Damon terbangun dari mimpi buruknya.
Ia seperti mendapatkan ilham.
Ibaratnya, Damon bisa melihat makhluk-makhluk tak kasat mata dalam mimpinya.
Semua terjadi setelah ia tak sengaja menabrak batu nisan kuno di area Sungai Qinghe.
Apakah benar Damon bisa melihat sesuatu?
Mari ikuti kisah Damon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 Tugas Kesempurnaan Level Telur Giok
"Kau pernah bilang padaku bahwa aku bisa meminta bantuan pada telur batu giok ini ?" tanyanya.
Muchen mengangguk cepat lalu menjawab tegas.
"Ya." sahut Muchen.
"Kalau begitu aku mencobanya." kata Damon lalu menoleh ke arah telur batu giok di tangannya.
Damon memejamkan dua matanya pelan kemudian berkonsentrasi penuh.
"Langit Bersatu." bisiknya.
Seketika itu juga muncul cahaya terang dari arah telur giok di tangannya, berpendar-pendar seperti nyala lampu neon.
Telur giok itu berputar pelan kemudian terbuka perlahan-lahan.
Sekejap saja telur giok itu berubah menjadi kembaran Muchen berukuran mini mirip boneka tapi ia hidup.
"Selamat Siang, petang dan malam... Aku Muchen si Kaisar. Silahkan bertanya padaku, mungkin bisa aku jawab."
Sapa Muchen kecil sembari menari-nari riang.
Damon tertegun diam, ia dekatkan mainan unik itu ke wajahnya, sambil memiringkan kepala.
"Kau bisa bicara ?" tanya Damon terkesima.
"Ya, aku bisa bicara." sahut Muchen kecil.
Damon lalu melirik pelan ke arah Muchen dewasa di sebelahnya.
"Apa yang terjadi ?" tanyanya sembari menoleh.
"Mana aku tahu..." sahut Muchen sambil mengangkat bahunya naik.
"Apa kau sudah tahu telur giok ini akan bekerja seperti ini ?" tanya Damon lalu menunjuk kepada Muchen kecil yang bergerak-gerak lincah.
"Aku juga tidak tahu." sahut Muchen.
"Bukannya kau pemilik benda aneh ini, bagaimana kau bisa tidak tahu tentangnya, Kaisar ?" kata Damon tak mengerti.
"Sebab telur giok ini tidak pernah kupakai sejak penjaga Langit menyerahkannya padaku setelah arwahku datang ke alam arwah. Ia hanya berpesan padaku bahwa aku harus menjalani masa hukumanku dan mengirimku ke alam manusia." kata Muchen.
Damon mengerutkan keningnya seperti berpikir sesuatu.
Tiba-tiba Damon merangsek maju ke arah Muchen kemudian mencengkeram kain jubah Muchen erat-erat.
"Jangan berbohong padaku !" bisiknya sembari menatap tajam mata Muchen. Ternyata Damon bisa menyentuh tubuh Muchen meski Muchen itu arwah.
Keduanya saling beradu pandang satu sama lainnya, hanya ada jarak sejengkal diantara mereka.
"Aku tidak berani berbohong padamu, Damon." sahut Muchen.
"Oh, ya, benarkah itu ?" tanya Damon sembari menaikkan salah satu alisnya ke atas. "Sungguh yang kau katakan itu, Kaisar ?"
"Demi langit bersaksi, aku berkata benar, Damon !" sahut Muchen sembari mengangkat dua jarinya.
Damon melirik ke dua jari tangan Muchen lalu menjauhkan dirinya dari sang Kaisar.
"Baguslah kalau begitu..." ucapnya seraya mengangkat dua jari jempolnya naik. "Lantas apa yang harus aku lakukan sekarang pada benda yang mirip denganmu ini ?"
"Cobalah meminta bantuan padanya, bukannya kau mau melakukannya tadi." kata Muchen lalu melipat dua tangannya ke depan dada.
"Baiklah... Aku akan lakukan itu..." kata Damon sembari menggosok dua telapak tangannya lalu tersenyum simpul kepada kembaran Muchen.
Damon menatap lekat-lekat sekali lagi ke arah Muchen berukuran mini yang ada di hadapannya. Lalu berkata.
"Langit Bersatu !" Ucapannya langsung dijawab oleh Muchen kecil.
"Beri permohonanmu padaku !" kata Muchen kecil.
