Menceritakan seorang pemuda yang dilahirkan di kota kecil dari sebuah klan keluarga cabang. Meskipun demikian ia memiliki keinginan untuk melihat dunia luar meskipun penuh dengan berbagai rintangan.
Suatu hari, tiba-tiba petir dan Guntur bersahutan di langit lalu hujan lebat pun turun. sebuah garis hitam datang dari kegelapan pekat, jatuh sebuah batu marmer hitam berbentuk bola mata.
Batu marmer hitam berbentuk bola mata itu berubah menjadi bayangan dan meluncur ke arah mata sang pemuda tersebut. Inilah legenda seorang jenius yang menjadi raja dari para dewa kuno.
Karya ini hadir karena terinspirasi oleh author - author keren yang ada di manga toon dan mangan - manga lainnya. terimakasih kepada shujinkouron, Yudhistira, dan fast food restaurant.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edi Hartanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KALAHNYA ZHO QUAN DAN SOSOK MISTERIUS
Zho Quan terhempas mundur kebelakang dengan wajah yang pucat dan mengeluarkan seteguk darah segar dari mulutnya.
" Bagaimana mungkin kau yang sampah itu, bisa membuatku seperti ini ..." Ujar Zho Quan tak percaya.
Perbedaan Xiao Chan dengan Zho Quan terlalu jauh dalam hal pondasi kekuatan, Ilmu beladiri yang dilatih oleh Zho Quan belum terlalu matang sedang Xiao Chan dalam hal penguasaan jurus tergolong sangat matang dan mahir, Apalagi Xiao Chan memiliki sesuatu kelebihan yang tak dimiliki oleh lawannya.
Faktor penyebab kalah telat Zho Quan adalah tehnik jurus yang digunakannya tidak bisa di tingkatkan kualitasnya, Berbeda dengan tehnik jurus ilmu beladiri Xiao Chan. Semua tehnik jurus ilmu beladiri yang Dia pilih bisa meningkat seiringan peningkatan kekuatannya sampai pada tahap tertentu.
" Sialan kau, Tehnik jurus apa yang kau pakai sampai-sampai bisa menandingi tehnik jurus tingkat tinggi ku ...!? " Ujar Zho Quan tak terima sambil memegang perutnya yang masih terasa sakit.
" Sudah diambang kekalahan masih sempat-sempatnya ngoceh tak karuan dan bahkan menanyakan jurus apa yang ku gunakan ..." Ujar Xiao Chan lalu kembali melesat menyerang kearah Zho Quan.
" Bukk ... Bukk ..."
" Urghhhhh ... Urghhhhh ..."
Zho Quan sudah tidak dapat berkutik menghadapi serangan bertubi-tubi dari Xiao Chan, Tak lama kemudian Zho Quan pingsan.
Para murid-murid yang menyaksikan pertandingan tersebut Bersorak-sorak menandakan pertandingan tersebut telah berakhir dengan Xiao Chan keluar sebagai pemenangnya.
***
Di dahan sebuah pohon yang berjarak sekitar 1 kilometer dari arena pertandingan, Tampak dua sosok yang memakai jubah hitam dengan motif keemasan yang berada di punggungnya sedang menyaksikan pertandingan tersebut.
" Segera laporkan ke pada patriach, Kalau kita menemukan bibit unggul di salah satu klan kecil. Lebih baik salah satu di antara kita tetap tinggal mengawasi dia, Jangan sampai klan besar lainnya menemukannya " Ujar salah satu dari sosok tersebut.
" Wosshh ..."
Saat salah satu dari sosok tersebut bergerak, Dia Tanpa sadar mengeluarkan auranya sekejap. Belum cukup 200 meter sosok tersebut bergerak, Tiba-tiba terdengar suara yang menggema menghentikan langkahnya.
Tampak seorang pria sesepuh berpakaian serba putih mendarat di antara mereka berdua dengan tatapan gusar melihat kearah kedua sosok misterius tersebut.
