Siapa sangka selepas hujan malam itu memberi berkah pada lelaki yang sering mehabiskan waktu dengan kedua sahabatnya.Semua berubah,setelah ciuman dan pelukan dadakan dari seorang wanita bak bidadari turun dari kayangan.....
apakah Aris mendapatkan hati wanita yang sudah mencuri hatinya itu??
Area 21+
Diharapkan bijak untuk memilih bacaan sesuaikan umur kalian 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amma Nada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Candu
Cuaca semakin terik,tapi tidak menyurutkan niat mereka untuk bermain air.Bagaikan anak kecil,mereka saling kejar-kejaran perang air.Ega sudah bergabung dengan yang lain karna tarikan dari Egy.
Ia terus berperang dengan Rania,seolah membalas atas rasa cemburu yang ia rasakan tadi.Dengan kedua tangan ia melemparkan air ke arah Rania,membuat Rania menggerutu kesal.
"Bang ih stop... pedih nih mata aku"ucap Rania sambil mengusap wajahnya tapi tak didengarkan oleh Ega "Bang..stop aku bilang,abang kenapa sih?"lanjut Rania dengan sedikit berteriak karna Ega tak menghiraukan.
Rania berjalan menghampiri Ega dengan wajah kesalnya.
"Abang kenapa sih? dendam sama aku? marah? kenapa?"tanya Rania beruntun.
"Gak usah baper.. gue emang suka bikin lo kesel,ngapain juga gue marah ke lo?lo merasa punya salah ke gue?"tanya balik Ega dengan mengrenyitkan keningnya.
"Em..ya..ya..nggak,tapi dari tadi malem abang liat aku nya serem gitu"sahut Rania "yaudahlah aku kesana dulu.. capek ngomong sama abang"lanjutnya berlalu dari hadapan Ega.Ia berlari menghampiri Ekky dan yang lainnya yang sedang mengubur Hadi didalam pasir.
Ega hanya mematung melihat punggung Rania yang menjauh darinya,tanpa menjelaskan sesuatu pada Rania.
★
★
"Sayang.. kamu balik ke ibukota bareng aku kan?"tanya Jojo mulai serius saat mereka bernaung kembali di tempat mereka tadi dengan minum kelapa muda yang dipesan oleh Galang.
"nggak kayak nya deh sayang.. aku mungkin masih disini"sahut Aris
Jojo berbalik lalu menatap Aris "Kok gitu?? terus aku gimana?"
Aris tersenyum "Ya kamu nunggu aku pulang"sahut Aris mentoel hidung mancung Jojo.
Wajah Jojo muram,ia menatap Aris kesal "Sayang,jahat banget sih kamu.. terus buat apa coba aku kesini"
"Lah kan kamu bilang kalo kesini karna kangen kan..kamu gak bilang aku harus pulang juga"
"Bodo ah.. nyebelin"ucap Jojo beranjak meninggalkan Aris yang masih duduk dengan santainya meminum kelapa muda.
★
★
"Kak Jo kenapa?"gumam Rania melihat Jojo yang berjalan sendiri dengan mulut yang komat kamit entah apa yang ia ucapkan.Lalu pandangannya beralih pada Abangnya yang terlihat duduk santai,dia tak menyusul Jojo.
Rania pun menghampiri abangnya dan duduk bersila didepan abangnya.
"Kak Jo kenapa bang?"tanya Rania.
Aris menaikkan kedua bahunya "mana gue tau.. ngambek kali"
"Lah.. kok ngambek kali,emang lo apain?"
"Dia ngajakin gue balik,tapi kata gue.. gue ntar aja baliknya kesana.. lah dia bilang nyebelin terus pergi"
Rania berdecak "Dasar abang ogeb,ya jelaslah kak Jo marah.. lo nya gak peka..dia tuh kesini demi lo abang,terus dengan santainya lo bilang gitu..Ck.. nyesel gue punya abang ogeb,gak peka kek lo.."ucap Rania kesal,tangannya dengan cepat menarik kelapa muda untuk ia minum.Ternyata marah-marah juga butuh tenaga hehe "Ohh ya bang,gue lupa mau bilang sama lo..Bang gue gak setuju lo nikah sama kak Niken,dia gak baik buat lo bang"lanjutnya berbicara pada Aris dengan mode serius.
