NovelToon NovelToon
Cursed Lady

Cursed Lady

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:150.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: A&Y

Elleanor puteri Duke Penguasa Kegelapan telah dikutuk sejak dia lahir. Tapi anehnya, dia bisa melihat masa depannya sendiri sejak masih bayi. Dia melihat takdirnya yang terabaikan. Lahir tanpa kasih sayang membuatnya tumbuh menjadi antagonis yang kehidupannya berakhir tragis di tangan pria yang dicintainya.

Takdir seperti itu tidak bisa membuatnya tinggal diam. Dia akan mengubah cerita masa depannya. Apapun yang terjadi!

©A&Y original

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A&Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

Aneh. Kenapa dia mengajakku berkeliling dengan sungguh-sungguh. Apa yang dia rencanakan. Dan anehnya lagi, kenapa aku harus mengikutinya. 

    “Aku suka tempat yang tinggi.” Ucapnya tiba-tiba.

    Hari menjelang sore, dan dia membawaku ke sebuah bukit, bukit yang berada di pinggiran kota Apolline. Bukit yang tinggi dimana seluruh keindahan kota Apolline tampak dari atasnya. Awalnya, aku takjub. Tapi setelah dipikir-pikir lagi. apa yang dia rencanakan?

    “Ah kau pasti sedang berpikir apa yang kulakukan sekarang.”

    “Benar.” Seharusnya dia menyadari kalau kita berdua adalah orang asing. Aku adalah gadis dari klan kegelapan, sementara dia putera mahkota. Kami hanya bertemu beberapa kali. Dan aku mengikutinya hanya sebagai bukti permintaan maaf karena tidak sengaja jatuh dari pohon tepat di padanya. Tapi apa ini. bukankah sudah berlebihan?

    “Kupikir kau sama sepertiku.” Ucapnya lagi. “Menyukai kebebasan. Dinding tinggi sekalipun tidak bisa menghalangi niatmu. Kupikir, aku melihat diriku dalam dirimu. Begitulah.”

    “…”

    “Anggap saja. Aku sudah mengenalmu dalam waktu yang lama. Kau tidak perlu berpikir kalau aku orang asing yang berniat buruk.”

    Apa maksudnya. Aku tidak paham.

“Cukup rasakan. Jangan berpikir aku melakukan ini semua untukmu. Aku hanya mencari kebebasanku sendiri. Kebetulan, kau punya hutang nyawa padaku, jadi sekalian aku membawamu kemari.”

“Apa tanganmu sudah baik-baik saja?”

“Eum, aku pulih dengan cepat. Sepertinya.”

Tiba-tiba angin berhembus membuka jubah yang menutupi kepalaku. Seketika rambutku berkibar, aku merasakan kesejukan yang tidak ada duanya. Suasana terasa begitu damai di sini.

Tiba-tiba aku teringat Papa. Aku merindukannya, Lent bilang Papa sedang ekspedisi di perbatasan. Itu sebabnya aku belum bisa menghubunginya. Kapan Papa Kembali. Aku ingin sekali mengobrol dengan Papa.

Eum, aku tersadar aku tidak sendirian di tempat ini. putera mahkota, masih memejamkan matanya seolah merasakan angin yang menerpa wajahnya.

“Apa Tuan Earl tidak membenciku?” Tanyaku tiba-tiba.

“Kenapa?”

“Apa semua klan cahaya membenci klan kegelapan?” tanyaku lagi.

“Tidak semua.”

“Kau bilang aku seperti Ayahku yang tidak tunduk. Itu artinya kau ingin membuatku tunduk?”

“Bisa dibilang begitu.”

“Terus terang sekali.” Sungutku.

“Aku tidak akan pernaah tunduk.”

“Kalau kau tunduk begitu saja maka ceritanya tidak akan menarik.”

“…”

“Kenapa? Kau mulai penasaran denganku?” Tanyanya.

“Tidak. Jangan terlalu percaya diri Yang Mulia.”

“Saat kecil aku sering sekali kabur dari istana.”

Aku tau. Itu sebabnya hari itu aku bertemu dengaanmu di keramaian. 

