Sebuah pernikahan memang semua orang memimpikan itu . Namun bagi anak SMA di minta untuk menikah di usia muda . Apa bisa ?
Bahkan mungkin saat ini yang ada dalam pikiran mereka . Nanti nongkrong dimana sehabis pulsek (pulang sekolah ). Nanti lulus sekolah lanjut dimana .
Tapi memang ada hlo . Gama , memang harus sudah di takdirkan menikah muda dengan gadis yang memang susah sekali di atur . Alesya .
nantikan terus dan baca ya .. harus . dukung juga othor biar semangat .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Alesya duduk di kantin sendirian . Dia datang masih lumayan pagi . Di sekolah kala itu masih cukup sepi . Hanya anggota OSIS yang baru datang .
" Bu , es jeruk satu ya " ucap Alesya .
" Masih pagi bu . Jangan di beri es . Yang anget saja " ucap suara bariton yang entah sejak kapan datangnya .
Alesya menoleh ke arah sumber suara .
" Apaan sih . Kan yang minum gue " ucap Alesya .
" Tapi kalau kamu sakit , aku juga yang ngurus " ucap Gama mendekat ke arah Alesya .
Alesya reflek memundurkan tubuhnya .
Alesya tidak menolah atau membantah . Seperti terhipnotis oleh mata Gama . Pria tampan itu memang wajar menjadi idola .
" Ini bu . Sekalian punya dia " Gana menyodorkan lembaran uang merah kepada ibu kantin .
" Nak Gama pacaran sama Alesya ?" tanya ibu kantin .
" Tidak " ucap Gama .
Tapi menikah . lanjut dalam hati Gama .
" Tapi cocok hlo . Yang satu ganteng yang satu cantik " ucap Ibu kantin lagi . Seraya menyerahkan kembalian .
Gama hanya tersenyum .
Cantik . Pikir Gama
Gama menatap Alesya yang sedang bermain ponsel . Alesya tertawa melihat ponselnya . Entah apa yang dia lihat .
" Gila ya " ucap Gama sambil berlalu .
" Gama lo ya . Gue aduin ke Mama " teriak Alesya .
Gama hanya melambaikan tangannya tak peduli .
" Awas aja lo ya " ucap Alesya
" Ini neng " ucap Ibu kantin meletakkan jeruk hangat dan satu piring nasi goreng .
" Tapi saya tidak pesan nasi goreng bu " ucap Alesya menatap ibu kantin .
" Tadi mas Gama yang pesen buat neng . Semua sudah di bayar " ucap Ibu kantin .
" Emm. Makasih bu " ucap Alesya tersenyum.
" Menurut ibu nih ya . Mas Gama suka sama neng Alesya " ucap Ibu kantin penuh percaya diri .
" Ibu bisa aja " ucap Alesya
" Percaya deh sama ibu " ucap Ibu kantin lalu meninggalkan Alesya .
Alesya terdiam sejenak . Memikirkan ucapan Ibu kantin . Tapi Gama memang baik kepadanya . Tidak mungkin . Gama baik hanya karena rasa tanggung jawabnya . Alesya mencoba menepis semua itu .
Setelah selesai makan . Alesya pergi ke kelas . Sebelum sampai di kelas dia berpapasan dengan Vina .
" Kok wajah lo pucat Vin " tanya Alesya menatap wajah Vina.
" Iya Al . Gue pusing " ucap Vina dengan suara serak .
Alesya menempelkan tangannya ke kening Vina . Panas , Vina demam .
" Vina lo sakit . Kenapa lo tetap masuk sekolah sih " ucap Alesya .
" Sebentar lagi kenaikan kelas Al" ucap Vina .
" Ayo gue antar ke UKS " ucap Alesya .
Tak lupa Alesya mengirim pesan kepada Kirana dan Jeni . Jika dirinya sedang di UKS bersama Vina .
" Gue ke kelas aja Al " ucap Vina menolak .
" Nggak . Lo haris ikut gue ke UKS " Alesya lalu memapah Vina ke UKS .
" Bowo tahu kalau lo sakit ?" tanya Alesya .
" Enggak " jawab Vina .
" Ya sudah . Yang penting lo sembuh dulu . Diam di sini istirahat " ucap Alesya .
" Minum obat dulu " ucap Alesya .
" Tapi udah sarapan belum ?" tanya Alesya lagi .
Vina menggeleng sebagai jawaban belum .
" Ck " Alesya lalu berdiri .
" Diam di sini . Gue beli sarapan dulu " ucap Alesya .