"Tumben serius amat.. emang lo tau apa?"
"Gue sama kak Jo mergokin dia jalan sama cowok lain..sehari sebelum mergoki dia gue udah tau duluan,tapi gue belum yakin.. pas gue ketemu lagi sama kak Jo,gue yakin kak Niken ada main sama tu cowok.. Liat dia yang nempel kayak perangko sama tu cowok udah bisa disimpulin kalo mereka ada apa-apa"jelas Rani panjang lebar.
Aris sempat kaget karna Jojo juga bersama Rania saat melihat tunangannya jalan dengan lelaki lain,lalu ia mencoba merubah raut nya kembali "Sepupunya kali?"pancing Aris.
Rania memutar mata malas "ya Allah abang gue yang gantengnya kayak oppa ji chang wook,kita udah kenal ya semua sepupu kak Niken pas lo tunangan.Gue inget semua wajah sepupu dia.Sampai keponakannya aja gue inget.." Rania pun menyandarkan badannya lagi pada Diki karna Diki baru saja duduk kembali disebelahnya "Bentar deh.. lagian lo mau benar nikah sama kak Niken? kalo gue mah ogah ya punya ipar kakak dia,udah bisa dipastiin kalo lo nikah sama dia..lo bakal dikuasain dia,lo tau sendiri gimana dia ke lo kan bang"lanjut Rania.
"Bang Aris arep rabi karo seng ndi seh seng bener? mbak Jojo opo mbak Niken? lek gak sido karo mbak Jojo aku tak daftar gae calon imam e hehhee "timpal Diki dengan wajah berbinar.
(Bang Aris mau nikah sama siapa sih yang benar? Kak Jojo apa kak Niken? kalo gak jadi sama mbak Jojo aku saftar jadi calon imamnya hehehe)
PLAKKK
PLLLAAAKK
Dua tamparan mengenai lengan dan paha Diki karna ulah adik kaka itu.
"Wani koen,tak beleh anumu"sahut Aris dengan gerakan tangan memotong sesuatu dibawah sana.
(berani kamu,ku potong anumu)
Diki bergidik ngeri melihat tatapan abangnya yang mematikan itu.
"Hehe.. ndak..ndak bang.. ampun hehe.."sahut Diki dengan menangkup kedua tangannya. "Moso' sek urung tau ngrasakne surga dunia wes diketok peng loro bang bang.."lanjutnya sambil cengengesan.
(masa' belum tau merasakan surga dunia udah dipotong dua kali si bang)
"makane gak usah macem-macem.."sahut Aris lalu berdiri mencari sosok bidadari yang ngambek tadi.
Wah tanpa ia sadari teenyata Jojo sudah jauh sekali dari tempat ia duduk tadi.Aris pergi meninggalkan Rani yang masih ngoceh tentang Niken,ia tak mendengarnya lagi fokusnya pada wanita ayu yang sedang memainkan pasir dengan kakinya.
Perlahan Aris menghampiri Jojo dengan sesekali tersenyum karna tingkah wanitanya yang seperti bocah sedang ngambek tak dibelikan permen oleh ibunya.
Jojo menoleh saat Aris sudah berada didekatnya dengan cepat ia memalingkan mukanya lalu berjalan lagi.
Aris tersenyum geli melihatnya."astaga jadi pengen buka tudung disini.. eh"pikiran Aris mulai kotor.
(Bang Ar perlu dikuras itu otaknya -author )
"Sayang kemana?"teriak Aris dibuat-buat.
Jojo tak menoleh,ia terus berjalan dengan menunduk menendang-nendang pasir yang tak bersalah.Aris berlari kecil menghampirinya lalu mendorong Jojo sampai terjatuh dipasir dengan badan yang masih ia kungkung.
