Zea telah berjanji pada dirinya untuk menutup hatinya rapat-rapat dan tidak ingin menjalin sebuah hubungan baru, dia tidak ingin lagi mengenal apa itu Cinta karena penghianatan yang pernah di alaminya.
Tapi karena ancaman yang di lakukan seorang pria asing yang tidak dia kenal dan memaksanya untuk menikahi dirinya dan pada akhirnya zea dengan terpaksa menikah.
Namun siapa sangka pernikahan yang di alami zea adalah sebuah neraka baginya, karena pria yang telah me jadi suaminya tersebut memiliki tujuan balas dendam pada keluarga zea hingga zea harus menjalani takdir hidup yang begitu menyakitkan hati dan fisiknya.
Next....
NB: ini cerita menguras air mata gaes siapkan tissue yah, dan menguras emosi dengan kelakuan bejat alvaro
•
•
•
•
Selamat membaca karya pertamaku 🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Mdf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
Saat ini yang bisa di lakukakan adalah bernafas, ya bisa bernafas saja sudah sangat bersyukur. sedang dalam posisi lemah selemah lemahnya, rasanya percuma berpura pura kuat, percuma membohongi diri sendiri. yang bisa di lakukan adalah bernafas di tengah sulitnya kita untuk bangkit. paling tidak kita tidak sedang jadi orang lain. kita menerima bahwa hal pahit ini memang sedang terjadi.
ini semua tentang jeda, istirahat, bukan pura pura positif.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Waktu sudah menunjukan pukul 06.00 pagi, alvaro yang masih berada di tempat tidur ruang VIP di sebuah club, alvaro terlihat sedang mengerjapkan matanya untuk mengembalikan kesadarannya, tubuhnya masih polos dan hanya di balut selimut
Alvaro mengingat kejadian semalam dia sudah menghabiskan malam panas bersama wanita malam. kemudian alvaro beranjak dan segera mengenakan baju lalu meninggalkan club itu.
Alvaro mengendarai mobilnya kembali ke rumah, tidak membutuhkan waktu lama alvaro telah sampai di rumah, langsung menuju kamarnya.
"Dari mana saja semalam alvaro, jangan lupakan jika kamu sudah menikah." Ucap mama rena yang melihat penampilan alvaro berantakan.
Mama rena sudah sejak dulu mengetahui kelakuan bejat putrany alvaro yang suka bermain dengan berbagai macam wanita di club malam.
Ucapan mama rena menghentikan langkah alvaro, sekikas menatap ibunya dengan tatapan tajam. kemudian alvaro melanjutkan langkahnya menuju kamar miliknya.
"Suruh zea kembali ke kamar ku untuk menyiapkan keperluanku." Ucap alvaro seraya melangkahkan kakinya.
Ketika alvaro sampai di kamar, alvaro langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Lima belas menit alvaro sudah selesai membersihkan dirinya.
Ketika keluar dari kamar mandi pandangan alvaro langsung tertuju pada zea yang telah menyiapkan pakaian yang akan di gunakan untuk ke kantor.
"Aku sudah menyiapkan baju yang akan kakak pakai." ucap zea ketika menyadari alvaro sedang melihatnya, sekilas tatapannya bertemu dengan alvaro.
Alvaro yang melihat wajah zea yang terlihat memar akibat ulahnya semalam lagi lagi timbul di benaknya rasa bersalah telah menyiksa wanita di hadapannya itu, bahkan dia telah menghianati sebuah janji pernikahan.
"Maafkan perbuatan ku semalam yang sudah merusak pekerjaanmu kak, aku akan berhati hati lagi lain kali." Kata zea seraya menundukkan kepalanya takut jika alvaro akan mengungkitnya dan akan kembali melayangkan tangannya kepada zea jadi zea berinisiatif untuk meminta maaf kembali.
Alvaro yang mendengar penuturan zea semakin merasa bersalah, di tambah lagi jika mengingat mama rena tidak terima atas perlakuan kasarnya. karena mama rena akan mengingat kembali masa lalunya.
Suara ketukan pintu dari luar menyadarkan alvaro dari lamunannya.
"Tuan alvaro sarapannya sudah siap, nyonya sudah menunggu di ruang makan." Panggil bi merry dari luar kamar milik alvaro.
"Aku akan keluar dulu kak." Kata zea dan berlalu pergi meninggalkan kamar alvaro.
Kemudian zea melangkah menuruni tangga dan menuju ruang makan.
Tidak lama setelah bersiap alvaro menyusul ke ruang makan dan duduk di samping zea untuk menyantap sarapan paginya.
Zea segera menggerakkan tangannya untuk mengisi piring alvaro, sedangkan alvaro sama sekali tidak membantah karna memang ini permintaan alvaro selama berada di luar di rumah mama rena.
Setelah melakukan tugasnya zea kembali melanjutkan sarapannya, dan alvaro juga terlihat menyantap sarapannya.
"Bulan depan mama akan mengajak zea pulang ke Indonesia." Mama rena mengeluarkan suara di sela menyantap sarapannya.
Alvaro mendengar keputusan mama rena di buat terkejut, begitu juga dengan zea.
"Apa maksud mama mau membawanya pulang, dia tidak akan kemana mana, dia akan menemaniku selama disini."
"Tidak ada bantahan alvaro itu sudah keputusan mama, meminta zea untuk menemani mama ke Indonesia." Sarkas mama rena.
"Tidak semudah itu, membawanya pergi." Kata alvaro yang mulai emosi dan pergi meninggalkan ruang makan tidak menghabiskan sarapannya.
Sedangkan mama rena terlihat begitu santai dengan reaksi kasar alvaro, dia kembali melanjutkan sarapannya.
