♥️♥️♥️
Perjodohan diusia muda? Yakin berjalan lancar? Usia yang masih labil, tanggung jawab besar, bisakah? Mampukah?.
Akan jadi apa pernikahan tanpa adanya ilmu pengetahuan yang cukup? Mental yang bahkan masih perlu bimbingan orang tua, apa keputusan orang tua mereka sudah benar untuk masa depan anak-anak nanti? Entahlah, semoga aja semuanya baik-baik saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SP_Daffotta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab XXIX
...Selamat membaca...
.......
.......
.......
Malam tahun baru telah datang, semua orang di wisata xxx merayakan dengan suka cita dan meriah, penginapan yang ditempati oleh 3 pasutri muda dan 2 bujang, mengadakan pesta kembang api dan barbeque.
Musik dan suara ramai membuat semua orang seperti hilang kendali, tapi tenang saja, di sini tidak ada am*er atau sejenisnya, karena pihak penginapan tidak mau mengambil risiko kalau ada hal-hal buruk terjadi.
“Jadi? Apa harapan kalian nanti di tahun yang sebentar lagi berganti?” Kak Rafa dan yang lain tengah duduk di sebuah tikar yang di gelar oleh pihak penginapan, mereka semua duduk agak menjauh dari pengunjung lain.
“Harapan tahun depan? Singkat aja sih kalo aku, sehat, bahagia, semua urusan lancar,” Akifa mengutarakan isi hatinya.
“Aku setuju sama doa Sayangku,” Abdiel memeluk Akifa.
Makin terang-terangan aja nih pasutri kocak.
“Mereka nih definisi sinis jadi manis ya sekarang,” Kak Giyo yang melihat interaksi Akifa dan Abdiel makin manis, berceletuk.
“Mereka jadi bucin abis sekarang Kak,” Zarine dengan kekehan kecilnya menimpali.
“Aku doain kalian kayak aku, jadi bucin,” Abdiel dengan dagu yang bersandar pada pundak Akifa dengan tulus mendoakan.
Dalam hati 2 pasutri muda itu meng-aamiin-kan, semoga mereka bisa segera jatuh cinta satu sama lain.
Obrolan mereka berlanjut makin seru, saat perbincangan mengarah pada hal-hal aneh yang dipicu oleh Kak Giyo dan Kak Rafa, para gadis memutuskan untuk melipir pergi menuju meja hidangan, mereka mengambil minuman dan memakan beberapa makanan.
Sedangkan para pemuda yang di tinggal semakin bicara aneh.
“Kak? Dari pada kalian bahas hal-hal aneh, mending cari cewek, tuh, banyak, se*xy-se*xy lagi, tinggal pilih deh, tuh, ada yang bule, lokal, macam-macam ada,” Abdiel yang agak geli dengan bahasan para bujangan itu akhirnya mengalihkan topik.
“Ngga mau! Kalau milih di sini cuma berakhir ken*can sa*tu mal*am entar, aku kan cari yang serius, bukan buat becandaan,” Kak Rafa menolak mentah-mentah pada apa yang dibicarakan Abdiel.
“Ya makanya Kak, cari, di kantor atau saat berkunjung ke pameran, ngga pernah ketemu cewek emang?” Abhi bertanya sambil menatap 2 pemuda lebih tua dari mereka itu.
“Ada banyak sih, tapi, ya emang belum nyangkut aja, cantik-cantik kok mereka, tapi entahlah, ngga paham juga sama hati sendiri,” Kak Rafa menjelaskan isi hatinya dengan bingung.
“Pelan-pelan aja Kak, pasti ketemu kok sama pasangan, Tuhan menciptakan hambanya dengan berpasang-pasangan,” Rafka dengan bijak memberi masukan.
“Hai, boleh ikut duduk di sini ngga?” sedang asik mengobrol, 3 orang gadis cantik menghampiri mereka.
“Oh iya boleh, silakan duduk,” Kak Giyo dengan jiwa-jiwa playboynya beraksi.
“Makasih,” dengan suara halus mereka berucap, 3 gadis itu duduk dengan anggun.