"Bantu aku memecahkan masalah pelik, kami ingin bertanya 'Apa yang harus kami lakukan ketika menghadapi persoalan rumit ini, tentang Ibu Suri Kerajaan Tepi Barat yang ternyata succubus jahat ?'" tanya Damon.
Muchen kecil memutar ujung jari mungilnya seraya merapal mantra suci, kedua matanya terpejam rapat.
"Beri Langit Bersatu petunjuk !" bisiknya.
Seketika itu juga, terdengar gema suara di atas kepala Muchen kecil.
"BUKTIKAN KALAU IBU SURI KERAJAAN TEPI BARAT YANG SEKARANG INI ADALAH SUCCUBUS JAHAT PADA SEMUA !"
"Cling !"
Muncul benda pusaka berbentuk prisma emas di telapak tangan Damon.
"GUNAKAN BENDA DI TANGANMU ITU UNTUK MEMBANTUMU MEMBUKTIKAN KALAU IBU SURI ITU SUCCUBUS !"
Gema suara asing terdengar lagi di atas kepala Muchen kecil yang masih terpejam.
"Tapi bagaimana caranya ?" tanya Muchen.
"PUTRA MAHKOTA KERAJAAN TEPI BARAT YANG SEKARANG INI ADALAH PECAHAN JIWA SUCCUBUS MILIK IBU SURI. DAN MEREKA BERKUASA DI KERAJAAN TEPI BARAT..."
Gema suara itu terdengar lagi di atas kepala Muchen kecil.
"Ya... Lantas..." tanya Muchen dengan anggukkan kepala pelan.
"UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA IBU SURI KERAJAAN TEPI BARAT ADALAH SUCCUBUS JAHAT MAKA KALIAN HARUS PERGI KE WILAYAH BARAT QINGHE SERTA TEMUKAN ISTANA MEREKA LALU HANCURKAN TEMPAT ITU !"
"Pergi ke Kerajaan Tepi Barat ?" tanya Muchen dan Damon bersamaan serta saling berpandangan.
"BENAR. HANYA SAJA TUGAS KALIAN MENCAPAI TUJUAN KESANA TIDAKLAH MUDAH KARENA KALIAN HARUS MELEWATI PERJALANAN PANJANG DENGAN MEMBURU PARA SECCUBUS JAHAT DI DUNIA MANUSIA."
"Kami harus melawan para succubus jahat serta menaklukkan mereka semua sebelum kami mendatangi Kerajaan Tepi Barat, begitu ?" tanya Muchen.
"TEPAT SEKALI. LIMA DARI SUCCUBUS TERKUAT HARUS KALIAN KALAHKAN DENGAN BEGITU KALIAN BISA MENDAPATKAN SENJATA PAMUNGKAS UNTUK MENGALAHKAN IBU SURI YANG MERUPAKAN SUCCUBUS RATU TERKUAT."
"Lima succubus terkuat ?" tanya Muchen.
"BENAR. LIMA SUCCUBUS TERKUAT ADALAH KUNCI TERBUKANYA TINGKAT KENAIKAN LEVEL TELUR GIOK YANG KALIAN MILIKI SAAT INI. SETELAH TELUR GIOK ITU SEMPURNA MAKA KALIAN AKAN MENDAPATKAN SENJATA PAMUNGKAS ITU."
"Dan kami buat mengalahkan Ibu Suri senjata pamungkas itu ?" tanya Muchen.
"BENAR SEKALI." Sahut gema suara di atas kepala Muchen Kecil.
"Lalu tugas dari hukuman penjaga Langit untuk menangkap para succubus jahat serta membebaskan jiwa manusia yang terperangkap. Apa masih harus kami selesaikan juga ?" tanya Muchen tak berkedip.
"SAAT KALIAN MENCARI KELIMA SUCCUBUS TERKUAT MAKA KALIAN AKAN BERTEMU SUCCUBUS-SUCCUBUS LAINNYA DALAM PERJALANAN MISI KALIAN. DISITULAH KALIAN AKAN MENDAPAT PETUNJUK BERHARGA MENUJU LIMA SUCCUBUS TERKUAT YANG KALIAN CARI NANTINYA."
Muchen terdiam sementara Damon hanya menyimak saja.
