NovelToon NovelToon
[DISCONTINUE]If You Hate Me So

[DISCONTINUE]If You Hate Me So

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Fanfic / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pena Putri

Hubungan pernikahan mereka penuh kepalsuan. Tak ada yang tau kebenaran dibalik senyum bahagia yang palsu itu. Grisha selalu menjadi budak yang dipaksa menurut seperti hewan peliharaan. Sedangkan Xeno adalah pemegang kendali yang menjalankan semua sandiwara ini. Meskipun disakiti berkali-kali, Grisha tetap mencintai suaminya sedangkan lelaki itu tampak begitu membencinya. Mampukah Grisha bertahan dengan cinta yang tak pernah terbalas? Atau melarikan diri untuk mencari kebebesan?

"Kenapa kau begitu membenciku, Xeno?"

"Ingat ya. Aku menikahimu hanya karena orang tuaku menyukai anak panti kampungan sepertimu!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter - 30

Grisha menatap gerak-gerik Kenzie yang begitu lincah. Tenaga gadis itu seakan tak ada habisnya. Tubuh mungilnya bergerak lincah kesana-kemari untuk melayani pelanggan.

Grisha ingin membantu, namun Jessie melarangnya. Jadi apa boleh buat. Gadis itu hanya bisa duduk bosan di meja barista seraya menangkup dagunya. Tatapannya terlihat malas.

Grisha melirik seorang barista disampingnya, "Hey Roy, menurutmu Kenzie itu orangnya seperti apa?" Tanya nya.

Barista berambut cepak itu seketika mendengus. "Kenapa tiba-tiba bertanya?"

"Entahlah. Aku hanya ingin mengenalnya lebih jauh. Kau lebih dulu bekerja disini bukan? Kenzie itu orangnya seperti apa?"

Lelaki itu memalingkan wajah, fokus pada mesin kopi dihadapannya. Tangan kekarnya begitu lihai membuat kopi. Seperti seorang barista profesional.

"Seperti yang kau tau, dia itu berisik dan cerewet. Hobinya itu membuat orang sakit telinga dan selalu menyengir setiap saat. Aku penasaran apakah giginya tidak kering karena banyak menyengir? Dia anak yang unik." Celotehnya tanpa minat. Sepertinya Roy sudah kesal setengah mati karena selalu mendengar celotehan Kenzie setiap hari.

Grisha tertawa, lucu sekali melihat ekspresi lelaki itu.

"Tapi, hanya itu yang kutau tentangnya. Dia seorang mahasiswa, dan punya seorang adik lelaki. Hanya itu yang kutau tentangnya." Lanjut Roy.

Grisha memasang wajah sedih, "Kau benar..." Lalu menatap Kenzie yang masih sibuk hilir mudik mengantarkan pesanan. "Kita memang dekat, tapi dia terasa jauh. Dia selalu mendengarkan keluhan kita, tapi aku belum pernah mendengarnya mengeluhkan apapun. Apa benar kita ini temannya?"

Roy menghela nafas berat, "Dia terlalu menutup diri. Aku yakin dibalik senyumnya pasti ia menyimpan sesuatu."

"Kau benar..."

"Hah~ Mungkin kits harus menunggu hingga dia mau membuka diri pada kita. Hingga saat itu tiba, pastikan kita selalu ada disisinya." Lanjut Roy lalu kembali membuat kopi saat ada pesanan baru.

Grisha melirik jam dinding, sudah pukul 5. Ini waktunya pergantian shift Kenzie. Shift Grisha berakhir setiap jam 4 sore, namun ia malas untuk pulang cepat.

Grisha melambaikan tangan, berharap Kenzie bisa melihatnya. "Kenzie, sudah waktunya pergantian shift!" Seru Grisha.

"Ah iya! Sebentar!"

Kenzie segera membawa nampan bekas membawa pesanan lalu berlari kecil menuju Grisha.

"Hah~ lelahnya!" Seru gadis itu seraya menghela nafas berat. Leher jenjangnya dipenuhi oleh peluh keringat, mungkin gadis itu benar-benar kelelahan.

