Instagram. @kimyuli
*****
kisah ini bercerita tentang ruby jingga. gadis indigo yang memiliki penglihatan yang sama seperti ibunya, seorang indigo. ruby sudah memiliki mata indigo nya sejak lahir tapi sayang mata indigo ruby tertutup sejak usianya yang masih kecil dan saat waktu ruby sudah menginjak usia 12 tahun mata indigonya terbuka kembali. itu membuat ruby terkejut dan takut melihat roh roh.
ruby sering di bilang anak pembawa sial oleh orang-orang dan juga sering di pangil gadis gila oleh teman teman sekolah nya. ruby sudah terbiasa dengan hal omongan orang lain padanya tapi terkadang ruby sakit hati dan juga sedih. sampai sekatang ruby masih takut sama hantu yang menyeramkan dan membuat dia kaget.
ruby mempunyai teman yaitu 7 kaisar tampan yang sudah menjadi hantu, walaupun seperti itu mereka bertujuh selalu melindungin nya setiap saat. ya walau pun berisik. tetapi suatu saat ruby pergi ke abad seratus tahun yang lalu dimana ketujuh kaisar tampan ini masih hidup. ruby harus mengubah semuanya kehidupan di masa lalu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marin Nana Vitalis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
7 hantu itu sudah siapa dengan seragam sekolahnya yang sama dengan ruby dan mereka kelihatan sangat tampan.
"ayo kita berangkat, kami sudah siapa". ucap J hope tersenyum.
"jangan jangan kalian bertuju murid baru di sekolah kami". tanya lin.
"ya". ucap V.
"sejak kapan kalian daftar masuk sekolah di tempat gw". tanya ruby.
"nanti kami ceritakan, sekarang kita berangkat sudah siang". ucap RM.
10 menit kemudian mobil yang di kemudikan oleh jungkook sudah melaju di jalanan, selama itu mereka mengobrol.
"kalian bertuju ini siapa nya ruby". tanya lin.
"kami sebenernya orang perantauan, teman nya ruby dari jauh dan kami ngontrak di rumah ruby sekaligus pindah pendidikan ". jawab suga.
"mana ada yang percaya dengan alasan seperti itu". pikiran ruby.
lin hanya menganggukan kepalanya.
"kalian bilang kemarin teman keponakan ayah dari jauh". ucap sura.
"ya itu juga benar. kami bertuju teman keponakan ayah sura terus kemari untuk merantau terus ketemu sama kakak mu ruby jadi teman terus kami akan tinggal ngontrak di rumah itu dan sambil menempuh pendidikan yang sempat terpotong". jelasan jin.
"alasan macam apa lagi tuh". pikiran ruby.
"aku belum memahaminya". ucap sura.
"sudah jangan di pahami atau di pikirkan sura lebih banya teman atau orang itu lebih bagus". ucap ruby.
". terus kenapa kalian tau nama gw". tanya lin.
"ruby sering cerita tentang kamu dan juga teman sekolahnya". ucap jungkook.
"hmm..gitu. ruby, lo kalau punya teman kaya mereka cerita cerita napa sama gw". ungkapan lin.
"gw malas kalau cerita tentang mereka sama lo". ucap ruby.
"kakak atau ayah ga pernah cerita hal itu". tanya sura.
"ga sempet cerita, kan sura tau selama ini kakak sama ayah lagi sibuk". ucap ruby.
"iya aku tau kakak memang sangat sibuk sama ke 7 hantu kakak". ucap sura.
"sura kesibukan kakakmu itu sangat mulia dia menolong orang orang yang sudah mati". ucap RM.
"iya sih". ucap sura.
*************
ruby, lin dan 7 hantu sudah sampai di sekolah, berjalan di koridok dan menjadi pusat perhatian siswa siswi.
ruby dan lin berjalan di samping 7 hantu tampan itu, ruby berada di tengah tengah mereka. ruby menunduk, menurut nya menjadi pusat perhatian membuat nya malu sedangkan lin malah melambai lambat tangannya.
semua di koridor berbisik bisik tentang ruby dan 7 hantu.
"eh. lihat siapa tuh 7 cowok keren yang lagi jalan sama si gila".
"ko mereka mau deket deket sama cewek gila itu".
"Ih, so cantik banget si".
"merasa kaya ratu kali ya".
"seharusnya tuh 7 cowok keren pantes nya sama gw".
"kaya nya 7 cowok keren itu murid baru deh soalnya gw baru liat".