"SETELAH KALIAN BERHASIL MENCAPAI TUJUAN SERTA MENINGKATKAN LEVEL TELUR GIOK KE LEVEL SEMPURNA UNTUK MEMPEROLEH PUSAKA PAMUNGKAS YANG AKAN KALIAN GUNAKAN NANTINYA BUAT MENGALAHKAN KEKUASAAN IBU SURI DI KERAJAAN TEPI BARAT."
Gema suara itu terdengar penuh tekanan kuat diatas kepala Muchen kecil.
"KARENA KERAJAAN TEPI BARAT SAAT INI TELAH DIKUASAI PENUH OLEH KEKUATAN SUCCUBUS IBU SURI YANG SELALU MENCARI JIWA-JIWA MANUSIA TAK BERDOSA SEBAGAI MAKANANNYA BAHKAN IA MENAWAN MEREKA DALAM JUMLAH BESAR."
"Ibaratnya Kerajaan Tepi Barat sebagai markas terkuat bagi Ibu Suri." kata Muchen.
"TIDAK HANYA BAGI IBU SURI NAMUN JUGA BAGI SELURUH SUCCUBUS JAHAT YANG MULAI BERKELIARAN BEBAS DI DUNIA MANUSIA SERTA MENANGKAP MANUSIA UNTUK MENJADI TAWANAN MEREKA."
"Ini mengerikan sekali. Kalau dibiarkan saja maka dunia manusia bisa musnah begitu saja. Dan para succubus akan berkuasa serta merajalela." ucap Muchen.
"BENAR SEKALI YANG KAU KATAKAN ITU, KAISAR LANGIT MUCHEN. JIKA DIBIARKAN SAJA MAKA DUNIA AKAN BERUBAH SURAM KARENA DIKUASAI OLEH IBLIS-IBLIS SUCCUBUS SERTA INCUBUS."
"Rumit sekali !" keluh Muchen menggaruk kepala hingga mahkota emasnya bergeser pelan lalu ia betulkan letak mahkota di kepalanya.
"JANGAN KUATIR, KAISAR LANGIT MUCHEN. AKAN ADA PETUNJUK SERTA BIMBINGAN SELAMA PERJALANAN PANJANG MENCARI KELIMA SUCCUBUS TERKUAT SERTA CARA MENGHADAPI PARA SUCCUBUS LAINNYA."
"Tapi soal itu rumit sekali. Bagaimana kami berdua mampu melakukannya ?" tanya Muchen. "Ini soal harga diri."
"KALIAN PASTI BISA !" ucap gema suara di atas kepala Muchen. "SEMOGA HARI-HARI KALIAN MENYENANGKAN. SELAMAT BERJUMPA LAGI."
"Cling !"
"Cling !"
"Cling..."
Berangsur-angsur gema suara itu menghilang lalu lenyap. Keheningan menyeruak masuk di sekililing tempat Muchen serta Damon berada saat ini. Sedangkan Muchen Kecil mulai membuka kelopak matanya.
Ia tersenyum serta berkata.
"Kalian sekarang mengerti ?"
"Mengerti apa ?" tanya Muchen dan Damon berbarengan.
"Apa kalian tidak dengar tadi petunjuk suara itu ?" tanya Muchen Kecil.
"Ya, kami dengar. Hanya saja kami kurang memahaminya karena sulit sekali bagi kami melakukannya." sahut Muchen.
"Tapi kalian harus melakukannya. Dan waktu kalian tak banyak lagi sekarang ini." kata Muchen kecil.
"Bagaimana caranya kami bisa menyelesaikan tugas tersebut ?" tanya Muchen serta Damon secara bergantian.
Damon dan Muchen saling berpandangan satu sama lainnya, terdiam lama lalu Damon bersuara.
"Kurasa aku tak sanggup. Aku ini hanya seorang mahasiswa biasa saja, tidak punya keahlian khusus atau kekuatan hebat apalagi memburu iblis mimpi terkuat bahkan mengalahkan mereka mana aku sanggup." lanjut Damon mengeluh.
"Kalian pasti sanggup melakukan tugas tersebut. Dan aku ucapkan pada kalian 'Selamat Datang Para Pemburu Iblis Mimpi'." kata Muchen Kecil.
Tiba-tiba tubuh Muchen Kecil berangsur-angsur memudar seperti menghilang, lalu lenyap disertai kilauan cahaya terang bintang-bintang disekitarnya.
Sedetik kemudian, telur batu giok kembali muncul dan menggelinding pelan di telapak tangan Damon.