NovelToon NovelToon
Bacause it's first time

Bacause it's first time

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:17.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rustina Mulyawati

Arella atau sering dipanggil Arel adalah siswi tercantik disekolahnya. Banyak sekali cowok tampan yang berbaris ingin menjadi kekasihnya. Namun, entah seperti apa tipe cowok yang disukai oleh Arel. Sejauh ini Arel tidak tertarik pada cowok manapun.

Bahkan Rey saja yang gantengnya luar biasa dan menjadi pangerannya para siswi disekolahnya, ia tolak begitu saja. Selama ini Arel tidak pernah jatuh cinta pada cowok. Entahlah, tidak ada cowok yang menarik perhatiannya sejauh ini.

Sehingga suatu hari, disekolahnya kedatangan siswa transfer dan kebetulan satu kelas dengannya. Awalnya ia biasa saja pada siswa pindahan itu. Namun, semakin Arel sering bertemu dan berbicara dengannya hatinya mulai tergerak dan luluh.

Apakah siswa baru itu adalah tipe yang Arel suka?
Memangnya seperti apa sih tipe cowok yang disukai oleh Arel?

penasaran? Yuk, mampir! Kali aja minat!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rustina Mulyawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pernyataan Arel

Ulangan matematika terasa begitu sulit bagi Arel. Tentu saja, itu karena ia tidak belajar. Kini ia merasa kesulitan sendiri memgerjakan soal yang tidak ia pahami. Namun, ia tetap mengerjakannya dengan tenang dan tetap berpikir jernih untuk menyelesaikan penyelesaiannya.

Tidak banyak waktu yang tersisa. Hanya tinggal 20 menit lagi. Tiga soal yang tersulit Arel segera menyelesaikan dengan berusaha semampunya. Tidak lama 20 menit berakhir dan para siswa harus segera mengumpulkannya. Arel kurang yakin dengan jawaban yang ia pilih untuk tiga soal yang tersulit itu. Tapi ia tetap kumpulkan karena waktu pun tidak tersisa lagi.

Bel istirahat berbunyi dengan lantang. Satrya dan Yoga tampak tergesa-gesa pergi dari kelas. Arel sempat heran kenapa mereka begitu buru-buru seperti itu? Namun, segera Arel mengalihkan pandamgan nya pada Devina yang masih membereskan buku-bukunya.

"Devina?" ucap Arel berdiri disamping Devina dan menunduk menatap Devina. Tanpa menoleh Devina menghela nafas dan menatap tajam lurus kedepan.

"Ada apa?" tanya nya juterk dan dingin.

"Aku hanya ingin bilang sama kamu. Kalau kamu benar," ucap Arel membuat Devina mendongak dan menoleh menatap wajahnya.

"Maksudmu?" sahut Devina menyipitkan pandangannya.

"Kamu benar. Semua yang kamu katakan tentang aku benar. Dan aku tidak akan menyangkal hal itu lagi. Aku akan menerimanya. Sebab itu, kau akan lebih berusaha lagi. Karena aku tidak akan menyerah atau mengalah padamu seperti yang kamu katakan padaku kemarin.

"Aku, akan menjadi orang yang sangat egois terhadap cintaku. Walau pun aku harus bersaing dengan sahabatku sendiri. Tapi Satrya adalah cinta pertamaku. Dan kau juga tahu seperti apa diriku. Jadi, aku tidak akan melepas Satrya begitu saja. Jadi, semoga berhasil!" terang Arel dengan tenang dan menebar senyum santainya pada Devina, lalu melengos pergi keluar kelas.

Fiuhhh... Arel merasa lega setelah mengatakan hal itu. Semoga dengan seperti ini, Arel bisa membuat Devina kembali lagi padanya. Karena Arel baru mengerti dirinya sekarang. Selama bertahun-tahun mereka berteman, tapi Arel sadar ia tidak mengerti Devina selama ini.

Dan tindakan Arel untuk menyerah padanya adalah hal yang hanya akan lebih menyakiti Devina. Jadi, Arel memutuskan untuk tidak bersembunyi lagi dari Devina. Dengan begitu Devina tidak akan merasa dihianati lagi olenhnya. Arel mengerti bahwa hal yang paling menyakiti Devina bukanlah karena Arel menyukai Satrya, atau karena ia tidak dapat membuat Satrya jatuh cinta padanya.