“Kalian dari mana?” seorang gadis berbaju maroon bertanya dengan memasang senyuman yang begitu manis, inisiatif membuka obrolan.
“Kita dari kota J bagian utara, kakaknya dari mana?” bukan para pemuda yang menjawab, tapi Akifa yang menjawab.
Ketika sedang asik berdiri di dekat meja hidangan, 3 gadis muda tadi tak sengaja menoleh pada para suami, melihat suami mereka didekati oleh gadis-gadis berpakaian se*xy, beuh! Insting posesif mereka bekerja dengan sangat cepat.
3 gadis berpakaian se*xy itu terkejut dengan kedatangan Zarine dan 2 temannya.
“Ini SAYANG, minumannya,” Akifa memberikan gelas berisi jus jeruk pada Abdiel sambil menekan kata sayang.
“Kamu mau sosis ngga SAYANG?” Alfi tau ini kekanakan, tapi hatinya jelas cemburu.
“Aku makan salad buah kayaknya porsinya terlalu banyak, bantuin makan ya SAYANG,” Zarine yang biasanya kalem ikut-ikutan terpancing rasa cemburu.
Rafka, Abhi, dan Abdiel melongo melihat tingkah istri masing-masing, mereka hanya membalas dengan anggukan kepala, sedangkan 2 bujang, hanya pura-pura tidak paham dengan situasi.
Para gadis berpakaian se*xy tadi terkejut saat 3 cowok incarannya dipanggil sayang.
‘Udah punya pacar ternyata,' hati mereka menangis nelangsa.
“Ah, ayo manis, kita berpesta bersama pengunjung lain, mari menari bersama kami,” Kak Giyo dengan gaya tengilnya menyelamatkan suasana canggung yang tercipta, pemuda itu membawa 3 gadis mengga*tal itu pergi menjauh dari 3 pasutri muda itu, Kak Rafa juga ikut pergi.
“Diam! Jangan ngomong!” Alfi berucap ketus pada suaminya saat Abhi hendak membuka mulut untuk menjelaskan situasi.
“Ayo semuanya berkumpul, kita akan melakukan hitung mundur!” salah satu petugas penanggung jawab acara berteriak memanggil para tamu.
Wajah 3 gadis cantik itu masih tertekuk walau tangan mereka bergandengan dengan suami masing-masing.
“Siap semuanya?! Ayo kita hitung bersama! 5, 4, 3, 2, 1, happy new year!” suara hitungan sangat heboh, kembang api berbunyi sangat keras memekakkan telinga, semua orang bersuka cita.
Zarine, Alfi, dan Akifa ikut merasakan euforia malam ini.
“Aku minta maaf, mereka yang datang pada kami, bukan kami yang mengundang mereka,” Rafka memeluk Zarine dari belakang dengan hangat, Zarine masih diam asik menikmati kembang api.
Karena tak digubris, Rafka memutar tubuh Zarine agar menghadap ke arahnya.
Gadis itu masih memasang wajah cemberut walaupun tadi sempat tersenyum senang melihat kembang api.
Rafka menangkup pipi sang istri, mengecup keningnya pelan, kemudian menggumamkan kata maaf berulang kali.
“Iya aku maafin, lain kali kalau dideketin cewek bilang aja kamu udah punya pacar, kamu punyaku,” Zarine dengan suara manjanya berucap.
Rafka terkekeh kecil mendengar suara manja istrinya, Rafka tentu saja mengiyakan apa yang sang istri katakan.
“Happy new year my wife,” Rafka dan Zarine saling berpelukan erat.
Untuk 2 pasutri lainnya? Ya mereka baikkan jugalah! Ngga usah dibeberin, caranya ngga beda jauh dari Rafka bujuk Zarine, dipeluk, minta maaf, baikkan deh, yeay!.
.......
.......
.......
Bersambung ...
Lope you pull guys♥️
...Terima kasih🌹...
Ayo baca ulang karyaku, ada perubahan yang agak besar loh, in syaa Allah alurnya aku ubah biar tambah cantik😚
Love you all😚