“Ada sebuah lubang dibelakang dinding kamarku. Aku menerobos lubang itu.”

“Pfft.” Seketika aku menahan tawa.

“Apa? Tertawalah jangan menahannya kau seperti sedang mengejekku.”

“Hahahaha. Apa Tuan tau, saya juga melakukan hal yang sama.” Seketika aku teringat masa kecilku saat mencoba kabur, dan tertangkap Kak Valiant. Benar-benar membuatku bernostalgia.

Dia tiba-tiba saja diam. dan menatapku. Eh? Apa aku terlalu berlebihan karena terbawa suasana? Kenapa ekspresinya begitu.

“Sudah sore. Sebaiknya kita Kembali.” Ucapnya tiba-tiba.

Benar. sepertinya aku melakukan kesalahan. Tapi Ya Sudahlah. Lagipula setelah ini aku akan berusaha menghindarinya lagi. titik.

***dia akhirnya tertawa dihadapanku, sangat indah. Tapi ada apa denganku? Sepertinya aku mulai tidak normal.***

***

.

.

.

    “Nona?! Anda darimana saja?!”

    “Lou…”

    “Lihat. Pakaian Anda kotor. Anda darimana saja? Seharian ini saya dan Nona Aceline mencari Anda.”

    “Lalu dimana Aceline sekarang?”

    “Nona Aceline mengikuti kelas sore. Tunggu. Jangan mengalihkan pembicaraan. Jawab dulu.”

    “Aku…pergi dengan Aillard.”

    “Tuan muda Aillard? Nona…jangan membohongi saya. Tuan Muda juga mencari Nona bersama saya tadi.”

    Hah? Astaga. Aku benar-benar lupa kalau aku ada janji dengan Aillard siang ini. tapi aku malah pergi dengan Putera mahkota. 

    “Nona?”

    “Aku pergi dengan putera mahkota.”

    “Apa? Putera mahkota?!”

    “Nona. Tuan Duke pernah mengatakan kepada Saya agar menjauhkan Nona dari keluarga kaisar. Siapapun itu. kenapa Nona pergi dengannya?”

    “Aku tidak sengaja bertemu dengannya. Lalu—lalu dia bilang mau mentarktirku makanan enak. Makanya aku ikut dengannya.”

    “Dan bagaimana jika itu kebohongan? Bagaimana jika dia berusaha melukai Nona?”

    “Tidak mungkin Lou. Buktinya aku baik-baik saja kan sekarang.”

    Heuuu. Kenapa juga aku harus mengatakan yang sebenarnya. Lou pasti cemas sekarang. Bisa saja dia memperketat pengawasannya padaku. 

    “Nona—saya percaya Nona adalah orang yang Tangguh dan pemberani. Tetap saja, Nona harus selalu waspada. Terhadap siapapun, apalagi klan kita adalah klan minoritas disini. Siapapun, dapat menjadi ancaman untuk Nona sendiri.”

    “Baik Lou. Aku mengerti. Maaf ya sudah membuatmu khawatir.”

    “Tapi Saya senang, Nona berani bicara jujur pada Saya. Sekarang, Nona harus membersihkan diri Nona, setelah itu Nona istirahat.”

    “Baiklah.”

***

    Pagi harinya, tentu saja Aceline memberondongku dengan bermacam pertanyaan. Terpaksa aku harus menceritakan kejadiannya secara rinci padanya. 

    “Jadi kau menghabiskan waktu seharian dengannya?’

    “Umm.” Aku mengangguk.

    “Perasaanmu bagaimana?”

    “Bagaimana apanya?”

    “Senang, sedih, marah,?”

    “Bagaimana ya menjelaskannya. Kupikir ketiganya.”

    “Ck. Benar-benar gadis yang jujur. Jadi kau senang karena kau bisa melihat kota Apolline. Kau suka kebebasan. Kau sedih karena kabur. Kau marah karena kau harus ikut putera mahkota sementara kau tidak suka dengannya? Begitu?”

    “Aceline kau memang tukang analisis terbaik.”