"Kau terlalu bersemangat hingga tidak sadar jam kerjamu sudah habis." Ujar Grisha seraya mengelus rambut pendek Kenzie yang sedikit lembab.

Bukannya menolak, gadis itu malah menundukkan kepalanya. Meminta elusan lebih. Seperti anak kucing.

"Ah! Kau seperti seorang ibu!" Seru Kenzie lalu tertawa. Sedangkan Grisha tersentak. Ia reflek menyentuh perutnya.

Seperti seorang ibu? Kalimat itu mengingatkannya kembali pada fakta kehadiran sang calon bayi di perutnya. Diam-diam Grisha tersenyum.

"Apa kau ada waktu sebentar?"tanya Grisha.

Kenzie mengerucutkan bibirnya, "Hmm, ada sih. Memangnya ada apa?"

"Temani aku mengobrol ya?"

Gadis berambut pendek itu menyipitkan matanya dengan wajah yang konyol, "Hah? Kenapa tiba-tiba? Kau mau curhat?" Tanya nya.

Cling

Pintu cafe tiba-tiba terbuka, kedua wanita yang tengah mengobrol itu reflek menoleh ke arah pintu lalu munculah seorang pria tinggi dengan setelan jas yang membuat tubuh proporsionalnya semakin gagah.

"Oh, Rayhan! Disini!" Grisha melambaikan tangan, Rayhan yang melihat itu langsung melangkah menghampiri.

"Aku mengirim pesan dan menelponmu dari tadi. Karena tak mendapat balasan, jadi aku masuk saja." Ujar Rayhan tanpa ditanya.

Grisha menggaruk kepalanya yang tak gatal, "Hehe, aku tidak memegang ponsel. Maaf."

Rayhan mengalihkan pandangannya saat baru menyadari bahwa ada orang lain disampingnya. Lelaki itu membungkukkan sedikit badannya dengan sopan.

"Ah, maafkan aku. Aku tidak melihatmu." Ujarnya dengan sopan. Sedangkan Kenzie yang baru mendapati orang se-formal itu hanya bisa tercengang.

"A-ah tidak apa-apa, Tuan."Kenzie kikuk.

"Kau kecil sekali sih. Seperti anak SMP." Ejek Grisha yang mana membuat Kenzie murka detik itu juga.

"Aku tidak pendek! Aku hanya awet muda huh! Memangnya kau tua!"

"Ishh!!"

Perempuan memang labil. Tadi akur sekarang malah saling ejek.

"Grisha, ayo pulang." Ujaran Xeno membuat dua wanita itu menatapnya.

"Ah, bentar Ray! Aku ingin mengobrol dengan Kenzie dulu." Serunya lalu tiba-tiba menggandeng tangan Kenzie yang mana membuat gadis berambut pendek itu kebingungan.

"Roy! Aku pesan dua Smoothy dan satu Coffee Latte ya!" Seru Grisha yang dibalas bentuk jari 'ok' dari sang barista.

"Kalau begitu aku tunggu diluar."

"Kau juga ikut! Aku sudah memesankan kopi favoritmu bukan?"

Dengan satu tangan yang bebas, ia menarik kedua temannya dan duduk di sebuah meja.

"Ada apa sih? Memangnya seserius itu?" Tanya Kenzie sedikit sebal karena ditarik paksa.

"Tidak juga. Aku hanya ingin mengobrol lebih lama denganmu." Jawaban Grisha nyatanya tidak cukup membuat Kenzie puas.

"Ah daripada itu, lebih baik kalian kenalan dulu. Ray, ini teman kerjaku Kenzie Evoleth. Dan Kenzie, ini adalah temanku yang absurd, Rayhan Nakamura."

Setelah mendengar nama Rayhan, seketika Kenzie membulatkan matanya. "Nakamura? Berarti dia orang Jepang dong?" Tanya nya antusias.

"Ya, kau benar." Jawab Rayhan dengan senyumnya yang manis.

