terus dukung cerita ini dengan like dan komen jika kalian suka. agar cerita tidak mangkrak tengah jalan
"Mas Kenzo! Pocongnya kabur lagi!" teriak Srini sambil ngemil ceker ayam._
"Bukan waktunya makan, sri! Itu pocong bawa kabur anak kepala desa!"
Kenzo, dukun muda nyeleneh dan Srini, kuntilanak centil juga narsis , harus menghadapi Gerombolan pocong pemburu nyawa,Pengkhianatan makhluk gaib yang mereka percaya ,Rahasia mengerikan di balik kematian orang tua Kenzo.
misteri apa yang terjadi mengapa bisa ribuan pocong mengepung sebuah desa dan mengapa orang tua Kenzo bisa mati secara misterius. temukan jawabannya di buku ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the last shadow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
-
Arus mulai berputar pelan saat kenzo sampai di dasar laut terdalam .di hadapannya terbentang gerbang megah dari batu karang hitam berlumut, menjulang tinggi di antara reruntuhan kota tua yang terkubur. Energi dari dalam nya terasa menekan dadanya -dingin, berat, dan penuh sesak.
Kenzo terdiam. Matanya menatap lambang naga laut bermahkota di tengah gerbang. "gede juga nih istana..."gumamnya pelan. Tangannya gemetar bukan karena takut, tapi karena rasa dendam yang teramat tinggi di hatinya.
Ia melangkah mendekat perlahan. Setiap langkahnya terasa bergema di kepalanya. "ingat kau harus membalas perbuatan nya ribuan kali. jangan takut mati!"suara hati itu muncul,lirih,membara.
Tiba tiba, dari balik gerbang terdengar denting suara gemelan. Samar... Pelan...lalu menguat. Arus laut berhenti. Kenzo menunggu apa yang akan menanti nya di balik gerbang tersebut.
Gerbang tiba-tiba terbuka dengan keras, dan angin kencang menerpa wajah Kenzo.
"Njir, aneh beud... sejak kapan di dasar laut ada angin?" ucap Kenzo dalam hatinya. Matanya tetap fokus memandang ke depan.
"Akhirnya kau sampai juga, Kenzo..." ucap sebuah suara yang datang entah dari mana, bergema. Kuping Kenzo terasa berdenging mendengar suara tersebut, membuatnya harus menutup kedua telinganya dengan tangan.
"siapa?, Keluar kalau berani!" ucap Kenzo lantang, menantang sosok di balik suara misterius tersebut.
Suara itu kembali terdengar, kali ini lebih tenang namun penuh tekanan. "Hahaha! apakah kau telah siap mati seperti iblis rendahan itu!"
Kabut hijau mulai berkumpul dan membentuk sosok wanita, rambutnya terurai panjang, mengenakan mahkota dari mutiara hitam, dan sorot matanya sangat tajam.
"nyi roro kidul..."bisik kenzo dalam hati, napasnya tertahan sejenak.
Wanita itu tidak berbicara. Hanya menatap. Tapi dari tatapan itu, kenzo merasakan kebencian yang sangat besar.
"aku tidak berpikir bakalan hidup hari ini!"ucap Kenzo dingin sambil mengangkat keris nya pelan. Aura dari keris dan wanita itu mulai beradu, menciptakan riak energi di sekeliling mereka. "kau akan ku bunuh dan membayar semua yang telah kau lakukan kadita...!"teriak Kenzo bergema bersiap menyerang sosok di depan nya
Nyi Roro Kidul tertawa dengan sangat keras, suara tawanya menggema memenuhi ruang istana.
"Sudah lama aku tidak mendengar nama itu!" ucapnya dengan santai, lalu mengangkat tongkatnya dan melepaskan sihir yang begitu besar melesat ke arah Kenzo.
Kenzo menghindari serangan tersebut, lalu menghilang, berpindah ke depan Nyi Roro Kidul dan menusukkan kerisnya yang langsung ditangkis oleh Nyi Roro Kidul menggunakan tongkatnya.
Benturan kedua senjata tersebut menciptakan pusaran energi yang sangat besar, membuat istana menjadi bergema.
"Di mana orang tuaku!?" ucap Kenzo dengan marah, lalu menghilang dan melesat, menyerang Nyi Roro Kidul dengan tebasan juga tusukan kerisnya yang terus dihindari oleh Nyi Roro Kidul.
"Mati saja agar aku memberitahumu!" ucap Nyi Roro Kidul, menendang Kenzo mengenai perutnya hingga terpental menabrak pilar istana.
Kenzo menghapus darah di sudut bibirnya, napasnya memburu, tapi sorot matanya tetap tajam. Ia mencengkeram keris Karang Hyang lebih erat, lalu berdiri perlahan dari reruntuhan pilar.
“Kalau begitu... aku akan paksa kau bicara dengan membuatmu bertekuk lutut!” teriak Kenzo, lalu kembali melesat, tubuhnya seperti bayangan, bergerak secepat kilat.
Pertarungan kembali pecah. Denting logam dan ledakan energi memenuhi ruang istana bawah laut itu. Setiap serangan Kenzo membawa amarah yang menumpuk selama bertahun-tahun, dan setiap tangkisan Nyi Roro Kidul membawa kekuatan magis yang sangat tua dan mengerikan.
“Aku bisa merasakan energi kakekmu di kerismu, bocah!” ucap Nyi Roro Kidul tajam, matanya menyala kehijauan. “Tapi itu tidak akan menyelamatkanmu!”
Kenzo berputar di udara, lalu menebas secara vertikal ke arah kepala Nyi Roro Kidul. Tapi tongkat ratu laut itu menahan tebasannya dengan satu tangan, lalu dorongan energi dilepaskan dari benturan mereka, mengguncang seluruh dasar laut.
Kenzo terlempar ke belakang, namun berhasil menancapkan kerisnya di lantai karang untuk menahan tubuhnya.
“Kali ini... aku akan pertaruhkan semua , maka aku akan pakai kekuatan ini untuk menghabisimu!”
feed back la yaa😍