Arindi Azzahra adalah gadis cantik berusia 22 tahun bekerja sebagai pemilik usaha catering. Ia menikah dengan seorang CEO muda berumur 27 tahun akibat perjodohan terselubung yang berkedok kesalahpahaman.
Bagaimana jadinya ya? Apakah mereka bisa saling menerima atau sebaliknya?
follow ig: @xxpfrk_12
Mau tau bagaimana kelanjutan ceritanya, stay terus ya di karya pertama ku🌼
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
"Kamu belum ada tanda tanda?" Celetuk Shinta saat tengah duduk di sofa ruang tamu.
"Tanda tanda apa Ma?" Tanya Riri dengan polosnya.
"Itu loh... Hamil." Ucap nya setengah berbisik.
"Oh itu. A-anu Ma, sepertinya belum." Jawab Riri tersenyum menyeringai, seperti ada sesuatu yang disembunyikan.
"Ya sudah gapapa, kalian juga masih muda." Ucap Shinta dengan santainya, "Tapi jangan lupa usahanya yang rajin, biar cepat prosesnya." Lanjut Shinta dengan asyiknya.
"Iya dong Ma, Mama gak usah khawatir kalo soal itu." Jawab Riri tak kalah asyiknya.
"Ngomong ngomong Rama 'main' nya ganas atau gimana?" Tanya nya lagi dengan memelankan suaranya.
Riri tersipu malu, "Hmm gimana ya Ma-"
Assalamu'alaikum
Panggil seseorang dari balik pintu, ternyata itu adalah Rama yang baru saja pulang.
"Wa'alaikumsalaam." Jawab keduanya dari dalam rumah
Untung Mas Rama pulang di waktu yang tepat, kalo enggak aku harus jawab gimana pertanyaan mama tadi, Ucapnya sambil mengelus dada.
"Mas Rama udah pulang." Seru Riri sambil berdiri mendekati Rama kemudian mengiringnya untuk duduk.
"Iya Sayang."
"Kamu dari mana aja? Hari libur masih aja kerja." Ucap Shinta dengan nada meledek.
"Ya kan ini udah jadi tanggung jawab aku mengurus perusahaan. Mau itu hari libur pun kalau menyangkut soal pekerjaan, aku harus tetap kerja Ma." Balas Rama.
"Itu baru anak Mama, gak sia sia Mama kuliahin kamu sampai Megister di luar negeri. Trus mewariskan perusahaan ke kamu." Ujar Shinta dengan bangga.
"Ini semua juga karena didikan Papa dan Mama, sehingga Rama bisa menjadi pria yang bertanggung jawab seperti ini. Baik dalam ngurusin pekerjaan maupun jagain istri." Balasnya dengan sedikit menoleh kearah Riri.
Riri mengembangkan senyumnya, karena merasa beruntung mendapatkan suami seperti Rama.
"Itu surat apa?" Tanya Shinta, melihat sebuah amplop berwarna putih diatas meja yang ia letakkan dibawah kunci mobil.
Rama terdiam sejenak, memikirkan apa yang harus ia jawab.
"Oh ini." Ucap Rama mengambil surat itu, "Ini surat hasil pemeriksaan kesehatan Ma." Jawabnya terbata bata.
"Kamu sakit?" Tanya Shinta dengan sedikit mengernyitkan dahinya.
"E-enggak Ma, Mama tau sendiri kan sekarang lagi musim sakit. Virus dimana mana, ada baik nya kan melakukan pemeriksaan." Ucapnya meyakinkan Shinta.
"Betul Ma, Mas Rama dan Riri kan setiap harinya bertemu dengan orang banyak. Jadi kami khawatir takut terjadi apa apa, makanya kami melakukan tes." Sela Riri berusaha membuat Shinta percaya.
"Oh Begitu." Ujar Shinta manggut manggut.
Rama dan Riri sebelumnya sudah sepakat untuk tidak memberitahu orang lain tentang hasil pemeriksaan oleh dokter Windi beberapa hari yang lalu.
Mereka mengobrol cukup lama, tak terasa hari sudah beranjak sore.
Shinta mengeluarkan ponselnya, sepertinya Ia sedang menghubungi seseorang.
"Nelpon siapa Ma?" Tanya Rama.
"Mang Asep. Suruh jemput Mama disini."
"Mama gak nginap disini?" Tanya Riri lagi.
"Enggak Sayang."
"Bukannya Papa sama Ridho keluar kota? Nanti Mama dirumah sendirian."
"Memang benar Papa sama Ridho keluar kota, tapi pulangnya hari ini juga. Katanya hari senin besok Ridho ada Ujian semester." Ujar Shinta.
"Udah mau masuk semester 2 aja tu anak, perasaan baru kemarin jadi mahasiswa baru." Ucap Rama sedikit terkekah mengingat Ridho yang polos, Rama memang akhrab dengan adik iparnya itu.
Terdengar suara mobil berhenti didepan rumah, kemudian hp Mama Shinta mendapatkan notifikasi pesan.