"Aaaaa....."teriak Jojo saat terguling dipasir malah disambut tawa oleh Aris. "Ar.. kamu ngapain,ya ampun badan aku"ucap Jojo sambil mencoba melepaskan diri dari pelukan Aris.
"Abis kamu gemesin,kan aku jadi pengen peluk-peluk"sahut Aris tanpa rasa bersalah.
"Ar,lepas..aku pake dress lho ini"ucap Jojo lagi mencoba menyadarkan lelaki yang tak peka itu.
"Biarin.. kita ini juga yang liat,mereka gak akan perhatiin kita.. tuh liat mereka aja sibuk sendiri"sahut Aris tanpa rasa bersalah menunjuk kearah teman-temannya yang memang sibuk bermain pasir dan bermusik di tempat mereka tadi.
"Tapi aku nya kotor Aris..."ucap Jojo lagi dengan menekan nama Aris.
Aris tak suka mendengar wanitanya memanggil nama.Ia mencubit gemas hidung Jojo.
"Aaaaaaawwwww... sakit Aris,kamu nyakitin aku"
"Nggak.. aku cuma gemes..kamu sih bawel,kan aku jadi pengen gigit"sahut Aris dengan kekehannya.
Aris mendudukkan dirinya dan Jojo,tapi masih dengan posisi memeluk Jojo dari belakang.
"Kamu ngapain ngambek sih.. tambah cantik tau"bisik Aris pas ditelinga Jojo.
Diam
"Sayang"
"Sayang"
"Sayangnya aku"
"Calon istriku"
"Calon ibu dari anak-anakku"
Oh god.. ingin sekali Jojo membungkam mulut sialan itu,bisa-bisanya sekarang dia berkata begitu manis hingga membuat jantung Jojo seakan mau lepas dari tempatnya dan membuat wajahnya merah seperti tomat karna merona.Oh ayolah... Jojo sedang mode merajuk.
"Bidadariku"
"Bel......"
"Stop Ar.. stop,udah"akhirnya Jojo menghentikan ucapan Aris.Pipinya sangat terasa panas sekarang,semua kata-kata yang mengalun dari bibir Aris sangatlah indah.
Aris tersenyum dibalik rambut Jojo "makanya kamu jangan ngambek dong"
"Abis kamu nyebelin.. aku kesini jauh-jauh pengen kamu pulang sama aku,eh.. malah aku pulang sendiri dan kamu masih disini..kan aku kesel"ucap Jojo membalikkan badannya menghadap Aris.
"Sayang aku mau nuntasin sebulan disini dan ini masih 2 minggu lebih 4 hari..sabar ya aku pasti kembali kok"
"Apa sih yang kamu cari disini? kamu ada cewek disini jadi gak mau balik kesana?"tanya menyelidik Jojo dengan pandangan tak bersahabat.
"Dihh.... negatif banget sih pikirannya,sini aku cium biar percaya cuma ada kamu disini"sahut Aris dengan menunjuk ke dadanya.
Ciuman bertubi-tubi pun Aris layangkan keseluruh wajah Jojo tanpa terkecuali.Ia sangat gemas dengan wanita ayu ini.Tak mungkin Aris rela menukar berlian dengan remahan rengginang,pikiran untuk menyelingkuhi Jojo pun tak pernah terlintas diotaknya.
Yang ada diotaknya hanya bagaimana bisa menghujaninya dengan kebahagiaan dan mencumbu nya... eh.
(Nggak bisa jauh dari situ kan bang Ar ini - author)
Aris menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menetralkan otaknya yang mulai konslet.
Sedangkan wanita yabg dicium itu hanya tertunduk malu,karna sudsh bisa dipastikan mukanya sedang kembali memerah karna ciuman Aris yang memenuhi seluruh wajahnya.
★
★
★
Senja menampakan sinarnya dengan semburat jingga di ujung cakrawala,pemuda pemudi yang telah lelah dengan kegiatannya sedari tadi duduk memandang sunset dengan petikan gitar meiringi lagu yang Ekky nyanyikan.
