaya. sudah tau kali, Liora nggak se goblok kamu.
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
insting seorang Bi Ratih emang tajam
yolan
semangat Liora membalas mereka yang mengkhianatimu
yolan
untung Liora gak bodoh bisa tau perselingkuhan tunangannya
Agatha soul
anjay
ArsyilaQi
semangat banget kamu raka
mama Al
kayaknya Liora punya strategi tersendiri 🤭
mama Al
Ini mah Pagar makan tanaman
yolan
baru awal udah wut wut, aish sahabat apaan tuh.
Mingyu gf😘
waosww kejutaannn
Mingyu gf😘
lio, kamu jangan menaruh simpati sama salsa
Mingyu gf😘
heleh heleh😆blm resmi loh
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
sungguh membingungkan cinta segi empat ini
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
balas jasa yang tepat sepertinya, memberikan makan pada yang baik
Agatha soul
udah maen enak aja
Tulisan__mawar
Menantang banget yah, itu sahabat kamu loh salsa. benar-benar yah.
ArsyilaQi
bagus !!
ArsyilaQi
baru baca Uda begini
Ibu Rasyidd
jangan pernah memperkenalkan pasangan kita kepada sahabat kita, pasti akan di embat🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!