Tapi karena Devina merasa dihianati oleh Arel teman yang paling ia sayangi dan cintai. Devina hanya merasa kalau Arel mempermainkan perasaan Devina. Sementara Arel tahu Devina menyukai Satrya, tapi Arel tidak pernah jujur atau mengatakan perasaan nya untuk Satrya kepada Devina secara langsung.

Dan malah diam-diam menyukainya dibelakang Devina. Sebab hal itulah yang telah menyakiti hati Devina. Walau Arel merasa itu bukan penghianatan, tapi sebenarnya secara tidak langsung hal itu memang menjadi sebuah penghianatan dalam hubungan pertemanan mereka.

Setelah mendengar perkataan Arel, Devina terdiam berpikir dan tidak bangkit dari duduknya yang sekarang. Ia menghembus nafas panjang. Matanya mulai berkaca-kaca. Ia rindu akan kebersamaan nya dengan Arel. Ia merasa rindu akan semua hari-hari yang ia lalui dengan Arel.

Devina tersenyum kecil dalam tangisan tanpa suaranya. Ia merasa senang, karena akhirnya Arel mengerti apa yang telah menyakitinya selama ini. Devina tidak menyalahkan Arel akan perasaan nya pada Satrya. Tapi, ia hanya tidak menerima kenyataan bahwa Arel tidak jujur kepadanya dan malah diam-diam menyukai Satrya.

Sebenarnya, jika Arel jujur dan mengatakan perasaan nya untuk Satrya seperti apa kepada Devina. Mungkin Devina tidak akan semarah ini. Tapi, pada kenyataan nya, Arel malah menyembunyikan hal itu dari Devina.

 

🍂🍂🍂

 

"Jadi maksudmu, kamu tahu orang yang bicara dengan ayahmu di telepon saat itu?"

"Yah. Awalnya aku merasa ragu. Tapi setelah aku pikir dan ingat lagi, aku jadi merasa yakin dia orangnya," balas Satrya dengan sangat yakin, sesekali menyantap makan siangnya.

Yoga sejenak terdiam dan meneguk air mineral dalam botol. "Kalau begitu, kamu tahu dimana dia?"

"Tentu saja. Aku ingat baik namanya dan siapa dia? Dia adalah seorang Direktur perusahaan Toy island. Perusahaan mainan terbesar. Namanya Ratyo Sastiowono," jawab Satrya.

"Hmm.. Ok, kalau begitu! Kita akan memulai rencana awal kita. Kita akan menemuinya hari ini," sahut Yoga begitu mudahnya dan tenangnya.

"Menurutmu kita bisa menemuinya?" tanya Satrya sempat ragu.

"Ayolah, kawan! Tentu saja kita bisa. Kenapa tidak? Secara jika memang dia orang kepercayaan ayahmu, dia pasti akan segera menemuimu. Ayolah, apapun resikonya, setidaknya kita telah mencoba," balas Yoga.

"Benar. Terimakasih, kawan!" seru Satrya.

"YO I. Selow ajah kali!" seru Yoga melontar senyum dan bersandar pasa punggung kursi dan menyilang kakinya.

Pandanganya teralihkan ketika ia dapati sosok Arel yang tengah berjalan tergesa-gesa menghampiri mereka berdua. Yoga tersenyum dan melirik pada Satrya, menerka apa yang akan terjadi hari ini pada dua insan yang tengah di uji dalam kisah kasmarannya itu.

"Satrya!" panggil Arel dengan serius dan menatap lekat pada Satrya.

Satrya menoleh dan menatap datar Arel sejenak, lalu kembali menoleh pada siomay nya yang tengah ia mainkan dengan sendoknya.

"Ada apa?" sahut Satrya bertanya dengan dingin dan datar.

"Satrya!" panggil Arel lagi dengan keras dan membentaknya. Sehingga perhatian semua orang yang ada dikantin mulai memusat pada mereka.

Yoga hanya menoton dan menikmati drama yang akan terjadi siang ini. Dengan begitu santainya Yoga melipat kedua tangan nya didepan dada.