(Budi Doremi - Melukis Senja)
Aku mengerti perjalanan hidup yang kini kau lalui
ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri
Kau telah berjuang menaklukkan hari-harimu yang tak mudah
biar ku menemanimu
membasuh lelahmu
Izinkan ku lukis senja
mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
menangis tertawa
Biar ku lukis malam
bawa kamu bintang-bintang
Tuk temanimu yang terluka
hingga kau bahagia
Aku disini
walau letih coba lagi
jangan berhenti
Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri
kau telah berjuang menaklukankan hari-harimu yang tak indah
biar ku menemanimu
membasuh lelahmu
Izinkan ku lukis senja
mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
menangis tertawa
Biar ku lukis malam
bawa kamu bintang-bintang
Tuk temanimu yang terluka
hingga kau bahagia
Petikan terakhir hingga matahari benar-benar terbenam dan diganti dengan gelapnya malam.Untung saja meskipun di pantai ini terbilang sangat sepi,masih ada ojek-ojek yang senang tiasa menunggu para pengunjung untuk meantarnya kembali ke ujung kampung.Tapi mereka membutuhkan para ojek untuk menunjukkan jalan,karna memang hari sudah malam, Ekky ataupun Galang tak ingat jika berjalan diwaktu malam seperti ini.
★
★
Sesampainya dirumah Aris,mereka memutudkan untuk bermalam disini.Karna malam ini,malam perpisahan bagi mereka.Ega,Egy,Rania,Jojo dan Dona harus kembali ke ibukota karna mereka harus meurus kerjaannya.Jadi Aris menyuruh Ekky,Hadi dan Galang untuk ikut bermalam disini.
"Sayang,kamu sama Rania dan Dona mandi di rumah bulek aja ya.. itu Rania udah nungguin di depan"ucap Aris pada Jojo yang sedang meambil perlengkapan mandinya.
Hanya disahuti dengan anggukan saja oleh Jojo,Aris tau jika wanitanya masih kesal dengannya.Ah... malam ini harus tuntas pikir Aris.
(Eh apanya yang tuntas bang? -author bertanya-tanya)
Saat Jojo mandi,Aris mendengar suara deringan ponsel didalam kamarnya.Ia mencari asal suara itu dan ternyata suara itu dari ponsel Jojo.
♡my love♡ calling.
Sampai panggilan itu mati,ternyata disana sudah ada 175 panggilan tak terjawab dari kontak tadi.Aris tau siapa itu,tak perlu bertanya pada Jojo pun ia tau.
Pesan whatshapp pun masuk di ponsel Jojo,membuat gatal tangan Aris untuk membuka.Ia meraih ponsel Jojo,saat akan memencet kode disana,Aris mengurungkan niatnya.Ia ingin Jojo yang bercerita semua padanya.Ia ingin menghargai wanitanya.Bukankah cinta harus saling percaya,ya itu yang Aris yakini.Ia pun meletakkan kembali ponsel itu pada tempatnya,lalu beranjak keliar kamar untik menemui teman-temannya.
★
★
Aris duduk bersama teman-temannya menunggu pesanan yang dipesan oleh Aris tadi lewat aplikasi Goprek.
Dan tak beselang beberapa menit kemudian beberapa makanan pun datang.Mereka memesan nasi pecel lodho,martabak telur lalu martabak manis untuk menemani mereka malam ini.
Jojo,Rania dan Dona masih berada didalam rumah.Rania mengetuk pintu kamar Aris,karna Jojo belum juga keluar dari kamar dari sehabis mandi tadi.
"Kak,aku masuk ya"ucap Rania dari luar kamar
"eh.. iya,masuk aja"
Cklek
Rania pun masuk.Ia melihat Jojo yang tengah sibuk dengan beberapa macam skincare untuk wajahnya.
"Wah,pantesan mulus,kinclong kayak gini.. skincarenya aja edun.."ucap Rania duduk disebelah Jojo.