    “Tentu saja. Eh ngomong-ngomong Kak Aillard, dia bertanya tentangmu seharian.”

    “Ah iya. Saat istirahat aku akan menemuinya di ruang Latihan.”

    “Baguslah. Elaine sebenarnya ada yang ingin kuceritakan padamu.”

    “Apa itu?”

    “Sepertinya aku menyukai seseorang.”

    “Hah? Siapa?”

    “Kau ingat kelas sore yang kuhadiri kemarin.”

    “Ya?”

    “Kau tau karena mencarimu aku terlambat masuk kelas.”

    “Maaf.”

    “Tidak. Bukan itu masalahnya, lalu, ada seorang pria yang menolongku. Saat Guru hampir menghukumku. Dia membelaku.”

    “Jadi?”

    “Jadi. Kami dihukum bersama-sama hahaha. Akademi Apolline benar-benar tidak tanggung soal kedisiplinan.”

    “Lalu? Kenapa kau jadi suka padanya?”

    “Karena—dia baik padaku?”

    “Siapa Namanya? Seperti apa orangnya?”

    “Dia—dari klan cahaya. Namanya, aku tidak tau nama lengkapnya. Tapi dia menyuruhku memanggilnya Rav.”

    “Rav?” sepertinya aku pernah dengar. 

    “Kenapa? Kau kenal dia?”

    “Um, nggak tuh. Kau bilang mau mengembalikan buku. Ayo pergi sekarang.”

    “Ayo.”

***

    Ruang Pelatihan Militer, waktu istirahat.

    "Seharusnya Aillard ada disini saat jam istirahat. Apa aku dibolehkan masuk kedalam?”

    "Lihatlah. Ada gadis cantik kemari.”

    "Hei ! lanjutkan latihanmu saja.”

    “Lihat. Dia melihat ke arahku. Wah, baru pertama kali aku melihat gadis seperti boneka.”

    “Rav lihatlah!”

    “Marquell! Fokus saja.”

    “Permisi.” Aku merasa tidak nyaman menjadi pusat perhatian para prajurit di sini.

    Seorang pria, yang pernah kulihat sebelumnya mendekatiku. “Nona Elleanor?”

    Aku sedikit lupa Namanya. Tapi aku ingat wajahnya. Dia adalah keponakan kaisar, seorang pangeran.

    "Kita pernah bertemu sekali di Istana. Panggil saja Rav.”

    “Pangeran Rav Timothee?” AH benar, jadi ini Rav. Cinta pertama Aceline.

    “Senang bertemu dengan Nona Elleanor Kembali.”

    “Senang bertemu dengan Pangeran juga.”

    “Ada apa Nona kemari?”

    “Begini, apa Pangeran kenal Tuan muda Aillard Laurence?”

    “Ah, dia temanku.”

    “Apa Pangeran tau dimana dia?”

    “Sepertinya dia sedang di ruang istirahat. Mari biar kuantarkan.”

    “Terima kasih.”

    Wah, bahkan ruang latihan militer lebih pantas disebut mansion. Sangat besar, dan luas serta fasilitas yang lengkap. Dan persenjataannya sangat modern.

    Tok…tok..tok

    “Dia mengetuk pintunya.”

    “Masuklah. Nona,” Perintah Pangeran Rav.

    “Terima kasih.”

    Aku melongok ke balik pintu.

    “Elaine?”

    “Aillard.” Aku tersenyum senang.

    Dia menyuruhku duduk. Lihat. Dia tampak kelelahan, dia baru selesai Latihan dan keringatnya masih mengucur. 

    “Aillard pasti lelah sekali. Mau Elaine ambilkan air?”

    “Tidak usah, seharusnya aku yang menawarimu.”

    “Hehe. Eh Aillard, maaf ya, kemarin Elaine tidak datang.”

    “Aku juga ingin menanyakan ini. kemarin kau pergi kemana?”

    Haruskah kuceritakan dari awal? Lagipula Aillard juga temanku. Akupun menceritakannya.

    “Ah begitu,”

    “Eh? Aillard tidak terkejut?”