"Sepertinya Mang Asep sudah sampai." Ucapnya kemudian berdiri, "Mama pamit pulang dulu ya." Lanjut Shinta memeluk Rama dan Riri secara bergantian.
"Iya Ma."
Mereka berjalan beriringan keluar mengantar Shinta hingga kedepan pagar dan menunggu sampai mobil yang ditumpangi tak terlihat lagi.
Setelah kepergian Mama Shinta, Rama dan Riri langsung masuk kedalam rumah.
Sesampainya didalam rumah, Rama sudah mengambil ancang ancang untuk langsung rebahan diatas kasur, namun ditahan oleh Riri.
"Mandi dulu!" Ucap Riri dengan tegas, sambil menghalangi tempat tidur dengan merentangkan kedua tangannya.
"Mau peluk?" Canda Rama dengan nada menggoda.
"Mas mandi dulu ih! Kebiasaan pulang kerja mau langsung rebahan terus!" Titah Riri namun tak langsung dilaksanakan oleh Rama.
"Kalo nyuruh Mas mandi, ada syaratnya."
"Apa?!"Jawab Riri ketus.
Rama memajukan bibirnya dan wajahnya yang mendekat kearah Riri.
"Mandi dulu baru boleh cium! Mas kan dari luar rumah, kalo dari luar rumah itu harus mandi dulu, minimal cuci tangan pake sabun. Biar mengurangi penyebaran virus Covid-19. Dan ingat! Harus jaga jarak!" Terang Riri seraya menjauhi Rama.
"Siap ibu negara!"
.
.
Sudah pukul 10.30 malam, Rama masih saja duduk diruang tamu ditemani laptop mengurus pekerjaan pekerjaan kantor, mengingat besok adalah hari senin.
Sedangkan Riri memilih untuk tidak menemani Rama karena Ia tau kalau Rama sudah mengurus hal pekerjaan pasti ia akan fokus kepada hal itu. Lebih baik Ia dikamar saja menonton drama korea terbaru yang di bintangi oleh aktor dan aktris favoritnya yaitu Nam Joo Hyuk dan Bae Suzy.
Ting!
Ponsel Rama berbunyi mendapatkan notifikasi pesan, namun ia hiraukan.
Ting!
Ting!
Ting!
Ia mulai risih mendengar suara itu, Rama membuka pesan itu.
Sayang📩
Mas... Udah selesai?
Aku mau tidur
Ngantuk
Mas! Cepetan!
Rama tersenyum setelah membaca pesan dari Istrinya yang manja itu. Ia merasa lucu melihat tingkah Riri, walaupun berada didalam satu rumah hanya beda ruangan, sempat sempatnya ia mengirimkan pesan seperti itu.
Rama menutup laptopnya memutuskan untuk kembali ke kamar. Disana sudah ada Riri yang berbaring diatas kasur dengan memeluk bantal guling menatap kearah pintu. Itu artinya ia sangat menanti nantikan kedatangan Rama.
"Sayangnya Mas udah ngantuk ya?" Tanya Rama berjalan mendekat kearah tempat tidur.
"Hmmm." Riri mengangguk kepalanya dengan tatapan manjanya itu.
"Mau langsung tidur atau mau makan dulu?" Tanya Rama dengan tatapan yang misterius.
"Mau langsung tidur aja, tadi kan udah makan." Jawab Riri dengan polosnya.
"Tadi kan makannya di ruang makan, kalo sekarang makannya di kasur." Ucap Rama yang sudah bertelanjang dada hanya menggunakan celana boxer membaringkan tubuhnya disamping Riri.
Riri langsung membelalakkan matanya, menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Gak usah malu malu Riri sayang, kayak belum pernah aja." Ledek Rama.
"Mas gak capek?"
"Kalau untuk yang satu ini mas gak pernah capek sayang." Jawab Rama, tangannya mulai meraba raba menjamah bagian bagian sensitif Riri.
Ahhh~ mmphh~
Desahan itu berhasil lolos dari mulut Riri saat Rama menggosok gosok tangannya di bagian bawah milik Riri.
Cup!
Satu kecupan dibibir beserta ******* berhasil membungkamkan mulut Riri. Riri tak bisa berbuat apa apa, ia hanya membiarkan Rama melancarkan aksinya itu hingga terjadilah pergulatan panas diantara mereka.
Entah berapa kali Rama menumpahkan hasratnya malam ini, yang jelas hal itu berhasil membuat Riri tak sanggup untuk bangun dipagi harinya.
...----------------...
...JANGAN LUPA LIKE, VOTE, RATE, SARAN...
maaf baru feedback sekarang hehe 😅, aku udah like sama rate 5 ya 😁
always spirit 💪😄
salam hangat dari MACAC dan RTBAC ✌️😆
Ditunggu bab selanjutnya y thor..
Salam dariku Jadi Bodyguard Janda Cantik
Feedback karyaku juga ya.. Makasih
Salam dari _Until we found the lost memory
jangan lupa feedback ya😊