"Apa kamu mau ikut bersama mama zea, mama sekalian ingin menemui ibumu." Ucap mama rena.
"Dengan senang hati zea ingin ikut, tapi jika kak alvaro mengijinkannya." sahut zea ada rasa bahagia mendengar ajakan mama rena.
"Alvaro akan mengijinkannya." kata mama rena yakin.
Zea hanya mengangguk dan kembali melanjutkan makanannya.
Sementara alvaro yang baru saja sampai di kantor langsung menuju ruang ruangannya untuk menyiapkan bahan persentase seadanya untuk meeting pagi ini yang akan di adakan satu jam lagi.
Alvaro terpaksa menyampaikan persentase seadanya nanti, tapi ia tetap berusaha semaksimal mungkin di hadapan clientnya.
Satu jam telah berlalu waktu meeting pun sudah tiba dan alvaro segera beranjak menuju ruang meeting yang sudah di hadiri beberapa karyawan dan salah satu clientnya.
Di luar dugaan alvaro yang tidak di sangka sangka ternyata meeting kali inj berjalan lancar dan alvaro dengan lantang dan berhasil melakukan persentase pada client nya dan beberapa karyawan yang ada di dalam ruang meeting tersebut.
Awalnya alvaro tidak yakin karena file yang sudah disiapkan kemaren telah rusak total, sampai pada akhirnya dia hanya menjelaskan ala kadarnya.
********
Dua minggu sudah berlalu alvaro dan zea menghabiskan waktu mereka di london hubungan keduanya masih sama seperti awal pernikahan, terkadang zea masih saja terus mendapat bentakan dan tamparan dari alvaro, alvaro sama sekali tidak merubah sikapnya terhadap zea.
Tapi zea tetap saja menuruti perkataan alvaro, menyiapkan semua keperluan alvaro serta menyiapkan sarapan suaminya dengan sabar, zea berharap dengan menjalani hari hari sperti ini cepat berlalu sampai waktunya tiba.
Zea merasa ini memang sudah kewajibannya kepada alvaro membuat janji sejak sebelum menikah, berharap waktu cepat berlalu dan alvaro menganggap lunas hutang hutangnya.
sesekali bi muna yang berada di Indonesia sering mengabari zea tentang kondisi mama rini yang semakin hari kondisinya makin membaik, zea senang akan hal itu.
Malam ini mama rena akan mengajak zea untuk menghadiri sebuah pesta ulang tahun pernikahan salah satu rekan bisnis mama rena, respon zea sangat senang mengiyakan ajakan mama rena.
"Sayang apa kamu sudah bersiap?" Tanya mama rena yang melihat zea masih berdandan di depan cermin kamar mama rena.
Tadi siang mama rena membelikan zea sebuah gaun pesta, untuk di pakia zea, dan sekarang zea sudah memakainya dan masih sibuk memoles wajahnya dengan makeup tipis.
Memang zea pandai dalam hal ber make up, hanya saja dia jarang melakukannya dia hanya memakai make up pada saat ke pesta saja.
"Sudah mama, apa kita akan berangkat sekarang?" zea berkata dengan raut wajah antusias sudah tidak sabar ingin pergi.
Hubungan zea dan mama rena semakin hari semakin akrab karena mama rena sangat menyayangi zea dan sudah menganggap zea anaknya sendiri mengingat zea adalah anak dari sahabatnya Dimas.
"Ya tuhan kamu cantik sekali sayang." Mama rena melongoh melihat penampilan zea.
Zea hanya tersenyum menanggapi pujian mama rena.
"Terimakasih mama." Sahut zea dengan senyum manisnya.
"Ayok kita berangkat sekarang." ajak mama rena dan di angguki oleh zea.
Ketika mama rena dan zea menuruni anak tangga keduanya berpapasan dengan alvaro yang baru saja pulang dari kantor.
Alvaro sedikit tercengang melihat penampilan zea yang tidak seperti biasanya, kali ini ini alvaro tidak suka melihat zea berpenampilan seprti itu, pakaian zea sedikit terbuka.
"Mama mau mengajaknya kemana, kenapa tidak ijin dulu sama alvaro." Sarkas alvaro pada mama rena, dan tatapan tajam alvaro tertuju pada zea.
"Mama akan mengajak zea ke pesta ulang tahun pernikahan rekan bisnis mama." Jawab mama rena dengan santai.
Mama rena tau alvaro tidak akan mengijinkan zea untuk kemana mana.
"Dia tidak boleh ikut kemanapun, aku baru saja pulang aku membutuhkan dia untuk menyiapkan makan malamku dan keperluaku, kenapa mama malah mengajaknya keluyuran dengan pakaian terbuka seperti itu." Ucap alvaro degan nada mulai emosi.
Mama rena benci mendengar perkataan alvaro dia hanya menganggap zea seorang budak saja, dia tidak menggap istrinya sama sekali.
"Ayo zea kita pergi, nanti malah terlambat, dan kamu alvaro jika ada yang di butuhkan panggil saja bi merry." Kata mama rena.
Alvaro di buat geram dengan perkataan mama rena.
"Ku harap kamu harus tau posisimu zeana, kamu masih berstatus istriku dan kamu tau harus menuruti siapa disini." Ucap alvaro melihat ke arah zea yang telah di tarik oleh mama rena segera keluar dari rumah.
Zea serta mama rena berhasil mendatangi pesta tersebut walaupun harus berdebat panjang lebar bersa alvaro.
Sementara pikiran zea tertuju pada perkataan alvaro tadi.
★
★
★
★
Bersambung...
Terimakasih sudah Setia menunggu up.. jangan lupa tinggalkan jejak ya readers mohon dukungannya beri like dan vote.. 😊🙏🙏