"mungkin saja tapi kenapa mereka bisa jalan dan bakat sama cewek gila itu".
mereka tidak menghiraukan bisikan bisikan itu dan melanjutkan langkah nya agar cepat sampai di kantor kepala sekolah.
"Oh jadi cewek gila itu yang buat tari, caca, sama kirana mati".
Ucapan siswi itu membuat langkah jin berhenti. ruby, lin dan 6 hantu sama sama melihat apa yang akan di lakukan oleh jin.
jin berjalan menghampiri siswi yang tadi berbicara mengenai ruby. bajunya ketat, rok nya ketat, rambutnya warna warni, dan make up nya tebal jin menatap siswi yang bernametag rossa aulia abraham.
"rossa aulia abraham". ucap jin.
rossa memainkan ujung rambutnya, rossa mengira jin menyukainya tapi nyatanya tidak jin sama sekali tidak menyukai gadis yang di depannya, melainkan merasa jijik.
"Cih". jin berdecih.
rossa langsung melepaskan tangannya dari rambutnya dan menatap jin tajam.
"maksud lo apa". tanya rossa.
"aku juga ga tau maksud aku". ucap jin.
"ngomong saja lo terpesona sama kecantikan gw". ucap rossa dengan sombong.
jin tertawa". kau cantik sih-". jin menggantungkan ucapannya.
rossa langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan mengangkat dagu nya.
"tapi sayang, yang bawah udang lose". lanjutan jin yang membuat siswa siswi yang berada di koridor menatapnya bingung.
sedangkan rossa wajahnya memerah menahan amarah, rossa tau arah pembicaraan jin.
"jaga omongan lo murid baru". ucap rossa sambil menunjuk jin.
"kenapa aku harus jaga omongan ku, padahal kau juga gak jaga omongan kau. yaudah kita impas". balas jin.
"lo ga tau apa apa". ucap rossa.
"aku tau semuanya, aku tau dua hari yang lalu kau masuk kekamar club sama om om". ungkapan jin.
murid murid yang berada di koridor langsung menatap rossa seperti menatap sampah.
walaupun yang di katakan jin benar. rossa yang sudah merasa malu langsung menghentikkan kakinya dan beranjak masuk ke kelas.
ruby memegang pergelangan tangan jin dan mengisyaratkan untuk melanjutkan langkahnya untuk ke kantor kepala sekolah.
ke 7 hantu sudah masuk ke kantor kepala sekolah, sedangkan ruby dan lin baru saja sampai di depan pintu kelas.
langkah ruby terhenti ketika melihat siswi yang duduk di pojok kiri belakang sedang membaca buku nya dengan menunduk dan rambutnya menutup separu wajah siswi itu.
rehan yang baru datang menatap ruby kebingungan termaksud lin, ruby terus saja menatap siswi itu. siswi itu yang merasa diri nya di perhatikan oleh ruby langsung menoleh ke ruby dengan tatapan kosong, selang beberapa detik siswi itu kembali menatap bukunya.
"lo liat apaan". tanya rehan.
"iya ruby, lo liat apa". tanya balik lin.
"Engga, bukan apa apa". jawab ruby.
ruby langsung berjalan memasuki kelas dan duduk di bangkunya dan di ikuti oleh lin dan rehan yang berjalan di belakangnya.
ruby mengeluarkan novel yang baru ia beli, ruby membuka setiap lembaran dari novel itu.
tiba tiba saja siswi yang tadi di perhatikan ruby berjalan ke arah ruby.
"ruby ikut aku". ucap siswi itu datar.
ruby belum sempat menjawab siswi itu sudah menarik pergelangan ruby. ruby merasakan tangan siswi itu begitu dingin, ruby segera menepi tangan siswi itu sebelum keluar kelas.
ruby berbalik badan dan ingin melanjutkan jalan ke arah bangku nya.
siswi itu kembali mencengkeram pergelangan tangan ruby dan menatap ruby dengan tajam, siswi itu kembali menarik ruby untuk ikut bersamanya.
ruby kembali menepiskan tangan siswi itu. siswi itu tidak memegang kembali pergelangan tangan ruby, melainkan mencekik nya sekarang dan membuat ruby memundurkan dirinya hingga ke sudut tembok.
seluruh murid yang sudah berada di kelas langsung melihat ke arah ruby dan siswi itu, mereka semua ketakutan apa yang di lakukan oleh siswi itu yang bernama syahilla mocai
"kamu harus mati ruby". teriakan illa.