"Hilih kamu ini,oh iya Ran.. aku lupa mau ngasih kamu,padahal dulu kan udah janji ya.."sahut Jojo yang memang tak ingat jika ia pernah berjanji untuk memberikan skincarenya pada Rania.
"Hah.. gak deh kak,mana berani aku pake skincare dari klinik terkenal ini.. Aku udah pernah tau kalo ini mah harga nya bisa jut-jutan kan.. "
"Apaan sih gapapa Ran,aku kan udah janji ke kamu.. lagian ini juga dari klinik mama ku,gampang lah nego sama mama sendiri"
"Hah???? Mama kakak??? siapa??? Dr.Vallencia Agista mama kak Jo??"tanya Rania beruntun.
Jojo hanya tersenyum sambil mengangguk.
Prok...Prok....Prok...
"Bener-bener sultan ya Allah... kak jangan suka deh sama abang aku,aku jadi kasian sama kaka"ucap Rania tiba-tiba.
Jojo menatap bingung "Kenapa?"
"Ya kan kehidupan kakak sama abang beda,dunia kalian beda kak.. aku nggak mau abangku sampai terluka,biarpun oon ogeb gitu dia segalanya buat aku dan keluarga"sahut Rania serius.
Jojo tersenyum ia memegang lembut tangan adik kekasihnya itu "Hey,denger aku.. aku nggak pernah bedain status sosial seseorang.. kalo emang aku suka,aku bakal suka dan buat keluargaku mereka sama mereka juga gak pernah mandang dari status sosisal orang,asal aku bahagia mereka pasti akan dukung."ucap Jojo meyakinkan adik kekasihnya.
Rania menangkap ketulusan dari semua kata-kata wanita yang sangat dicintai abangnya ini,ia pun mengangguk "Aku percaya sama kakak,jangan buat abang terluka kak.. buat ngebayanginnya aja aku ogah banget sumpah"sahut Rania dengan kekehan kecil diujung kalimatnya.
"Jadi kamu mau terima pemberianku?"Jojo memastikan kembali.
Rania mengangguk "makasih kak"ucapnya pada Jojo lalu memeluknya.
"sama-sama cantik"sahut Jojo membalas pelukan Rania.
Tanpa mereka sadar obrolan mereka ditangkap dengan jelas oleh lelaki yang mengintip dibalik pintu kamar,siapa lagi pelakunya kalau bukan Aris.Aris melengkungkan bibirnya,meulas senyum manis diwajah tampannya.
Tok
Tok
Rania dan Jojo pun mererai pelukan mereka.
"masuk"ucap Jojo.
"Sayang.. makan dulu yuk"ucap Aris pada Jojo dengan mengecup mersa puncak kepala wanitanya.
"Hhhoooeeeeekkkkkkkkk......"ucap Rania dengan ekspresi muntahnya melihat sengkleknya abang satu-satunya ini sangat tak tau malu.
"Napa lo dek,bunting?"tanya Aris menggoda Rania.
"Abang,berapa kali sih udah bikin mata indahku nan suci ini ternodai.. Ck.. nyosor mulu dah"sahut Rania dengan bersedekap.
"Ya kan kalo usah punya pacar gapapa,nasip lo aja yang jomblo nyaksiin keromantisan kita"
"Wwllleeeekkk... lebay banget sih lo bang.. mending gue pegi dah,males ngomong sama jelmaan menthok"sahut Rania sambil berlalu dari hadapan kedua sejoli itu.
Plak
Jojo menampar lengan Aris setelah Rania pergi "Suka banget bikin dia kesel"
"biarin aja"sahut Aris lalu memeluk posesif wanitanya sari belakang. "Sayang,candu dong"lanjut Aris dengan berbisik ditelinga Jojo membuat Jojo merinding.