Kenzie terkesiap dan seketika berdiri dsn tiba-tiba membungkuk, membuat kedua orang dihadapannya kebingungan.

"Hajimemashite Rayhan-san! Watashi wa--"

"Ah tidak perlu. Aku bisa berbahasa Indonesia, kau tidak perlu repot-repot menggunakan bahasa Jepang denganku." Potong Rayhan dengan senyum sopannya.

Kenzie berdecih, wajah berbinarnya seketika redup bergantikan dengan raut kesal. "Ih! Tidak seru! Padahal aku ingin menunjukkan skill bahasa Jepangku." Gerutunya. Lalu kembali menghempaskan dirinya pada sofa dibelakangnya

"Wah, kau bisa bahasa Jepang?" Tanya Grisha penasaran.

"Tentu saja! Aku suka Anime! Jadi tentu saja aku tau beberapa, hehe." Kenzie menyengir lebar.

"Pfft--"Kedua gadis itu menoleh oada Rayhan yang baru saja menahan tawa.

"Kau mentertawakanku?!!" Amuk Kenzie dengan mata bulatnya yang semakin bulat karena melotot. Bukannya takut, wajah itu malah semakin membuat Rayhan tertawa.

"Maaf, maaf." Kekehnya seraya mengambil selembar tissue untuk mengelap air liurnya yang muncrat.

Kenzie berdecih lalu melirik ke arah Grisha, "Jadi dia hanya temanmu. Tapi kenapa dia yang selalu mengantarmu? Suamimu dimana?"

Pertanyaan polos Kenzie membuat kedua orang dewasa itu kikuk. Grishs tersenyum, berusaha tidak membiat Kenzie berpikiran yang aneh-aneh.

"Suamiku sibuk bekerja. Karena khawatir aku kenapa-kenapa, jadi dia meminta Rayhan untuk menjemputku. Karena Rayhan temanku, jadi dia percaya." Jelas Grisha yang tentu saja berbohong.

Kenzie yang polos hanya ber'oh ria.

Tak lama kemudian Roy datang dengan nampan berisi pesanan mereka. Roy melirik Kenzie sesaat sebelum akhirnya menjulurkan lidah, mengejek gadis pendek itu.

Kenzie yang tak terima balas mengejek dengan wajah yang tak kalah konyol. Tak lupa mencubit perut lelaki itu hingga Roy mendesis kesakitan, barulah Kenzie tertawa puas.

"Dasar anak setan!" Cibir Roy dengan raut sebal.

"Kau anak Buta Ijo! Badan saja yang besar, hati Hello Kitty!!"

Roy memilih tak menjawab dan segera melenggang pergi. Lebih baik melanjutkan kerja daripada mengurusi anak setan seperti Kenzie, pikirnya.

Grisha tertawa, "Kalian memang tak pernah akur ya?"

Kenzie mengambil smoothy miliknya dan langsung menyeruputnya, "Dia lelaki botak menyebalkan."

Rayhan diam-diam tertawa kecil, merasa terhibir dengan gadis unik dihadapannya.

"Ah, akhir-akhir ini aku melihatmu seperti ada pikiran. Apa kau ada masalah? Ceritakanlah padaku."

Mendengar itu, sontak Kenzie membulatkan matanya. Ia terdiam sejenak dengan raut wajah was-was.

"Apa aku begitu mencolok?"

Kenzie segera mencari alasan dan memasang wajah cemberut.

"Ooh itu, aku sedang kesal dengan tugas kuliahku jadi mungkin tanpa sadar aku menampilkan ekspresi seperti itu." Ujarnya seraya mengaduk-aduk smoothynya dengan sedotan tanpa minat.

"Memangnya kau ada tugas apa?"

"Aku harus memotret ilustrasi yang menyimpan makna tersembunyi didalamnya. Yah~ seperti gambar yang dapat berbicara. Dan aku belum mendapat inspirasi apapun. Makanya aku kesaaaall!!"