" Lancang siapa kalian ...?? Berani-beraninya menyusup di klan Xiao ku ... " Ujar pria sesepuh berpakaian putih tersebut.
" Haha ... Hanya seekor semut yang berada pada tingkat pendekar pertapa tahap tengah berani bertindak congkak dihadapan ku ..." Cibir sosok misterius tersebut.
Pria sesepuh berpakaian serba putih tersebut merasa tersinggung karena pertanyaannya tidak diindahkan oleh sosok misterius.
" Sobat, Berangkatlah, Biar aku saja yang menangani semut tua ini ..." Ujar sosok misterius.
Tanpa basa-basi pria sesepuh tersebut langsung melesat menyerang kearah sosok misterius yang mengacuhkannya.
" Cakar naga ' Sayatan kilat ' ..."
Sebuah garis cahaya berwarna hitam kemerahan melesat mengarah pada sosok misterius tersebut.
" Huuu ... Hanya jurus bocah berani menyerang ku ..." Tampak sosok misterius tersebut hanya menggunakan satu tangan menyambut kedatangan cahaya warna hitam kemerahan tersebut.
Dalam waktu singkat, kedua sosok itu bertarung dengan cepat bagaikan petir yang bersahut-sahutan di atas langit.
Tampak beberapa lubang besar yang menganga akibat pertarungan mereka berdua diatasnya, Debu-debu membentuk gumpalan awan menutupi daerah sekitarnya.
" Hukk ...Hukk ..."
Tampak pria sesepuh tersebut muntah darah segar dan wajah berubah menjadi pucat, Akibat dari kedua jurus mereka bertemu.
" Siapa sebenarnya kalian dan ada urusan apa di klan kami ...? " Tanya pria sesepuh tersebut.
Pria sesepuh tersebut sangat yakin kalau mereka berdua bukanlah berasal dari daerah kota awan, Sebab bisa dihitung dengan satu jari orang-orang yang dapat menghadapinya. Belum lagi sosok misterius ini seperti hanya mempermainkannya dan tidak memiliki niatan untuk membunuh pria sesepuh tersebut.
" Sebenarnya kami berasal dari daerah luar kota ini, secara kebetulan kami lewat dan menyaksikan pertunjukan menarik ... " Ujar sosok misterius tersebut dengan senyum merekah.
Setelah mengucapkan beberapa kalimatnya, sosok misterius tersebut kemudian melemparkan sebuah sebuah botol giok kearah pria sesepuh tersebut.
" Konsumsilah pil itu semoga bermanfaat ..." Ujarnya kemudian menghilang dari pandangan mata pria sesepuh berpakaian serba putih tersebut.
***
Tidak berselang lama setelah Xiao Chan memenangkan pertandingan tersebut, Seorang tetua terbang mendekat kearah Xiao Chan.
" Nak kau sungguh hebat, Kau bahkan mampu mengalahkan lawan-lawan mu yang berada pada tingkat pendekar langit tahap awal " Tutur tetua tersebut memuji kemampuan Xiao Chan.
" Hehe ... Anda terlalu memuji kemampuan ku tetua ..." Xiao Chan menundukkan kepalanya menandakan dia menghormati tetua di hadapannya.
" Hayo ... Tak perlu terlalu merendah anak muda, Semua yang hadir disini yang menyaksikan pertandingan mu sepakat kalau kau sangat berbakat ..." Ujar tetua tersebut sambil tersenyum simpul.
Tetua tersebut berencana mengangkat Xiao Chan sebagai muridnya, Dia yakin kalau bakat yang di miliki oleh Xiao Chan tak terbatas.
" Anak muda maukah kau menjadi murid pribadi ku ...?? " Ujar tetua tersebut menawarkan kepada Xiao Chan.
Xiao Chan yang mendengarkan tawaran tetua tersebut langsung tersenyum lebar dan Mengangguk-anggukan kepalanya tanda setuju dengan tawaran tetua tersebut.
" Kalau boleh tau siapa nama kamu anak muda ...? " Tanya tetua tersebut kepada Xiao Chan.
