NovelToon NovelToon
SETAN JAGAL, MALAIKAT SAMBER NYAWA

SETAN JAGAL, MALAIKAT SAMBER NYAWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan
Popularitas:36.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anggita

Setelah partai persilatan aliran hitam terkuat Gapura Iblis runtuh, duniapun berubah menjadi lebih tenang dan damai. hampir tidak ada lagi perselisihan besar yang terjadi di antara kaum pendekar. semuanya sama berharap agar suasana tentram juga saling menghargai itu dapat terus bertahan selamanya.
Namun tidak ada yang abadi di dunia ini. karena tanpa mereka sadari, suatu kekuatan jahat yang terlupakan sedang bangkit dan mengancam dari balik kegelapan.
Keadaan menjadi semakin tidak terkendali saat terdengar kabar tentang kemunculan kembali dua senjata pusaka yang telah ratusan tahun lenyap dari rimba persilatan.
(Cerita ini ada sedikit keterkaitan dengan novel Pendekar Tanpa Kawan, 13 Pembunuh dan novel Kisah- Kisah Dunia Persilatan).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meringkuk dalam penjara.

Bocah lelaki tukang copet berpakaian kumal itu memasukkan kembali kepingan uang dan perhiasan hasil kerjanya ke dalam kantung kulit penyimpanannya, lantas melenggang pergi melalui jalanan sempit. tetapi langkah kakinya langsung terhenti saat matanya melhat beberapa orang prajurit kadipaten Wonokerto yang berdiri menghadang di ujung jalan.

Secepatnya si bocah memutar tubuhnya dan berjalan berbalik arah. namun baru beberapa langkah saja dia berlalu, di depan sana juga sudah berdiri tiga orang lelaki kekar mirip tukang pukul bayaran. raut wajahnya yang kotor bertambah semakin jelek. bocah lelaki itu menyadari kalau dirinya telah terkepung.

''Celaka., apa yang mesti kulakukan.?'' keluh si bocah yang begitu ketakutan sampai dia lupa untuk menyimpan kembali kantung kulit hasil jarahannya ke dalam baju gombrongnya. ini adalah satu kesalahan besarnya karena orang lain pasti dapat melihat barang yang berada ditangannya sebagai bukti atas perbuatannya.

Nasib siap si bocah pencopet jadi semakin bertambah buruk karena muncul beberapa orang lagi di depan sana. salah satunya adalah seorang wanita gemuk setengah umur berdandan menor dengan banyak perhiasan bertengger ditubuhnya. ''Iit., iitu.! itu adalah kantung uang milikku yang hilang. bocah copet sialan pasti pencurinya.!'' teriaknya geram dengan mata melotot.

''Aku sudah sering menangkap kaum pencuri dan penipu. tapi baru sekarang inilah diriku menemui tukang copet yang masih sekecil ini. benar- benar kurang ajar.!'' gerutu salah satu prajurit yang menghadang di belakang. ''Huhm., kalau sekecil ini saja dirinya sudah berani mencopet, pasti disaat dewasa akan menjadi perampok.!'' timpal rekannya jengkel.

Gara- gara masalah ini, mereka jadi terkena dampratan atasannya karena dianggap lalai dalam bertugas menjaga keamanan. amarah yang berkobar dalam hati para prajurit itu membuat mereka ingin secepatnya dapat menghabisi si bocah copet kecil sekarang juga, mumpung mereka berada ditempat sepi.

''Kita tidak perlu lagi banyak bicara padanya karena bukti sudah berada di depan mata. cepat tangkap dan hajar saja si copet keparat ini.!'' tukas rekannya yang ada disampingnya tidak sabaran. dengan mendengus orang ini langsung melangkah maju mendahului yang lainnya. semakin prajurit itu mendekat, makin ketakutan juga si bocah copet.

'Dhaaass., dheeass., bhaaak., bhuuukk.!'

'Plaaak., plaaak., dhuuuakk., kraaakk.!'