    “Apa kau berharap aku terkejut karena kau pergi dengan putera mahkota?”

    “Benar.”

    “Tidak bahkan aku tidak terkejut meski kau pergi dengan kaisar. Karena kau istimewa, siapapun pasti penasaran denganmu.”

“Apa maksudmu?”

 “Ah, Lagipula dia seniorku, aku sering bertemu dengannya juga, jadi tidak heran jika dia juga bisa bertemu denganmu. Hanya saja—

    “Hanya saja?”

    “Tidak. Aku sedikit tidak suka saja.”

    “Kenapa?”

    “Karena dia berusaha mendekatimu. Sebaiknya kau berhati-hati,”

    Benar. semua orang juga memperingatkanku agar-agar berhati-hati dengannya. Dia seperti singa liar. Dia memiliki ambisi, dan tidak bisa ditolak. Itulah putera mahkota. Dia membunuh siapapun yang menghalanginya tanpa pandang bulu, begitulah yang kutau.

    “Apa kau tau, dia pernah menjadi mentorku. Saat berlatih, jujur saja aku kagum dengan tekniknya, dia Tangguh. Hanya saja, dia terlalu berambisi dan tidak suka kekalahan. Aku hanya khawatir, dia menyeretmu dalam masalah.”

    “Aillard terima kasih, sudah memperingatkanku.”

    “Jika ada sesuatu, Elaine, kau carilah aku.”

    “Eum, aku pasti akan mencari Aillard.”

    “Jadi, bagaimana jalan-jalanmu kemarin?”

    “Ya, begitulah. Kupikir akan lebih seru kalau aku pergi denganmu.”

    “Sayangnya kau lupa kalau kau akan menemuiku. Benar kan?”

    “Iya. Maaf ya,”

    “Tidak  masalah, masih ada lain kali.”

    “Umm, sebentar.” 

    Aku melihat, ada luka memar dilututnya, dia sepertinya terlalu keras berlatih. 

    “Apa Aillard punya obat?”

    “Ada. Tunggu sebentar.”

    Aillard beranjak. Dia mengambil kotak obat.

    “Ini, apa kau terluka?” Tanyanya.

    “Tidak bukan aku. Aillard duduklah.”

    Dia bingung. Tapi tetap menurut, Aku mengambil salep untuknya. Lalu mengoleskannya di lutut.

    “Lain kali jangan berlatih terlalu keras. Kau pasti tidak sadar kalau lututmu sendiri terluka.”

    Degg. “Ah, aku tidak tau ada luka di sana.” Ucapnya.

    Aku tersenyum padanya, “Nah, sering-seringlah memperhatikan dirimu sendiri.” Ucapku.

    ***Tidak. Jangan tersenyum padaku, Elaine.***

“Maaf sudah merepotkanmu.” Ucapnya.

“Tidak perlu sungkan, aku permisi dulu ya, aku ingat masih ada kelas umum.”

“Haruskah kuantar?”

“Tidak usah. Aku tau jalannya.”

“Baiklah sampai jumpa.”

“Sampai jumpa.”

***Elaine, perasaan apa ini?***

***

 tbc...

1
good novel
Sri Rahayu
cerita yang sangat bagus
Ailsa Nabilah
ini nih gambarnya putra mahkota ya
Kembar
banjir.... banjir... banjir....
Cam
menarik 😍
Agus_Tina
bagus bgt critax. recommended bgt tuk para pmbaca novel fantasi
Agus_Tina
baru ngeh dia tentang pernikahan
Agus_Tina
suka ceritax
Agus_Tina
semangat Thor
Agus_Tina
akhirnya Elaine bngkit
Agus_Tina
ptra mahkota mulai loading
Agus_Tina
mkn penasaran
Agus_Tina
ttp Semangat Thor
Agus_Tina
bagus alur ceritanya
Agus_Tina
semangat Thor
Agus_Tina
poor Elaine
Agus_Tina
d tnggu kebangkitanx Elaine
Agus_Tina
bagus ceritanya
Agus_Tina
semangat Thor
Agus_Tina
siapa itu?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!