Mohon bijak dalam membaca, jangan lompat Bab dan blom like ya ...😘
Qyana Selyana Putri, gadis cantik yang mengalami transmigrasi kedalam tubuh seorang gadis yang bernama Astara Kalyana Rayder, gadis cantik yang menjadi kesayangan kelima kakak laki-lakinya.
Meski begitu, Astara tidak merasa bahagia, apalagi sejak dia kehilangan kedua orangtuanya saat dia masih berusia sepuluh tahun, Astara merasakan kehampaan di dalam hidupnya, hingga membuatnya tidak lagi memiliki semangat untuk hidup.
Namun hal itu tidak pernah dia perlihatkan di hadapan kelima kakaknya, hingga suatu malam, setelah pembicaraan dia dengan seorang wanita, kekasih dari Sang kakak pertama. Setelahnya, Astara memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Hilangnya jiwa Astara, rupanya membuat raga itu di isi oleh jiwa Qyana yang pada saat yang sama telah di bunuh oleh sahabatnya sendiri.
Tak rela dengan takdir hidupnya yang seperti itu, Qyana memutuskan untuk menerima hidupnya yang kedua menjadi Astara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Adiramanis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
@@@@@@
**Masih di Mall**.
Astara yang tadinya ingin mengabaikan pasangan tadi, rupanya hal itu tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan.
Sebab, saat dia berpapasan dengan pasangan tadi, si wanita entah sengaja atau memang karena kebetulan, minuman yang sejak tadi di pegang oleh si wanita tumpah ke pakaian yang Astara gunakan.
Yang akhirnya membuat Astara berhenti dan menatap marah kearah si wanita yang terlihat tidak memiliki merasa bersalah sedikitpun pada dirinya.
"Ups ... tidak sengaja," ucapnya sambil tersenyum mengejek pada Astara.
Merasa jika ada yang mencoba merendahkan Astara, Ayra tidak ingin tinggal diam, namun tangan Astara keburu menangkap tangan Ayra yang ingin membalas perlakuan si wanita itu.
Dan menyuruh Ayra untuk tetap diam saat tatapan Astara pada Ayra bertemu, karena dirinya sendirilah yang akan membereskan masalah itu.
"Sepertinya, kau tidak diajari sopan santun yang benar oleh kedua orangtuamu," ucap Astara membalas perkataan wanita tadi sambil menyeringai balik kearahnya.
Mendengar apa yang dikatakan Astara barusan, rupanya membuat si wanita merasa marah, dan berakhir ingin menampar Astara, namun di cegah oleh pria yang sejak tadi berdiri di samping wanita itu.
"Sudahlah Mona, jangan mencari masalah," ucap pria itu yang membuat si wanita yang bernama Mona, terlihat tidak terima dengan kekasihnya yang lebih membela orang asing ketimbang dirinya.
"Kau membelanya Alden, dan kenapa sekarang kamu malah memanggil namaku, bukan dengan panggilan sayang lagi," ucap tak terima Mona pada pria yang berstatus sebagai kekasihnya itu.
"Sudahlah Mona, jangan membesar-besarkan masalah kecil seperti ini, lagipula memang kamu yang salah di sini, jadi lebih baik sekarang kamu minta maaf pada Nona ini,"
"Enggak, karena yang harus minta maaf itu dia, bukan aku," kesal Mona sambil menunjuk kearah Astara yang masih diam memperhatikan interaksi mereka sejak tadi.
"Sepertinya kamu tidak bisa melihat dengan jelas jika aku adalah korban di sini," jawab Astara sambil menunjuk sisi bajunya yang kotor karena noda minuman Mona barusan.
"Itu bukan urusanku, karena kamu tetap salah di sini,"
"Dasar cewek sinting,"
"Apa katamu!!" Teriak marah Mona saat mendengar Astara memakinya barusan.
"Apa kamu tidak tahu siapa aku ha ..."
"Aku tidak perduli, dan aku tidak ingin tahu siapa kamu, karena yang kulihat sekarang sudah mencerminkan siapa dirimu sebenarnya," jawab dingin Astara.
Yang hal itu membuat Ayra kagum dengan apa yang dilakukan oleh Astara. Sebab, sikap Astara yang sekarang, teryata sangat berbeda dengan apa yang pernah dikatakan Tristan pada dirinya. Dan yang dilihat oleh Ayra sekarang adalah, Astara yang mampu memposisikan dirinya di depan orang yang tulus padanya, ataupun pada orang yang bermuka dua. Seperti wanita yang ada di hadapan Astara sekarang.
"Cih ... wanita simpanan saja belagu," ucap Mona sambil menyilangkan kedua tangannya di dada, dan sengaja sedikit mengeraskan suaranya.
Hingga hal itu rupanya mengundang perhatian para pengunjung yang sedang berjalan melewati mereka, dan membuat Mona tersenyum puas karena bisa mempermalukan Astara di depan umum.
Namun Astara sama sekali tidak terintimidasi dengan apa yang dilakukan oleh Mona padanya, karena dia tahu, pada akhirnya bukan dirinya yang akan di permalukan di sini, melainkan Mona yang akan mempermalukan dirinya sendiri di depan umum seperti sekarang.
"Bukankah perkataan itu berlaku pada dirimu sendiri," ucap tenang Astara sambil tersenyum miring saat melihat perubahan ekspresi Mona.