Vina membaringkan tubuhnya . Tubuhnya terasa lemas .
Alesya memesan nasi goreng dan juga teh manis hangat.
" Ck , makan lagi " ledek Gama .
" Bukan urusan lo " ucap Alesya lalu pergi begitu saja .
Gama melihat Alesya yang masuk ke dalam UKS . Gama menyipitkan matanya . Siapa yang berada di sana . Pikir Gama .
" Ini sarapan dulu " ucap Alesya .
Alesya membantu Vina untuk duduk . Dan membantu untuk meminum obat .
Tak berselang lama Kirana dan Jeni datang ke UKS .
" Lo sakit ?" tanya Jeni dan Kirana bersamaan . Saat melihat Alesya .
" Bukan . Tapi Vina " ucap Alesya .
Jeni dan Kirana bernafas lega .
" Lo kenapa Vin ?" tanya Kirana mendekat .
" Demam dia . Tapi tetap masuk sekolah " ucap Alesya .
" Kita ke kelas yuk . Biar dia istirahat " ucap Alesya .
Mereka lalu masuk ke kelas.
" Gue dengar ada murid baru " ucap Teman kelas Alesya .
" Cewek atau cowok " tanya yang lain menimpali .
" Cewek. Katanya sih cakep "ucapnya lagi .
" Cantik nggak ada yang ngalahin Alesya " ucap Teman kelas Alesya lainnya .
Alesya lalu berdiri dan membungkuk . Mengucapkan terima kasih .
" Terima kasih teman . Nanti lo gue beliin minuman di kafe sebelah " ucap Alesya .
" Alesya paling cantik " ucap Semua teman kelas Alesya .
Alesya menatap semuanya terkejut .
" Kalau begitu kalian merampok " ucap Alesya sedikit keras .
" Gue juga mau ngedate sama lo " ucap teman Alesya .
" Ada apa ini ribut sekali ?" tanya Bu Wina .
Semua terdiam lalu memberi salam kepada Bu Wina .
" Selamat pagi semuanya " ucap Bu Wina.
" Pagi Bu " Jawab semua .
" Hari ini kita kedatangan murid baru " ucap Bu Wina .
" Sini masuk Nadia " ucap Bu Wina .
Nadia masuk dengan tersenyum ke seluruh sudut ruangan .
" Hallo semua . Salam kenal nama aku Nadia " Ucap Nadia memperkenalkan Diri .
" Sudah Nadia . Kamu duduk di sana " Ucap Bu Wina .
Satu jam sudah pelajaran Bu Wina berakhir . Dan akan di gantikan dengan pelajaran berikutnya . Setelah Bu Wina keluar . Ruangan yang awalnya tertib dan tidak bersuara . Kini ricuh dengan suara obrolan .
Nadia tampak mudah akrab dengan tempat baru .
" Tunggu , wajah ini sepertinya tidak asing " Ucap Jeni .
" Iya tapi dimana ya " ucap Kirana .
Alesya yang tidak tahu . Dia tidak berkomentar. Dia lebih memilih membeli baju dan yang lainnya . Di sebuah aplikasi belanja online .
" Belanja mulu " ucap Kirana .
" Oh Ya . Bokap sama nyokap lo pulang ya " ucap lirih Jeni .
Alesya mengangguk lalu tersenyum .
" Jangan bahas mereka . Gue males " ucap Alesya .
" Lo kemaren kemana . Gue ke rumah lo " ucap Kirana .
" Gue keluar cari angin " ucap Alesya beralasan . Meskipun awalnya dia terkejut .
Kirana mengelus bahu Alesya .
" Ada kita yang selalu ada buat lo . Kapan pun itu . Everyday , Every moment , okay " ucap Kirana .
" Thanks ya " Alesya memeluk Kirana
" Cuma Kirana doang nih " ucap Jeni memasang muka cemberut .
Alesya dan Kirana tertawa . Lalu mereka berpelukan bertiga .
" Hai boleh kenalan nggak ?" sapa Nadia menghampiri meja Alesya .
Alesya dan kedua sahabatnya menatap Nadia . Dia berambut sebahu dan cantik .
" Boleh " jawab Jeni .
" Dia Kirana cantik dan baik hati . Dia Alesya the most beautiful girl in the school . Dan gue Jeni . Gue jebolan idol korea . Dan memilih fakum untuk sekolah "ucap Jeni .
Nadia tertawa mendengar celotehan Jeni .
" Oke oke . Gue Nadia . Salam kenal ya . Semoga kita bisa berteman dengan baik " ucap Nadia tersenyum tulus .