Anya seorang perempuan kaya yang harus meninggalkan semuanya yang dia miliki karena sakit hati yang dia punya kepada Adi. Dia memilih menghilang dari kehidupan masa lalunya dan memulai segala sesuatunya dari nol. Akankah dia bertemu dengan kekasih baru dan mempunyai kehidupan yang lebih baik?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widia Arinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belum Seberapa
Pagi itu Pak Budi mengajak Bu Rena untuk kontrol kesehatan di rumah sakit. Setelah seminggu kemarin Bu Rena hanya beristirahat di rumah. Bu Rena sudah merasa baikan dan ingin beraktifitas seperti biasa, tapi Pak Budi melarangnya sebelum benar-benar memastikan kesehatan Bu Rena.
Mereka pergi ke rumah sakit diantar oleh Prio, supir pribadi Pak Budi.
Sesampainya di rumah sakit, Bu Rena diperiksa dokter dan dinyatakan sudah sehat kembali, hanya saja Bu Rena harus tetap minum vitamin untuk menjaga daya tahan tubuhnya. Setelah selesai periksa dan mengambil vitamin yang diberikan, mereka berencana langsung ke perusahaan.
Karena Anya pergi dari rumah, Bu Rena berinisiatif membantu mengurus bisnis keluarga mereka. Bu Rena akan membantu di kantor cabang yang menaungi bisnis hotel, restoran dan beberapa mall. Sedangkan Pak Budi tetap di kantor utama, yang letaknya bersebelahan gedung. Setelah di kantor cabang, Bu Rena turun disambut Rara. Mulai hari ini Rara ditugaskan untuk menjadi sekretaris sekaligus asisten pribadi Bu Rena.
Mereka berdua akhirnya masuk ke kantor cabang tersebut.
"Rara, panggilkan perempuan itu suruh ke ruanganku", kata Bu Rena saat masuk ke dalam lift.
"Baik nyonya", Rara mengambil ponsel dan menelpon seseorang. "Sudah Nyonya".
Bu Rena tersenyum. Mereka keluar dari lift dan masuk ke dalam ruangan Bu Rena. Di dalam Rara menjelaskan beberapa laporan yang perlu diketahui Bu Rena. Bu Rena juga meminta Rara membuatkan jadwal kegiatan untuknya. Rara pun mengiyakan perintah atasannya tersebut.
Tok tok tok
"Ra, tolong buka pintunya dan biarkan kami bicara berdua", perintah Bu Rena. Rara pun menuju pintu dan membukanya. Tampak seorang perempuan yang seketika kaget melihat Rara. Rara hanya tersenyum sinis dan berlalu menuju meja kerjanya. Perempuan itu masuk ke dalam ruangan Ibu Rena.
"Selamat siang Bu. Ada apa Bu memanggil saya? Ada yang bisa saya bantu?", kata perempuan tersebut.
"Silahkan duduk Bella", kata Bu Rena. Bella pun duduk.
"Mohon maaf Bu ada apa ya dipanggil?", tanya Bella lagi.
"Bella kamu tahu siapa saya?", tanya balik Bu Rena.
"Mohon maaf Bu saya hanya tahu kalau anda bernama Bu Rena. Saya tidak tahu lebih Bu, maaf", kata Bella dengan menunduk.
"Hanya itu ya? Baiklah saya tanya, kamu pacaran sama Adi sudah berapa lama?", tanya Bu Rena dengan tersenyum. Bella sempat heran namun dia berusaha menyembunyikan.
"Lima tahun Bu"
"Kamu sudah kenal keluarganya? Sering main kerumahnya?", tanya Bu Rena lagi.
"Iya saya sudah sering main ke rumahnya dan sudah saling mengenal keluarga. Mohon maaf Bu, bukan saya lancang, tapi rasanya sangat tidak etis menanyakan kehidupan pribadi seseorang jika mereka bukan orang dekat", kata Bella yang mulai risih dengan pertanyaan Bu Rena. Bukannya marah, Bu Rena malah tersenyum.
"Sebenarnya bukan level saya untuk berurusan dengan kehidupan pribadimu atau karyawan lain. Tapi berhubung kamu merasa jengah dengan pertanyaan saya, baiklah. Saya saja yang menjelaskan siapa saya sebenarnya", Bu Rena tersenyum. Bella menjadi khawatir dengan Bu Rena. Walaupun tersenyum tapi tampak ada aura mengintimidasi.
"Perkenalkan Bella nama saya Renata Putri. Saya adalah pemilik saham kedua terbesar Subekti Group, dan kamu tahu pemilik saham terbesar adalah Budi Subekti, suami saya", Bella terkesiap mendengar penjelasan Bu Rena.
"Dan pemegang saham ketiga Subekti group adalah Kanaya Putri Subekti, anak kami satu satunya. Kamu pernah pasti dengar namanya dari Adi sebagai Anya. Apa yang Adi katakan kepadamu tentang Anya?", Bu Rena memberikan penekanan dalam kalimat terakhirnya.
"Maaf Bu kata Adi Anya hanya rekan bisnisnya dan Anya menyukai Adi. Dan jika Adi tidak menanggapinya bisa bisa Adi dipecat dari pekerjaannya", kata Bella. Dia sangat takut saat ini mendengar perkataan Bu Rena. Bu Rena sangat berkarisma namun mempunyai aura yang sangat mengintimidasi.
" Baj*ngan. Dia berkata seperti itu padamu?", kata Bu Rena sambil memukul meja. Bella semakin tertunduk melihat reaksi Bu Rena. Bella hanya mengangguk.
"Rara tolong kesini sekarang", kata Bu Rena via interkom. Tak lama kemudian Rara masuk.
"Benar katamu kalau Adi memang lihai bersilat lidah. Dia mengatakan Anya rekan bisnis yang mengejarnya dan membuat Adi dipecat kalau tidak merespon Anya. Tolong kamu beritahu dia yang sebenarnya terjadi dan tunjukkan juga buktinya", perintah Bu Rena. Rara mengangguk.
"Hallo Bella ketemu lagi, langsung saja ya biar kamu bisa mencerna semua informasi yang bakalan aku kasih. Nona Anya dan Adi adalah sepasang kekasih. Mereka pacaran sudah sembilan tahun. Bahkan keluarga Adi juga sudah tahu siapa Nona Anya, silahkan kamu tanya sendiri kepada mereka", jelas Rara sambil tersenyum.
"Dan kamu tahu, sekarang Nona Anya pergi dari rumah karena sudah menemukan banyak bukti Adi berselingkuh darinya. Aku yakin kamu pasti tidak punya sosial media Adi yang aktif selalu? Karena apa? Adi sudah memblokir semua akses ke sosial medianya dan kamu pasti tahunya akun media sosial Adi jarang aktif karena kamu diberitahu akun yang fiktif. Silahkan kamu cek saja. Lihatlah ini", Rara memberikan tabletnya pada Bella.
Bella menggeser beberapa kali layar tablet tersebut dan tampak sekali perubahan ekspresinya. Diambilnya HP di saku celananya dan dia bandingkan dengan yang ada di tablet. Raut wajahnya seolah menahan amarah.
"Itu belum seberapa Bella. Kamu mau tahu lebih tentang Adi?", tanya Bu Rena dengan senyum sinis.
______________
jangan lupa vote, like dan share nya teman teman. jadikan juga sebagai salah satu novel favorit semua pembaca.
terimakasih semuanya.
follow IG : @widiaarinta
sukses
semangat
keren dan mantap