Satrya terkejut dengan bentakan yang Arel berikan. Sehingga ia pun harus menoleh dengan kening yang berkerut. "Ada apa? Kamu ini kenapa, sih?" sahut Satrya lagi dengan nada jutek.

"Aku mau bicara sama kamu," ujar Arel memayunkan bibirnya manja.

"Bicara apa? Jika tidak penting, lebih baik gak usah. Membuang waktu saja," balas Satrya tetap bicara dingin pada Arel.

"Satrya! Ini penting. Bahkan sangat penting daripada waktu!" seru Arel dengan nada manja dan manisnya.

Sejenak Satrya tidak bisa berpaling dari Arel. Sikap Arel benar-benar membuat Satrya gugup dan detak jantungnya mulai berdetak dengan cepat dan memompa darah dengan kecepatan yang tinggi.

"Memangnya apa yang lebih penting dari waktu?" tanya Satrya lagi penasaran dengan apa yang ingin Arel katakan.

Senyum Arel merekah karena respon Satrya yang terdengar mulai bicara dengan nada hangat seperti dulu. "Kamu," jawab Arel tanpa ragu sedikit pun.

Satrya tersedak mendengar jawaban Arel saat menyantap siomay nya. Ia terbatuk-batuk dan meneguk air mineral dalam botol dengan sekali tegukan.

Yoga hanya tersenyum lucu dengan tingkah kedua teman nya itu. Perlahan ia mulai tertawa bahagia karena akhirnya tidak ada lagi kekakuan dan kecanggungan diantara mereka seperti kemarin, yang membuatnya merasa begitu tidak nyaman.

"Kamu baik-baik saja?" tanya Arel cemas.

"Yah, aku tidak papah," sahut Satrya tanpa menoleh pada Arel. Wajah Satrya terlihat memerah karena malu. Kenapa dia mengatakan hal itu didepan semua orang? Pikir Satrya.

"Aku mau ketoilet," ujar Satrya mencoba menghindari Arel dengan alasan ingin pergi ke toilet. Seraya bangkit dan melangkah untuk pergi.

"Satrya! Tunggu dulu!" cegah Arel dengan menarik tangan Satrya.

"Apa mereka sekarang sedang bermain drama?" gumam Yoga.

"Apa lagi?" sahut Satrya ketus.

"Aku belum selesai ngomong, Sat."

"Memangnya apa lagi yang ingin kamu katakan?"

Sejenak Arel terdiam dan menatap lekat pada Satrya. Ia melangkah mendekat pada Satrya begitu sangat dekat. Satrya benar-benar merasa gugup dan celingak celinguk mengedarkan pandangan nya keseluruh teman yang ada dikantin.

Detak jantungnya semakin tidak terkontrol. Wajahnya berkeringat dan memerah.

"Satrya, bisakah kamu jangan menghindariku? Bisakah kamu tetap berada disisku? Aku tidak bisa menahan ini lagi, Sat. Aku jatuh cinta sama kamu. Bisakah aku menggenggam tangamu?" ujar Arel tersenyum tapi dengan sorotan mata yang berkaca-kaca seraya mengulurkan tanganya berharap Satrya menggenggamnya dengan erat.

Satrya hanya terdiam dan melirik pada uluran tangan Arel sejenak. Lalu, menatap dalam pada mata Arel yang penuh akan harapan.

1
Afnal
Bagus! Tamatnya kecepetan...! Tapi, ceritanya seru! Aku suka!😊😊
Dharsha Alfysya
cepet banget tamat nya....

by the way..... thank you so much thor.....
😍😍😍😍😘😘😘😘😘
Rustina Mulyawati: Makasih juga udah mampir😊😊
total 1 replies
Dharsha Alfysya
ternyata arell saudara se ayah nya rey
Rena Noviana
terimakasih thor ceritanya menarik, bikin tegang dan tidak norak, kalo bisa buat kelanjutan ceritanya dong, kayaknya akan lebih seru lagi kalo 4 sahabat itu menikah dan mempunyai anak
Rustina Mulyawati: Makasih udah mampir... 😊😊
total 1 replies
AtinyRyesa24
sudah ku boom like sama ku bintang lima
intan laksmi dwipayanti
hay aku mampir ☺
Rustina Mulyawati: iyah makasih yah udah mampir😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!