"Jaga ucapanmu ..."
"Kenapa, kau takut jika apa yang ku katakan memanglah benar,"
"Jangan sok tahu urusan orang lain, karena kita tidak pernah saling mengenal satu sama lain," ucap Mona yang ingin beranjak pergi dari tempat itu.
Namun perkataan Astara barusan membuat Mona kembali merasa emosi dengan apa yang di ucapkan oleh Astara, hingga membuat Mona melakukan sesuatu yang berakhir merugikan dirinya sendiri tanpa dia sadari.
"Lalu untuk apa kamu mencari masalah denganku, dasar perebut kekasih sahabat sendiri," ucap Astara yang kemudian pergi lebih dulu.
Namun baru beberapa langkah Astara berjalan, Astara tiba-tiba di dorong dengan kuat sampai Astara terhuyung ke depan, dan berakhir membentur pilar antara pagar pembatas.
"Nona ..." cemas Ayra saat melihat kejadian yang tidak pernah dia duga sebelumnya.
"Ssh ..." ringis Astara sambil memegang kepalanya yang terasa pusing, dengan darah yang keluar dari keningnya.
"Anda tidak apa-apa Nona, lebih baik kita kerumah sakit sekarang," panik Ayra saat melihat kening Astara yang terluka.
Melihat Astara yang terluka membuat Mona terlihat panik, lalu memutuskan untuk pergi secepatnya dari tempat itu, namun dia malah bertabrakan oleh seorang pemuda yang terlihat kesal saat melihat kearah dirinya.
"Kau melakukan kesalahan karena melukai wanita itu, Nona," ucap dingin pria itu sambil memandang remeh Mona yang terjatuh di lantai saat bertabrakan dengan dirinya tadi.
"Dan sepertinya kau juga harus mengambil keputusan yang tepat Tuan Narendra," ucapnya lagi sambil melihat kearah Alden.
Yang pada kenyataannya, mereka berdua adalah orang-orang yang menyebabkan Qyana berakhir di tubuh Astara seperti sekarang, yang tanpa di duga. Mereka bisa bertemu kembali di tempat yang sama sekali Astara tidak sangka selama ini.
"Karena wanitamu sudah membuat kesayangan si penguasa terluka, jadi ... buat keputusan yang tepat untuk dirimu sendiri Tuan Narendra," ucapnya lagi sambil tersenyum penuh arti.
Yang setelahnya dia berjalan menghampiri Astara yang di bantu berjalan oleh Ayra.
"Kita kerumah sakit Tara, lukamu harus segera di tangani,"
"Kenzo ..." gumam bingung Astara saat melihat sahabat dari Ravandra ada di hadapannya sekarang.
"Kekasihmu tidak bisa kesini karena sebuah alasan, dan jika kamu mau, aku akan menjelaskan padamu nantinya, tapi sekarang kita harus kerumah sakit lebih dulu," jawab Kenzo yang tanpa banyak bicara lagi membantu Ayra untuk menuntun Astara keluar dari Mall tersebut.
Mengabaikan Alden yang terus memperhatikan Astara, dan mengabaikan keadaan Mona yang menjadi pusat perhatian banyak orang.
\*\*\*
**Di rumah sakit**.
Setelah Astara selesai di obati, Astara yang merasa penasaran dengan kedatangan Kenzo yang tiba tiba-tiba di Mall tersebut, membuatnya ingin sekali bertanya pada Kenzo yang sekarang terlihat sibuk dengan ponsel miliknya.
"Darimana kamu tahu aku ada di sana Kenzo?," tanya Astara yang akhirnya membuat Kenzo fokus pada Astara.
"Siapa lagi kalau bukan kekasihmu," jawab Kenzo tanpa ingin menutup-nutupi.
"Lalu, kenapa bukan Rava yang ada disini?,"
"Sebenarnya dia ingin langsung datang saat tahu kamu sedang kesulitan, hanya saja ada hal yang membuatnya tidak bisa bertemu denganmu untuk sementara waktu ini," jelas Kenzo dengan situasi yang dialami oleh Ravandra sekarang.
Dan sebagai sahabat, hanya inilah yang bisa Kenzo lakukan, dan berharap jika semuanya akan baik-baik saja, tanpa dia harus melihat sahabatnya terluka karena tidak bisa bersatu dengan wanita pujaan hatinya.
"Sebenarnya apa yang terjadi Kenzo," penasaran Astara. Yang dia yakin jika hal itu pasti berkaitan dengan dirinya.
"Aku akan menceritakan semua yang ku ketahui Tara. Hanya saja, setelah aku selesai menceritakan semuanya, ku harap nantinya kamu tidak akan menjauh dari Ravandra,"
"Karena, baru kali ini aku melihat Ravandra sangat serius pada seorang wanita, dan itu adalah kamu"
Jelas Kenzo, yang setelahnya, dia menceritakan semua yang dia ketahui mengenai apa yang dialami oleh Ravandra, terutama mengenai konflik kakek Ravandra dan keluarga Astara.
Yang hal itu sama sekali tidak pernah Astara ketahui, dan akar dari konflik tersebut adalah sebuah kesalah pahaman yang belum bisa di luruskan.
**TBC**
alur ceritanya menarik
/Hey//Hey//Hey/