" Maaf guru ... Nama saya Xiao Chan, kalau boleh tau nama guru siapa ...?? "
" Ah baiklah Chan'er, Perkenalkan nama saya Meng Lei salah satu tetua di dalam klan Xiao ini. Dunia persilatan sangat luar chan'er, Masih banyak orang yang memiliki kemampuan lebih tinggi dari guru mu ini, Jadi suatu saat kalau kau menemukan seseorang yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari guru mu kau boleh berguru dengannya "
Setelah selesai pertandingan ini, aku akan datang menjemput mu. Kamu beritahu kedua orang tua mu kalau selesai pertandingan ini, Kamu akan tinggal di kediaman guru mu ...
***
Setelah berhasil mengalahkan Zho Quan, Xiao Chan pun maju ke babak selanjutnya.
Dihari berikutnya 100 peserta yang berhasil masuk ke babak berikutnya telah hadir kembali ke lapangan pertandingan.
Setelah beristirahat semalam kini kekuatan Xiao Chan kembali ke kondisi fitnya. Apalagi sebelum beristirahat dia sempat menaikkan tingkat kultivasinya dengan sisa sumber daya yang didapatkannya dari dalam pedalaman hutan.
" Hari ini kita melanjutkan ke babak selanjutnya, dari keseratus murid peserta yang berhasil bertahan akan diseleksi lagi hingga tersisa 50 murid. Dari kelima puluh murid tersebut mereka memiliki peluang untuk menggantikan posisi murid-murid klan utama, Selain menjadi murid klan utama kalian juga mempunyai beberapa keuntungan lainnya seperti bla ... bla ... " Ujar panitia pelaksana menerangkan keistimewaan menjadi murid klan dalam.
Murid-murid klan cabang yang mendengarkan keistimewaan menjadi murid klan utama lansung terbakar semangat juangnya.
" Peringkat kalian akan dihitung 1 poin dan terus diakumulasikan seiringan kemenangan kalian, Begitu pula kalau setiap kali kalah dalam pertandingan poin kalian akan dikurangi " Tegas panitia pelaksana.
Pertandingan babak berikutnya Dimulai ....
Peserta nomor urut 26 melawan peserta nomor urut 199.
Peserta nomor urut 45 melawan peserta nomor urut 192.
Peserta nomor urut 73 melawan peserta nomor urut 86.
Berbagai suara panitia pelaksana memanggil peserta untuk naik ke atas arena pertandingan.
Saat panitia pelaksana di grup yang lain memanggil peserta yang akan naik bertanding, Tampak sudah ada beberapa Murid-murid yang menyerah sebelum bertanding alasannya seragam yaitu lawannya terlalu kuat.
Sudah dua jam sejak dimulainya babak selanjutnya, Sudah tampak beberapa puluh murid yang menyerah saat berhadapan dengan peringkat keempat teratas murid klan cabang.
Keempat murid teratas klan cabang tersebut adalah:
° Xiao Bu tingkat kekuatan berada pada tingkat pendekar langit tahap awal [ jurus pamungkas adalah tinju peremuk ].
° Xiao yu tingkat kekuatan berada pada tingkat pendekar langit tahap awal [ Pedang seribu bayangan ].
° Gan Zong tingkat kekuatan berada pada tingkat pendekar langit tahap awal [ Tapak pembela samudera ].
° Xiao yinjin tingkat kekuatan berada pada tingkat pendekar bumi tahap tinggi [ pukulan pembalik angin ].
Setelah menunggu beberapa lama kini tiba giliran Xiao Chan untuk naik ke atas arena pertandingan.
" peserta nomor urut 93 ' Xiao Chan ' melawan peserta nomor urut 49, Mohon kepada peserta yang disebutkan nomornya segera naik ke arena pertandingan " Ujar panitia pelaksana.
***
Kalau sahabat mempunyai saran maupun kritik mohon silahkan kirim ke kolom komentar ...
TERIMAKASIH ...