''Aaaakh., uaagh., aaaakh., aduuuhh., ampuun., aam., ampuni saya tuan.!'' teriak si bocah copet kesakitan. penderitaannya semakin bertambah parah saat beberapa orang lainnya ikut datang memukuli, menampar, menginjak, juga menendang tubuhnya. ''Kau rasakanlah akibatnya jika sedari kecil sudah berani jadi pencopet.!'' bentak mereka penuh geram.

Tidak lama kemudian tubuh bocah pencopet itupun sudah dibuat babak- belur. biarpun dia sudah berteriak- teriak minta ampun, tetap saja tidak mampu membendung amarah para pengepungnya. entah sudah berapa banyak tulangnya yang patah dan darah segar yang meleleh dari luka ditubuhnya. kegelapan juga kesakitan telah keburu membuatnya tidak sadarkan diri.

''Sudah cukup.! kurasa tidak akan baik bagi kita jika bocah pencopet ini sampai tewas di sini. bagaimanapun juga orang lain akan menganggap kita terlalu kejam hingga nama baik prajurit kadipaten Wonokerto bakal ikut tercoreng. belum lagi masalah ini terjadi saat ada acara besar pengangkatan adipati baru.." cegah salah satu prajurit kadipaten. meski masih kurang puas melampiaskan amarah tapi yang lain tidak berani membantah.

"Seret saja si bocah copet keparat itu dari sini lalu obati sekedarnya. jebloskan dia kedalam penjara kadipaten. biar para tahanan lainnya punya barang mainan baru dengan menyiksa bocah copet ini setiap hari. Huhm., dia akan mendekam lama dan membusuk dipenjara.!" kata si prajurit sambari mendengus bengis.

              ..................

Suara erangan lirih terdengar dari salah satu sudut ruangan penjara yang pengap serta bau. perlahan sesosok tubuh kecil berpakaian rombeng berhias tambalan dan bekas darah terlihat menggeliat diatas lantai berbatu. meskipun beberapa bagian tubuhnya telah diberikan obat luka juga dibalut kain, namun darah masih merembes dari sana.

Dengan bersusah payah dan menahan rasa kesakitan sosok kecil yang bukan lain adalah si bocah lelaki tukang copet itu dapat juga membalikkan tubuhnya yang tertelungkup. mungkin karena sepasang matanya bengkak menggembung bekas dipukuli, membuatnya agak kesulitan untuk melihat. baru beberapa saat kemudian barulah dia dapat mengenali keadaan sekitarnya.

Si bocah copet mengeluh sebab menyadari kalau rupanya sekarang ini dirinya sedang berada di dalam sebuah ruangan penjara. lantai penjara yang dingin, kotor, bau dengan rumput- jerami berserakan membuat keadaan ruangan itu menyeramkan. apalagi dibalik suasana gelap terlihat banyak pandangan mata dingin yang sedang menatapnya. jelas mereka adalah para narapidana penghuni penjara ini.

"Hee., he., sudah cukup lama juga penjara ini tidak kedatangan orang baru.." terdengar satu suara terkekeh seram. "Kau benar., terakhir kalinya orang baru itu datang kemari setahun lalu. aku dengar dia sudah mati kelelahan akibat tidak kuat bekerja membelah batu gamping. kurasa bocah sial ini akan mampus lebih cepat dari orang itu.." timpal suara yang lainnya.

"Eehm., Aku sudah mendekam dalam penjara ini lebih dari lima tahun tapi baru sekarang inilah diriku melihat ada tahanan yang masih seorang bocah. kudengar dia tukang copet yang tertangkap saat berlangsungnya acara besar pengangkatan Adipati Wonokerto yang baru. masih untung dia tetap hidup biarpun raganya penuh luka.." gumam seorang lagi yang duduk di dekat pintu jeruji besi.