Kenzie merengek seperti anak kecil yang kehilangan orang tuanya. Lucu sekali.

"Memotret? Apa jurusanmu adalah Photography?"

"Ya!! Aku sangat suka memotret!" Seru Kenzie yang kembali riang. Grisha dan Rayhan terkekeh, Kenzie sangat menggemaskan bagi mereka.

"Pantas saja aku sering melihat ada kamera menggantung di lehermu setiap kau masuk kerja. Itu hebat sekali."puji Grisha.

Kenzie cemberut, tak senang sama sekali saat mendengar pujian itu. Matanya menatap Rayhan dan Grisha bergantian, dan seketika matanya berbinar cerah.

"Wahh Kak Ray, Kak Grisha! Maukah kalian membantuku?!" Seru Kenzie yang mana membuat kedua orang dewasa dihadapannya terkejut.

"Bisa saja, tapi membantu apa?" Tanya Grisha.

"Jadi modelku! Kalian seperti maha karya! Kak Grisha yang cantik dan anggun, dan Kak Rayhan yang tampan dan berkharisma. Ah!!! Ini spektakuler!!"

Grisha melirik pada Ray. Ia sih mau-mau saja membantu Kenzie, tapi tidak tau dengan Rayhan. Masalahnya mereka baru saja berkenalan barusan.

"Aku ok saja. Kau sangat membutuhkan inspirasi bukan? Semoga kami bisa membantumu." Ujar Rayhan yang mana membuat Grisha kaget sekaligus kagum.

Rayhan memang baik hati, bahkan pada orang yang baru dikenalnya sekalipun.

"Huwahhh Terima Kasih Banyak!!" Kenzie terharu dengan mata yang berkaca-kaca. Grisha dan Rayhan tertawa. Kenzie benar-benar gadis yang lucu.

Namun dibalik semua itu, tak ada yang tau bahwa Kenzie baru saja melempar dua burung dengan satu batu.

Maksudnya, ia bisa mendapatkan bantuan untuk tugasnya dan membuat kedua orang itu tidak curiga perihal masalahnya.

Tak boleh ada yang tau perihal masalahnya. Biar ia yang tanggung sendiri meski itu terasa sangat berat.

Ia hanya tak ingin merepotkan orang lain lagi.

1
Cacha_Bee🐝
bagus
Cacha_Bee🐝
masi nunggu
ni thor,dr 2021 smpe skrg.ternyta ga update2 juga pdhl udh berharap suatu saat novel ini dilanjutkan 😭😭🙏🙏
Galuh Indra Haryanti
karakter jessie itu artis thailand min... bukan bule
kavena ayunda
jahat bgt di kasih nama kambing hitam goblok sakit bgt bacanya q
bundaoskaa
typo nama
Awan
Hay author bisa follback gue ada tawaran menarik buat lu
Su Sin
episode ini haru thor
Su Sin
jurig kebon 🤣🤣🤣
dhapz H
xeno nya aja yg berpikiran jahat
dhapz H
xeno klo tau kaki grisha patah kok tdk di bawa ke mh skt
dhapz H
pergi dan tinggalkan xeno jls dia membencimu
dhapz H
jangan senang dulu
dhapz H
kasian grisha hrs berjuang sendiri
dhapz H
siapa yg bener" mencintai
dhapz H
klo hanya cinta sebelah kenapa hrs ada pernikahan
Mitsuka_chan
hueee sedih bgt ini novel kaga di lanjut :(( xeno baik" ya jgn nakal lagi lu

love u pokoknya
en_en
aku juga berharap suatu saat nanti cerita ini akan dilanjutkan. tiwas bacut seneng critane
Abi Mancung
amit"Thor ko dibuat lelakinya GX punya otak buat berfikir,terlalu.!kaya binatang punya otak GX pnya pikiran
Novie Achadini
jurig kebon😀😀😀ada2 aja author nya humoris
Selvi Tyas
kita bisa bertahan apa bila yg kita pertahankan jg bisa untk dipertahankan🤪🤪🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!