"Apaan sih,,didepan ada temen-temen kamu sayang..kita kedepan aja ya"
Aris menggeleng manja "Candu dulu.. baru keluar"
Jojo memutar matanya malas "Duh..duh udah kayak bocah aja.. sini sini"
Aris membungkuk mensejajarkan dirinya dengan badan Jojo yang sedang duduk.Lalu ia langsung melum*t bibir indah yang menjadi candunya itu,ia meraih tengkuk jojo agar bisa memperdalam ciumannya.Sedangkan Jojo,ia sudah mengalungkan tangannya pada leher Aris dengan sesekali mengelus punggung lelaki itu.
Tak tahan Aris menggendong Jojo dan merebahkannya pada ranjang.Pandangan matanya sudah ditutupi oleh gelora gairahnya.Sungguh wanita dihadapannya sangat menggairahkan,meskipun hanya menggunakan piyama tetap tak membuat tubuh wanita ayu itu terlihat seksi.
Aris mengungkung tubuh Jojo,perlahan ia kembali mendekatkan bibirnya pada candunya itu.Ia kembali melum*t rakus bibir Jojo,mengeksplore semua isi dari mulut wanitanya.Tak berhenti disitu,tangan nakal Aris sudah mulai menjelajah untuk mencari sesuatu yang sedari tadi menggodanya.
Hap
Ia mendapatkannya,direm*snya benda kenyal itu dengan lembut membuat Jojo melenguh karna cumbuan lembut Aris.Tak Jojo pungkiri jika sentuhan Aris selalu memabukkannya.
...Acie cie bang Aris lagi bahagia......
...Lirik si ayang yang lagi senyum-senyum...
★
★
"shitt....."umpat Dona
Semua yang sedang duduk santai di teras rumah Aris yang menunggu tuan rumahnya mempersilahkan makan pun menatap Dona yang tiba-tiba mengumpat.Padahal wanita itu sedari tadi hanya diam.
"Mbak Dona kenapa?"tanya Rania
"Gapapa.. maaf saya kelepasan"sahut Dona dengan datar.
"Ngagetin aja deh"ucap Rania lagi.
Tak taukah mereka jika Dona memendam rasa kesalnya pada kedua manusia yang terus bedecap didalam kamar sana.Astaga ingin sekali ia melepas alat sialan ini,tapi ia kembali lagi ingat jika ini tugasnya.Semua resiko bersedia ia tanggung.
"Bang,kalian pada makan aja deh.. nungguin bang Aris mah bakal lama.. "ucap Rania pada teman-teman abangnya.
"Ngapain abang lo,sedot-sedotan?"tanya nyleneh Ega dengan kekehannya
Rania meangkat kedua bahunya tanda tak tau "Abang intip aja sendiri"
Mereka pun makan lebih dulu tanpa menunggu kedua sejoli yang sedang asik dengan dunianya sendiri itu.
★
★
Waktu sudah menunjukkan pukul 1 dini hari,dengan menggelar karpet diruang keluarga membuat rumah semakin sesak.Karna tidur dari para laki-laki itu yang tak beraturan.
Aris yang belum tidur sedari tadi pun kembali kekamar melihat wanitanya yang sudah berkelana dalam mimpinya.
"Belum saatnya buka tudung Dor,,sabar"ucap Aris lirih pada Dori saat kembali pada kejadian beberapa waktu lali karna pergulatan mereka yang hampir membuat Dori dikeluarkan dari sangkar.
Aris merebahkan dirinya disebelah Jojo,lalu menarik wanita itu dengan pelan kepelukannya.
♡
♡
♡
♡
"maksut lo Jojo manfaatin gue buat balas dendam ke Niken?"tanya Aris tak habis pikir dengan penuturan ai kembar upin ipin.
♡
♡♡Pantengin terus kisah cinta mereka ya...Jangan lupa kasih like,vote n komen kalian
♡
♡ Salam sayang dari Ar-Jo♡♡♡♡♡♡
lanjutannya kak thor....
Ya Allah dah....UHUY
Ya Allah dah....UHUY
Dan...ah, sabar Jojo, jangan bersedih soal kehamilan. Nanti malas stress.
Hhhhh ngapa lagi belatung nangke satu nih
eh, pengharum ruangan ya. Tapi kox busuk hati. Belagak gangguin suami orang