"Sebelumnya aku sempat memeriksa tubuh bocah sial ini. beberapa tulang iga, kaki kiri dan kanan, belakang kepala serta bahunya ada yang patah. tidak terhitung bengkak juga luka robek di kulitnya. dengan keadaannya yang separah itu tapi dia masih sanggup bertahan, kurasa tingkat ketahanan tubuhnya cukup kuat.." sambung seorang narapidana lain yang duduk selonjoran kaki di sudut ruangan penjara sebelah kanan.

Salah seorang diantara narapidana yang bertubuh paling besar dan sangar brewokan perlahan berdiri lalu menghampiri si bocah copet diikuti seluruh rekannnya. "Heii bocah., sebenarnya aku agak kasihan padamu. tapi sayangnya., aturan tetaplah aturan. maka kau terima saja nasib burukmu dan sekedar tanda ungkapan selamat datang dari kami semua.."

Dengan keluarkan suara tawa bergelak lantas turunkan celananya, para narapidana yang mungkin terdiri dari kaum pencuri, perampok atau bahkan pembunuh itu secara hampir bersamaan mengencingi tubuh si bocah copet. biarpun ingin menghindari tapi luka parah ditubuhnya membuat dirinya kesulitan untuk bergerak.

Pada akhirnya sekujur tubuhnya basah kuyup oleh siraman air kencing para tahanan yang jumlahnya lebih sepuluh orang. bau pesing serta rasa perih membuat dirinya sangat tersiksa. apalagi sebelum berlalu mereka masih sempat memberi sebuah tendangan ke tubuh si bocah copet yang cuma bisa pasrah.

Bocah itupun muntah- muntah tanpa ada sedikitpun isi perutnya yang bisa dikeluarkan. tidak ada yang dapat dia lakukan kecuali hanya kertakkan giginya dan terus bertekad untuk bertahan, meskipun dia tahu setelah ini hari- harinya mungkin akan sangat berat dilalui. tapi sayangnya sebesar apapun tekad juga kemauan seseorang, seringkali tidak sejalan dengan kenyataan.

Karena walau bagaimanapun juga dia masih tetap seorang bocah lelaki berumur sepuluh tahunan yang jelas jauh lebih lemah dari orang dewasa. ''Sepertinya., diriku memang tidak berjodoh menjadi anggota perkumpulan 'Maling Kilat..'' batinnya dalam hati. tidak lama kemudian si bocah copet terkapar pingsan.

      ............

Silahkan menuliskan komentar Anda, juga penilaian ⭐bintangnya. 🙏😊👍☝👌🌹☕👆💪👏🤝🤲🤭, Terima kasih.

1
Rahma AR
like dan iklan
Rahma AR
like +iklan😊
Slow ego
lanjut👍👌☝
Slow ego
like bunga👍🌹🌹
Santai Dyah
kayaknya jodoh deh mereka klo sudah dewasa
Santai Dyah
like dan iklan
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
apakah Roro Purbasari dan Tole akan bersanding menjadi pasangan pendekar atau pasutri 🤣🤣🤣😁😆
Bayu Gunung: pengalaman niih🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
prinsipnya hidup sekali jangan pernah rugi ya nduk 🤣🤣🤣😁
Luthfi Afifzaidan
lanjutkan
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan👍🥰
Bagus Pralampita
mantap 👍
anggita: trims.
total 1 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
selamat datang kembali Roro 🤩😍
banyak penggemarmu yang menunggu kedatanganmu 🤣🤣🤣😁😆🤪
Bayu Gunung: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣bulket datang
total 4 replies
Rahma AR
like dan 🌹
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍🥰
Bayu Gunung
ternyata benar si bulket adanya🤣🤣🤣🤣🤣
Slow ego: idola banyak reader datang😅
total 1 replies
Slow ego
👍☝👌🌹up
Slow ego
roro is back😁
Slow ego
lanjut👍☝
Rahma AR
like dan iklan😊
Bayu Gunung
Roro bulket datang 🤣🤣🤣
Bayu Gunung: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!